Santapan Harian
Perjumpaan Dua Karakter yang Ideal
Rut 2
Setelah membaca tentang Rut yang setia, perhatian kita tertuju pada satu lagi karakter yang ideal, yaitu Boas.
Meski ia kaya dan terpandang (1), ia berhati mulia dan bertanggung jawab. Ia mengawasi langsung pekerjaan penuaian di ladangnya dan menyapa para pekerjanya dengan ucapan berkat (4). Ia pun memperlihatkan kemurahan hatinya kepada Rut, membuka telinganya kepada perbuatan baik, menyediakan pemeliharaan kepada Rut, dan menggunakan otoritasnya untuk menolong (8-16). Status Boas dalam kisah ini adalah pemilik ladang, tetapi kebajikannya mencerminkan karakter seorang raja.
Maka, sungguhlah indah perjumpaan antara Boas dan Rut, dua karakter yang ideal. Memang dikatakan bahwa "Kebetulan ia [Rut] berada di ladang milik Boas" (3b). Dalam bahasa aslinya, "kebetulan" dapat diterjemahkan sebagai "nasib" (misalnya Pkh 2:14). Artinya, kejadian itu tidak direncanakan oleh manusia. Kenyataannya, perjumpaan mereka adalah karya ilahi.
Allah mengatur jalan hidup setiap orang pilihan-Nya. Sebagaimana Allah secara khusus menetapkan perjumpaan Rut dengan Boas, Ia juga merancang pertemuan Yakub dan Rahel (Kej 29:9-12) serta Paulus dengan Lidia (Kis 16:14-15). Di mata manusia, pertemuan itu mungkin terlihat seperti kebetulan belaka. Namun, sesungguhnya Allah mengatur itu semua.
Dalam Rut 2, kasih setia Allah dinyatakan melalui kebaikan Boas. Rut yang rendah hati bekerja di ladang, mendapat perlindungan dan kemurahan hati. Boas bukan hanya menyediakan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadikan Rut sebagai bagian dari umat Allah. Kesetiaan dan kerendahan hati membuka jalan bagi berkat, perlindungan, serta pengakuan dalam komunitas iman yang lebih besar.
Bagaimana dengan kita? Siapa pun yang akan kita temui hari ini, siapa yang akan mendampingi kita, atau siapa yang akan kita tolong, Tuhan mengatur semuanya. Maka, sebelum Anda meninggalkan kamar pagi ini, mintalah pertolongan Tuhan agar pertemuan Anda menjadi berkat. [PHM]
![]() |
| A New Day God |
![]() |
| Prakon RHL |




