Santapan Harian
Menghargai Kesetiaan
2 Samuel 2:1-7
Di dalam sejarah, ketika seorang raja baru menggantikan raja lama, biasanya ia akan menghabisi para pengikut yang setia kepada raja sebelumnya. Namun, jika raja itu adalah orang beriman dalam Tuhan, apa yang seharusnya dia lakukan? Dalam hal ini, Daud memberikan teladan yang luar biasa.
Daud bertanya kepada TUHAN ke mana ia harus pergi dan TUHAN menyuruhnya untuk pergi ke Hebron (1). Daud pun pergi beserta kedua istrinya dan orang-orangnya dengan keluarga mereka (2-3). Lalu, orang-orang Yehuda datang dan mengurapi Daud menjadi raja atas kaum Yehuda (4a). Pada saat itulah mereka memberi tahu Daud tentang orang-orang Yabes-Gilead yang telah menguburkan Saul (4b).
Apa respons Daud? Ia mengirim utusan kepada orang-orang Yabes-Gilead, bukan untuk mengancam mereka, tetapi sebaliknya, untuk memuji kesetiaan mereka kepada tuan mereka Saul (5). Ia meminta Allah untuk memberkati mereka dengan kasih setia-Nya. Ia sendiri berjanji untuk melakukan kebaikan yang sama kepada mereka. Ia juga menguatkan hati mereka dan meminta mereka untuk menjadi kesatria yang melayani dia (5-7).
Perkataan Daud merupakan tindakan yang benar. Orang yang setia kepada tuan mereka seharusnya dipuji walaupun tuan mereka adalah orang lain, atau bahkan pemimpin yang lama. Tindakan mereka menunjukkan kesetiaan mereka dan Allah senang kepada orang yang setia.
Kepemimpinan Daud perlu menjadi teladan bagi kita. Ia memiliki kebesaran hati yang patut dipuji, yang mau menghargai dan menerima mereka yang setia. Seorang pemimpin seharusnya berbesar hati. Kita seharusnya melihat pemimpin lama bukan sebagai saingan, melainkan sesama orang pilihan Tuhan. Kita juga seharusnya melihat orang-orang yang pernah melayani dia bukan sebagai ancaman, melainkan sesama pelayan Tuhan yang melayani tujuan yang sama.
Ingatlah, Tuan yang sesungguhnya dari semua pelayanan kita adalah Kristus, sehingga setiap pemimpin adalah hamba-Nya, dan hamba yang setia kepada Kristus patut kita hargai dan kuatkan! [INT]

