H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 02 September 2026

Kitab 1 Korintus, 2 September 2026

 1 KORINTUS


Penulis dari kitab ini adalah Paulus.


Paulus menulis 1 Korintus ini untuk membantu orang Korintus memecahkan masalah-masalah yang terjadi di gereja mereka.


Kitab ini adalah surat yang Paulus kirim kepada orang kristen yang berada di kota Korintus.


Kitab ini ditulis sekitar tahun 57, di kota Efesus.

















Prakiraan Cuaca Tanggal 2 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktifitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 2 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kuatnya tiupan angin pada lapisan atmosfer atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi tinggi gelombang mencapai 1.4 m (kategori sedang) di Perairan Kep. Bintan pada tanggal 02 September 2026

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 2 September 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Dihantui Kesalahan Masa Lalu

 Santapan Harian

Dihantui Kesalahan Masa Lalu 

2 Samuel 13:1-22 


Kesalahan fatal yang pernah kita perbuat dapat memengaruhi apa yang kita lakukan pada hari ini. Bahkan, terkadang ketika kita melihat orang lain melakukan kesalahan yang mirip, kita kelu dan tidak bisa bertindak apa-apa karena kita merasa tidak layak.


Walau Daud telah menerima pengampunan dari Tuhan (lih. 2Sam 12:13), sepertinya kesalahannya masih membekas dan menghantui dirinya. Hal ini terlihat dari caranya merespons perbuatan Amnon.


Amnon yang melihat perbuatan semena-mena ayahnya bisa saja berpikir: "Ayahku yang raja Israel saja berlaku seperti itu, mengapa aku tidak bisa berlaku seperti itu juga?" Maka, ketika ia jatuh cinta kepada Tamar, adik tirinya, ia tidak segan berpura-pura sakit (1-5), meminta Tamar datang merawatnya (6-8), dan dengan sengaja membuat dirinya berada berdua dengan Tamar di dalam kamarnya (9-10), lalu memaksakan hawa nafsunya kepada Tamar (11-14).


Akhirnya, terjadilah kejahatan yang melahirkan kebencian dan kehinaan (15-20). Kejahatan ini menghancurkan relasi di dalam keluarga Daud yang nantinya menjadi penyebab kematian Amnon sendiri (lih. 2Sam 13:28-29), dan yang nantinya juga menewaskan banyak orang (lih. 2Sam 18:6-8).


Respons Daud terhadap perbuatan Amnon sangatlah menyedihkan. Daud "sangat marah" (21), tetapi hanya itu responsnya. Ia tidak menegur, mengadili, ataupun menghukum Amnon. Respons itu pasti amat mengecewakan bagi Tamar dan juga Absalom yang sangat menyayangi adik kandungnya itu (22).


Barangkali Daud melihat cerminan dirinya pada Amnon sehingga ia juga merasa tidak layak dan marah dengan dirinya sendiri. Padahal, ia seharusnya bisa menegur dan menghukum anaknya itu, sama seperti Tuhan menegurnya dengan keras dan menghukumnya dengan konsekuensi atas perbuatannya.


Hati-hatilah dengan kesalahan masa lalu yang masih menghantui. Kita harus bertanggung jawab atasnya, tetapi kita tetap berkewajiban untuk melawan kejahatan dan menegakkan keadilan. Tuhan rindu agar kita menerima pengampunan-Nya dengan terbuka. [JHN]