H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 09 Oktober 2026

Yakobus 5 : 13

 Slmt pg buat kita semua..


Yakobus 5:13 (TB) Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

🙏🙏🙏






1 Yohanes 5 : 16

 Slmt pg buat kita semua..


1 Yohanes 5:16 (TB) Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.

🙏🙏🙏






Pengkhotbah 3 : 15

 Slmt pg buat kita semua..


Pengkhotbah 3:15 (TB) Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu. 

🙏🙏🙏






Taming and Guiding The Heart

 *Taming and Guiding the Heart*

[Menjinakkan Serta Mengarahkan Hati]


*Yakobus 1:13,* _"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun"._


Yakobus 1:13 menekankan bahwa _*Allah bukan sumber pencobaan untuk berbuat dosa.*_ Saat seseorang menghadapi godaan, ia tidak boleh menyalahkan Allah, melainkan perlu menyadari bahwa godaan berkaitan dengan keinginan dosa dalam diri manusia. Ayat ini mengajarkan tiga hal penting: _*pertama,*_ Allah tidak mencobai manusia untuk berbuat dosa.→Allah dapat mengijinkan seseorang menghadapi ujian iman, tetapi Ia tidak pernah mendorong seseorang untuk jatuh ke dalam dosa. *Kedua,* Allah sama sekali tidak memiliki kecenderungan kepada kejahatan.*→ Sebab Allah kudus, Ia sendiri tidak dapat dicobai oleh kejahatan dan tidak menjadi sumber kejahatan. Dan *ketiga,* Kita tidak boleh menyalahkan Allah ketika jatuh dalam pencobaan.*→selanjutnya ayat14–15, menjelaskan bahwa manusia dicobai ketika ia _*terseret dan terpikat oleh keinginannya sendiri.*_ Karena itu, kita perlu bertanggung jawab terhadap respons dan pilihan kita ketika menghadapi godaan. Untuk penerapannya: *① Tidak menyalahkan Tuhan ketika menghadapi godaan.*→Ketika muncul kesempatan untuk berbuat dosa, jangan berkata, _“Tuhan yang membuat saya mengalami ini”._ Sebaliknya, datanglah kepada Tuhan dan mintalah kekuatan untuk memilih yang benar.


*② Kenali dan kendalikan keinginan yang dapat membawa kepada dosa.*→Pencobaan acap kali menjadi kuat, sebab ada keinginan dalam diri kita yang terus dipelihara. Karena itu, kita perlu menjaga pikiran, hati, perkataan, dan tindakan, serta segera menjauh dari situasi yang dapat membawa kita jatuh. *③ Gunakan pencobaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman.*→Saat menghadapi godaan, kita dapat belajar untuk semakin bergantung kepada TUHAN melalui doa, firman-Nya, dan ketaatan. Dengan demikian, kita tidak hanya berusaha menghindari dosa, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang semakin kuat secara rohani. Realitanya, dalam perjalanan iman acap kali manusia mencari kambing hitam atas kegagalannya karena menuruti firman TUHAN. Lalu bentuk pelarian yang berbahayanya adalah menuduh Allah sebagai penyebab atau biang kegagalannya. Kenderungannya, kita berpikir bahwa bila jatuh ke dalam dosa atau mengingini sesuatu yang bertentangan dengan kehendak-Nya, hal tersebut disebabkan Allahlah yang membiarkannya atau merancangnya. Dari Doa Bapa Kami yang menyatakan _“jauhkanlah kami dari yang jahat,”_ berarti menegaskan sebagai peringatan agar kita tidak menuduh Allah sebagai penyebab dari munculnya keinginan sesat di dalam hati kita. Ingatlah, bahwa Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengarahkan keinginannya sendiri. Jadi ada keringkihan hidup manusia: saat TUHAN tidak mengendalikan kehendak kita secara paksa, lalu hati kita menjadi begitu lentur serta gampang goyah. 


Maka tugas utama kita bukanlah menyalahkan keadaan, tetapi dengan menjinakkan serta mengarahkan hati dengan serius pada kebenaran. Allah adalah Pribadi yang memiliki integritas sempurna; Dia tidak akan melanggar integritas-Nya sendiri dengan memaksa seseorang berbuat jahat atau membiarkan diri-Nya menjadi sumber dosa. Bila memahami arti kata “dosa”→ *hamartia,* berarti _meleset dari sasaran,_ jadi sasaran yang dimaksud adalah kehendak Allah. Dan Allah tidak mengarahkan seseorang untuk meleset dari sasaran yang sudah Dia tetapkan. Via kesadaran akan integritas Allah ini akan mengantar kita pada pengertian dan pernyataan dari _“pencobaan ini datang dari Allah”_ sebagai suatu penghinaan atas karakter Sang Pencipta. Jadi Allah tidak pernah memaksa seseorang untuk berbuat baik, dan Dia juga tidak pernah memaksa bahkan membiarkan seseorang berbuat jahat melalui campur tangan aktif-Nya. Sehingga kita dipanggil agar menjadi dewasa, dengan menyadari bahwa setiap keinginan yang membuahkan dosa sebagai hasil dari ego yang tidak dijinakkan, dan bukan adanya skenario jebakan ilahi. Marilah kita membangun kedekatan yang jujur dengan Bapa, serta memohon supaya Roh Kudus membantu kita mendisiplinkan keinginan hati yang liar. Jadikanlah setiap momen pencobaan sebagai kesempatan untuk melatih kehendak kita supaya tetap lurus menuju sasaran, yakni melakukan apa yang menyenangkan hati Bapa. Artinya kita sedang berjalan menuju kedewasaan rohani yang sesungguhnya sebagai anak-anak Allah yang setia yang bertanggung jawab seutuhnya. Timothy Keller menyatakan, _“The devil tempts us not because he wants us to sin, but because he wants us to distrust God"_ [Iblis mencobai kita bukan hanya karena ia ingin kita berdosa, tetapi karena ia ingin kita tidak lagi mempercayai Allah].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






Menabur Sedikit, Menuai Sedikit Juga

 Slmt pg buat kita semua..


2 Korintus 9:6 (TB) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

🙏🙏🙏



_“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20_






Yeremia 43 : 7

 Yeremia 43:7 (TB) Lalu mereka pergi ke tanah Mesir, sebab mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN. Maka sampailah mereka di Tahpanhes. 


https://alkitab.app/v/2c0b943a8af0












Perbuatlah dengan Segenap Hatimu

 Selamat pagi, teman-teman alumni terkasih dalam Tuhan 🙏


Bilangan 6:24–26 mengingatkan kita bahwa Tuhan senantiasa memberkati, melindungi, menyertai, dan memberikan damai sejahtera kepada kita.


Apa pun yang kita hadapi hari ini, tetap percaya dan andalkan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. 🙏✨




Kolose 3:23-24 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.


https://alkitab.app/v/fdeea15dab48







Renungan Meminta dalam Ketaatan

 Santapan Harian

Meminta dalam Ketaatan 

1 Raja-raja 3:1-15 


Berbeda dengan kita yang mengajukan permintaan kita kepada Allah melalui doa. Salomo justru mendapat kesempatan untuk meminta apa pun dari Allah.


Meski sudah menjadi raja, Salomo menyadari bahwa ia membutuhkan pertolongan Allah untuk menghadapi bangsa Mesir dan memimpin bangsanya sendiri (1-3).


Ketika Allah menampakkan diri dan memberi Salomo kesempatan untuk meminta apa pun, Salomo menjawab bukan sebagai raja yang menaklukan rakyatnya dengan kekuasaan, melainkan hamba Allah yang mengalami kasih setia-Nya dan diangkat oleh-Nya untuk berada di tengah umat-Nya yang besar (4-8). Salomo tidak meminta kekayaan, melainkan hati yang penuh pengertian agar ia dapat menjadi hakim yang adil bagi umat Allah (9).


Berdasarkan permintaannya ini, Allah mengaruniakan kepadanya hati yang bijaksana (10-12). Bahkan, tidak hanya itu, Allah juga memberikan apa yang ia tidak minta, yakni kekayaan dan kejayaan yang tidak tertandingi di sepanjang zaman (13). Meski demikian, 


Allah mengingatkan Salomo untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah, sesuai kehendak dan ketetapan-Nya (14).


Saat Allah memilih dan mengutus kita untuk melakukan panggilan-Nya, Ia akan memberikan apa pun yang kita butuhkan menurut kehendak-Nya. Bahkan, Ia akan memberikan lebih dari apa yang kita harapkan. Di balik itu semua, Allah ingin kita taat kepada-Nya: menggunakan kebijaksanaan yang Ia berikan kepada kita untuk menaati perintah dan ketetapan-Nya.


Sebagai umat-Nya, kita diberi hak istimewa untuk dapat meminta apa pun yang kita butuhkan kepada Allah. Hendaklah kita memakai hak ini bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi, apalagi membuat kita hidup dalam dosa. Ia ingin kita meminta sesuatu yang dapat membekali dan memperlengkapi kita dalam memenuhi panggilan-Nya, baik melalui pekerjaan, pelayanan, ataupun relasi kita dengan sesama.


Jadikan doa kita bukan permohonan untuk memenuhi kehendak kita, tetapi kehendak Allah! [MAR]