Santapan Harian
Rasul "Super" yang Memuji Diri
2 Korintus 10:12-11:6
Dalam bagian ini Paulus frustrasi terhadap pengajar yang menganggap diri mereka rasul "super" (11:4-5). Mereka memuji diri dan mengeklaim berbagai prestasi dengan kelewat batas.
Kita tidak tahu apa tepatnya yang diajarkan para pengajar palsu yang disebut Paulus sebagai "Yesus yang lain" (11:4). Ada kemungkinan, ini lebih menyangkut cara kerja para rasul palsu itu, dan bukan isi ajaran mereka. Namun, ini berarti bahwa cara memberitakan Injil pun termasuk hal yang harus dicermati dan dilakukan dengan hati-hati.
Paulus mengecam keras sikap para rasul "super" yang mengeklaim hasil pelayanan dengan kelewat batas, yang kemungkinan juga adalah untuk mencari keuntungan keuangan dari jemaat Korintus. Padahal Paulus sendiri tidak mau mengambil upah dari jemaat Korintus (lih. 2Kor 11:7).
Pelayanan modern juga tidak terlepas dari berbagai upaya untuk mengeklaim prestasi pelayanan demi keuntungan keuangan. Obsesi masa kini bahkan mencakup mengejar reputasi online demi monetisasi lebih besar. Ini berbeda dari pelayanan Paulus yang lebih memikirkan upaya untuk membangun iman jemaat.
Perasaan frustrasi Paulus di sini sepertinya bisa menjadi cerminan realitas bagi semua pelayan Kristus. Perasaan superioritas, upaya keras membesarkan diri dan memuji diri sendiri, adalah sama dengan kelicikan ular yang menipu Hawa (11:3). Paulus menulis betapa cemburunya dia kepada para rasul palsu, karena jemaat Korintus sangat sabar dan menerima mereka. Bahkan Paulus seolah menyerah kalah, dengan sesumbar bahwa dia merasa tidak kurang apa pun dibandingkan para rasul "super" itu, sembari mengakui bahwa dia kurang pandai berkata-kata (11:5-6).
Kita mungkin juga lelah dengan berbagai versi rasul "super" masa kini. Sama seperti Paulus yang frustrasi, kita juga menyadari banyak orang justru gandrung kepada rasul palsu yang demikian. Namun, kita bisa berharap kepada Tuhan yang akan meneguhkan hamba-Nya yang setia karena bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan yang dipuji Tuhan. [IHM]


