Santapan Harian
Pemimpin yang Lalim
Hakim-hakim 9:1-21
Pemimpin yang lalim adalah pemimpin yang cenderung menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta mengabaikan kebutuhan dan hak orang lain.
Contoh pemimpin yang jatuh dalam kelaliman adalah Abimelekh yang berusaha menjadi raja dengan memakai cara yang keji, yakni dengan bantuan keluarga ibunya. Dengan 70 keping uang perak dari kuil Ba'al-Berit yang diberikan kepadanya, ia menyewa orang untuk mengikutinya dan membunuh 70 orang saudaranya (1-5).
Yotam, yang lolos dari pembantaian tersebut, menyindir naiknya Abimelekh menjadi raja dengan mengumpamakan dirinya sendiri seperti semak duri yang tidak menghasilkan apa-apa dan hanya dapat melambai-lambai (7-15). Ini merupakan kesedihan Yotam atas kekejian Abimelekh sekaligus kemarahan Yotam terhadap perbuatan warga Kota Sikhem yang telah salah mengangkat Abimelekh sebagai raja atas mereka. Bagi Yotam, bukannya melindungi rakyat, Abimelekh justru akan menghancurkan mereka (16-21).
Dari Yotam yang mengecam warga Sikhem yang mendukung Abimelekh secara sembrono kita belajar tentang bahaya ambisi kekuasaan yang tidak sah dan penghakiman Allah atas ambisi tersebut. Kita juga perlu memahami bahwa sebenarnya pemerintah ditetapkan oleh Allah, dan kewenangannya untuk mengatur masyarakatnya agar hidup secara tertib dan teratur juga berasal dari Allah.
Sebagai umat Kristen, kita pun harus senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa kita agar mereka diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mereka. Yotam memberikan satu teladan baik, yaitu ketika pemimpin salah menggunakan jabatan mereka, kita harus berani menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, keadilan dan damai sejahtera bisa diharapkan tercipta di tengah masyarakat.
Ingatlah, meskipun kejahatan terkadang terlihat dominan dan berkuasa, kekuatannya semu dan hanya untuk sementara waktu. Pada akhirnya, Tuhanlah yang akan menegakkan keadilan-Nya yang sempurna. Tetaplah teguh dalam kebenaran! [ERE]

