H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 03 Juni 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 3 Juni Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 03 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan adanya belokan angin ( _shearline_ ) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat menyebabkan penumpukan massa udara sehingga berpengaruh terhadap potensi pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi hujan ringan - sedang pada siang dan dini hari yang bersifat lokal/ tidak merata.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada dini hari yang bersifat lokal.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 3 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Menghadirkan Tuhan dalam Persekutuan

 Santapan Harian

Menghadirkan Tuhan dalam Persekutuan 

1 Korintus 11:17-34 


Persoalan yang dikemukakan Paulus dalam bagian ini adalah adanya kebiasaan buruk pada perjamuan Tuhan (20).


Jemaat Korintus berkumpul bukan dengan cara yang benar dan juga tidak mengerti makna makan dalam perjamuan Tuhan tersebut (21). Hal ini tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya mendatangkan keburukan, termasuk dapat mengakibatkan terjadinya perpecahan di antara jemaat (17). Kebiasaan buruk dalam perjamuan Tuhan ini pada akhirnya hanya membuat mereka makan untuk memuaskan nafsu dan tanpa mengakui tubuh Tuhan (27-29).


Pada dasarnya Rasul Paulus tidak melarang jemaat Korintus untuk makan dalam pertemuan jemaat, tetapi ia mengritik cara mereka makan. Mereka makan dengan cara menghilangkan makna makan itu sendiri. Makan memiliki makna rohani dalam hidup manusia. Makan bukan sekadar urusan jasmani, tetapi berkaitan langsung dengan jiwa, hal spiritual. Tujuan makan adalah sebagai perjamuan dan persekutuan. Makna terdalam di dalam makan adalah sebuah sakramen akan kehadiran Allah. Dengan kata lain, dalam persekutuan kita, termasuk di dalamnya makan, kita harus menghadirkan Tuhan, dan kehadiran-Nya harus dirasakan dari bagaimana cara kita makan dan bersekutu. Dalam persekutuan dan perjamuan Tuhan, kita dapat melihat bagaimana kita hidup saling mengasihi.


Orang-orang percaya di Korintus tidak mengekspresikan kehidupan saling mengasihi. Mereka lebih mementingkan keinginan mereka sendiri tanpa menghiraukan kebutuhan orang lain. Di sinilah Paulus mengajarkan prinsip kasih, yaitu bahwa kasih itu menunggu (33). Menunggu sampai kebutuhan orang lain terpenuhi terlebih dahulu.


Apakah persekutuan-persekutuan kita mencerminkan kehadiran Tuhan? Apakah di sana ada kasih yang diekspresikan satu dengan yang lain? Pikirkanlah orang yang membutuhkan perhatian dalam persekutuan Anda. Pikirkanlah juga hal apa yang dapat Anda lakukan untuknya demi mengekspresikan kasih dan kehadiran Tuhan. [ABL]