*“Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.”*
๐ *Yeremia 10:10 TB*
*Nama Elohim Chayim berarti Allah Yang Hidup, bukan allah yang mati.* Di zaman Yeremia, bangsa-bangsa menyembah patung dari kayu dan batu. Nabi Yeremia mengejek mereka. *Yeremia 10:5 TB:* *“Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus menggotongnya, sebab tidak dapat melangkah.”*
**Tetapi Elohim kita bukan patung yang harus digotong. Dialah yang menggotong kita.**
*Yosua 3:10 TB:* *“Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan.”*
*Nik Ripken*, seorang misionaris Amerika, mengalami Elohim Chayim di Somalia yang kelaparan dan penuh kematian.
Tahun 1992, Nik dan istrinya melayani di Somalia saat perang saudara dan kelaparan terburuk. **Setiap hari ia menguburkan anak-anak yang mati kelaparan di kamp pengungsi. Ia melihat mayat di jalan, anak-anak dengan perut buncit, dan kekejaman milisi.**
Suatu hari, ia benar-benar putus asa dan marah kepada Tuhan. **Ia masuk ke dalam gubuknya dan berteriak: “Tuhan, di mana Engkau? Apakah Engkau mati? Mengapa Engkau membiarkan ini terjadi? Aku melayani allah yang mati!”**
Di tengah keputusasaannya, Roh Kudus membawanya ke kuburan anak-anak yang baru ia kuburkan. **Di sana, di tengah bau kematian, ia mendengar suara: “Aku bukan Allah orang mati. Akulah Elohim Chayim, Allah yang hidup. Bahkan di tempat kematian ini, Aku hidup dan bekerja.”**
Hari itu juga, seorang ibu Muslim Somalia datang membawa anaknya yang hampir mati dan berkata: *“Tolong doakan anak saya dalam nama Yesusmu. Karena hanya Allahmu yang hidup.”* **Nik berdoa, dan anak itu sembuh secara ajaib di tengah kamp yang penuh kematian.**
Dari peristiwa itu, ratusan orang Somalia di kamp itu datang kepada Yesus. **Mereka berkata: “Allah kami tidak pernah berbicara. Tetapi Allahmu yang hidup telah datang ke dalam kematian kami.”**
Nik menulis buku *The Insanity of God* dan bersaksi: **“Saya pergi ke Somalia untuk mengajarkan tentang Allah yang hidup, tetapi di kuburan anak-anak Somalia, Elohim Chayim yang mengajar saya bahwa Ia hidup bahkan di tempat yang paling mati sekalipun.”**
✝️ *ALLAHMU BUKAN CERITA, BUKAN PATUNG, BUKAN TRADISI. DIA ADALAH ELOHIM CHAYIM YANG HIDUP HARI INI DI TENGAH KEMATIANMU*
✅ *AKSI HARI INI:* Berdoa bukan sebagai ritual. Berbicaralah kepada Elohim Chayim seperti kepada Pribadi yang hidup dan mendengar tepat di sebelahmu.
๐ข *NAMA-NAMA ALLAH: ELOHIM CHAYIM – ALLAH YANG HIDUP*