H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 21 Juli 2026

Memberi

 Tidak semua yang memberi rasa aman sungguh mampu menyelamatkan.


(kutipan ini merupakan bagian dari renungan harian Yesaya 57:6-13, yang dapat Anda akses melalui website maupun kanal Youtube Lembaga Alkitab Indonesia)


#DailyScriptureReading #renunganharian #saatteduh #sandaranhati
















Berdamai

 Hidup bukan hanya tentang menjadi benar di mata manusia, tetapi juga hidup kudus di hadapan Tuhan. Berdamailah dengan sesama, dan biarkan hidupmu memuliakan-Nya.


Selamat sore abg kakak, selamat beraktivitas 😇✨
















Ayub 42 : 2

 Slmt sore buat kita semua..


Ayub 42:2 (TB) "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 

🙏🙏🙏
















1 Korintus 15 : 55 TB

 *“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”*  

📖 *1 Korintus 15:55 TB*


*Semua raksasa yang kita bahas memiliki akhir yang sama: maut.* Daud pernah menghadapi Goliat, tetapi Daud pun akhirnya mati. Yosua merebut Kanaan, tetapi Yosua pun meninggal. Yosafat menang tanpa berperang, Nehemia membangun tembok, Ester menyelamatkan bangsa, Gideon mengalahkan Midian, tetapi semua tetap harus menghadapi raksasa terakhir yang tidak dapat dikalahkan manusia: maut.


*Paulus memahami raksasa ini.* Ia dipenjara, disiksa, ditinggalkan teman, dan akhirnya akan dipenggal oleh Kaisar Nero. *Secara manusia, ia kalah.* Namun dari penjara di Roma, ia menulis surat yang penuh kemenangan.


*1 Korintus 15:54-57 TB:* *“Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”*


**Bagi Paulus, maut bukan akhir. Maut adalah pintu masuk kepada kemenangan.** Mengapa? Karena ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia mengandalkan Kristus yang sudah bangkit.


*Filipi 1:21 TB:* *“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”* *2 Timotius 4:7-8 TB:* *“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya.”*


*Jim Elliot*, seorang misionaris muda ke Suku Auca di Ekuador, menghidupi kebenaran ini.


Pada tahun 1956, ia dan empat temannya membawa Injil kepada suku yang dikenal paling kejam dan pembunuh. **Mereka tahu risikonya adalah maut.** Teman-temannya bertanya apakah mereka perlu membawa senjata untuk perlindungan. Jim menjawab: *“Kami tidak boleh membunuh seorang pun yang belum pernah mendengar tentang surga.”*


Pada tanggal 8 Januari 1956, kelimanya dibunuh dengan tombak oleh suku yang ingin mereka selamatkan. **Secara manusia, ini adalah kegagalan terbesar. Raksasa maut menang.**


Namun kisahnya tidak berhenti. Istri Jim, Elisabeth Elliot, dan teman-temannya kembali kepada suku yang membunuh suaminya. Mereka membawa kasih, bukan dendam. **Akhirnya seluruh Suku Auca bertobat dan menerima Kristus, termasuk orang-orang yang membunuh Jim Elliot.**


Jim menulis dalam bukunya sebelum mati: *“Dia bukanlah orang bodoh yang memberikan apa yang tidak dapat ia pertahankan untuk mendapatkan apa yang tidak dapat hilang.”*


**Jim mengalahkan raksasa terakhir. Ia kehilangan nyawa, tetapi memenangkan sebuah suku untuk kekekalan.**


✝️ *RAKSASA TERAKHIR SUDAH DIKALAHKAN DI ATAS KAYU SALIB. TUGAS KITA BUKAN LAGI TAKUT MATI, MELAINKAN HIDUP SEPENUHNYA BAGI KRISTUS*


✅ *RENUNGAN HARI INI:*  

Raksasa apa yang masih menakutkan kita? Kegagalan, penyakit, kehilangan, atau bahkan kematian itu sendiri? *1 Korintus 15:57 TB:* *“Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”* **Jika Kristus sudah bangkit, maka semua raksasa sudah kalah. Termasuk yang terakhir.** Hari ini, hiduplah bukan sebagai orang yang takut mati, tetapi sebagai orang yang tidak dapat dihentikan oleh maut. Karena bagi kita, hidup adalah Kristus.


🟢 *GIANTS KILLER: PAULUS – MAUT TELAH DITELAN DALAM KEMENANGAN*











Mazmur 91 : 15

 Slmt sore buat kita semua..


Mazmur 91:15 (TB) Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 

🙏🙏🙏











Menguji Karakter

 *Testing Character*

[Menguji Karakter]


*1 Tesalonika 2:4,* _"Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita"._


Beberapa arti kata penting: ada kata *δεδοκιμάσμεθα (dedokimasmetha)* — _"telah dianggap layak" atau "telah diuji dan terbukti"_→kata kerja ini berasal dari *δοκιμάζω (dokimazō).*→artinya bukan sekadar _"dianggap layak,"_ melainkan: diuji, diperiksa, dibuktikan asli, terbukti memenuhi standar. Gambarannya seperti logam emas yang diuji dengan api hingga terbukti murni. Jadi Paulus menyatakan bahwa Allah lebih dahulu menguji dirinya dan rekan-rekannya sebelum mempercayakan pelayanan Injil kepada mereka. Kemudian ada kata *πιστευθῆναι (pisteuthēnai)* — _"dipercayakan,"_ berasal dari kata *πιστεύω (pisteuō),* di sini bukan berarti _"percaya kepada Allah," melainkan: dipercayai, diberi amanat, diberi tanggung jawab. Dan Injil dipandang sebagai sebuah titipan yang sangat berharga, bukan milik pribadi Paulus. Selanjutnya ada kata *εὐαγγέλιον (euangelion),* artinya: kabar baik, yaitu kabar keselamatan melalui Yesus Kristus. Juga ada kata *ἀρέσκοντες (areskontes),* artinya: berusaha menyenangkan, mencari persetujuan, mencari popularitas.→ Paulus menolak motivasi mencari pujian manusia. Dan ada kata *δοκιμάζοντι (dokimazonti)*— masih berasal dari *dokimazō*→di sini bentuknya aktif, artinya: Allah terus menguji, Allah terus memeriksa, Allah menilai hati.→Jadi Allah bukan hanya pernah menguji Paulus dahulu, namun koniniu memeriksa motivasi pelayannya. Serta ada kata *καρδίας (kardias)*— *"Kardia"* dalam Alkitab berarti pusat kehidupan batin: pikiran, kehendak, motivasi, keinginan, niat.→ bukan sekadar emosi. Jadi secara keseluruhan pengertiannya, _"Karena Allah telah lebih dahulu menguji kami dan membuktikan bahwa kami layak menerima tanggung jawab memberitakan Injil, maka kami terus berbicara sebagai orang yang bertanggung jawab kepada Allah, bukan untuk mencari pujian manusia, sebab Allah terus memeriksa motivasi terdalam hati kami"._


Ada hubungan yang jelas: Allah menguji, Allah mempercayakan Injil, Paulus memberitakan Injil, Allah tetap menguji motivasi Paulus.→ artinya, pelayanan bukan terutama soal kemampuan berbicara, melainkan *soal karakter dan kesetiaan yang telah diuji.* Untuk maka teologisnya, ayat ini menunjukkan bahwa: pelayanan adalah kepercayaan, bukan hak; keberhasilan pelayanan diukur oleh kesetiaan kepada Allah, bukan popularitas di mata manusia; Allah menilai hati dan motivasi, bukan hanya hasil yang terlihat. Sebagai penerapannya: _,pertama,_ tetap *Jagalah hati lebih daripada reputasi.*→ Orang mungkin hanya melihat tindakan kita, namun Allah melihat motivasi di balik tindakan itu. Lalu pertanyaan yang perlu diajukan adalah: _"Mengapa saya melakukan ini? Untuk memuliakan Allah atau untuk mendapat pengakuan?"_ _Kedua,_ tetap *Anggap setiap pelayanan sebagai amanat, bukan milik pribadi.*→apa pun bentuk pelayanan—mengajar, memimpin, melayani, atau bersaksi—adalah sebagai titipan dari Allah. Kesadaran ini menumbuhkan kerendahan hati dan rasa tanggung jawab, karena kita mengelola sesuatu yang dipercayakan kepada kita, bukan sesuatu yang kita miliki. Dan _ketiga,_ dengan *Tetap setia pada kebenaran meskipun tidak selalu menyenangkan orang.*→ Paulus tidak menyesuaikan isi Injil demi mendapatkan penerimaan manusia. Demikian juga, orang percaya dipanggil untuk menyampaikan kebenaran dengan kasih, tanpa mengubah atau mengurangi pesannya hanya demi memperoleh pujian, penerimaan, atau popularitas.


Ringkasnya, inti pesan 1 Tesalonika 2:4 adalah bahwa Allah terlebih dahulu menguji karakter seseorang sebelum mempercayakan tanggung jawab rohani kepadanya. Sebab Injil sebagai amanat dari Allah, pemberitaannya harus dilakukan untuk menyenangkan Allah, bukan untuk mencari persetujuan manusia. Allah tidak hanya memperhatikan apa yang dilakukan seseorang, tetapi juga motivasi terdalam di dalam hatinya. Hal lainnya bahawa Alkitab menyatakan, _"Orang yang dapat dipercaya akan mendapat banyak berkat"._ Walau tipe berkatnya bisa saja tidak semata berupa hal-hal yang bersifat materi atau uang. Namun akan dapat mencakup hal-hal yang tidak bisa dinilai dengan uang sebab terlalu berharga adanya. Jelas hal tersebutlah yang akan Tuhan sediakan buat orang yang dapat dipercaya, dan tidak semata oleh sesamanya, namun dipercaya oleh Tuhan! Maka oleh sebab itu penting sekali kita membangun kualitas hidup, sehingga dapat dipercaya adanya. Jelas Allah menilai hati dan motivasi, sehingga karakter lebih penting daripada pengakuan atau keberhasilan yang tampak. John Stott memaknai bahwa pelayanan dilakukan dengan integritas, bukan demi popularitas atau kepentingan diri. Stott menyatakan, _"The authority by which the Christian leader leads is not power but love, not force but example, not coercion but reasoned persuasion"_ [Wibawa yang dipakai seorang pemimpin Kristen untuk memimpin bukanlah kekuasaan, melainkan kasih; bukan paksaan, melainkan teladan; bukan pemaksaan kehendak, melainkan ajakan yang bijaksana].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*










Matius 18 : 20

 


_“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20_










Prakiraan Cuaca Tanggal 21 Juli Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 21 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan Cerah Berawan dan masih terdapat potensi hujan ringan-sedang dengan skala lokal/ tidak merata dan berlangsung singkat.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi menjelang siang hari yang bersifat lokal/ tidak merata.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 21 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Katakan Kebenaran Kepada Diri Sendiri

 Santapan Harian

Katakan Kebenaran kepada Diri Sendiri 

1 Samuel 27:1-28:2 


Orang yang sangat beriman juga dapat melakukan tindakan yang tidak beriman. Mari kita lihat mengapa Daud bertindak seperti orang yang tidak beriman dalam nas hari ini.


Daud berkata dalam hatinya bahwa ia pasti akan dibunuh Saul jika ia tetap ada di Israel. Maka ia melarikan diri kepada Akhis, raja Filistin di Kota Gat, dan Saul berhenti mengejarnya. Ternyata Akhis senang kepada Daud, lalu memberikan Kota Ziklag untuk Daud dan orang-orangnya. Mereka tinggal di sana selama 16 bulan (27:1-7).


Kemudian, Daud dan orang-orangnya menaklukkan musuh-musuh Israel, tetapi ia berbohong kepada Akhis bahwa ia menyerbu daerah Yehuda. Untuk menutupi kebohongannya, Daud tidak membiarkan seorang pun hidup, termasuk perempuan, supaya tidak ada yang melaporkan apa yang telah ia lakukan. Akhis percaya kepada Daud, dan ia meminta Daud ikut berperang melawan Israel (27:8-28:2).


Mengapa Daud yang begitu beriman, bahkan berani masuk ke perkemahan Saul untuk mengambil tombak dan kendi airnya (lih. 1Sam 26), sekarang menganggap Allah tidak dapat menolongnya dari tangan Saul dan memutuskan untuk berlindung pada raja Filistin? Ternyata, tindakan itu dilakukan Daud karena "Daud berkata dalam hatinya" bahwa ia pasti akan binasa jika ia tidak meninggalkan wilayah Israel (27:1). Kita harus berhati-hati dengan kebohongan yang kita katakan kepada diri kita sendiri, karena kita akan percaya kepada kebohongan tersebut.


Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan kepada diri kita sendiri dan berupaya untuk selalu mengatakan kebenaran. Tokoh iman sebesar Daud saja dapat menjadi kurang beriman ketika ia mengatakan kebohongan kepada dirinya sendiri.


Jangan biarkan pikiran liar kita yang salah terus berbicara kepada diri kita. Kita harus secara sadar mengatakan kebenaran yang kita dapatkan dari firman Allah dan memercayai Allah. Dengan demikian, iman kita akan dikuatkan, bukan dilemahkan. Benarlah firman Tuhan: "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (lih. Rm 10:17). [INT]









Baju Bapak Kami




Kitab Daniel, 21 Juli 2026

 DANIEL 


Penulis kitab ini adalah Daniel, seorang Yahudi yang menjadi pejabat penting di Babel, Persia.


Mengapa kitab ini ditulis? Daniel menunjukkan orang-orang Yahudi bahwa negara-negara asing akan mendominasi tanah airnya sampai Tuhan mengirimkan Juruselamat yang dijanjikan.


Apa yang kita pelajari dari Kitab Daniel? Tuhan mengarahkan sejarah dunia. Dia tahu sebelumnya apa yang akan terjadi di dunia kita.


Bagian pertama dari buku ini menceritakan kisah-kisah kehidupan Daniel. Bagian kedua dari buku ini berbicara tentang pemerintah masa depan yang akan memerintah atas tanah Israel.


Kitab ini ditulis menjelang akhir kehidupan Daniel, mungkin sekitar 535 SM.


Apakah kisah-kisah utama pada kitab ini? Daniel taat pada Tuhan pasal 1

Daniel menjelaskan arti mimpi pasal 2

Tungku yang menyala-nyala pasal 3

Mimpi lain pasal 4

Tangan yang menulis di dinding pasal 5

Gua Singa pasal 6



18


PERJANJIAN LAMA 



171. Selasa/21.07.2026

         Daniel 1 - 5

         

172. Rabu/22.07.2026

         Daniel 6 - 10


173. Kamis/23.07.2026

         Daniel 11 - 12

         Hosea 1 - 3

       

174. Jumat/24.07.2026

         Hosea 4 - 8


175. Sabtu/25.07.2026

         Hosea 9 - 13


176. Mingu/26.07.2026

         Hosea 14

         Yoel 1 - 3

         Amos 1î


177. Senin/27.07.2026

         Amos 2 - 6


178. Selasa/28.07.2026

         Amos 7 - 9

         Obaja 1

         Yunus 1


179. Rabu/29.07.2026

         Yunus 2 - 4

         Mikha 1 - 2


180. Kamis/30.07.2026

         Mikha 3 - 7