H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 28 Agustus 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Agustus Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kuatnya tiupan angin dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan hingga berawan tebal.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau



Renungan Kasih yang Tidak Melupakan

 Santapan Harian

Kasih yang Tidak Melupakan 

2 Samuel 9 


Kadang kasih sejati muncul di tempat yang tak terduga. Misalnya, seseorang yang memilih mengingat kebaikan musuh di masa lalu, padahal ia punya kuasa untuk membalas dendam kepada musuhnya itu.


Daud berada di puncak kekuasaannya ketika ia teringat kepada Yonatan, sahabatnya yang telah tiada. Jika banyak raja yang lain menyingkirkan keturunan musuhnya lantaran menganggapnya sebagai ancaman, Daud malah menunjukkan kasihnya (1).


Ketika ia diberi tahu tentang Mefiboset, ia menjemputnya (5).


Tindakannya bukan sekadar belas kasihan kepada anak Yonatan yang terpinggirkan dan terlupakan itu, tetapi wujud kasih setia kepada perjanjian yang pernah ia buat dengan Yonatan (7). Ia mengingat janjinya bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena hatinya telah disentuh oleh kasih setia Allah.


Mefiboset, yang cacat dan hidup di pengasingan, tidak punya daya untuk menolong dirinya sendiri. Namun, kasih Daud memulihkan dia. Daud mengangkat martabatnya kembali dan menempatkannya di meja raja, suatu tempat yang tidak pernah Mefiboset bayangkan sebelumnya (13).


Hal ini mirip dengan kondisi kita yang dahulu hidup dalam dosa, namun kini kita sudah dipanggil menjadi anak Allah. Kasih Allah mengembalikan identitas kita dan pemulihan sejati terjadi saat kita menyadari siapa diri kita di hadapan-Nya dan memilih hidup dalam kasih itu setiap hari.


Kita semua seperti Mefiboset-lemah, tak layak, dan sering tersembunyi di tempat ketakutan kita. Namun Allah, lewat kasih dan anugerah-Nya, memanggil kita untuk duduk bersama-Nya, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai anak yang dikasihi-Nya. Kasih yang Daud tunjukkan hanyalah bayangan kecil dari kasih Allah yang besar kepada manusia yang berdosa.


Jangan lupakan kebaikan yang pernah kita terima dan juga orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita. Kasih sejati tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus hidup melalui tindakan nyata pada masa kini. Karena Allah telah mengangkat dan memulihkan kita, kini giliran kita menjadi saluran kasih itu bagi orang lain juga. [SLM]