H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 16 September 2026

Amsal 22 : 6

 *“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”*

πŸ“– *Amsal 22:6 TB*


Amsal 22:6 bukan janji garansi. Ini adalah prinsip Kerajaan Allah. Kata “didiklah” dalam bahasa Ibrani chanak artinya mendedikasikan, menginisiasi, melatih dengan disiplin dan keteladanan. Bukan hanya mengajar dengan kata. Mendidik dengan hidup.


Prinsip Kerajaan Allah: Anak-anak tidak mewarisi iman otomatis. Anak-anak menyerap iman yang dilihat. Ulangan 6:6-7 berkata: “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu.” Iman ditularkan di meja makan, bukan hanya di Sekolah Minggu.


Paradigma yang diperbaharui: Masalah terbesar anak bukan gadget atau pergaulan. Masalah terbesar adalah ayah yang absen dan ibu yang lelah sendirian. Dunia berkata: “Anak nakal karena sekolah jelek.” Firman berkata: “Anak menyimpang karena rumah tidak menjadi mezbah.” Mazmur 127:3-4.


Kesaksian publik dari Josh McDowell, penginjil dan penulis “Evidence That Demands a Verdict”, yang dibagikan dalam bukunya “The Father Connection” dan Focus on the Family.


Josh McDowell dibesarkan di Michigan, Amerika. Ayahnya adalah pemabuk kota. Setiap malam pulang dalam keadaan mabuk, memukul ibu, dan mempermalukan keluarga di depan tetangga. Nama McDowell menjadi bahan ejekan di sekolah.


Usia 11 tahun, Josh membenci ayahnya. Ia bersumpah: “Aku tidak akan pernah seperti dia.” Usia 19 tahun, Josh membenci Tuhan. Ia menjadi skeptis, atheis, dan mengejar bukti untuk membuktikan Kekristenan salah.


Di universitas, Josh menantang sekelompok mahasiswa Kristen. Ia berkata: “Saya akan teliti sejarah. Saya akan buktikan Yesus hanya mitos.” Namun semakin ia meneliti, semakin ia menemukan Yesus itu nyata. Tahun 1961, Josh menyerahkan hidup kepada Kristus di kamar asrama.


Setelah bertobat, Tuhan berbicara satu hal: “Ampuni ayahmu.” Josh marah. “Tuhan, Engkau tidak tahu apa yang dia lakukan.” Tuhan menjawab: “Aku tahu. Aku mengampunimu lebih banyak.”


Josh pulang. Ia memeluk ayahnya yang sedang mabuk dan berkata: “Dad, I love you. And Jesus loves you.” Ayahnya terkejut. Enam bulan kemudian, ayahnya bertobat total. Berhenti minum. Menjadi diaken. Sebelum meninggal, ayahnya berkata: “Josh, aku tidak pernah menjadi ayah yang baik. Tapi karena engkau mengampuni, aku melihat Bapa di surga.”


Hari ini Josh McDowell telah melayani lebih dari 60 tahun, berbicara kepada 25 juta orang di 125 negara. Ia menulis 150 buku, termasuk “More Than a Carpenter”. Namun kesaksiannya yang paling kuat bukan tentang apologetika. Kesaksiannya tentang ayah yang dipulihkan.


Josh menulis di “The Father Connection”: “Cara terbaik mendidik anak adalah dengan menjadi ayah yang dipulihkan oleh Bapa. Anak saya tidak mengikuti apa yang saya katakan. Anak saya mengikuti apa yang saya hidupi. Luka ayah akan berhenti di saya.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN:* “Anak rusak karena lingkungannya.”

*FIRMAN TUHAN MENEGASKAN:* “Anak dipulihkan ketika ayah dipulihkan oleh Bapa di surga.”


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:*

1. Untuk ayah: Peluk anak hari ini dan katakan: “Papa minta maaf jika pernah melukai. Papa belajar mengasihi seperti Bapa di surga.” Sikap ini mematahkan kutuk generasi.

2. Untuk ibu: Ulangan 6:7 – “Bicarakan Firman saat duduk, berjalan, berbaring, bangun.” Mulai 1 ayat saat makan malam.

3. Untuk anak yang terluka: Seperti Josh, mulailah dengan mengampuni. Pengampunan tidak membenarkan kesalahan orang tua. Pengampunan memutus rantai untuk tidak mengulanginya.


🟒 *DARI LUKA GENERASI MENUJU BERKAT KETURUNAN*






Tuhanlah yang Berkuasa

 Shalom abg/kakak alumniπŸ™

Mari terus mengandalkan Tuhan. Manusia hanya bisa memberi saran, tetapi Tuhanlah yang berkuasa membuka jalan dan menuntun langkah kita. πŸ™✨

Tuhan memberkati kita semua. ❤️
















Prakiraan Cuaca Tanggal 16 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 16 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan serta rendahnya kelembapan udara lapisan atas dan kuatnya tiupan angin dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah hingga berawan sepanjang hari.


πŸ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.

_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

πŸ“ž 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 16 September 2026 Prov Kepulauan Riau


Yeremia 29 : 12

 Slmt pg buat kt semua..


Yeremia 29:12 (TB)  Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; 

πŸ™πŸ™πŸ™










Bibit Sayur Bangun Bangun


Renungan Kepahlawanan yang Diingat Allah

 Santapan Harian

Kepahlawanan yang Diingat Allah 

2 Samuel 21:15-22 


Walau kita dapat berbuat baik semata-mata karena anugerah Allah, namun dalam kemurahan hati-Nya, Allah juga mengingat dan menghargai perbuatan baik orang percaya.


Daud yang keletihan karena melawan orang Filistin hampir ditewaskan oleh Yisbi-Benon, yang keturunan manusia raksasa, tetapi ditolong oleh Abisai bin Zeruya (15-17). Lalu, dalam pertempuran lain lagi melawan orang Filistin, Sibkhai menewaskan Saf, yang adalah keturunan manusia raksasa (18). Kemudian, Elkanan orang Bethlehem menewaskan Goliat, yang gagang tombaknya seperti balok penggulung kain tenun (19). Ini bukan Goliat yang dibunuh Daud. Yonatan, anak Simea abang Daud juga menewaskan seorang manusia raksasa yang tangan dan kakinya masing-masing berjari enam (20-21).


Secara khusus nas hari ini berbicara tentang empat musuh yang adalah keturunan manusia raksasa di Gat (22). Di sini kata "manusia raksasa" muncul 4 kali (16, 18, 20, 22). Namun, Alkitab menekankan keberanian empat pahlawan yang dengan gagah berani melawan para raksasa itu dan mengalahkan mereka. Semua ini menegaskan kehebatan Allah yang memampukan para pahlawan tersebut. Akhir dari perikop ini mengatakan "Mereka tewas di tangan Daud dan di tangan orang-orangnya" (22).


Walaupun dalam catatan ini bukan Daud yang membunuh mereka, tetapi karena Daud adalah pemimpin para pahlawan itu, maka pujian juga diberikan kepada Daud.


Pencatatan khusus dari para pahlawan ini menekankan betapa Allah mengingat dan menghargai kepahlawanan dan keberanian umat-Nya. Kita bukan pahlawan perang seperti para pahlawan itu. Namun, kepahlawanan dapat dilakukan bukan hanya di medan pertempuran dengan senjata, melainkan juga di medan pertempuran kita sehari-hari, di tempat kerja, masyarakat, gereja, rumah, dan di mana pun.


Apa yang kita lakukan mungkin tidak diingat orang lain. Tetapi, Allah mengingatnya. Jadi, layanilah Allah dan sesama dengan setia dan berani, karena "dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia" (1Kor 15:58). [INT]









Kepala Colokan Printer