H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 14 Juli 2026

Betapa Indah

 Shalom, selamat pagi Saudaraku 🙏 😊 


_Matius 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; *ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.*_


_*Yesaya 52:7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"*_


Puji Tuhan Yesus 🙏 

Pelayanan di Lapas Kelas 1A Tanjung Gusta, Medan pada Minggu, 5 Juli 2026 yang lalu. Dalam ibadah tersebut mereka menyadari dan menyesali perbuatan mereka dan bertobat, kemudian menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya pribadi serta berkomitmen untuk mau menyerahkan diri melayani TUHAN baik selama masih dalam penjara, maupun setelah bebas nanti.


Kiranya Tuhan Yesus meneguhkan komitmen mereka, terima kasih, shalom 🙏






Filipi 3 : 15

 Slmt pg buat kita semua..


Filipi 3:15 (TB) Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

🙏🙏🙏











Pemberitaan Injil

 Shalom, selamat pagi Saudaraku 🙏😊 


*PEMBERITAAN INJIL MEMBAWA DAMPAK PERUBAHAN SUATU BANGSA*


_*Mazmur 111:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.*_


Injil dapat merubah suatu kelompok masyarakat atau suatu bangsa menjadi lebih baik, berintegritas, lebih berhikmat, lebih cerdas, lebih mengasihi sesama, lebih disiplin, lebih rajin, lebih taat, lebih loyal, lebih berbakti, dan lain sebagainya.


Sebab Alkitab mengatakan:


*Injil adalah kekuatan Allah* - _Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani._


*Injil untuk mengajar, menegur, merubah kelakuan, mendidik dalam kebenaran* - _2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran._


*Menjadikan kita lebih berhikmat, lebih cerdas dibanding orang pintar lainnya* - _Daniel 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya *bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.*_


*Adanya perubahan karakter* - _Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu._


*Kesungguhan dalam bekerja* - _Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia._


Jadi, alurnya adalah:

*Injil diberitakan → Roh Kudus bekerja → manusia bertobat - percaya kepada Tuhan Yesus secara pribadi→ karakter diubahkan → etos kerja berubah → kejujuran meningkat → pendidikan dihargai → keluarga menjadi kuat harmonis→ masyarakat berubah → bangsa berkembang (di segala lini dan segala bidang).*


Inilah yang terjadi pada bangsa Korea Selatan. Pada awal abad ke-20, Korea merupakan negara yang sangat miskin, tingkat buta huruf tinggi, dan mengalami penjajahan Jepang (1910–1945). Setelah Perang Korea (1950–1953), Korea Selatan termasuk negara termiskin di dunia.

Misionaris Kristen kemudian berperan besar dalam:

mendirikan sekolah dan universitas;

menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Korea sehingga meningkatkan kemampuan membaca;

mendirikan rumah sakit;

mengajarkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab.

Kini Korea Selatan menjadi salah satu negara maju di bidang teknologi, pendidikan, dan ekonomi. 


Demikian juga dengan Orang Batak Kristen, dimana sejak para Misionaris masuk ke Tanah Batak *Dr Ingwer Ludwig Nommensen* 1862 menjadi titik awal salah satu gerakan penginjilan yang paling berhasil di Asia Tenggara. Melalui pelayanannya, ribuan orang Batak mengenal Kristus, dan bersamaan dengan itu berkembang:

pendidikan formal,

kemampuan baca tulis,

pelayanan kesehatan,

pembentukan guru dan pemimpin gereja,

serta perubahan sosial yang berlangsung lintas generasi. Saat ini, orang Batak dikenal memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, banyak berkiprah sebagai pendeta, dosen, hakim, dokter, insinyur, pengusaha, pejabat negara, dan profesional di berbagai negara. Tentu perkembangan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain, tetapi pengaruh Injil dan pendidikan Kristen dalam sejarah Tanah Batak diakui luas oleh banyak sejarawan.


Beritakanlah Injil pertama-tama di Yerusalem (keluarga sendiri, keluarga dekat,

tetangga, gereja, tempat kerja, kampus), Yudea (masyarakat sekitar Kota, Provinsi, Negara sendiri ), Samaria (perbedaan suku, budaya, status sosial, dll) sampai ke ujung bumi.


Terima kasih

Tuhan Yesus memberkati amin 🙏🤝






Renungan Persahabatan di Dalam Tuhan

 Santapan Harian

Persahabatan di Dalam Tuhan 

1 Samuel 20 


Meskipun Saul ingin membunuh Daud, kita dapat melihat indahnya persahabatan tulus antara Daud dan Yonatan.


Daud menemui Yonatan perihal Saul yang berusaha membunuhnya. Yonatan berusaha meyakinkan Daud bahwa ayahnya tidak demikian, tetapi Daud meragukan hal itu (1-3). Maka, mereka menyusun rencana untuk membuktikan mana yang benar: apakah keyakinan Yonatan atau perkataan Daud, dan juga untuk menentukan apakah Daud sebaiknya datang ke perjamuan raja atau malahan pergi (4-22). Mereka mengikat perjanjian dengan mengatakan "TUHANlah saksi di antara aku dan engkau sampai selamanya" (23).


Dalam perjamuan makan dengan raja, pada hari pertama Daud tidak datang, Saul masih tenang. Namun, pada hari kedua Saul menanyakan ketidakhadiran Daud. Yonatan menjawab bahwa Daud harus hadir dalam upacara kurban bersama kaum keluarganya. Mendengar jawaban itu, Saul marah. Yonatan berupaya menenangkan ayahnya dan bertanya mengapa Daud harus dibunuh (24-32). Namun, Saul melemparkan tombak kepada anaknya itu. Yakinlah Yonatan bahwa ayahnya benar-benar hendak membunuh Daud.


Di tengah ancaman kematian dari Saul, Yonatan memilih untuk berdiri di sisi Daud, meskipun keputusan itu berarti menentang ayahnya sendiri dan merelakan takhta yang seharusnya menjadi miliknya. Keputusan ini menunjukkan bahwa persahabatan sejati melibatkan komitmen yang berani dan rela berkorban demi kebenaran.


Seorang sahabat sejati akan memberikan yang terbaik kepada sahabatnya, meskipun ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan kedudukan, jabatan atau popularitas. Demi menjaga persahabatan dan keselamatan sahabatnya, ia rela menanggung risiko dan bahaya. Yesus sendiri mengatakan, "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (lih. Yoh.15:13, TB). Yesus sudah memberikan nyawa-Nya untuk kita karena Dia mengasihi kita.


Maukah kita mengikuti teladan persahabatan antara Daud dan Yonatan? [SNP]