Santapan Harian
Kasih Tak Berkesudahan
1 Korintus 13
Apa itu kasih? Lebih dari perasaan, Rasul Paulus mendefinisikan kasih sebagai tindakan yang lahir dari relasi dengan Allah.
Kasih adalah fondasi iman Kristen yang membuat semua karunia rohani menjadi berarti. Kita bisa memiliki keahlian, pengetahuan, iman sempurna, atau kerelaan untuk mati, tetapi tanpa kasih itu semua tidak berguna di hadapan Allah (1-3).
Di tengah dunia yang menjunjung tinggi pencapaian, kita kerap kali tergoda untuk mengejar hal-hal yang terlihat hebat secara lahiriah. Kita lupa bahwa esensi hidup pengikut Kristus adalah kasih. Namun, kasih seperti apa yang dimaksud?
Kasih berarti sabar dan baik hati. Orang yang memiliki kasih tidak akan iri hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak mudah marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain; sebaliknya, ia akan bersukacita karena kebenaran (4-6). Kasih adalah karakter Kristus yang dinyatakan dalam kelemahlembutan, kepercayaan, pengharapan, dan kesabaran (7). Kasih juga adalah kekuatan yang menyatukan tubuh Kristus. Tanpa kasih, kita bisa saling berdebat dan berselisih seperti kanak-kanak. Namun, ketika kasih menjadi dasar relasi, kita menjadi orang Kristen dewasa dan mengenal satu sama lain dalam kasih Kristus (9-12).
Paulus menegaskan bahwa kasih tidak berkesudahan (8). Ketika orang percaya kerap mementingkan nubuat, bahasa lidah, dan pengetahuan, itu semua hanya untuk sementara waktu dan akan berlalu. Apa yang paling besar dan akan tetap ada adalah kasih (13).
Bagaimana dengan kita, apakah kasih menjadi motivasi kita dalam berbicara, bertindak, dan melayani? Atau, apakah kita mengasihi karena merasa takut ditolak atau supaya dikagumi? Mintalah kepada Tuhan agar Ia memenuhi hati kita dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan. Sebab, dalam kasih, kita mengenal siapa Allah, juga siapa diri kita dan sesama kita di hadapan-Nya.
Kiranya kita terus bertumbuh bersama-sama dalam kasih Kristus. Dengan kasih yang tak berkesudahan, kita mencerminkan Allah kepada dunia. [SLM]
Baca Gali Alkitab 10
1 Korintus 13
Kasih adalah jalan hidup utama yang harus dilakukan. Tanpa kasih, segala karunia, pengorbanan, atau pengetahuan menjadi sia-sia. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Kasih selalu bersukacita dalam kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, dan bertekun dalam segala sesuatu. Kasih tidak pernah berkesudahan, lebih besar daripada iman dan pengharapan, dan merupakan dasar yang kekal. Hidup yang berkenan kepada Allah harus dibangun di atas kasih.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa saja yang tidak membuat Paulus menjadi berguna dan yang tidak berfaedah baginya? (1-3)
2. Apa itu kasih? (4-7)
3. Apa yang tidak berkesudahan dan apa yang akan berakhir? Mengapa? (8-10)
4. Seperti apa diri Paulus dahulu dan sekarang? Apa yang kita lihat sekarang dan nanti? (11-12)
5. Apa saja yang tinggal, dan apa yang paling besar? (13)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Jika Anda mendengar: menjunjung pengetahuan, bakat, dan pengorbanan adalah pencapaian tertinggi, apa pendapat Anda?
2. Apa saja bukti bahwa kita memiliki kasih yang sejati?
3. Apa yang tidak boleh hilang dari hidup kita? Bagaimana caranya agar hal itu tetap ada dalam segala tindakan kita?
4. Apa saja yang dapat diubahkan dengan kasih?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan memperhatikan, memedulikan, dan mendoakan sesama Anda?
2. Apa saja langkah yang akan Anda lakukan untuk menumbuhkan kasih Anda kepada Tuhan dan sesama?
Pokok Doa:
Bersyukur, Tuhan telah mencurahkan kasih-Nya kepada kita, dan memohon agar kita mampu menyalurkan kasih itu.
![]() |
| Jelong Jelong Morning |

