H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 01 Juli 2026

Renungan Raja yang Dipilih Tuhan

 Santapan Harian

Raja yang Dipilih TUHAN 

1 Samuel 10:17-27 


Kira-kira apa bedanya raja pilihan Tuhan dengan raja yang bukan pilihan Tuhan?


Setelah bangsa Israel menduduki tanah Kanaan, hidup mereka makin makmur. Ekonomi mereka makin mapan sehingga mulailah mata mereka terbuka terhadap bangsa-bangsa di sekitarnya, yakni bangsa-bangsa yang memiliki raja. Timbullah keinginan untuk memiliki raja, sama seperti bangsa-bangsa itu. Kata mereka, "Angkatlah seorang raja atas kami" (19). Permintaan mereka dibawa Samuel kepada TUHAN dan TUHAN mengabulkannya.


Dengan undian, terpilihlah Saul bin Kis dari kaum keluarga Matri, dari suku Benyamin, sebagai raja. Saat kena undi, Saul bersembunyi di antara barang-barang. Setelah ia dijemput, tampaklah bahunya saja sudah lebih tinggi daripada kepala orang-orang (20-23). Lalu, Samuel angkat suara, "Kamu lihat orang yang dipilih TUHAN itu? Tidak ada yang seperti dia di seluruh bangsa ini, " dan seluruh bangsa bersorak, "Hidup raja!" (24).


Saul, raja pilihan TUHAN, berbeda dari raja yang bukan pilihan TUHAN. Jika raja bangsa-bangsa lain punya wewenang dan kuasa mutlak atas rakyatnya, Saul tidak berkuasa mutlak. Ia harus menjadi raja teokrasi yang tunduk kepada TUHAN sebagai penguasa tertinggi Israel.


Sebagai raja pilihan TUHAN, Saul harus melakukan perintah-Nya. TUHAN-lah yang sebenarnya memimpin bangsa Israel, dan raja adalah alat TUHAN yang menyatakan kehendak-Nya. Kepada Saul pun TUHAN memberikan orang-orang gagah perkasa yang hatinya dipimpin TUHAN.


Pelajaran bagi kita adalah orang yang dipilih Tuhan sebagai alat-Nya pasti diperlengkapi untuk menyatakan karya-Nya bagi orang-orang di sekitarnya. Meski ada orang yang tidak senang dengan pilihan Tuhan, itu biasa terjadi. Namun, itu bukan penghambat bagi kita untuk tunduk dan patuh melakukan perkataan Tuhan.


Sebagai perintah, taatlah kepada Tuhan. Hanya itu kunci sukses yang harus selalu kita pegang sebagai pemimpin. Inilah yang diharapkan dari kita yang telah diangkat menjadi orang-orang pilihan Tuhan. [NRG]