H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 31 Juli 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 31 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan sehingga kurang mendukung terjadinya penumpukan massa udara dan pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan hingga berawan tebal dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal/tidak merata pada siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada akhir pagi menjelang siang hari yang bersifat lokal/ tidak merata.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)

















Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau




Renungan Menyala Imanku

 Santapan Harian

Menyala Imanku 

2 Korintus 4:1-15 


Menyala berati mempunyai terang yang membuat lingkungan sekitarnya terang benderang. Dalam beriman, menyala berarti menghidupi kepercayaan dan keberanian kita di dalam Tuhan.


Rasul Paulus memberikan pembelaan tentang dirinya dan rekan-rekannya sebagai pelayan Allah karena ada jemaat yang mengatakan bahwa pengajaran mereka palsu. Dengan tegas ia mengatakan bahwa berita kebangkitan Kristus adalah kebenaran yang dipercaya oleh semua orang (1-2). Jika ada yang tertutup terhadap Injil, mereka adalah orang-orang yang tidak percaya dan tidak dapat melihat cahaya Injil (3-4). Jemaat sebagai orang-orang percaya seharusnya melihat bahwa mereka memberitakan Yesus Kristus sebagai Tuhan sehingga dari gelap terbitlah terang kemuliaan Allah yang menerangi hati jemaat (5-6).


Paulus mengakui bahwa mereka lemah, tetapi Allah menjadikan mereka kuat. Walau kematian Yesus membuat mereka ditindas, terjepit, dianiaya, dan dihempaskan, hidup Yesus memberi mereka kekuatan, pengharapan, dan kehidupan. Dengan rela mereka menghadapi maut supaya jemaat dapat mengenal Yesus dan mengalami hidup kekal (7-12).


Itu semua tidak akan mungkin terjadi apabila Paulus dan semua rasul lainnya tidak memiliki iman. Mereka berbicara karena mereka percaya bukan kepada diri sendiri, melainkan kepada Allah yang berkuasa membangkitkan mereka dan semua jemaat. Mereka terus memberitakan Injil supaya semakin banyak orang yang dijangkau anugerah, dan dengan demikian makin melimpah ungkapan syukur yang diucapkan.


Sebagai orang yang sudah percaya kepada Yesus, ada iman yang harus terus menyala. Bagi kita, selalu ada kekuatan, harapan, dan hidup yang baru karena terang dari Tuhan membuat kita mampu berbicara tentang Injil dengan berani dan bersyukur kepada Tuhan di tengah segala tantangan hidup.


Nyalakanlah iman Anda hingga semua orang dapat melihat terang Allah yang tak terkalahkan dan percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus. [PKP]













Kamis, 30 Juli 2026

Renungan Gambar Terakhir

 Renungan Harian

*Gambar Terakhir*


Kejadian 50 : 20 “Memang kamu telah merencanakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah merencanakannya demi kebaikan, untuk mewujudkan apa yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup banyak orang." 



Beberapa waktu lalu saya bermain puzzle bersama keponakan saya. Ketika menyusun potongan-potongan puzzle yang acak, ia terus bertanya, "Mana kotaknya?" Ia ingin melihat gambar akhirnya agar tahu di mana potongan yang dipegangnya harus diletakkan. Tanpa melihat gambar utuh, ia merasa bingung dan frustrasi.


Dalam pasal terakhir kitab Kejadian, kita melihat gambaran akhir hidup Yusuf. Ia mengalami banyak penderitaan: dibenci saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah, dan dipenjara. Semua pengalaman itu mungkin terasa membingungkan baginya. Namun, ternyata setiap bagian hidupnya sedang disatukan dalam rencana Allah.


Ketika saudara-saudaranya takut Yusuf akan membalas dendam, ia berkata bahwa meskipun mereka merencanakan yang jahat, Allah memakainya untuk kebaikan, yaitu menyelamatkan banyak orang. Yusuf tidak hanya melihat potongan-potongan hidup yang menyakitkan, tetapi percaya bahwa Allah memegang gambaran besar dari hidupnya.


Demikian juga hidup kita. Banyak pengalaman terasa acak dan sulit dimengerti. Namun, seperti puzzle, setiap bagian memiliki tempat dalam rencana Tuhan. Kita mungkin belum melihat gambaran utuhnya, tetapi Allah sudah mengetahuinya. Saat kita memercayakan hidup kita kepada-Nya, Ia sedang menyusun sesuatu yang jauh lebih indah dari yang kita bayangkan.


TANGAN TUHAN SEDANG MERENDA KARYA YANG INDAH DALAM HIDUP KITA,

BAHKAN SAAT KITA BELUM BISA MELIHAT GAMBAR UTUHNYA.


Selamat siang Kakak dan Abang

Tuhan Yesus Memberkati Aktivitas kita pagi ini ya๐Ÿ˜‡






Amsal 31 : 9

 Slmt siang buat kita semua..


Amsal 31:9 (TB) Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™








Tuhan Hadir Disitu

 *“Jadi keliling kota itu adalah delapan belas ribu hasta. Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU!”*  

๐Ÿ“– *Yehezkiel 48:35 TB*


*Catatan: Dalam bahasa Ibrani asli, nama itu adalah Yehovah Shammah, artinya TUHAN Hadir Di Situ.*


*Nama Yehovah Shammah dinyatakan di akhir kitab Yehezkiel.* Nabi Yehezkiel melihat penglihatan yang menyedihkan. Karena dosa Israel, kemuliaan Tuhan meninggalkan Bait Suci. *Yehezkiel 10:18 TB:* *“Lalu kemuliaan TUHAN keluar dari ambang pintu Bait Suci.”* Kota Yerusalem hancur, Bait Suci dibakar, bangsa itu dibuang ke Babel.


**Selama 25 tahun di pembuangan, Israel merasa Tuhan telah meninggalkan mereka.** Tidak ada Bait Suci, tidak ada korban, tidak ada hadirat.


*Tetapi di pasal terakhir, Tuhan memberikan penglihatan tentang kota yang baru, Bait Suci yang baru.* Dan di akhir penglihatan itu, Tuhan memberikan nama baru untuk kota itu. Bukan lagi kota yang ditinggalkan. Namanya adalah *Yehovah Shammah*. Tuhan Hadir Di Situ.


**Kata *Shammah* berarti ada di sana, hadir secara pribadi dan permanen.** Bukan hadir sebagai pengunjung, tetapi hadir sebagai pemilik rumah yang tinggal selamanya.


*Matius 28:20 TB:* *“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”*


*Samuel Morris*, seorang pangeran muda dari Liberia, Afrika, mengalami Yehovah Shammah di tengah lautan dan rasisme.


Tahun 1891, Samuel adalah pangeran suku Kru. Ia disiksa dan hampir dibunuh dalam perang suku. **Ia melarikan diri ke hutan dan bersembunyi di bawah pohon. Di sana, seorang misionaris menceritakan tentang Yesus yang hadir.**


Samuel bertobat dan mengalami hadirat Tuhan yang nyata di hutan itu. Ia berkata: *“Tuhan Yesus datang dan tinggal di hatiku. Sejak itu, saya tidak pernah sendirian lagi.”*


Ia ingin belajar lebih banyak tentang Roh Kudus. **Ia bekerja di kapal sebagai budak, berlayar ke Amerika tanpa uang, tanpa bahasa Inggris yang baik, hanya dengan iman bahwa Yehovah Shammah menyertainya.**


Ia tiba di New York, ditolak, dihina karena warna kulitnya, dan dianggap bodoh. Ia berjalan kaki ke Universitas Taylor di Indiana. **Presiden universitas melihat seorang anak Afrika kurus, kotor, dan tidak berpendidikan berdiri di depan pintunya.**


Presiden bertanya: *“Apa yang bisa saya bantu?”* Samuel menjawab: *“Saya datang untuk belajar tentang Roh Kudus.”*


Selama di kampus, hadirat Tuhan dalam hidup Samuel begitu kuat. **Ketika ia berdoa, seluruh asrama merasakan hadirat Tuhan. Ketika ia sakit demam dan meninggal di usia 20 tahun, kebangunan rohani besar terjadi di kampus itu karena kesaksian bahwa Yehovah Shammah benar-benar hadir di dalam seorang anak Afrika yang sederhana.**


Hidupnya yang singkat mengubah sejarah misi Amerika. Ribuan mahasiswa pergi ke Afrika karena hidupnya. **Ia membuktikan bahwa jika Yehovah Shammah hadir di dalammu, engkau tidak pernah ditinggalkan, bahkan di hutan, di kapal budak, dan di negeri asing.**


✝️ *ENGKAU MUNGKIN MERASA DITINGGALKAN MANUSIA, TETAPI KOTA HIDUPMU BERNAMA YEHOVAH SHAMMAH*


✅ *AKSI HARI INI:* Ucapkan setiap jam hari ini: *“Yehovah Shammah, Engkau hadir di sini bersamaku sekarang.”* Sadari hadirat-Nya di tempatmu bekerja dan tinggal.


๐ŸŸข *NAMA-NAMA ALLAH: YEHOVAH SHAMMAH – TUHAN HADIR DI SITU*






Wahyu 21 : 4



> "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." - Wahyu 21:4 (TB)



 Amin. ๐Ÿ™๐Ÿผ










Imamat 20 : 7-8

 *“Kuduskanlah dirimu dan jadilah kudus, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. Demikianlah kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya; Akulah TUHAN yang menguduskan kamu.”*  

๐Ÿ“– *Imamat 20:7-8 TB*


*Catatan: Dalam bahasa Ibrani asli, nama itu adalah Yehovah Mekaddeshkem, artinya TUHAN Yang Menguduskan Kamu.*


*Nama Yehovah Mekaddeshkem dinyatakan di padang gurun.* Bangsa Israel baru keluar dari Mesir. Mereka adalah budak, najis, penuh dengan kebiasaan Mesir. Tuhan tidak hanya ingin membawa mereka keluar dari Mesir, Tuhan ingin membawa Mesir keluar dari mereka.


*Tuhan memberikan hukum, korban, dan peraturan bukan untuk membuat mereka terkekang, tetapi untuk membuat mereka berbeda.* *Imamat 20:26 TB:* *“Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.”*


**Kata *Mekaddeshkem* berarti Dia yang menguduskan, yang memisahkan, yang membuat kudus.** Bukan kita yang menguduskan diri kita dengan usaha. Dialah yang menguduskan kita. *Kudus* berarti dipisahkan untuk tujuan khusus milik Tuhan.


*1 Tesalonika 5:23 TB:* *“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”*


*John Sung*, seorang ilmuwan jenius dari Tiongkok, mengalami Yehovah Mekaddeshkem di atas kapal laut.


Tahun 1926, John Sung adalah bintang paling cemerlang di Amerika. **Ia meraih gelar doktor kimia dari Ohio State University dalam waktu hanya 1,5 tahun, dengan nilai tertinggi. Ia menerima beasiswa, penghargaan, dan tawaran kerja dengan gaji sangat besar.**


Ia adalah ilmuwan yang sombong dan jauh dari Tuhan. Tetapi di laboratorium, ia mengalami krisis dan berjumpa Yesus secara radikal. **Ia membuang semua medali, ijazah, dan kunci laboratorium Phi Beta Kappa ke laut, dan memutuskan kembali ke Tiongkok sebagai penginjil.**


Di atas kapal pulang tahun 1927, Tuhan menguduskannya. **Selama berbulan-bulan di kapal, ia mengurung diri, membuang semua buku filsafat dan sainsnya ke laut, kecuali Alkitab. Ia membaca Alkitab 40 kali, dari Kejadian sampai Wahyu.**


Ia berkata: *“Tuhan harus menguduskan otakku yang sombong ini. Aku tidak mau menjadi ilmuwan yang hebat tetapi hamba yang najis.”*


**Ketika ia turun dari kapal di Shanghai, ia bukan lagi Dr. John Sung sang ilmuwan. Ia adalah John Sung sang penginjil yang kudus, memakai jubah sederhana, membawa Alkitab dan membawa peti mati sebagai khotbah bahwa manusia harus mati terhadap dosa.**


Dari pengudusan itu, kebangunan rohani terbesar dalam sejarah Tiongkok terjadi. **Dalam 15 tahun, ia berkhotbah kepada jutaan orang, ribuan bertobat, Alkitab dibaca kembali, dan gereja-gereja dikuduskan. Semua karena satu orang yang membiarkan Yehovah Mekaddeshkem menguduskannya terlebih dahulu.**


✝️ *TUHAN TIDAK MEMAKAI BEJANA YANG HEBAT, TUHAN MEMAKAI BEJANA YANG KUDUS*


✅ *AKSI HARI INI:* Bereskan satu area kekudusan hari ini. Hapus, buang, atau bereskan satu hal yang Tuhan sudah ingatkan. Katakan: *“Yehovah Mekaddeshkem, kuduskan aku hari ini.”*


๐ŸŸข *NAMA-NAMA ALLAH: YEHOVAH MEKADDESHKEM – TUHAN YANG MENGUDUSKAN*











Urutan Bible Reading

 Ayub 29:19 (TB) Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



19


PERJANJIAN LAMA 



181. Jumat/31.07.2026

         Nahum 1 - 3

         Habakuk 1 - 2

         

182. Sabtu/01.08.2026

         Habakuk 3

         Zefanya 1 - 3

         Hagai 1


183. Minggu/02.08.2026

         Hagai 2

         Zakharia 1 - 4

       

184. Senin/03.08.2026

         Zakharia 5 - 9


185. Selasa/04.08.2026

         Zakharia 10 - 14


186. Rabu/05.08.2026

         Maleakhi 1 - 4




PERJANJIAN BARU 



187. Kamis/06.08.2026

         Matius 1 - 5


188. Jumat/07.08.2026

         Matius 6 - 10


189. Sabtu/08.08.2026

         Matius 11 - 15


190. Minggu/09.08.2026

         Matius 16 – 20











Pengkhotbah 7 : 2

 *PILIH YANG LEBIH BAIK DARIPADA HANYA YANG BAIK.*


Pengkhotbah 7:2 & 4 

2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

4 Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria. 

Amin. 




Salam & Doa musafir.๐Ÿ•Š️๐Ÿค๐Ÿ™






Terpujilah Allah yang Mahatinggi

 *“Terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.”*  

๐Ÿ“– *Kejadian 14:20 TB*


*Nama El Elyon pertama kali dinyatakan kepada Abraham.* Setelah Abraham memenangkan perang melawan lima raja besar dan menyelamatkan Lot, ia merasa hebat dan takut. Ia baru saja mengalahkan kerajaan-kerajaan dunia.


*Datanglah Melkisedek, raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi, membawa roti dan anggur.* *Kejadian 14:19 TB:* *“Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi.”*


**Kata *El Elyon* berarti Allah Yang Maha Tinggi, yang berdaulat di atas semua raja, semua kerajaan, dan semua kekuasaan.** Abraham baru saja mengalahkan raja-raja di bumi, tetapi ada Raja yang jauh lebih tinggi di atasnya.


*Mazmur 91:1 TB:* *“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.”*


*William Wilberforce*, seorang politisi muda Inggris, mengalami El Elyon di atas semua kekuasaan Parlemen.


Tahun 1780, Wilberforce adalah anggota Parlemen Inggris termuda, kaya, populer, dan berkuasa. **Ia adalah sahabat Perdana Menteri. Hidupnya adalah pesta, judi, dan ambisi.**


Tahun 1785, ia bertobat dan berjumpa Yesus. Ia ingin meninggalkan politik karena politik itu kotor. **Ia datang kepada John Newton, mantan kapten kapal budak yang bertobat dan menulis lagu Amazing Grace.**


John Newton berkata: *“Tuhan memanggilmu bukan untuk keluar dari Parlemen. Tuhan memanggilmu untuk menunjukkan bahwa ada Allah Yang Maha Tinggi di atas Parlemen.”*


Wilberforce menerima visi untuk menghapuskan perbudakan Inggris. **Saat itu, perbudakan adalah bisnis terbesar Inggris. Semua orang kaya, semua bangsawan, semua anggota Parlemen mendapat uang dari perbudakan. Melawan perbudakan berarti melawan seluruh kekuasaan Inggris.**


Selama 46 tahun ia dihina, difitnah, diancam dibunuh, dan kalah dalam voting berkali-kali. **Tetapi ia tidak menyerah karena ia tahu El Elyon jauh lebih tinggi dari semua kekuasaan ekonomi dan politik.**


Ia berdoa setiap hari: *“Ya El Elyon, Engkaulah yang Maha Tinggi, bukan perdagangan budak.”*


Tahun 1807, perdagangan budak dihapuskan. Tahun 1833, tiga hari sebelum ia meninggal, perbudakan di seluruh Imperium Inggris dihapuskan. **Lebih dari 800.000 budak dibebaskan karena satu orang yang percaya bahwa Allah Yang Maha Tinggi masih memerintah di atas semua tahta manusia.**


✝️ *JIKA ALLAH MAHA TINGGI MEMIHAKMU, TIDAK ADA KEKUASAAN YANG PALING TINGGI DAPAT MENGALAHKANMU*


✅ *AKSI HARI INI:* Hari ini jangan takut pada atasan, sistem, atau kekuasaan apa pun. Angkat tanganmu dan katakan: *“El Elyon, Engkau lebih tinggi dari semua masalahku.”*


๐ŸŸข *NAMA-NAMA ALLAH: EL ELYON – ALLAH MAHA TINGGI*






Jika Tuhan Melihat Hati

 AH... DIA BUKAN TYPE GUA, BANG!


MENGUBAH PARADIGMA MENCARI PASANGAN MENURUT HATI TUHAN

"Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

(1 Samuel 16:7)

________________________________________


SEBUAH KISAH MAK COMBLANG


Beberapa waktu lalu saya dan seorang sahabat begitu bersemangat menjadi "mak comblang."

Ada seorang pria berusia 31 tahun. Anak sulung. Orang tuanya sudah lama berharap ia segera menikah. Kerinduan itu semakin besar karena sang ayah sedang berjuang melawan kanker stadium empat. Saya cukup dekat dengan keluarga mereka sehingga mengetahui betapa besar harapan itu.


Di sisi lain, ada seorang perempuan yang juga berusia 31 tahun. Keluarganya pun mulai mendesaknya untuk menikah. Kami mengenal keduanya sebagai pribadi yang baik, aktif melayani, dan mengasihi Tuhan.

Dalam hati kami berpikir,

"Bukankah ini pasangan yang cocok?"

Kami mengatur sebuah pertemuan.


Awalnya semua berjalan sesuai rencana. Kami menemani mereka berbincang, lalu sengaja meninggalkan mereka berdua dengan alasan ada urusan lain. Bahkan si pria mengantar pulang si perempuan.

Dalam hati saya mulai membayangkan,

"Wah... kali ini berhasil."

Keesokan paginya saya langsung menelepon si pria.

"Gimana?"

Jawabannya hanya satu kalimat.

"Ah... dia bukan tipe gua, Bang."

Kalimat itu begitu singkat, tetapi membuat semua harapan kami seolah runtuh.

Padahal ayahnya pernah berkata kepada saya,

"Carikan saja perempuan yang takut akan Tuhan. Soal rupa itu relatif."

Namun ternyata, apa yang dianggap penting oleh orang tua belum tentu menjadi ukuran utama bagi anaknya.

________________________________________



KETIKA "TIPE" MENJADI PENENTU


Peristiwa itu membuat saya merenung.

Sebenarnya, apa yang sedang kita cari ketika mencari pasangan hidup?

Apakah seseorang yang dapat membawa kita semakin dekat kepada Tuhan?

Ataukah seseorang yang sesuai dengan daftar panjang yang kita buat sendiri?

Banyak orang memiliki daftar impian.

Harus cantik.

Harus tampan.

Harus mapan.

Harus romantis.

Harus pengertian.

Harus berasal dari keluarga yang baik.

Harus memiliki pekerjaan yang bagus.

Daftarnya bisa sangat panjang.

Yang menarik, hampir semua daftar itu berpusat pada satu kata:

Aku.

"Aku ingin dimengerti."

"Aku ingin dicintai."

"Aku ingin diperhatikan."

"Aku ingin diterima apa adanya."

Tanpa sadar, pusat pencarian pasangan bukan lagi kehendak Tuhan, melainkan kepuasan diri.

Padahal Firman Tuhan berkata,

"Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

(Filipi 2:4)

________________________________________


MENCARI ATAU MENJADI?


Di dalam pelayanan, saya sering mendengar doa seperti ini.

"Tuhan, tunjukkan siapa pasangan yang tepat."

Doa itu tidak salah.

Tetapi saya percaya ada doa yang jauh lebih penting.

"Tuhan, jadikan aku pasangan yang tepat."

Bayangkan jika setiap pria berdoa agar menjadi suami yang takut akan Tuhan.

Bayangkan jika setiap wanita berdoa agar menjadi istri yang berkenan kepada Tuhan.

Bukankah persoalan "siapa yang mendekati siapa" akan jauh lebih sederhana?

Karena dua orang yang sama-sama dibentuk Tuhan akan lebih siap membangun rumah tangga yang sehat.

Daripada membuat daftar 20 kriteria pasangan idaman, mengapa tidak membuat daftar 20 karakter yang harus saya miliki sebelum menikah?

Misalnya:

• rendah hati,

• sabar,

• setia,

• mampu mengampuni,

• rajin bekerja,

• bertanggung jawab,

• suka melayani,

• memiliki kehidupan doa,

• menguasai diri,

• mengasihi Tuhan lebih daripada mengasihi diri sendiri.

Bukankah daftar seperti ini justru akan mempersiapkan kita menjadi pasangan yang diberkati?

________________________________________


KALAU YESUS MENJADI MAK COMBLANG...


Di tengah semua perenungan itu, tiba-tiba saya membayangkan sesuatu.

Bagaimana jika Yesus sendiri menjadi mak comblang?


Bayangkan Yesus datang kepada kita lalu berkata,

"Anak-Ku, Aku sudah menyiapkan seseorang untuk mendampingimu seumur hidup."

Apa pertanyaan pertama yang akan keluar dari mulut kita?

"Dia cantik, Tuhan?"

"Dia ganteng?"

"Dia kaya?"

"Dia dokter?"

"Dia pengusaha?"

"Dia tinggi?"

"Dia putih?"

Pertanyaan-pertanyaan itu terdengar sangat wajar.


Tetapi pernahkah kita bertanya,

"Apakah dia akan menolongku semakin mengasihi Tuhan?"

Ketika Allah memilih Daud menjadi raja, semua orang melihat penampilan luar.

Samuel hampir memilih Eliab karena posturnya tinggi dan wajahnya gagah.

Tetapi Tuhan berkata,

"Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi... Sebab bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

(1 Samuel 16:7)


Jika Tuhan melihat hati ketika memilih seorang raja, mengapa kita justru lebih sibuk melihat wajah ketika memilih pasangan hidup?

Saya percaya, jika Yesus menjadi mak comblang, Dia tidak akan berkata,

"Aku sudah menemukan yang paling cantik untukmu."

Tetapi mungkin Dia akan berkata,

"Aku menemukan seseorang yang akan membawamu semakin dekat kepada-Ku."

Dan bukankah itulah tujuan pernikahan?

Rasul Paulus menulis,

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya."

(Efesus 5:25–26)


Pernikahan bukan sekadar tempat mencari kebahagiaan.

Pernikahan adalah tempat Allah membentuk dua orang berdosa menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Lalu saya membayangkan lagi...


Bagaimana jika Yesus memperkenalkan seseorang kepada kita, tetapi kita hanya menjawab,

"Maaf Tuhan... dia bukan tipe saya."

Bukankah tanpa sadar kita sedang berkata,

"Tuhan, selera saya lebih saya percayai daripada hikmat-Mu."

Kalimat itu terdengar keras.

Namun sering kali itulah yang terjadi.

Kita meminta Tuhan memilihkan pasangan.

Tetapi kita tetap ingin Tuhan mengikuti daftar yang telah kita susun.

Padahal Firman Tuhan mengingatkan,

"Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalan-Ku."

(Yesaya 55:8–9)

________________________________________


Penutup

Mungkin selama ini doa kita perlu diubah.

Bukan lagi,

"Tuhan, tunjukkan siapa pasangan yang tepat."

Melainkan,

"Tuhan, bentuklah aku menjadi pasangan yang tepat."

Sebab ketika dua orang sama-sama dibentuk oleh Tuhan, mereka tidak hanya menemukan pasangan hidup.

Mereka menemukan seorang sahabat seperjalanan menuju kekekalan.

Jadi, sebelum kita berkata,

"Ah... dia bukan tipe gua, Bang."

marilah kita bertanya lebih dahulu,

"Apakah aku sudah menjadi tipe pasangan yang Tuhan kehendaki?"

Karena pada akhirnya, bukan "tipe" yang akan mempertahankan sebuah pernikahan.

Bukan pula wajah, harta, atau status.

Yang menopang sebuah rumah tangga adalah kasih yang berakar di dalam Kristus, karakter yang terus dibentuk oleh Roh Kudus, dan komitmen untuk saling membawa pasangan semakin dekat kepada Tuhan.

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

(Amsal 3:5–6)



Soli Deo Gloria

Harapan L. Toruan

(Ijin Meneruskan )










________________________________________

Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Juli Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 30 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat memicu penumpukan massa udara, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan namun tidak signifikan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan hingga berawan tebal dengan masih terdapat potensi hujan ringan yang bersifat lokal/ tidak merata pada siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada akhir pagi menjelang siang hari yang bersifat lokal/ tidak merata.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Kitalah Surat Kristus

 Santapan Harian

Kitalah Surat Kristus 

2 Korintus 3 


Hidup manusia itu seperti surat yang terbuka, yang dapat dibaca oleh siapa pun. Bagi orang percaya, surat itu bukan sekadar surat hidup mereka, melainkan surat Kristus. Inilah yang Rasul Paulus ajarkan kepada jemaat di Korintus.


Paulus menuliskan suratnya ketika ia mengalami keretakan hubungan dengan jemaat. Ada yang menuduhnya sebagai guru palsu karena ia tidak memiliki surat pujian. Atas tuduhan ini, ia memberikan ketegasan bahwa ia maupun para rasul lainnya tidak perlu surat rekomendasi karena mereka sudah memiliki surat yang lebih berharga, yaitu jemaat itu sendiri (1-2). Jemaat adalah surat Kristus yang ditulis oleh Roh Kudus dalam hati orang-orang yang percaya kepada Kristus (3-4).


Bagi Paulus, pelayanan yang ia lakukan bukan pekerjaannya sendiri, melainkan pekerjaan Allah. Ia melayani bukan karena ia memiliki kemampuan yang terpuji, tetapi karena Allah sendiri yang memampukannya. Jemaat harus menyadari bahwa pengajaran yang mereka muliakan, yang mengharuskan orang untuk menjalankan Taurat yang terukir pada loh-loh batu, akan memimpin mereka kepada penghukuman dan kematian. Sedangkan, pengajaran yang Paulus bawakan jauh lebih mulia karena pengajaran dari Roh memimpin mereka kepada pembenaran dan hidup (5-11).


Jemaat harus tahu bahwa Paulus berani karena ia memiliki pengharapan dalam kemuliaan yang tidak memudar. Jemaat tidak boleh seperti orang-orang Israel yang membaca kitab Musa dengan pikiran tumpul dan hati terselubung. Hanya di dalam Tuhan, jemaat menerima Roh yang memerdekakan sehingga mereka mencerminkan kemuliaan Tuhan dan menjadi serupa dengan-Nya.


Ketika dunia mencari pujian sebagai pembuktian diri, kita adalah surat Kristus yang membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang sudah menerima keselamatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita ini seperti Injil Kristus yang berjalan. Dengan berani dan terbuka, kita menunjukkan kemuliaan Tuhan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kita sehingga kita menjadi saksi Kristus dan semua orang dapat mengenal Kristus melalui kita. [PKP]









Toko Teralis



Rabu, 29 Juli 2026

Renungan Aroma yang Harum dari Kristus

 Santapan Harian

Aroma yang Harum dari Kristus 

2 Korintus 2:12-17 


Aroma yang wangi dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan, juga memicu ingatan dan emosi yang positif. Dalam perenungan kita hari ini, aroma bukan hanya dimensi tambahan dalam pengalaman sensorik, melainkan pemberitaan Injil Kristus.


Rasul Paulus melanjutkan perjalanan Injil ke Troas dan Tuhan membuka hati orang-orang di sana sehingga mereka dapat mendengar kabar baik (12). Ia tentu bersukacita atas hal ini, tetapi ia juga merasa cemas dengan keadaan dan perkembangan jemaat di Korintus. Ia berharap ia dapat bertemu dengan Titus untuk memastikan bahwa mereka semua ada dalam keadaan baik. Maka, ia melanjutkan perjalanan ke Makedonia (13).


Sebagai kesaksian, Paulus mengucap syukur. Ia merasa lega karena di sepanjang perjalanan mereka dari kota ke kota, Allah membawa Paulus dan Titus dalam kemenangan Kristus. Melalui pemberitaan Injil yang terus-menerus dilakukan bersama para rasul yang lain, kabar baik keselamatan menyebar dan meluas seperti aroma keharuman Allah (14).


Sebagai hamba Allah, mereka menjadi kesaksian hidup yang harum di tengah semua orang (15). Mereka itu seperti aroma kehidupan bagi orang-orang percaya. Sebaliknya, bagi orang-orang yang lain, mereka itu seperti aroma kematian (16). Inilah mengapa tidak semua orang mau menerima Injil Kristus dan para pemberita-Nya. Inilah juga mengapa tugas pemberitaan Injil menjadi tugas yang berat. Walaupun demikian, Paulus dan Titus akan terus memberitakan Injil dengan hati yang tulus dan motivasi yang murni (17).


Di mana Injil diberitakan, di situlah aroma yang harum dari Kristus dapat tercium. Aroma ini bukan hanya kata-kata manis yang dijual demi keuntungan, melainkan pengenalan akan Kristus Yesus yang membawa setiap orang yang menerimanya dalam kebangkitan dan hidup kekal (bdk. Flp 3:8-11).


Sebagai perenungan kita, aroma seperti apa yang sudah kita sebarkan? Marilah kita terus memberitakan Injil dan mendukung pelayanan misi supaya makin banyak orang menikmati aroma yang menghidupkan. [PKP]








Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 29 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat memicu penumpukan massa udara, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan namun tidak signifikan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan masih terdapat potensi hujan ringan yang bersifat lokal dan tidak merata pada siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada akhir pagi menjelang siang hari yang bersifat lokal/ tidak merata.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Selasa, 28 Juli 2026

Lukas 22 : 43

 Lukas 22:43, 46 (TB) Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 

Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."


https://alkitab.app/v/3df501a34f52






Kerinduan

 *A Desire to Draw Near to God*

[Kerinduan Untuk Datang Kepada Allah]


*Mazmur 122:1,* _"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN"._


Beberapa kata penting dari ayat ini: ada kata *samachti =* Aku bersukacita, sangat bergembira.→ Kata ini bukan sekadar senang sesaat, tetapi sukacita yang muncul dari hati karena mengalami berkat dan kehormatan. Lalu ada kata *be'omrim li =* ketika mereka berkata kepadaku. → Bentuk katanya menunjukkan ada ajakan yang terus disampaikan atau menjadi kebiasaan, bukan sekadar satu kali. Kemudian ada kata *Beit YHWH =* Rumah TUHAN. →Pada zaman Daud, ini menunjuk kepada tempat kehadiran Allah, tempat umat berkumpul untuk menyembah-Nya. Serta ada kata *nelekh =* mari kita pergi atau kita akan pergi.→Bentuk ini menunjukkan ajakan bersama. Ibadah bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga perjalanan iman sebagai komunitas umat Allah. Esensinya, Daud mengungkapkan bahwa sukacita sejati muncul ketika ia diajak untuk datang ke hadapan Tuhan bersama umat-Nya.


Namun yang membuatnya bersukacita bukan terutama bangunannya, tetapi *kesempatan untuk mengalami hadirat Allah,* beribadah, dan bersekutu dengan sesama orang percaya. Selanjutnya, Mazmur ini juga termasuk Nyanyian Ziarah, yaitu nyanyian yang dinyanyikan umat Israel ketika mereka melakukan perjalanan menuju Yerusalem untuk merayakan hari-hari raya. Jadi, ayat ini menggambarkan *antusiasme rohani,* kerinduan kepada Allah, dan sukacita dalam kebersamaan umat-Nya. Sebagai penerapannya: _pertama,_ *Peliharalah kerinduan untuk beribadah kepada Tuhan.*→Ibadah tidak seharusnya dipandang sebagai kewajiban semata, namun sebagai kesempatan berjumpa dengan Tuhan. Hati yang mengasihi Allah akan memandang ibadah sebagai sukacita, bukan beban. _Kedua,_ *Hargai pentingnya persekutuan dengan sesama orang percaya.*→kalimat _"mari kita pergi"_ menunjukkan bahwa pertumbuhan iman juga terjadi dalam kebersamaan. Saling menguatkan, berdoa, dan beribadah bersama merupakan bagian dari kehidupan rohani yang sehat. Dan _ketiga,_ *Jadilah pribadi yang mengajak orang lain mendekat kepada Tuhan.* →Daud bersukacita sebab ada orang yang mengajaknya. Demikian juga, setiap orang percaya dapat menjadi penggerak yang mengundang keluarga, teman, atau sesama untuk semakin mengenal Tuhan dan bertumbuh dalam iman melalui kasih, teladan, dan ajakan yang tulus.


Intinya, sukacita rohani yang sejati lahir dari kerinduan untuk datang kepada Allah, menikmati hadirat-Nya bersama umat-Nya, dan mengajak orang lain ikut mengalami persekutuan dengan-Nya. Secara prinsip, dimana ibadah yang benar dan berkenan dimulai dari sikap hati yang hormat serta takut akan Tuhan. Dengan demikian bahwa ibadah bukan semata sekedar menjalankan ritual keagamaan, sebagaimana banyak agama yang melakukan demikian, tanpa mengutamakan esensinya. Sebagaimana dalam Injil, ibadah selayaknya seseorang atau siapapun perlu mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, tinggal di hadirat-Nya, bersekutu serta bergaul intim dengan-Nya. Natanael sendiri berjumpa dengan Mesias sebagai efifani Allah ketika ia kusuk "bersemedi" di bawah pohon ara. Wanita Samaria berjumpa dengan Kristus di sumur Yakub. Jadi seseorang harus menyembah Allah dalam _*Roh dan Kebenaran,*_ inilah sebagai esensi ibadah. Maka ibadah bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan respons hati yang rindu kepada Tuhan dan menemukan kepenuhan sukacita di dalam-Nya. Richard J. Foster yang memaknai akan ibadah bukan sekadar ritual, namun perjumpaan dengan Allah yang hidup. Foster menyatakan, _"To worship is to experience Reality, to touch Life"_ [Beribadah berarti mengalami Realitas yang sejati, menyentuh Kehidupan itu sendiri].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*





Hagai 2 : 4b

 Slmt pagi bagi kita semua 


Hagai 2:4b (TB) Tetapi hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



2 Korintus 1:2 (TB) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.






Dalam Zamannya

 *“Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan dengan inilah namanya akan dipanggil orang: TUHAN keadilan kita!”*  

๐Ÿ“– *Yeremia 23:6 TB*


*Catatan: Dalam bahasa Ibrani asli, nama itu adalah Yehovah Tsidkenu, artinya TUHAN Kebenaran Kita.*


*Nama Yehovah Tsidkenu dinyatakan di masa tergelap Israel.* Nabi Yeremia bernubuat ketika raja-raja Yehuda jahat, korup, dan membawa bangsa itu ke pembuangan. Semua pemimpin gagal.


*Di tengah kegagalan itu, Tuhan berjanji akan membangkitkan Tunas yang adil.* Yeremia 23:5 TB: *“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.”*


**Kata *Tsidkenu* berarti kebenaran kita, pembenaran kita.** Bukan kebenaran kita sendiri. Manusia mencoba menjadi benar dengan usaha, tetapi gagal. Tuhan berkata: *“Akulah kebenaranmu. Bukan karena perbuatanmu, tetapi karena Aku sendiri.”*


*2 Korintus 5:21 TB:* *“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”*


*Martin Luther*, seorang biarawan Jerman, mengalami Yehovah Tsidkenu di dalam biara yang dingin.


Tahun 1505, Luther adalah seorang biarawan yang sangat taat. **Ia berdoa 7 kali sehari, berpuasa berhari-hari, tidur di lantai batu yang dingin, dan mengaku dosa sampai 6 jam sehari.** Ia mencambuk tubuhnya agar Tuhan mengampuninya.


Tetapi semakin ia berusaha menjadi benar, semakin ia merasa bersalah. **Ia membenci dirinya sendiri dan takut kepada Tuhan yang kudus.** Ia berkata: *“Aku mengasihi Tuhan yang benar, tetapi aku membenci Tuhan yang menghukum orang berdosa.”*


Suatu malam di menara biara Wittenberg, ia membaca *Roma 1:17 TB:* *“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman kepada iman, seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.”*


**Tiba-tiba Roh Kudus membuka matanya. Kebenaran bukan sesuatu yang harus ia capai dengan usahanya. Kebenaran adalah Pribadi yang diberikan kepadanya.** Ia bukan menjadi benar karena ia baik. Ia dibenarkan karena Kristus adalah kebenarannya.


Malam itu ia berkata: *“Ketika aku mengerti bahwa Yehovah Tsidkenu adalah kebenaranku, pintu surga terbuka bagiku. Aku merasa dilahirkan kembali.”*


**Dari satu pengertian itu, Reformasi meledak ke seluruh dunia. Seorang biarawan yang gagal menjadi benar, dipakai Tuhan untuk mengembalikan Injil kebenaran oleh iman kepada jutaan orang.**


✝️ *ENGKAU TIDAK PERLU BERJUANG MENJADI BENAR. ENGKAU HANYA PERLU MENERIMA DIA YANG ADALAH KEBENARANMU*


✅ *AKSI HARI INI:* Tulis di cerminmu: *“Hari ini aku benar bukan karena baikku, tetapi karena Yehovah Tsidkenu adalah kebenaranku.”* Hiduplah dari identitas itu.


๐ŸŸข *NAMA-NAMA ALLAH: YEHOVAH TSIDKENU – TUHAN KEBENARAN KITA*






Mazmur 42 : 5

 Slmt pg buat kita semua.


Mazmur 42:5 (TB) (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™





Kitab Mikha, 28 Juli 2026

 MIKHA


Kitab ini ditulis oleh Nabi Mikha.


Apa maksud buku ini ditulis adalah Mikha memberi tahu bahwa Tuhan menunjukkan keadilan, dalam kerajaan Yehuda seperti dalam kerajaan Israel. 


Apa yang kita pelajari pada kitab ini tentang Tuhan adalah bahwa Tuhan memikirkan orang-orang miskin dan orang-orang yang tidak berdaya. Tuhan menghakimi orang-orang kaya yang memperlakukan mereka dengan tidak benar.


Yang khusus dari kitab ini adalah Nabi Mikha meminta orang-orang berbalik kepada Tuhan. Hanya karena kasih Tuhan yang mendorong orang-orang melakukan hal benar, dan ini juga yang membuat orang-orang Yehuda terhindar dari penghakiman.


Nabi Mikha berkhotbah dalam kerajaan Yehuda antara tahun 742 dan 687 SM.







Kitab Yunus, 28 Juli 2026

 YUNUS


Penulis kitab ini adalah Nabi Yunus. 


Kenapa kitab ini ditulis adalah Nabi Yunus menunjukkan kepada Israel bahwa Tuhan tidak menghukum orang-orang yang bertobat dari dosa-dosanya. 


Apa yang kita pelajari tentang Tuhan dalam kitab ini adalah Tuhan mengampuni nabi-Nya yang tidak taat dan memberikan kesempatan kedua kepada Nabi Yunus. Tuhan juga mengampuni orang-orang Niniwe. Tuhan tidak menghukum orang-orang yang bertobat.


Apa yang kita lihat dari kitab ini adalah bahwa Tuhan mengasihi orang-orang asing di Niniwe seperti umat-Nya sendiri, bangsa Israel.


Buku Yunus ini ditulis sekitar tahun 760 SM.


Pasal-pasal utama dari kitab ini :

Yunus ditelan ikan pasal 1

Orang-orang Niniwe bertobat pasal 3

Tuhan mengajarkan Yunus untuk mengasihi semua orang pasal 4






Kitab Obaja, 28 Juli 2026

 OBAJA


Penulis kitab ini adalah Obaja. Kita tidak tahu lebih tentang nabi ini.


Obaja berbicara tentang hukuman yang Tuhan akan jatuhkan atas bangsa Edom yang menduduki kerajaan Yehuda dan menjarah Yerusalem.


Apa yang kita pelajari dari kitab ini adalah Tuhan itu setia. Dia memegang janji yang dibuat-Nya dengan Abraham : Kejadian 12:3 (TB) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."


Kapan buku ini ditulis, tidak ada yang memang mengetahuinya.






Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat memicu konvergensi maupun penumpukan massa udara, sehingga dukungan terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan relatif lemah. Namun, aktifnya Gelombang Kelvin dan MJO secara spasial di sekitar Pulau Bintan masih dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan masih terdapat potensi hujan ringan yang bersifat lokal dan tidak merata pada dini hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- N I H I L.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Mengampuni dan Menerima

 Santapan Harian

Mengampuni dan Menerima 

2 Korintus 2:5-11 


Manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dengan sengaja atau tidak, sehingga merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dalam hal inilah diperlukan penyembuhan dan pemulihan melalui pengampunan dan penerimaan supaya kita jauh dari sakit hati dan hidup dalam kerukunan.


Rasul Paulus memberikan nasihat dan penguatan kepada jemaat karena ada persoalan yang harus diselesaikan dengan kasih Tuhan. Ia mengungkapkan isi hatinya tentang kesedihan yang disebabkan oleh seorang jemaat yang melanggar firman Tuhan dan kesedihan ini berdampak pada persekutuan jemaat (5).


Sebagai rasul Kristus, Paulus sudah menegur dan memberikan bimbingan. Buah dari tegurannya adalah perubahan. Setelah jemaat yang bersalah itu bertobat, Paulus tidak lagi menghukumnya, tetapi mengampuninya. Ia menunjukkan belas kasihan dan menerimanya kembali. Ia tidak memberi tekanan pada kesalahannya, tetapi menerimanya kembali ke dalam persekutuan jemaat. Inilah yang diimbaukan kepada jemaat.


Paulus mau supaya mereka mengampuni dan menerima, terlebih lagi menghibur dan mengasihinya (6-8).


Orang yang pernah bersalah kadang masih menyimpan kesedihan yang menjadi beban dalam hidupnya. Beban ini hanya akan hilang jika ia diampuni dan diterima. Hanya dengan kasih, orang itu dapat disembuhkan dan dipulihkan. Inilah yang terjadi jika jemaat benar-benar taat.


Dengan kasih Tuhan, jemaat dapat bersatu sehingga, walaupun ada masalah, jemaat saling mengampuni dan tidak ada celah bagi Iblis untuk memecah belah jemaat. Di sini kita dapat melihat pentingnya kedewasaan iman jemaat dalam mengatasi pelanggaran dan memelihara kasih persekutuan.


Marilah kita tidak hanya siap untuk menegur dan menghukum orang yang bersalah, tetapi juga rela mengampuninya dengan tulus dan menerimanya sepenuh hati sebagai sesama anggota jemaat. Dengan kasih yang berlimpah dari Kristus, tidak akan ada yang tenggelam dalam kesedihan karena seluruh jemaat hidup bersama dalam sukacita. [PKP]







Senin, 27 Juli 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 27 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 27 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat memicu konvergensi maupun penumpukan massa udara, sehingga dukungan terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan relatif lemah. Namun, aktifnya MJO secara spasial di sekitar Pulau Bintan juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan, dengan masih terdapat potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal dan tidak merata, terutama pada pagi hingga siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada akhir pagi hingga siang hari yang bersifat lokal/ tidak merata.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 27 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau



Renungan Kepemimpinan yang Melayani

 Santapan Harian

Kepemimpinan yang Melayani 

2 Korintus 1:12-2:4 


Pernahkah Anda bertemu dengan seorang atasan yang memaksakan keinginannya? Pemimpin seperti ini dapat kita temui di tempat kerja, organisasi, dan bahkan gereja. Sering kali citra pemimpin yang tegas disalahartikan sebagai kekakuan dan kekerasan. Namun, teladan Paulus sangatlah berbeda.


Paulus menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda dengan mengomunikasikan perubahan rencananya secara terbuka. Ia menegaskan bahwa perubahan mendadak bukan berarti ia bertindak seenaknya menurut keinginannya sendiri (1:15-17). Ajarannya selama ini dapat dipercaya karena ia memberitakan Kristus dan Kristus selalu dapat dipercaya (1:18-20). Ia menekankan bahwa Allah sendiri yang membuatnya teguh bersama mereka di dalam Kristus (1:21-22).


Kebalikan dari kebanyakan pemimpin, Paulus justru tidak mau menjadi pemimpin yang bersikap keras (1:23). Ia memandang jemaat sebagai teman sekerja yang teguh dalam iman, bukan pengikut yang harus diperintah. Ia tidak memaksakan apa yang harus dipercayai oleh jemaat (1:24). Sebaliknya, ia memberi ruang bagi mereka untuk bertumbuh dalam sukacita (2:1-4).


Hari ini kita mendapat teladan kepemimpinan yang baik, yang dikenal dengan istilah servant leadership (kepemimpinan yang melayani). Paulus menempatkan dirinya sejajar dengan jemaat yang dipimpinnya. Ia memimpin dengan kasih, bukan tangan besi. Kepemimpinan yang berlandaskan kasih mampu memulihkan jemaat, bukan memperdalam luka dan masalah yang ada. Kepemimpinan yang terbuka membuat Paulus berani menunjukkan kerentanan dirinya sehingga jemaat melihat sisi kemanusiaan Paulus yang tulus.


Teladan ini mengajak kita semua untuk menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan kasih Kristus di tengah kepemimpinan. Kebalikan dari pemimpin keras yang memaksa dan mendikte pengikutnya, kita adalah pemimpin penuh kasih yang melayani bersama sesama jemaat Allah dan memberitakan Kristus. Di mana pun Tuhan mempercayakan kita untuk memimpin, jadilah saksi akan kasih yang luar biasa. [TDS]








Minggu, 26 Juli 2026

Tuhan Yesus Menyertai Kamu

 2 Korintus 1:2 (TB) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.








































































































Bandara





Di usu pintu 4





Taman bunga siantar




Global mission house medan





Antri bensin di spbu siantar





Kebun binatang siantar





Dikantor dinas kesehatan raya





Antri spbu bensin arah paneitonga




Perdana dipelabuhan dini hari





Pak mak mauliate, amen