*“Jadi keliling kota itu adalah delapan belas ribu hasta. Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU!”*
📖 *Yehezkiel 48:35 TB*
*Catatan: Dalam bahasa Ibrani asli, nama itu adalah Yehovah Shammah, artinya TUHAN Hadir Di Situ.*
*Nama Yehovah Shammah dinyatakan di akhir kitab Yehezkiel.* Nabi Yehezkiel melihat penglihatan yang menyedihkan. Karena dosa Israel, kemuliaan Tuhan meninggalkan Bait Suci. *Yehezkiel 10:18 TB:* *“Lalu kemuliaan TUHAN keluar dari ambang pintu Bait Suci.”* Kota Yerusalem hancur, Bait Suci dibakar, bangsa itu dibuang ke Babel.
**Selama 25 tahun di pembuangan, Israel merasa Tuhan telah meninggalkan mereka.** Tidak ada Bait Suci, tidak ada korban, tidak ada hadirat.
*Tetapi di pasal terakhir, Tuhan memberikan penglihatan tentang kota yang baru, Bait Suci yang baru.* Dan di akhir penglihatan itu, Tuhan memberikan nama baru untuk kota itu. Bukan lagi kota yang ditinggalkan. Namanya adalah *Yehovah Shammah*. Tuhan Hadir Di Situ.
**Kata *Shammah* berarti ada di sana, hadir secara pribadi dan permanen.** Bukan hadir sebagai pengunjung, tetapi hadir sebagai pemilik rumah yang tinggal selamanya.
*Matius 28:20 TB:* *“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”*
*Samuel Morris*, seorang pangeran muda dari Liberia, Afrika, mengalami Yehovah Shammah di tengah lautan dan rasisme.
Tahun 1891, Samuel adalah pangeran suku Kru. Ia disiksa dan hampir dibunuh dalam perang suku. **Ia melarikan diri ke hutan dan bersembunyi di bawah pohon. Di sana, seorang misionaris menceritakan tentang Yesus yang hadir.**
Samuel bertobat dan mengalami hadirat Tuhan yang nyata di hutan itu. Ia berkata: *“Tuhan Yesus datang dan tinggal di hatiku. Sejak itu, saya tidak pernah sendirian lagi.”*
Ia ingin belajar lebih banyak tentang Roh Kudus. **Ia bekerja di kapal sebagai budak, berlayar ke Amerika tanpa uang, tanpa bahasa Inggris yang baik, hanya dengan iman bahwa Yehovah Shammah menyertainya.**
Ia tiba di New York, ditolak, dihina karena warna kulitnya, dan dianggap bodoh. Ia berjalan kaki ke Universitas Taylor di Indiana. **Presiden universitas melihat seorang anak Afrika kurus, kotor, dan tidak berpendidikan berdiri di depan pintunya.**
Presiden bertanya: *“Apa yang bisa saya bantu?”* Samuel menjawab: *“Saya datang untuk belajar tentang Roh Kudus.”*
Selama di kampus, hadirat Tuhan dalam hidup Samuel begitu kuat. **Ketika ia berdoa, seluruh asrama merasakan hadirat Tuhan. Ketika ia sakit demam dan meninggal di usia 20 tahun, kebangunan rohani besar terjadi di kampus itu karena kesaksian bahwa Yehovah Shammah benar-benar hadir di dalam seorang anak Afrika yang sederhana.**
Hidupnya yang singkat mengubah sejarah misi Amerika. Ribuan mahasiswa pergi ke Afrika karena hidupnya. **Ia membuktikan bahwa jika Yehovah Shammah hadir di dalammu, engkau tidak pernah ditinggalkan, bahkan di hutan, di kapal budak, dan di negeri asing.**
✝️ *ENGKAU MUNGKIN MERASA DITINGGALKAN MANUSIA, TETAPI KOTA HIDUPMU BERNAMA YEHOVAH SHAMMAH*
✅ *AKSI HARI INI:* Ucapkan setiap jam hari ini: *“Yehovah Shammah, Engkau hadir di sini bersamaku sekarang.”* Sadari hadirat-Nya di tempatmu bekerja dan tinggal.
🟢 *NAMA-NAMA ALLAH: YEHOVAH SHAMMAH – TUHAN HADIR DI SITU*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar