H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 24 Juli 2026

Hakim Hakim 7 : 7

 Slmt sore buat kita semua..


Hakim-hakim 7:7 (TB) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya." 

🙏🙏🙏




































GMH Global Mission House


Semakin Matang dalam Karakter

 *More Mature in Character*

[Semakin Matang Dalam Karakter]


*Amsal 19:20,* _"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan"._ 


Beberapa kata kunci ayat ini: ada kata *shema'* – _"Dengarkan"_→ tidak hanya berarti mendengar dengan telinga. Mengandung arti mendengarkan dengan perhatian, memahami, dan menaati. Dan dalam budaya Ibrani, mendengar yang sejati selalu diikuti tindakan. Kemudian ada kata *'etsah* – _"Nasihat"_→berarti bimbingan, saran yang bijaksana, atau arahan yang lahir dari hikmat. Biasanya berasal dari orang yang lebih berpengalaman atau takut akan Tuhan. Juga ada kata *qabbel* – _"Terimalah"_→berarti menerima dengan hati terbuka.→Bukan sekadar mendengar kritik, tetapi menyambutnya sebagai sesuatu yang membangun. Selanjutnya ada kata *musar* – _"Didikan"_→ salah satu kata penting dalam kitab Amsal.→ Berarti disiplin, koreksi, teguran, pelatihan karakter, bahkan pembentukan melalui pengalaman.

Tujuannya bukan menghukum, melainkan membentuk hikmat. Dan ada kata *tekhkam* – _"Menjadi bijak"_→Berasal dari kata ḥakam, yaitu menjadi seseorang yang hidup dengan hikmat dan mampu mengambil keputusan yang benar. Serta ada kata *be'acharitkha* – _"Di masa depan"_→Kata *'acharit* berarti _"akhir," "masa depan,"_ atau _"hasil akhirnya"._ Penekanannya adalah bahwa hikmat terlihat dalam akhir kehidupan, bukan hanya keberhasilan sesaat.


Jadi Amsal 19:20 mengajarkan bahwa seseorang menjadi benar-benar bijaksana bukan karena kecerdasannya, melainkan karena ia rendah hati untuk mendengarkan nasihat, menerima koreksi, dan membiarkan dirinya dibentuk. Hikmat adalah _hasil dari proses belajar yang terus-menerus._ Orang yang menolak nasihat mungkin tampak berhasil untuk sementara, tetapi orang yang mau diajar akan menuai keputusan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih kokoh di kemudian hari. Dengan kata lain, ayat ini mengajak kita untuk berorientasi pada hasil akhir kehidupan, bukan hanya kenyamanan atau keberhasilan sesaat. Sebagai penerapannya: _pertama,_ harus *Miliki hati yang mau diajar.* Jangan langsung menolak nasihat hanya karena cara penyampaiannya atau siapa yang menyampaikannya. Budayakan bertanya, _"Apa yang bisa saya pelajari dari masukan ini?"_ _Kedua,_ tetap *Terima koreksi sebagai sarana pertumbuhan.* Teguran yang membangun barangkali terasa tidak nyaman, namun dapat memperbaiki karakter, keputusan, dan hubungan. Orang bijak akan memandang koreksi sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sebagai serangan terhadap harga dirinya. Dan _ketiga,_ tetap *Ambil keputusan dengan memikirkan dampak jangka panjang.* Sebelum bertindak, pertimbangkan: _"Bagaimana keputusan ini akan memengaruhi hidup saya, keluarga saya, dan hubungan saya dengan Tuhan beberapa tahun ke depan?"_ Dimana hikmat alkitabiah selalu mempertimbangkan akhir dari suatu tindakan, bukan hanya manfaat sesaat. 


Intinya, orang yang terus mau belajar akan semakin matang dalam karakter dan semakin bijaksana dalam mengambil keputusan. Dalam realita, dimana dalam hidup ini, ada banyak hal yang tidak terduga yang terjadi dalam kehidupan, namun satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa Tuhan selalu memegang kendali kehidupan ini. Baik kesakitan, kehilangan, kematian atau apapun itu sebagai hal yang tidak terelakkan, karenanya kita harus siap untuk menghadapinya. Jadi memiliki sikap yang bijak dalam kesemuanya itu. Tetapi yang utama atas kita, bukanlah kapan atau bagaimana waktu-waktu kemalangan tersebut akan terjadi pada kehidupan ini, sebaliknya bagaimana kita memanfaatkan waktu-waktu yang ada sekarang. Jadi selama mempunyai waktu dan kesempatan demi berkarya dalam melayani Dia, maka kesempatan dan waktu tersebutlah yang perlu kita maksimalkankan. Jadi setiap momentum didikan yang diterima hari ini akan menghasilkan hikmat dan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Seorang dalam kitab Mazmur menyatakan, _"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mazmur 90:12 ). Artinya waktu kita didunia sangat terbatas atau singkat, selayaknya kita jadikan sebagai refleksi agar dapat menjadi lebih bijak dalam memaksimalkan setiap waktu yang Tuhan berikan. Sehingga di waktu tiba momentnya kelak, dimana Tuhan akan berujar: "excellent work" anak-Ku yang terkasih. C. S. Lewis yang memaknai bahwaTuhan sering memakai pengalaman, termasuk pengalaman yang sulit, sebagai sarana didikan yang menghasilkan hikmat. Lewis menyatakan, _"Experience is a brutal teacher, but you learn. My God, do you learn"_ [Pengalaman adalah guru yang keras, tetapi engkau belajar. Sungguh, engkau benar-benar belajar].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






Beroleh Kebahagiaan

 Slmt sore buat kita semua..


Pengkhotbah 8:12 (TB) Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

🙏🙏🙏
















Keluaran 17 : 15

 *“Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: Tuhanlah panji-panjiku!”*  

📖 *Keluaran 17:15 TB*


*Nama Yehovah Nissi dinyatakan di medan perang.* Bangsa Israel diserang Amalek di Rafidim. Ini pertempuran pertama mereka setelah keluar dari Mesir. Mereka tidak memiliki tentara profesional. Musa memerintahkan Yosua berperang di lembah, sementara ia naik ke puncak bukit.


*Keluaran 17:11 TB:* *“Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.”*


**Kemenangan tidak ditentukan di lembah oleh pedang Yosua. Kemenangan ditentukan di atas bukit oleh tangan Musa yang terangkat kepada Tuhan.** Ketika Harun dan Hur menopang tangan Musa sampai matahari terbenam, Yosua mengalahkan Amalek.


*Keluaran 17:13-15 TB:* *“Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: Tuhanlah panji-panjiku!”*


**Kata *Nissi* berarti panji, bendera perang, tempat berkumpul.** Pada zaman dahulu, panji diangkat tinggi agar pasukan tahu di mana harus berkumpul dan bahwa raja mereka masih hidup dan berperang. Selama panji masih berdiri, pasukan tidak boleh mundur.


**Yehovah Nissi berarti Tuhan sendiri adalah panji kita. Kita tidak berperang untuk kemenangan. Kita berperang dari kemenangan karena panji-Nya sudah berkibar.**


*Desmond Doss* hidup dalam nama ini di medan perang Okinawa, 1945. Ia seorang tentara Amerika, tetapi ia menolak memegang senjata karena imannya. **Ia dicemooh, dipukuli, dianggap pengecut, dan hampir dikeluarkan dari tentara.** Ia hanya membawa satu hal ke medan perang: Alkitab kecil dan iman bahwa Yehovah Nissi adalah panjinya.


Pada pertempuran Bukit Hacksaw, pasukannya terkepung dan diperintahkan mundur. 75 tentara terluka tertinggal di puncak bukit yang penuh tentara Jepang. Semua orang turun. **Desmond tetap di atas sendirian, tanpa senjata, selama 12 jam di bawah tembakan musuh.**


Setiap kali ia menarik satu tentara yang terluka ke tepi jurang dan menurunkannya dengan tali, ia berdoa: *“Tuhan, tolong aku menyelamatkan satu orang lagi.”* Satu menjadi dua, dua menjadi sepuluh, hingga 75 orang ia selamatkan sendirian.


**Ia tidak membawa senjata, tetapi ia membawa panji yang tidak terlihat.** Ia percaya jika panji Tuhan masih berdiri, ia tidak boleh mundur. Karena keberaniannya, ia menjadi satu-satunya tentara yang menolak senjata dan menerima Medal of Honor, penghargaan militer tertinggi Amerika.


Ia berkata: *“Seluruh dunia runtuh di sekelilingku, tetapi aku tahu Panjiku masih berdiri.”*


✝️ *KETIKA PANJI TUHAN MASIH BERKIBAR, KITA TIDAK PERNAH KALAH. KITA HANYA PERLU TETAP MENGANGKAT TANGAN*


✅ *AKSI HARI INI:* Angkat kedua tanganmu 1 menit pagi ini. Deklarasikan: *“Yehovah Nissi adalah panji kemenanganku. Hari ini aku menang karena Engkau.”*


🟢 *NAMA-NAMA ALLAH: YEHOVAH NISSI – PANJI KITA MASIH BERDIRI*











Prakiraan Cuaca Tanggal 24 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 24 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat adanya pola belokan (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan Berawan dan masih terdapat potensi hujan ringan-sedang pada pagi hingga siang hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada akhir pagi hingga siang hari.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 24 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Bangkit di Tengah Kehancuran

 Santapan Harian

Bangkit di Tengah Kehancuran 

1 Samuel 30 


Kita semua pasti memiliki "Ziklag" dalam hidup, yakni situasi yang terasa hancur dan menyakitkan. Bisa jadi, itu karena keluarga yang retak, usaha yang gagal, atau doa yang terasa belum dijawab.


Dalam narasi ini, Daud diperhadapkan pada masa yang kelam. Kepulangannya ke Ziklag bukan disambut dengan sukacita, melainkan tragedi yang menghancurkan hati. Kota itu hangus dibakar orang Amalek. Kedua istri dan semua anaknya ditawan (1-5). Bahkan, rakyat yang juga kehilangan keluarga mereka hampir saja melempari Daud dengan batu (6a).


Inilah titik terendah Daud, pemimpin yang sebelumnya dielu-elukan, kini terancam ditolak dan disalahkan oleh orang-orang yang dipimpinnya. Namun, justru di tengah tekanan yang luar biasa itu, kita melihat iman Daud. Ia tidak larut dalam kepahitan, tidak mengasihani diri sendiri, dan tidak menyalahkan keadaan. Ia berbalik kepada TUHAN, sumber kekuatan (6b).


Langkah berikutnya, Daud mencari kejelasan dari Tuhan sebelum bertindak. Ia menyadari bahwa kekuatan manusia dan strategi semata tidak cukup untuk menghadapi krisis sebesar itu. Karena itu, ia menanti dengan sabar untuk mendapat arahan ilahi. Tindakan ini menunjukkan kerendahan hati seorang pemimpin yang tahu keterbatasannya, namun percaya penuh bahwa Tuhan sanggup menuntun.


Inilah pelajaran iman yang terpenting. Kita sering berpikir, kekuatan itu datang ketika masalah selesai. Akan tetapi, pengalaman Daud mengajarakan bahwa kekuatan itu justru muncul sebelum ada pemulihan. Ia meneguhkan hati, mencari Tuhan, lalu mendapat arahan yang jelas, yakni mengejar musuh. Saat ia melangkah dengan taat, Allah memulihkan semua yang hilang.


Kadang perasaan kehilangan dan kecewa membuat kita ingin berhenti percaya. Namun, kisah Daud mengingatkan, ketika hati kita dikuatkan Tuhan, keterpurukan tidak menjadi akhir perjalanan. Allah sanggup memulihkan, bahkan memberi lebih daripada yang sempat hilang. Asalkan kita melangkah sesuai firman, kita akan melihat Allah mengubah keterpurukan menjadi kemenangan. [SLM]