H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 06 Agustus 2026

Yohanes 2 : 11

 *“Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”*

๐Ÿ“– *Yohanes 2:11 TB*


*Mujizat pertama Yesus bukan di Bait Allah, bukan di depan ribuan orang, tetapi di sebuah pesta pernikahan kecil di Kana.* Mujizat pertama bukan membangkitkan orang mati, tetapi menyelamatkan sebuah keluarga dari rasa malu karena kehabisan anggur.


*Mengapa?* Karena bagi Yesus, tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk mujizat-Nya. **Kehabisan anggur di pesta Yahudi adalah aib besar. Keluarga bisa dihina seumur hidup.**


Maria berkata: *“Mereka kehabisan anggur.”* Yesus menyuruh mengisi 6 tempayan batu, masing-masing berisi 80-120 liter, yang dipakai untuk pembasuhan kaki yang kotor. **Tempayan yang najis, berisi air biasa, diubah menjadi anggur terbaik.**


*Yohanes 2:10 TB:* *“Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”*


**Paradigma yang diubah: Mujizat tidak selalu dimulai dari yang hebat. Mujizat dimulai dari yang ada padamu yang biasa-biasa saja.**


Air tidak ada rasanya, tidak ada warnanya, tidak ada harganya. Anggur adalah sukacita, kemuliaan, dan perayaan. **Yesus tidak membutuhkan anggur dari luar. Ia memakai air yang ada di rumah itu untuk menunjukkan bahwa Ia bisa mengubah yang biasa menjadi mulia.**


*Smith Wigglesworth*, seorang tukang ledeng yang tidak bisa membaca, mengalami mujizat yang sama di dapurnya.


Tahun 1900, Smith adalah tukang ledeng miskin di Inggris. **Ia tidak bisa membaca dan menulis dengan baik. Istrinya, Polly, adalah pengkhotbah, sedangkan ia hanyalah tukang ledeng yang pemalu dan pemarah.**


Ia merasa air biasa – tidak berguna untuk Tuhan. **Tetapi suatu hari, ia berjumpa Yesus dan Roh Kudus memenuhi tempayan hidupnya yang kotor dan biasa itu.**


Sejak itu, tangannya yang biasa memegang pipa ledeng, dipakai untuk membangkitkan 14 orang mati, menyembuhkan ribuan orang sakit, dan berkhotbah ke seluruh dunia. **Orang bertanya: “Bagaimana bisa?” Ia menjawab: “Aku hanya air biasa. Tetapi Yesus adalah Yesus yang mengubah air menjadi anggur. Mujizat masih ada karena Yesus masih sama.”**


Ia tidak pernah menjadi sarjana teologi. Ia tetap tukang ledeng. **Tetapi air biasa di dalam 6 tempayan hidupnya telah diubah menjadi anggur terbaik yang memabukkan dunia dengan kemuliaan Tuhan.**


✝️ *JANGAN HINA AIR BIASA DI HIDUPMU. PEKERJAANMU, KELUARGAMU, MASA LALUMU YANG BIASA, JIKA DIBAWA KEPADA YESUS, BISA MENJADI ANGGUR TERBAIK*


✅ *AKSI HARI INI:* Bawa “air biasa”-mu kepada Yesus hari ini. Doakan pekerjaan rutinmu, masalah kecilmu, dan katakan: *“Tuhan, ubah air biasa ini menjadi anggur mujizat-Mu.”*


๐ŸŸข *MUJIZAT MASIH ADA: AIR MENJADI ANGGUR – DARI YANG BIASA MENJADI MULIA*












Prakiraan Cuaca Tanggal 6 Agustus Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 06 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan sehingga potensi terjadi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan dengan skala lokal cenderung melemah. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal/tidak merata berlangsung singkat siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- NIL


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 6 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Kerelaan Memberi

 Santapan Harian

Kerelaan Memberi 

2 Korintus 8:1-15 


Kasih kepada sesama merupakan kasih yang harus dinyatakan melalui perbuatan, antara lain dalam bentuk kepeduliaan dan kerelaan memberi. Tindakan ini adalah bentuk syukur atas kasih dan pengampunan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.


Inilah yang Paulus ingin ajarkan kepada jemaat. Ia mengajak jemaat Korintus untuk terlibat dalam pelayanan kasih, yakni pengumpulan bantuan untuk jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kesulitan.


Demi menyemangati jemaat, Paulus menyebutkan jemaat di Makedonia sebagai contoh (1). Mereka jemaat yang sangat miskin, bahkan berada dalam penderitaan berat, tetapi mereka memberi dengan sukacita dan murah hati (2-5).


Paulus hendak mengajarkan kepada jemaat di Korintus bahwa kemurahan hati sama sekali tidak didasarkan pada kelimpahan materi, melainkan itu adalah buah dari kasih karunia Allah. Kerelaan mereka didasarkan pada Yesus Kristus yang kaya dan yang rela menjadi miskin dengan memberikan diri-Nya di atas kayu salib (8-9).


Paulus kemudian menyasar kekhawatiran yang sering muncul saat kita memberi, yaitu kekhawatiran akan kekurangan. Hal tersebut tidaklah tepat. Justru yang paling penting adalah memberi dan menyatakan solidaritas kepada mereka yang membutuhkan dan berkekurangan. Kepada kita yang sudah berniat untuk memberi, Paulus mengatakan agar kita segera melakukannya dan dengan apa yang ada pada kita (10-11).


Dari apa yang Paulus ajarkan, jelas Allah menghendaki keseimbangan; kelimpahan seseorang atau sekelompok orang menolong yang berkekurangan, supaya ada keadilan. Memberi dengan sukarela mencerminkan kasih Kristus, meneguhkan persaudaraan, dan menyalurkan berkat demi kesetaraan dalam jemaat.


Bukankah kita telah menerima begitu banyak pemberian dari Allah, berkat jasmani maupun rohani, terutama keselamatan dalam Kristus? Bukankah kita dipanggil untuk serupa dengan Kristus?


Marilah hari ini juga kita memberi supaya kita semua kaya dalam kasih-Nya. [WDN]