H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 07 September 2026

Hiduplah Dari Lebihnya

 *“Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”*

๐Ÿ“– *2 Raja-raja 4:7 TB*


*Seorang janda dari istri para nabi datang kepada Elisa. Suaminya meninggal, meninggalkan hutang. Penagih hutang datang hendak mengambil kedua anaknya menjadi budak.* Ia hanya memiliki satu buli-buli kecil berisi minyak. *Secara logika, mustahil. Secara iman, itu cukup.*


*Elisa tidak memberi uang. Elisa memberi instruksi: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari semua tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.” Janda itu taat. Ia menutup pintu. Ia menuang minyak. Minyak itu mengalir sampai semua bejana penuh.* Hutang lunas. Hidup terjamin.


*Prinsip Kerajaan Allah: Mukjizat hutang dimulai dari dua hal – apa yang ada di tangan, dan ketaatan mengumpulkan bejana kosong.* Tuhan tidak menciptakan minyak dari ketiadaan. *Tuhan melipatgandakan apa yang sudah ada, ketika ada iman untuk bertindak.*


*Paradigma yang diperbaharui: Hutang bukan diselesaikan dengan hutang baru. Hutang diselesaikan dengan ketaatan, kejujuran, dan aliran minyak urapan.* Dunia berkata: “Gali lubang tutup lubang.” *Firman berkata: “Tutup pintu, tuang yang ada, maka lubang akan tertutup.”*


*Kesaksian tahun 2020-2022 dari Bekasi ini mematahkan siklus hutang banyak keluarga. Keluarga Hadi*, pemilik usaha konveksi di Bekasi. *Tahun 2018, order besar dari pabrik seragam sekolah: 15.000 potong.* Untuk modal, mereka meminjam ke bank dan rentenir. *Total hutang: 800 juta rupiah.*


*Awal 2020, pandemi melanda.* Pabrik membatalkan 80% order karena sekolah diliburkan. *Barang menumpuk di gudang. Cicilan berjalan. Bunga rentenir 5% per bulan.* Dalam 6 bulan, hutang membengkak menjadi 1,1 miliar. *Debt collector datang setiap minggu. Kedua anaknya trauma.*


*September 2020, mereka hampir menjual rumah.* Di titik terendah, mereka diundang ke KKR GSJA Bekasi. *Pengkhotbah membaca 2 Raja-raja 4 dan berkata: “Apa yang ada padamu di rumah?”* Istri Hadi menangis: *“Hanya mesin jahit 20 unit dan kain sisa 500 meter.”* *Pengkhotbah menjawab: “Itu cukup. Tuhan tidak tanya apa yang tidak ada. Tuhan tanya apa yang ada.”*


*Malam itu mereka berdoa semalaman.* Mereka menutup pintu – tidak cerita ke keluarga, tidak posting di media sosial. *Mereka bertanya Tuhan: “Mana bejana kosong kami?”* Jawaban yang muncul: *“Jual online. Minta tolong gereja. Jangan hutang lagi.”*


*Langkah 1: Kumpulkan bejana.* Mereka minta jemaat GSJA Bekasi yang memiliki toko online untuk membantu menjualkan masker kain dari sisa bahan. **40 jemaat bersedia menjadi “bejana kosong”.* 

*Langkah 2: Tuang minyak.* Mereka kerja 18 jam sehari. *Dari 500 meter kain, jadi 25.000 masker.* 

*Langkah 3: Jujur kepada kreditur.* Mereka datangi bank dan rentenir. *Mereka berkata: “Kami tidak lari. Kami cicil dari hasil masker. Mohon beri waktu.”* Mujizat: bank memberikan restrukturisasi. *Rentenir, yang ternyata mantan jemaat, menghapus bunga.*


*Dalam 24 bulan, 25.000 masker terjual. 40 reseller bertambah jadi 200. Keuntungan bersih: 1,3 miliar.* Hutang 1,1 miliar lunas. *Sisa 200 juta untuk modal usaha baru tanpa hutang.*


*Tahun 2023, konveksi mereka berubah nama menjadi “Bejana Penuh Konveksi”.* Mereka mempekerjakan 15 mantan karyawan yang di-PHK saat pandemi. *Setiap tanggal 4, mereka bersaksi di gereja tentang 2 Raja-raja 4.*


Pak Hadi berkata: *“Dunia berkata kami harus jual rumah dan gali lubang baru. Firman Tuhan berkata tutup pintu dan tuang yang ada. Minyak 500 meter kain tidak berhenti mengalir sampai hutang tertutup. Dompet yang diserahkan ke Tuhan, tidak akan kosong. Yang kosong adalah hidup yang tidak mau taat. Mujizat masih ada.”*


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Hutang hanya lunas dengan hutang baru.”*  

*FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Hutang lunas dengan ketaatan menuang apa yang ada di tangan.”*


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Ambil kertas. Tulis 3 kolom: *1. Hutang* – jumlah dan kepada siapa. *2. Minyak* – apa yang ada di rumah: skill, barang, relasi, waktu. *3. Bejana* – siapa yang bisa diminta tolong tanpa berhutang baru. *Tutup pintu, berdoa, lalu tuang.* Kerjakan satu “bejana” hari ini.


๐ŸŸข *DARI BULI-BULI KOSONG MENUJU BERKAT YANG MELIMPAH*











Prakiraan Cuaca Tanggal 7 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 7 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan dan kuatnya tiupan angin pada lapisan atmosfer atas di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















 

Prakiraan Cuaca Tanggal 7 September 2026 Prov Kepulauan Riau










Renungan Jangan Salah Ambil Keputusan

 Santapan Harian

Jangan Salah Ambil Keputusan! 

2 Samuel 16:1-14 


Pemberontakan Absalom membuat Daud harus melarikan diri (2Sam 15:13-14). Ia berada di titik terendah hidupnya ketika ia mengetahui bahwa anaknya sendiri berusaha membunuh dia dan merebut takhtanya. Rasa kecewa, sedih, takut, kalut, dan berbagai perasaan lainnya mungkin menguasai hati Daud.


Dalam kondisi demikian, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, yang membawa keledai dan makanan bagi Daud dan semua orangnya (1-2). Ziba menceritakan bahwa Mefiboset sebagai keturunan Saul ingin merebut kembali posisi raja (3).


Sepintas kita mungkin akan berpikir seperti Daud bahwa Mefiboset mengkhianati Daud. Namun, jika kita menelusuri kisah ini lebih jauh, kita akan menemukan sesungguhnya Ziba berlaku licik. Ia menipu Daud supaya ia mendapat keuntungan (lih. 2Sam 19:26-27).


Daud yang berada dalam kondisi terpuruk tidak dapat memutuskan dengan bijak. Hati yang kalut membuat Daud lupa bertanya kepada Tuhan dan memeriksa kebenaran perkataan Ziba. Akibatnya, Daud salah mengambil keputusan yang menguntungkan Ziba dan merugikan Mefiboset (4; bdk. 2Sam 19:29-30).


Ada banyak peristiwa dalam hidup ini yang jauh dari ideal sehingga kita tertekan dalam kekecewaan, kesedihan, ketakutan, dan kemarahan. Namun, kita perlu waspada supaya perasaan itu tidak menguasai kita dan membuat kita salah ambil keputusan. Iblis bisa mengecoh kita dan memakai kondisi hati kita yang rentan untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa.


Belajarlah dari kesalahan Daud ketika ia ditipu Ziba, juga dari teladan Daud ketika ia dikutuk Simei. Ia bisa saja membunuh Simei yang terus-menerus mengutukinya seperti perkataan Abisai (5-9), tetapi ia memilih untuk berserah kepada TUHAN, tetap berharap kepada belas kasihan-Nya, dan terus berjalan (10-14).


Karena itu, bawalah segala pergumulan kita kepada Tuhan, termasuk segala perasaan kecewa, sedih, takut, dan marah yang kita rasakan. Mintalah kekuatan dan hikmat dari Tuhan supaya kita tetap melihat setiap masalah dengan pikiran jernih dan mengambil keputusan tepat sesuai kehendak-Nya. [STG]