H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 07 September 2026

Renungan Jangan Salah Ambil Keputusan

 Santapan Harian

Jangan Salah Ambil Keputusan! 

2 Samuel 16:1-14 


Pemberontakan Absalom membuat Daud harus melarikan diri (2Sam 15:13-14). Ia berada di titik terendah hidupnya ketika ia mengetahui bahwa anaknya sendiri berusaha membunuh dia dan merebut takhtanya. Rasa kecewa, sedih, takut, kalut, dan berbagai perasaan lainnya mungkin menguasai hati Daud.


Dalam kondisi demikian, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, yang membawa keledai dan makanan bagi Daud dan semua orangnya (1-2). Ziba menceritakan bahwa Mefiboset sebagai keturunan Saul ingin merebut kembali posisi raja (3).


Sepintas kita mungkin akan berpikir seperti Daud bahwa Mefiboset mengkhianati Daud. Namun, jika kita menelusuri kisah ini lebih jauh, kita akan menemukan sesungguhnya Ziba berlaku licik. Ia menipu Daud supaya ia mendapat keuntungan (lih. 2Sam 19:26-27).


Daud yang berada dalam kondisi terpuruk tidak dapat memutuskan dengan bijak. Hati yang kalut membuat Daud lupa bertanya kepada Tuhan dan memeriksa kebenaran perkataan Ziba. Akibatnya, Daud salah mengambil keputusan yang menguntungkan Ziba dan merugikan Mefiboset (4; bdk. 2Sam 19:29-30).


Ada banyak peristiwa dalam hidup ini yang jauh dari ideal sehingga kita tertekan dalam kekecewaan, kesedihan, ketakutan, dan kemarahan. Namun, kita perlu waspada supaya perasaan itu tidak menguasai kita dan membuat kita salah ambil keputusan. Iblis bisa mengecoh kita dan memakai kondisi hati kita yang rentan untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa.


Belajarlah dari kesalahan Daud ketika ia ditipu Ziba, juga dari teladan Daud ketika ia dikutuk Simei. Ia bisa saja membunuh Simei yang terus-menerus mengutukinya seperti perkataan Abisai (5-9), tetapi ia memilih untuk berserah kepada TUHAN, tetap berharap kepada belas kasihan-Nya, dan terus berjalan (10-14).


Karena itu, bawalah segala pergumulan kita kepada Tuhan, termasuk segala perasaan kecewa, sedih, takut, dan marah yang kita rasakan. Mintalah kekuatan dan hikmat dari Tuhan supaya kita tetap melihat setiap masalah dengan pikiran jernih dan mengambil keputusan tepat sesuai kehendak-Nya. [STG]