H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 25 September 2026

Renungan Kuncinya Iman, Bukan Hukum

 Santapan Harian

Kuncinya Iman, Bukan Hukum 

Galatia 2:15-21 


Rambu lalu lintas dibuat untuk ditaati. Namun, sering kita lihat orang melanggarnya, entah tidak sengaja karena tidak menyadari, atau dengan sengaja, tanpa memikirkan bahwa pelanggarannya itu dapat merugikan orang lain. Apakah mereka peduli kepada sesama?


Setelah Paulus menegur Petrus atas tindakannya yang munafik, Paulus pun menjelaskan dasar teologis dari tindakan menegurnya itu, yaitu bahwa pembenaran hanya diberikan melalui iman kepada Yesus Kristus, bukan oleh aturan hukum (Taurat).


Rasul Paulus menjabarkan bahwa bahkan orang Yahudi pun tidak dibenarkan oleh hukum Taurat, melainkan oleh iman kepada Kristus (15-16). Ia menepis anggapan (dari kelompok penganut Yudaisme) bahwa iman kepada Kristus hanya mendorong kehadiran dosa. Dengan tegas Paulus menyatakan bahwa jika hukum Taurat bisa menyelamatkan orang percaya, maka kematian Kristus akan sia-sia belaka (17-18). Paulus menyatakan bahwa ia telah "mati bagi hukum" agar ia bisa hidup bagi Allah. Ia berkata, "Aku telah disalibkan dengan Kristus" (19), artinya hidup lamanya telah mati. Sekarang Kristus yang hidup dalam dia mengubah dan menuntun dia (19-20). Akhirnya, ia menutup dengan pernyataan tegas: jika kebenaran datang dari hukum, maka Kristus mati dengan sia-sia (21).


Keselamatan tidak bisa diusahakan oleh manusia, sebaik apa pun perbuatan dan tindakan kesalehan mereka. Kita dibenarkan karena anugerah semata, bukan karena usaha, aturan, atau moralitas. Kematian Kristus sudah cukup. Kurban Kristus secara sempurna sudah membungkus kita dalam anugerah Allah. Menolak anugerah berarti meniadakan karya Kristus. Injil berdiri di atas anugerah, bukan perbuatan.


Bagaimana dengan Anda, apakah Anda masih berupaya keras agar Tuhan sudi menerima Anda? Hari ini, berhentilah mencoba berupaya "menghasilkan" kasih Tuhan. Percayalah bahwa Allah, dalam kesempurnaan kasih-Nya, sudah mengasihi kita! Biarlah hidup kita mencerminkan iman, bukan perasaan takut, gentar atau rasa bersalah. [IBS]












At Desa Toapaya Utara Kepri