H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 01 April 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 1 April Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 01 April 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan belum terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Kondisi kelembapan udara di lapisan atas yang masih relatif rendah juga berpengaruh terhadap rendahnya potensi pertumbuhan awan- awan hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan sepanjang hari namun berpotensi terjadi hujan ringan yang bersifat lokal pada siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 1 April 2026 Prov Kepulauan Riau


Matius 27 : 46

 *“Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”*

๐Ÿ“– *Matius 27:46*


Martin Luther, tokoh reformasi gereja, pernah mengalami masa-masa gelap dalam hidupnya yang jarang dibahas. Di balik keberaniannya menentang sistem yang salah, ia juga mengalami pergumulan batin yang sangat dalam.


Ada waktu-waktu di mana ia: merasa Tuhan jauh, diliputi ketakutan dan kecemasan bahkan bergumul dengan rasa tidak layak di hadapan Tuhan.


Ia pernah mengurung diri berjam-jam, bahkan berhari-hari, hanya untuk bergumul dalam doa dan firman, mencari kepastian akan kasih dan anugerah Tuhan. Bukan karena ia tidak percaya, tetapi justru karena ia sungguh-sungguh mencari Tuhan.


Dalam kesunyian itu, ia tidak melihat jawaban instan. Tidak ada suara dari langit. Tidak ada kelegaan yang langsung datang. Namun ia memilih tetap bertahan.


Ia terus kembali kepada firman Tuhan, sampai akhirnya ia menemukan kebenaran yang mengubahkan hidupnya:

bahwa manusia dibenarkan bukan oleh usahanya, tetapi oleh anugerah Tuhan. Dari pergumulan panjang dalam kesunyian itu, lahirlah pemahaman yang mengubah sejarah gereja.


Ada masa dalam hidup di mana iman terasa sunyi. Saat: doa terasa tidak dijawab, Tuhan terasa jauh, hati terasa kosong dan kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Bahkan Yesus sendiri di kayu salib mengungkapkan kesunyian terdalam. Artinya, kesunyian bukan tanda kita gagal, tetapi bagian dari perjalanan iman.


Seperti Martin Luther, kita juga bisa mengalami: pergumulan batin, pertanyaan yang belum terjawab dan rasa tidak pasti. Namun di tengah semua itu, kita dipanggil untuk tetap bertahan.


Kesetiaan tidak selalu berarti kita merasa kuat,

tetapi kita tetap datang kepada Tuhan walau merasa lemah.


Sering kali, justru dalam kesunyian: iman dimurnikan, hati dibentuk dan pengenalan akan Tuhan diperdalam. Tuhan tidak selalu berbicara dengan cepat, tetapi Dia tidak pernah meninggalkan.


Jika hari ini terasa sunyi, jangan mundur. Tetaplah mencari Tuhan. Tetaplah percaya. Tetaplah berjalan. Karena kesunyian bukan akhir—itu adalah tempat Tuhan sedang bekerja secara tersembunyi.


✝️ *Iman yang bertahan dalam kesunyian akan menjadi iman yang kuat dan dewasa.*


✅ *Bertahan dalam Kesunyian Iman*







Hiduplah Dengan Penuh Hikmat

 Slmt pg buat kita semua..


Kolose 4:5 (TB) Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™










Oleh oleh buras dari Makassar


Renungan Pertarungan Dua Kekuatan

 Santapan Harian

Pertarungan Dua Kekuatan 

Yohanes 18:38-19:16 


Dalam narasi ini, kita menemukan dua tokoh utama yang sangat kontras: Yesus dan Pilatus. Keduanya sama-sama tampil di hadapan publik, tetapi dengan identitas dan kuasa yang bertolak belakang.


Yesus tampil sebagai Raja sejati, meski dalam rupa yang penuh penghinaan: mahkota duri, jubah ungu, dan sindiran "raja orang Yahudi" (19:1-3). Semua ini secara ironis menegaskan kemesiasan-Nya yang telah dinyatakan sejak awal (18:39; bdk. Yoh 1:49; 12:13; 18:37, 39; 19:3, 14, 15, 19). Ia Raja dari atas, dari kerajaan yang bukan dari dunia ini.


Pilatus tampil sebagai wakil kekuasaan tertinggi Romawi di Yudea. Sebagai gubernur, ia memegang kuasa militer dan sipil, termasuk ius gladii, hak untuk menentukan hukuman mati. Pilatus menjadi simbol kekuatan dunia: penuh kuasa, strategis, dan berfokus pada kestabilan politik. Ia duduk di kursi pengadilan dan memimpin sidang terhadap Yesus (19:13).


Pilatus sendiri tidak menemukan kesalahan apa pun pada Yesus (18:38; 19:4, 6) dan bahkan berusaha membebaskan-Nya (19:12). Namun, ia menyerah pada tekanan massa, memilih untuk menyenangkan orang banyak demi mempertahankan kedudukannya (18:39-40; 19:6, 12, 15). Meski demikian, Yesus menegaskan bahwa bukan Pilatus yang membuat-Nya disalib, tetapi karena Ia sendiri yang menyerahkan diri-Nya sebagai bagian dari ketaatan kepada Bapa (19:11).


Ini potret pertarungan dua kekuatan, antara kerajaan Allah dan kerajaan dunia, antara mengosongkan diri dan mempertahankan kedudukan, antara mengorbankan diri dan menyelamatkan diri, antara kebenaran dan ketidakjujuran, antara rendah hati dan tinggi hati, antara kehendak Allah dan kehendak manusia.


Pertarungan ini juga terus dihadapi orang Kristen masa kini di mana pun dan dalam jabatan apa pun. Karena itu, kita dipanggil untuk berani berdiri dalam jalan Kristus meski kehilangan kenyamanan. Sebab, Kristus telah menunjukkan, jalan kemenangan adalah salib, ketaatan kepada Bapa, dan integritas, bukan penindasan, pencitraan, atau kompromi. [JMH]