Slmt pg buat kita semua..
2 Timotius 4:18 (TB) Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
๐๐๐
Slmt pg buat kita semua..
2 Timotius 4:18 (TB) Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
๐๐๐
*“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”*
๐ *2 Timotius 1:7*
Brother Andrew, yang dikenal sebagai “God’s Smuggler”, adalah seorang Kristen Belanda yang dipanggil Tuhan untuk melayani di negara-negara tertutup pada masa Perang Dingin.
Saat banyak gereja di Eropa Barat hidup nyaman dan aman, Brother Andrew justru dipanggil untuk masuk ke wilayah berbahaya—Uni Soviet, Eropa Timur, dan negara-negara yang melarang Alkitab.
Dengan mobil kecilnya, ia menyelundupkan Alkitab melewati pos-pos penjagaan bersenjata. Ia sering berdoa sederhana namun berani: “Tuhan, Engkau membuat mata, sekarang buatlah mereka tidak melihat.”
Berkali-kali mobilnya diperiksa—namun Alkitab-Alkitab di bagasi seakan “tidak terlihat” oleh para penjaga. Ia bukan orang yang luar biasa berani secara alami. Ia mengakui sering gemetar, takut, dan merasa tidak layak.
Namun ia belajar satu hal: ketaatan lebih besar dari ketakutan.
Pelayanannya membangunkan gereja global untuk peduli pada gereja teraniaya dan melahirkan pelayanan besar yang terus berdampak hingga
Wake Up Call sering datang saat Tuhan menantang kita melampaui rasa aman. Tidur rohani bukan selalu soal dosa besar, tetapi soal ketakutan yang dibiarkan menguasai panggilan.
Banyak orang tahu apa yang Tuhan mau, namun berhenti karena:
• takut ditolak,
• takut gagal,
• takut tidak didukung,
• takut kehilangan kenyamanan.
Brother Andrew mengingatkan bahwa keberanian Kristen bukan berarti tidak takut—tetapi melangkah meski takut.
Gereja menjadi “raksasa yang tertidur” ketika panggilan besar dikurung oleh rasa aman kecil. Namun ketika gereja bangun, ia mulai percaya bahwa Tuhan yang memanggil juga Tuhan yang menjaga. Wake Up Call berarti berani berkata:
“Tuhan, aku tidak kuat, tapi aku mau taat.”
✝️ *Ketaatan membuka jalan bagi kuasa Tuhan bekerja.*
✅ *MELANGKAH MESKI TAKUT*
*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*
*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 27 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*
Terpantau diprakirakan belum adanya pola angin signifikan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah hingga berawan sepanjang hari.
๐ *Peringatan Dini:*
Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 1,5 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Pulau Bintan dan Pulau Tambelan;
Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.
☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*
๐ 0811 7786 091
๐งพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371
![]() |
| Prakiraan Cuaca Tanggal 27 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau |
Santapan Harian
Menang atas Tantangan
Yohanes 10:22-39
Istilah 'playing victim' diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.
Sikap ini juga terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus ketika Dia berada di Bait Allah, di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasan-Nya (24).
Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diri-Nya, maksud kedatangan-Nya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, serta kesatuan antara Dia dan Bapa (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrem dengan mencoba melempari Yesus dengan batu (31).
Kemudian, mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diri-Nya dan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus, mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Dia, namun Yesus berhasil luput dari tangan mereka (32-39).
Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namun kehadiran-Nya sering kali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respons positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati telah menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.
Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara kita mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencana-Nya. [ANM]