H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 13 Januari 2026

Renungan Bangun dan Tetap Terjaga

 *“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”*

๐Ÿ“– *Matius 26:41*


Seorang pria bernama Rizky (nama samaran) pernah mengalami masa ketika hidupnya terlihat baik-baik saja. Pekerjaan stabil, keluarga aman, dan rutinitas berjalan lancar. Ia merasa tidak ada alasan untuk khawatir. Namun perlahan, ia mulai longgar dalam hal-hal kecil: doa makin singkat, kepekaan hati menurun, dan kewaspadaan rohani melemah. Ia berkata, “Aku baik-baik saja,” tanpa menyadari bahwa kewaspadaannya sedang tertidur.


Suatu hari, sebuah keputusan kecil yang sembrono berujung pada masalah besar—relasi terganggu dan kepercayaan runtuh. Dalam penyesalan, Rizky berkata, “Aku tidak jatuh karena godaan besar. Aku jatuh karena tidak berjaga-jaga.”


Pengalaman itu membawanya pada kesadaran penting: bangun bukan hanya sekali, tetapi harus terus terjaga.


Wake Up Call tidak berhenti pada kebangunan awal. Setelah bangunan, ada panggilan lanjutan yang sama pentingnya: berjaga-jaga. Tuhan Yesus mengucapkan Matius 26:41 di taman Getsemani—kepada murid-murid yang mengasihi-Nya, namun tertidur ketika kewaspadaan paling dibutuhkan.


Tidur rohani sering datang setelah kita merasa aman. Ketika semuanya terlihat baik, kita cenderung menurunkan penjagaan.

Padahal, iman yang hidup membutuhkan kewaspadaan yang terus-menerus:

▪️berjaga atas pikiran,

▪️berjaga atas sikap,

▪️berjaga atas keputusan kecil sehari-hari.


Berjaga bukan berarti hidup dalam ketakutan, tetapi hidup dengan kesadaran rohani.

Doa menjadi sarana utama untuk tetap terjaga—bukan doa panjang untuk dilihat orang, tetapi doa jujur yang menjaga hubungan dengan Tuhan tetap hidup.


Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita: Bangunlah, lalu berjagalah.

Jangan kembali tertidur setelah Tuhan membangunkanmu.


✝️ *Kebangunan rohani yang sejati dipelihara oleh kehidupan yang berjaga dan berdoa setiap hari.*


✅ *BANGUN DAN TETAP TERJAGA*











Prakiraan Cuaca Tanggal 13 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 13 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang dapat menyebabkan perlambatan massa udara, namun kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan - berawan sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,5 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371




















Prakiraan Cuaca Tanggal 13 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Setia Bersama Tuhan

 Santapan Harian

Setia Bersama Tuhan 

Yohanes 6:67-71 


Dalam pidato di akhir masa hidupnya, Yosua bin Nun menantang orang Israel untuk memilih kepada siapa mereka mau beribadah: kepada ilah-ilah bangsa lain atau kepada Tuhan yang telah menyertai mereka (bdk. Yos 24:15). Pertanyaan senada juga dilontarkan Yesus kepada 12 murid-Nya ketika banyak orang memilih untuk tidak lagi mengikuti-Nya (67).


Jawaban Petrus begitu tegas bahwa mereka tidak akan pergi meninggalkan-Nya (68-69).


Pertanyaan Yesus itu berat dan jawaban Petrus juga tidaklah mudah untuk diucapkan. Petrus sadar bahwa meskipun jalan bersama Yesus tidak selalu mudah, tidak ada yang lain yang dapat memberikan apa yang Ia berikan, yaitu kehidupan kekal. Yesus merespons dengan mengingatkan bahwa Dialah yang telah memilih mereka. Ini menunjukkan, Yesus tahu betul kerapuhan para murid. Yudas nantinya akan mengkhianati-Nya (71). Petrus yang menjawab dengan yakin, nantinya akan menyangkal Dia (lih. Yoh 18:15-18). Sedangkan Tomas, nantinya ia tidak langsung percaya akan kebangkitan-Nya (lih. Yoh 20:24-29).


Kita semua memiliki kerapuhan seperti para murid. Kita sering dihadapkan pada situasi yang membawa kegamangan: memilih setia bersama Tuhan, tetapi tidak mudah; atau, pergi meninggalkan Tuhan, tetapi membawa kenyamanan. Saudara yang aktif melayani di gereja mungkin pernah menghadapi situasi ketika terjadi persoalan internal, misal beberapa orang memilih mundur dari pelayanan. Atau, barangkali Saudara pernah mengalami tawaran menggiurkan yang berkait dengan promosi karier, popularitas, dan kesejahteraan ekonomi jika mau meninggalkan iman kepada Tuhan.


Kita, yang lemah dan rapuh ini, telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pengikut-Nya, menjadi bagian dari keselamatan abadi yang Ia siapkan, sekaligus menjadi rekan untuk mewartakan kasih-Nya kepada dunia. Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna tanpa cacat cela, tetapi Ia meminta kesetiaan dan komitmen kita untuk tetap bersama Dia. Sanggupkah kita setia di tengah tantangan yang kerap menggoyahkan iman? [YWA]