*“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”*
๐ *Yohanes 16:33*
Seorang pria bernama Andi (nama samaran) berada dalam tekanan berat. Di tempat kerjanya, ia mengalami konflik, tuntutan yang tinggi, dan rasa takut akan masa depan. Setiap hari ia bangun dengan perasaan cemas dan lelah. Ia pernah berkata, “Aku tidak kehilangan iman, tapi aku kelelahan menjaga iman itu.”
Dalam tekanan tersebut, Andi belajar satu hal penting: ia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia mulai menyerahkan kekhawatirannya satu per satu dalam doa, bukan sebagai rutinitas, tetapi sebagai jeritan hati.
Tekanan tidak langsung hilang, tetapi hatinya menjadi lebih tenang. Ia menyadari bahwa Tuhan tidak selalu mengangkat beban, tetapi menguatkan orang yang memikulnya.
Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan hidup tanpa tekanan. Sebaliknya, Ia berkata dengan jujur bahwa penderitaan adalah bagian dari perjalanan. Renungan hari ini bukan panggilan untuk lari dari tekanan, melainkan tetap terjaga di tengah tekanan.
Tidur rohani sering terjadi ketika tekanan membuat kita menyerah secara perlahan—bukan dengan keputusan besar, tetapi dengan kelelahan yang dibiarkan. Namun Tuhan Yesus mengingatkan: kemenangan-Nya menjadi sumber kekuatan kita.
Terjaga di tengah tekanan berarti:
▪️tetap berharap meski keadaan belum berubah,
▪️tetap percaya meski jawaban doa tertunda,
▪️tetap melangkah meski tenaga terbatas.
Tekanan dapat menjadi alat pemurnian, bukan kehancuran, jika kita membawanya kepada Tuhan. Di saat terlemah, justru di sanalah kuasa Tuhan dinyatakan paling nyata.
✝️ *Di tengah tekanan, Tuhan tidak meninggalkan—Ia menguatkan dan menopang.*
✅ *TERJAGA DI TENGAH TEKANAN*
 |
| Pagi cerah |