Santapan Harian
Teladan Sang Gembala Agung
Yohanes 10:1-21
Gambaran mengenai gembala yang diambil dari kehidupan orang Israel disampaikan dengan sangat terperinci, memberikan ilustrasi yang indah tentang Yesus sebagai Gembala yang baik. Pada bagian awal, ditekankan bahwa gembala yang baik tidak hanya dikenal oleh domba-dombanya, tetapi juga oleh penjaga kandang. Gembala yang baik mengetahui jalan menuju kandang, dan ketika ia berjalan, domba-dombanya mengikuti dari belakang (1-6). Namun, orang-orang Yahudi tidak memahami apa yang Yesus katakan.
Kemudian, Yesus menerangkan dengan lebih detail lagi gambaran tentang diri-Nya bahwa Dia adalah pintu (7-10) untuk sampai kepada keselamatan. Dalam tradisi beternak orang Yahudi, terdapat dua jenis kandang. Pertama, kandang umum di mana semua orang dalam satu kampung memasukkan hewan-hewan mereka ke tempat yang sama. Kedua, di dalam kandang umum itu terdapat kandang khusus yang dilindungi pintu, dan hanya penjaga pemegang kunci pintu tersebut yang bisa masuk. Artinya, hanya kawanan domba dari pemilik kunci tersebut yang diperbolehkan berada di dalam kandang khusus itu.
Gembala yang baik akan menuntun domba-dombanya ke jalan yang benar serta menjaga mereka dari bahaya. Sebaliknya, ada pula gembala yang tidak baik, yang akan membiarkan domba-dombanya saat bahaya mengancam. Gambaran ini menunjukkan bagaimana Yesus memberikan diri-Nya demi keselamatan manusia. Perkataan Yesus sering kali menimbulkan pertentangan karena banyak orang tidak percaya dan tidak memahami apa yang dikatakan-Nya. Mereka juga tidak mengerti mukjizat-mukjizat yang telah dilakukan-Nya.
Dalam kasih-Nya, Bapa menebus dosa manusia melalui Yesus Kristus, yang menjadi Juru Selamat dunia. Relasi dan pengorbanan ini terjalin dalam bingkai kasih. Sebagai orang-orang yang telah ditebus, kita dipanggil untuk hidup dalam teladan kasih, kesetiaan, dan pengorbanan. Dengan meneladan apa yang dilakukan oleh Yesus, kita menjadi saksi kasih Bapa bagi dunia. [ANM]
