H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 06 September 2026

Renungan Iman di Tengah Pengkhianatan

 Santapan Harian

Iman di Tengah Pengkhianatan 

2 Samuel 15:13-37 


Pengkhianatan pada hakikatnya hanya dilakukan oleh orang yang dekat. Jika bukan orang dekat, bukan pengkhianatan, melainkan serangan. Pengkhianatan pasti menghilangkan kepercayaan kepada si pengkhianat.


Daud yang memilih untuk tidak mengkhianati Saul, ayah mertuanya, dikhianati oleh Absalom (13). Akhirnya, ia harus melarikan diri agar ia tidak dicelakai oleh anaknya (14).


Daud yang memilih tidak mengkhianati Saul-ayah mertuanya-malahan harus menderita dikhianati anak sendiri. Memang Daud tidak sepenuhnya bersih karena pernah mengkhianati kesetiaan Uria.


Namun, ada sedikit penghiburan bagi Daud di tengah pengkhianatan.


Daud melihat kesetiaan para pengikutnya yang tetap mau mengikutinya meski mereka harus meninggalkan kenyamanan (15-18). Walaupun demikian, ada rasa waswas dalam hati Daud.


Perasaan bersalah, kecewa, sedih, dan tidak berdaya benar-benar dirasakan secara nyata oleh Daud (30). Seorang pahlawan yang gagah perkasa harus menangis dan meratap di hadapan orang-orang yang dipimpinnya. Realitas ini juga menghancurkan hati banyak orang. Peperangan Daud kali ini sungguh berbeda, peperangan dengan anak yang sangat dicintainya. Kita akan melihat di bagian Alkitab selanjutnya, betapa hancur hati Daud ketika dia harus kehilangan Absalom.


Satu hal yang luar biasa, di dalam keadaan terpuruk itu, Daud tetap memercayakan kehidupannya kepada TUHAN. Ayat 26 menyebutkan bahwa seandainya TUHAN tidak lagi berkenan kepada dirinya, ia siap menerima apa yang baik di mata TUHAN untuk dirinya. Di sini kita melihat kerapuhan sekaligus kejujuran Daud, yang tidak melihat dirinya lebih baik daripada orang lain, dan sepenuhnya memercayakan hidupnya di tangan TUHAN.


Sadarlah, kita juga pernah mengkhianati Tuhan. Sekarang, maukah kita sadar akan dosa kita dan terus beriman kepada Tuhan? Maukah kita memercayakan hidup kita kepada kemurahan-Nya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan? [JHN]










Happy Sunday



Sabtu, 05 September 2026

Kejadian 16 : 13 TB

 *“Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: ‘Engkaulah El-Roi.’ Sebab katanya: ‘Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?’”*

📖 *Kejadian 16:13 TB*


Hagar adalah budak dari Mesir. Ia tidak memiliki pilihan. Ia tidak memiliki suara. Ia diserahkan Abraham kepada Sara, lalu diberikan kepada Abraham untuk melahirkan anak. Ketika ia mengandung, Sara cemburu dan menindasnya. Hagar melarikan diri ke padang gurun, sendirian, hamil, tanpa masa depan.


Di titik paling hancur, di padang gurun Syur, Tuhan mendatanginya. Bukan Sara yang mencari. Bukan Abraham yang meminta maaf. Tuhan sendiri yang datang dan memanggil namanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Kejadian 16:8.


Hagar memberi nama baru bagi Tuhan: El-Roi – Allah yang melihat aku. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Hagar merasa dilihat. Bukan sebagai budak. Bukan sebagai alat. Tetapi sebagai pribadi.


Paradigma yang diperbaharui: Dunia membuang orang yang tidak berguna. Tuhan justru mencari orang yang dibuang untuk menyatakan bahwa tidak ada satu pun yang luput dari pandangan-Nya. Di tempat pembuangan, mata Tuhan justru paling jelas melihat.


Kesaksian tahun 2015-2023 dari Arab Saudi dan Jawa Tengah ini menjadi kekuatan bagi banyak perempuan.


Siti, usia 23 tahun, asal Brebes. Menikah di usia 17 tahun, diceraikan saat hamil 4 bulan karena suami menikah lagi. Keluarga menolak: “Bawa aib. Jangan pulang.” Untuk bertahan hidup, ia menjadi TKW di Arab Saudi melalui agen ilegal.


Tiga tahun ia bekerja di rumah majikan yang kasar. Gaji sering dipotong. Paspor ditahan. Ia hamil anak kedua akibat pelecehan oleh anak majikan. Ketika ketahuan, ia dipukuli dan diusir ke jalan di tengah malam di Riyadh. Tanpa uang, tanpa dokumen, dengan bayi 2 tahun dan hamil 5 bulan.


Ia tidur di masjid selama seminggu. Setiap malam ia menangis: “Tuhan, apakah Engkau lihat aku?” Seorang pekerja migran Kristen asal Filipina memberinya Alkitab bahasa Indonesia. Ia membuka acak, dan jarinya menunjuk Kejadian 16:13: “El-Roi – Allah yang melihat aku.” Malam itu ia berseru: “Tuhan, jika Engkau melihat Hagar, lihat juga aku.”


Mujizat terjadi. Seorang ibu dari GSJA Riyadh menemukannya dan menampungnya. Gereja mengurus pemulangannya. Di pesawat, ia melahirkan anak kedua. Tiba di Indonesia hanya dengan pakaian di badan.


Tahun 2018, ia memulai dari nol. Menjual gorengan di depan SD. Setiap pagi sebelum berdagang, ia membaca Kejadian 16: “Tuhan melihat aku.” Anak pertamanya sering sakit. Tetangga berkata: “Sudah janda, anak dua, miskin. Hidupmu habis.”


Namun Tuhan melihat. Seorang hamba Tuhan memberinya modal 2 juta. Ia membuka warung kecil “Warung El-Roi”. Ia menyekolahkan anak-anak TKW lain yang ditelantarkan. Tahun 2023, ia mendirikan “Sekolah Harapan Hagar” di Brebes – PAUD gratis untuk 60 anak buruh migran dan single mom.


Di dinding sekolah itu tertulis: “Di sini setiap anak dilihat. Karena dulu ibunya dilihat oleh El-Roi.” Siti bersaksi: “Dunia membuang saya dua kali: suami dan majikan. Firman Tuhan berkata saya ditemukan oleh El-Roi. Pembuangan saya bukan akhir. Pembuangan saya adalah tempat perjumpaan. Mujizat masih ada.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN:* “Kita dibuang dan tidak terlihat.”  

*FIRMAN TUHAN MENEGASKAN:* “Kita dilihat, dipanggil nama, dan dipulihkan oleh El-Roi.”


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Pergilah ke tempat yang sepi. Sebutkan nama lengkap disertai satu luka pembuangan yang dialami. Lalu katakan dengan suara: “Tuhan, Engkau El-Roi. Engkau melihat aku di sini.” Tuliskan Kejadian 16:13 di kartu kecil. Letakkan di dompet sebagai pengingat bahwa tidak ada tempat yang terlalu jauh dari pandangan Tuhan.


🟢 *HAGAR – DARI PADANG GURUN PEMBUANGAN MENUJU SUMUR EL-ROI*









Amen Haleluya


1 Korintus 16 : 18

 Slmt pg buat kita semua.


1 Korintus 16:18 (TB) karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian! 

🙏🙏🙏




Pagi yang Teduh





Ada Mentari





Pagi yang Teduh







Membangun Kembali

 Shalom, selamat pagi Saudaraku 🙏😊


_*MEMBANGUN KEMBALI BAIT SUCI YANG SUDAH HANCUR*_


_*Hagai 1:2-4 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!" Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?*_


Kitab Hagai muncul setelah bangsa Yehuda mengalami pembuangan di Babel. Yerusalem telah dihancurkan dan Bait Allah yang dibangun Salomo juga dihancurkan oleh Babel pada 586 SM (2Raja 25:8–10). Kemudian Persia mengalahkan Babel dan Koresh Raja Persia mengizinkan orang Yahudi kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Allah (Ezra 1:1–4)


Bait Allah di Yerusalem secara fisik dibangun oleh Raja Salomo namun dihancurkan besar²an sbb:

* 586 SM — dihancurkan Babel di bawah Nebukadnezar II.

* 70 M — dihancurkan Romawi di bawah Titus


Namun Bait Allah yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri _*1 Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?*_ 

Secara rohani diri kita ini harus dilahirkan kembali, dibangun dan dipelihara secara rohani agar memiliki pertumbuhan rohani dan menghasilkan buah Roh. 


Pemberitaan INJIL merupakan pembangunan Bait Suci seseorang, ketika INJIL diberitakan, orang itu bertobat, berbalik dari kejahatannya dan menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya secara pribadi serta hidup dalam Kebenaran Kristus, maka kita sudah melakukan "pembangunan Bait Suci". Itulah sebabnya pesan terakhir Tuhan Yesus sebelum terangkat ke Surga, _*Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,*_ 

dan firman di atas bukan "himbauan, pilihan" melainkan "perintah Agung" yang Tuhan titipkan kepada para murid untuk dijalankan. Mari Saudaraku, kita harus terlibat dalam Pemberitaan INJIL, kalaupun kita tidak sempat (karena tugas pekerjaan) dapat juga melalui dukungan Doa dan/atau Dana, karena dengan dukungan Doa dan Dana dari Bapak Ibu maka Pemberitaan INJIL semakin hebat dan massif, nama Yesus Kristus dimuliakan, amin 


Terima kasih

Tuhan Yesus memberkati




Semangat Pagi




Tetap Semangat






The Father's Will Is The Best

 *The Father's Will is the Best*

[Kehendak Bapa Sebagai Yang Terbaik]


*1 Petrus 2:25,* _"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu"._


Beberapa kata penting dari ayat ini: ada kata *πρόβατα (probata)* — domba.→Gambaran tentang manusia yang membutuhkan pimpinan dan perlindungan. Lalu ada kata *πλανώμενοι (planōmenoi)* — tersesat, mengembara, menyimpang dari jalan yang benar.→Kata ini bukan sekadar "tidak tahu arah," namun menggambarkan kehidupan yang berada di luar jalan yang seharusnya. Kemudian ada kata *ἐπεστράφητε (epestraphēte)* — kamu telah kembali/berbalik.→Bentuk ini menunjukkan suatu tindakan berbalik kepada seseorang atau suatu tujuan. Selanjutnya ada kata *ποιμήν (poimēn)* — gembala. Gambaran seseorang yang memimpin, memberi makan, menjaga, dan melindungi domba. Juga ada kata *ἐπίσκοπος (episkopos)* — pengawas, penjaga, atau pemelihara.→Dari kata ini muncul istilah _"episkopos"_ yang kemudian berkaitan dengan jabatan uskup. Dan ada kata *ψυχῶν (psychōn)* — jiwa-jiwa, kehidupan batin/pribadi manusia. Jadi bukan hanya "perasaan," tetapi seluruh kehidupan manusia sebagai pribadi. Sebagai pengertiannya, Petrus sedang menggambarkan perubahan keadaan manusia karena Kristus.→ _"Dahulu kamu seperti domba yang tersesat"_ menunjukkan keadaan manusia sebelum kembali kepada Kristus. Domba yang tersesat tidak hanya kehilangan lokasi; ia juga kehilangan arah, rentan terhadap bahaya, dan tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Namun kemudian Petrus berkata: _"Sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pengawas jiwamu"._→ Ini sangat indah. Keselamatan bukan hanya berarti kita keluar dari dosa, tetapi kita kembali kepada Pribadi yang menjadi Gembala kita. 


Kristus bukan hanya menunjukkan jalan lalu meninggalkan kita. Ia menjadi: Gembala→ memimpin, memberi makan, menjaga, dan melindungi. Pemelihara/Pengawas jiwa→ memperhatikan kehidupan kita secara terus-menerus dan tidak mengabaikan keadaan batin kita. Dengan demikian, inti ayat ini adalah: Kita yang dahulu hidup tanpa arah dan jauh dari Allah, melalui Kristus telah kembali kepada Dia yang sekarang memimpin, menjaga, dan memelihara seluruh kehidupan kita.→Kata "sekarang" *(νῦν, nyn)* juga penting. Petrus memberikan kontras yang jelas: dahulu tersesat, sekarang sudah kembali. Injil menghasilkan perubahan arah hidup. Sebagai penerapannya: *① Jangan lagi hidup berdasarkan arah kita sendiri.*→Bilamana kita menyadarinya bahwa dahulu kita seperti domba yang tersesat, maka kita perlu belajar mempercayai pimpinan Sang Gembala. Dalam keputusan pekerjaan, keluarga, pelayanan, hubungan, maupun masa depan, pertanyaannya bukan hanya: _"Apa yang saya inginkan?"_ Tetapi: _"Tuhan, ke mana Engkau sedang memimpin saya?"_ Mengikut Kristus berarti menyerahkan hak untuk menentukan arah hidup hanya berdasarkan kehendak sendiri. *② Ketika kita lemah atau takut, datanglah kepada Gembala.*→Domba membutuhkan gembala karena domba tidak selalu mampu melindungi dirinya sendiri. Demikian pula, ketika kita mengalami kecemasan, kebingungan, kegagalan, atau merasa sendirian, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Kristus sebagai Gembala dan Pemelihara jiwa. Artinya, kita boleh membawa seluruh keadaan hidup kita kepada-Nya. Bukan berarti orang percaya tidak akan mengalami masalah. Namun kita tidak menghadapi masalah tersebut sebagai orang yang tidak memiliki Gembala. *③ Jangan kembali ke jalan yang dahulu membuat kita tersesat.*→ Kata *ἐπεστράφητε (epestraphēte)* — _"telah kembali"_ mengandung gambaran perubahan arah. Kalau kita sudah kembali kepada Sang Gembala, kehidupan kita selayaknya tidak terus-menerus kembali kepada pola hidup yang lama. 


Pertobatan bukan hanya berkata, _"Saya menyesal,"_ pertobatan juga berarti berbalik dan terus berjalan bersama Sang Gembala. Jadi pertanyaan praktisnya: _"Apakah ada bagian dalam hidup saya yang masih saya jalani seolah-olah Kristus bukan Gembala saya?"_ Ingatlah, bahwa Kristus bukan hanya Gembala yang membawa kita pulang; Dia juga Gembala yang terus memimpin kita setelah kita pulang. Hal lainnya, dimana umumnya perjalanan rohani manusia sering kali dimulai dari titik yang mana kita merasa bebas untuk menentukan arah hidup sendiri. Pra seseorang mengalami pemulihan martabat sebagai anak-anak Allah, maka ada kecenderungan hidup dengan kehendak serta keinginan pribadi yang liar. Sesuai kebenaran, bahwa kebebasan semu tersebut sebagai bentuk keterasingan dari sumber kehidupan. Tetapi, saat anugerah Tuhan menjamah kita, lalu diangkat menjadi anak-anak Allah, dan suatu paradigma baru harus ditegakkan: kita ada kemauan belajar hidup di dalam kebenaran yang mutlak. Untuk _menjadi domba yang telah ditemukan_ berarti mempunyai kemampuan spiritual untuk mendengar serta mengenali suara Sang Gembala. Jadi hubungan demikian bersifat dinamis; Sang Gembala berjalan di depan, lalu domba berjalan di belakang untuk mengikuti-Nya. Pada titik inilah letak ujian kedewasaan rohani, dimana pengikut Kristus yang sejati tidak lagi meminta Tuhan mengikuti rencananya, tetapi dengan menundukkan seluruh hidupnya untuk berjalan di jalur yang ditentukan Sang Gembala.→kita mulai mengerti serta menghayati apa yang disebut sebagai kehendak Bapa. Dan kita tidak lagi bernegosiasi dengan Tuhan demi mendapatkan kenyamanan, tetapi menyerahkan diri seutuhnya supaya rencana agung-Nya tergenapi via keberadaan kita di dunia ini. Camkanlah, bahwa kehendak Tuhan acap kali mendesak pengorbanan ego, lalu membuat martabat ilahi kita bersinar paling terang.Hiduplah dengan kesadaran bahwa kehendak Bapa sebagai yang terbaik, walaupun jalan yang harus ditempuh mungkin terjal. Jonathan Edwards memaknai: Kembali kepada Gembala berarti bukan hanya meminta pertolongan-Nya, namun menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam kehidupan kita. Edwards menyatakan, _“Christ is not valued at all unless He is valued above all”_ [Kristus tidak benar-benar dihargai jika Dia tidak dihargai di atas segala sesuatu].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*




Hijau Alam Kami





Cerah Hari Ini







Bertobat dan Berjagalah

 Shalom, selamat pagi Saudaraku 🙏😊 


*BERTOBATLAH, DAN BERJAGALAH, KEDATANGAN TUHAN YESUS SUDAH SEMAKIN DEKAT*


_*Matius 24:38-39 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia*_


Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sudah semakin dekat, oleh sebab itu bertobatlah, rendahkan dirimu di kaki TUHAN dan mohon pengampunan, sebab tanda² sudah banyak terjadi: ada peperangan, bencana alam, kelaparan, penganiayaan, penyesatan (ajaran palsu), murtad, tanda² aneh di langit, di bumi, cinta uang, dst. (Matius 24, 3-12)


Sebagian besar manusia tidak tahu akan tanda² kedatangan Tuhan Yesus, sehingga sama seperti di zaman Nuh, semua orang sibuk dengan urusannya masing² tanpa mau mempersiapkan diri dan keluarga dalam menyambut kedatanganNya. _*Matius 24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.*_


Mari tanggalkan dan tinggalkan dosa yang merintangi mu sekarang juga, jangan tunda², jangan merasa sayang untuk meninggalkannya , ingatlah bahwa engkau hidup bukan karena kehebatanmu, kekayaanmu dan hasil usaha mu, melainkan anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus. 

 

Tinggalkan sekarang juga, dosa perzinahan (pornografi), pencurian/korupsi, dusta (kebohongan), menyimpan kebencian (sakit hati yang dipendam), pertengkaran/permusuhan, dll, sebab kedatangan Tuhan Yesus tidak akan bertangguh, bertobatlah _*Habakuk 2:3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sesungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.*_



Terima kasih 

Tuhan Yesus memberkati 🙏











Apakah Hambamu Ini ?

 *“Mephiboset sujud dan berkata: ‘Apakah hambamu ini, sehingga engkau memperhatikan anjing mati seperti aku?’ Lalu berkatalah raja kepadanya: ‘Janganlah takut, sebab aku pasti menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.’”*

📖 *2 Samuel 9:7-8 TB*


Mephiboset adalah cucu Raja Saul. Usia 5 tahun, ia jatuh dari gendongan pengasuhnya saat keluarga kerajaan melarikan diri. Kedua kakinya lumpuh. Ia tumbuh di Lodebar – artinya “tanah yang tidak ada apa-apanya”. 


Di mata dunia, Mephiboset adalah aib. Keturunan raja yang gagal. Cacat. Tidak berguna. Ia menyebut dirinya “anjing mati”. Ia sembunyi karena takut Raja Daud akan membunuhnya sebagai sisa keluarga Saul.


Namun Daud mencari dia. Bukan untuk membunuh. Tetapi untuk menunjukkan kasih setia karena perjanjian dengan Yonatan. Mephiboset diangkat dari Lodebar, diberi seluruh harta Saul, dan seumur hidup makan semeja dengan raja. Kakinya tetap lumpuh. Namun identitasnya berubah: dari “anjing mati” menjadi “anak raja”.


Paradigma yang diperbaharui: Luka fisik tidak membatalkan panggilan ilahi. Dunia melihat kecacatan dan membuang. Raja melihat perjanjian dan memulihkan. Di meja raja, kaki yang lumpuh tertutup oleh taplak. Yang terlihat bukan kekurangan, tetapi kasih karunia.


Kesaksian tahun 2020-2024 dari Manado ini menyentuh jutaan hati. Elohim, lahir dengan Down Syndrome. Dokter berkata kepada orang tuanya: “Anak ini tidak akan bisa bicara normal. Tidak akan sekolah normal. Beban seumur hidup.” Beberapa kerabat menyarankan: “Taruh saja di panti. Fokus ke anak yang normal.”


Mama Rina, ibunya, menolak. Setiap malam ia memangku Elohim dan berkata: “Nak, engkau bukan beban. Engkau perjanjian Tuhan untuk keluarga ini.” Ia membacakan 2 Samuel 9 setiap ulang tahun Elohim.


Usia 7 tahun, Elohim belum bisa bicara jelas. Tetapi ia suka bersenandung. Satu nada: “Yesus... Yesus... baik...” Mama Rina merekamnya dengan ponsel. Ia mengunggah ke Facebook dengan caption: “Suara dari Lodebar”.


Video itu viral. 2 juta penonton dalam seminggu. Komentar masuk: “Saya batal bunuh diri karena suara anak ini.” “Anak saya autis. Saya belajar mengasihi setelah lihat Elohim.” Gereja-gereja mengundang Elohim “menyanyi”. Ia hanya bisa satu kalimat, tetapi urapan Tuhan nyata.


Tahun 2023, Elohim diundang ke Istana Negara dalam peringatan Hari Anak Nasional. Presiden memeluknya dan berkata: “Kamu anak istimewa Indonesia.” Ia duduk semeja dengan para menteri. Kakinya normal, tetapi jalannya lambat. Namun di meja itu, yang terlihat bukan Down Syndrome-nya. Yang terlihat adalah anugerah Tuhan.


Saat ini Elohim berusia 12 tahun. Ia memiliki kanal YouTube “Suara Lodebar” dengan 800.000 subscriber. Ia tidak bisa khotbah. Ia hanya tersenyum dan berkata: “Yesus sayang Elohim. Yesus sayang kamu.” Ribuan orang dipulihkan.


Mama Rina bersaksi: “Dunia berkata anak saya ‘anjing mati’ – tidak berguna, memalukan. Firman Tuhan berkata ia diundang makan semeja dengan Raja. Down Syndrome tidak disembuhkan Tuhan. Tetapi stigma dunia disembuhkan. Luka ini tidak dibuang Tuhan. Luka ini dipigura Tuhan di atas meja-Nya. Mujizat masih ada.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN:* “Kita cacat dan tidak layak.”  

FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita diundang makan semeja dengan Sang Raja karena perjanjian kasih-Nya.”


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Sebutkan satu “kecacatan” – fisik, masa lalu, atau kelemahan – yang membuat rasa malu. Tuliskan di kertas: “Ini membuat aku seperti ‘anjing mati’.” Lalu di bawahnya tuliskan 2 Samuel 9:7: “Jangan takut, Aku menunjukkan kasih-Ku kepadamu... engkau akan tetap makan sehidangan dengan Aku.” Letakkan kertas itu di meja makan. Setiap kali makan, ingatlah: ada kursi di meja Raja untuk pribadi yang terluka.


🟢 *MEPHIBOSET – DARI LODEBAR YANG TERLUPAKAN MENUJU MEJA RAJA*





Berkati Rumah Ini Amen





Hijau Alam Kami







Mazmur 135 : 14

 Slmt pg buat kita semua


Mazmur 135:14 (TB) Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan sayang kepada hamba-hamba-Nya. 

🙏🙏🙏





Kandang Ayam Mini







Lukas 21 : 17 - 19

 Slmt pg buat kita semua..


Lukas 21:17-19 (TB) dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.

Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

🙏🙏🙏





Pupuk Dedaunan







Tentang Meremehkan Firman

 *Meremehkan Firman*

Yesaya 28:7-13


Para nabi serta imam di Efraim dan Yerusalem mabuk karena terlalu banyak minum anggur dan arak. Akibatnya, bukan hanya jalan mereka yang terhuyung-huyung dan tersandung-sandung. Lebih dari itu, pikiran mereka menjadi kacau, tak dapat lagi memahami penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah. Imam-imam tak dapat lagi memutuskan perkara yang dihadapkan kepada mereka.


Parahnya, dalam kemabukannya, mereka meremehkan pesan Tuhan yang disampaikan Yesaya. Seolah-olah hal itu hanyalah omong kosong yang membosankan dan kekanak-kanakan. Pada akhirnya, oleh karena mereka menolak firman, Tuhan akan berbicara melalui bahasa asing (bangsa penyerbu-Asyur). Firman yang semestinya memberi kelegaan dan istirahat, akan diubah menjadi hukuman dan penghakiman. Mereka akan dipaksa belajar melalui hukuman dari bangsa asing.


Inilah pentingnya sikap rendah hati dalam menerima pemberitaan firman Tuhan. Sekalipun firman Tuhan terasa terlalu sederhana dan berulang-ulang kita terima, bukan berarti kita dapat meremehkannya. Selangkah demi selangkah, pedoman demi pedoman dilanjutkan dengan pedoman lain untuk lebih menguatkan. Aturan kesalehan ditambah dengan aturan keadilan, aturan keadilan ditambah aturan kasih. Dengan demikian, kita tidak terbebani terlalu berat dalam mempelajari firman. Tahapan yang sederhana dan teknik pengulangan juga memudahkan kita untuk memahami dengan sungguh sesuai maksud dan kehendak Allah. Pemahaman yang benar inilah bekal kita menyatakan setiap firman Tuhan dalam laku hidup sehari-hari.


FIRMAN TUHAN DISAMPAIKAN SECARA SEDERHANA DAN BERULANG SUPAYA

KITA SUNGGUH MENGERTI DAN SENANTIASA MELAKUKANNYA SETIAP HARI


Selamat pagi dan selamat beraktivitas 😇















Takut dan Hormat Akan Allah

 Santapan Rohani

*Takut dan Hormat Akan Allah*

Ulangan 10 :12-15


“Aku pernah membunuh orang di masa lalu,” kata Tanitan, “tetapi sejak aku memilih untuk percaya kepada Yesus Kristus, Dia tidak akan membiarkanku melakukan hal-hal seperti itu lagi.” Tanitan, anggota suku Ilongot yang tinggal di pegunungan Sierra Madre, Filipina, berasal dari masyarakat dengan budaya berburu kepala, yaitu praktik memburu manusia dan memenggal kepala mereka. Setelah membandingkan hidupnya sebelum dam sesudah mengenal Allah, Tanitan berkata, “Dulu, aku takut mati, tetapi tidak takut membunuh. Sekarang, aku takut membunuh, tetapi tidak lagi takut mati.”


Saat membaca kisah Tanitan dalam buku To the Headhunters of Sierra Madre karya Florentino Santos, saya berpikir bagaimana sikap takut dan hormat yang baru ia miliki akan Allah menumbuhkan kerinduan dalam dirinya untuk taat kepada Sang Maha Kuasa. Saya teringat pada kata-kata Musa kepada bangsa Israel sebelum mereka memasuki tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka: “Apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, Allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu” (Ul. 10:12). Sikap takut dan hormat akan Allah perlu diwujudkan dalam ketaatan kepada-Nya. Umat Allah harus “hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, . . . [dan] berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan” (ay.12-13).


Sebagai orang percaya, sikap hormat yang mendalam terhadap kekudusan Allah mendorong kita untuk membenci kejahatan dan mau melakukan apa yang berkenan kepada-Nya (Ams. 8:13). Mari memohon kepada Allah agar kita dimampukan untuk memiliki sikap takut dan hormat akan Dia di dalam hidup kita. 


Selamat Pagi Kakak dan Abang, Mari bersaat teduh sejenak sebelum memulai aktivitas kita😇

God Blesssss😇😇




Jemuran Kami ^^





Taman Depan Rumah






Renungan

 *Santapan Harian*

Dihantui Kesalahan Masa Lalu

2 Samuel 13:1-22


Kesalahan fatal yang pernah kita perbuat dapat memengaruhi apa yang kita lakukan pada hari ini. Bahkan, terkadang ketika kita melihat orang lain melakukan kesalahan yang mirip, kita kelu dan tidak bisa bertindak apa-apa karena kita merasa tidak layak.


Walau Daud telah menerima pengampunan dari Tuhan (lih. 2Sam 12:13), sepertinya kesalahannya masih membekas dan menghantui dirinya. Hal ini terlihat dari caranya merespons perbuatan Amnon.


Amnon yang melihat perbuatan semena-mena ayahnya bisa saja berpikir: "Ayahku yang raja Israel saja berlaku seperti itu, mengapa aku tidak bisa berlaku seperti itu juga?" Maka, ketika ia jatuh cinta kepada Tamar, adik tirinya, ia tidak segan berpura-pura sakit (1-5), meminta Tamar datang merawatnya (6-8), dan dengan sengaja membuat dirinya berada berdua dengan Tamar di dalam kamarnya (9-10), lalu memaksakan hawa nafsunya kepada Tamar (11-14).


Akhirnya, terjadilah kejahatan yang melahirkan kebencian dan kehinaan (15-20). Kejahatan ini menghancurkan relasi di dalam keluarga Daud yang nantinya menjadi penyebab kematian Amnon sendiri (lih. 2Sam 13:28-29), dan yang nantinya juga menewaskan banyak orang (lih. 2Sam 18:6-8).


Respons Daud terhadap perbuatan Amnon sangatlah menyedihkan. Daud "sangat marah" (21), tetapi hanya itu responsnya. Ia tidak menegur, mengadili, ataupun menghukum Amnon. Respons itu pasti amat mengecewakan bagi Tamar dan juga Absalom yang sangat menyayangi adik kandungnya itu (22).


Barangkali Daud melihat cerminan dirinya pada Amnon sehingga ia juga merasa tidak layak dan marah dengan dirinya sendiri. Padahal, ia seharusnya bisa menegur dan menghukum anaknya itu, sama seperti Tuhan menegurnya dengan keras dan menghukumnya dengan konsekuensi atas perbuatannya.


Hati-hatilah dengan kesalahan masa lalu yang masih menghantui. Kita harus bertanggung jawab atasnya, tetapi kita tetap berkewajiban untuk melawan kejahatan dan menegakkan keadilan. Tuhan rindu agar kita menerima pengampunan-Nya dengan terbuka. 


Selamat pagi abang kakak.

Tuhan Yesus memberkati.




Happy Saturday




Morning Glory





Yesus Mengampuni


Prakiraan Cuaca Tanggal 5 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhir pekan*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 5 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan dan kuatnya tiupan angin pada lapisan atmosfer atas di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah hingga cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 5 September 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Keluarga yang Rapuh dari Dalam

 Santapan Harian

Keluarga yang Rapuh dari Dalam 

2 Samuel 15:1-12 


Dalam kehancuran sebuah keluarga, sering pihak luar yang disalahkan. Perbuatan orang luar yang mengganggu sebuah keluarga pastilah salah. Namun, apabila komunikasi dan kasih keluarga itu kuat, apakah orang luar dapat mengusiknya? Tidak semudah itu. Demikianlah keluarga Daud, bukan orang asing yang melemahkan kerajaannya, melainkan anaknya sendiri, Absalom.


Usaha kudeta dimulai oleh Absalom setelah Daud menemui dan menciumnya (1; lih. 2Sam 14:33). Terlihat bahwa tidak ada pemulihan relasi antara Absalom dan Daud. Kepahitan hati membuat Absalom membulatkan tekad mengudeta ayahnya.


Alkitab dengan jelas mencatat besarnya karisma Absalom. Ia dipuji karena ketampanannya (lih. 2Sam 14:25-26). Ia menggunakan karismanya untuk menerapkan strategi yang cerdik.


Dengan sengaja Absalom menemui setiap rakyat yang ingin bertemu dengan Daud (2). Ia memanfaatkan celah di mana tidak ada orang dari pihak raja yang mau mendengarkan perkara orang Israel (3) untuk menekankan ketidakpedulian Daud sebagai raja dan kepedulian dirinya seandainya ia diangkat menjadi hakim (3-4). Dengan cerdas, ia mempromosikan dirinya sebagai pemimpin yang lebih baik bagi mereka (5-6).


Selama empat tahun Absalom mengumpulkan kepercayaan rakyat. Kemudian, dengan alasan untuk beribadah kepada TUHAN, ia pergi ke Hebron, tempat di mana ia akan menjadikan dirinya sendiri seorang raja (7-10).


Seandainya Daud dan Absalom memiliki relasi yang sehat, mustahil terjadi persekongkolan dan kudeta. Bila mereka menjaga komunikasi yang terbuka dan ikatan kasih yang erat, Daud tidak akan kehilangan kesetiaan rakyat dan penasihatnya, serta Absalom tidak akan merebut dukungan dan simpati rakyat bagi dirinya.


Mari kita belajar untuk berani bersikap jujur atas kerapuhan yang ada dalam relasi keluarga kita. Dengan melihat kembali kondisi diri dan keluarga, kita dapat melihat apa saja yang perlu dibicarakan baik-baik dan dibenahi bersama, agar kerapuhan tidak berujung pada kehancuran. [JHN]



Baca Gali Alkitab 10


2 Samuel 15:1-12


Absalom yang ambisius berhasil memenangkan hati orang-orang dengan menampilkan diri sebagai pemimpin yang adil, sekaligus secara halus melemahkan otoritas Daud. Ia menipu ayahnya dengan dalih sumpah, mengumpulkan para pendukung setia di Hebron, dan mengumumkan dirinya sebagai raja. Bagian ini menyoroti praktik manipulasi, pengkhianatan, serta bahaya ambisi yang sombong terhadap otoritas yang dipilih Allah, sekaligus mengingatkan kita akan kekuatan merusak dari tipu daya, dan pentingnya kesetiaan kepada kepemimpinan yang ditunjuk Allah.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang Absalom sediakan baginya? (1)

2. Apa yang ia lakukan dan katakan di tepi jalan menuju pintu gerbang? (2-4)

3. Bagaimana ia mencuri hati orang Israel? (5-6)

4. Apa permohonan Absalom kepada Daud, dan apa respons Daud? (7-9)

5. Apa pesan yang Absalom kirimkan ke seluruh Israel? (10)

6. Siapa yang ia undang mendukung persekongkolannya? (11-12)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa yang dapat menyebabkan dan memperparah keretakan relasi dalam keluarga?

2. Apakah perbuatan Absalom dalam mencuri hati orang Israel patut dikagumi? Mengapa, atau mengapa tidak?

3. Bagaimana kita seharusnya menjaga relasi kita dengan orang-orang terdekat kita?


Apa respons Anda?

1. Bagaimana Anda akan mendoakan relasi keluarga Anda agar makin erat, jujur, dan terbuka?

2. Apa yang tidak akan Anda lakukan, dan sebaliknya, yang harus Anda usahakan agar tidak ada kepahitan dalam keluarga Anda?


Pokok Doa:

Mohon kepada Tuhan agar keluarga hidup bersama dengan saling memperhatikan, menjaga, mengasihi, dan memulihkan.








Kitab 2 Korintus, 5 September 2026

 2 KORINTUS 


Penulis kitab ini adalah Paulus.


Kitab ini memberitahukan kepada orang Korintus bahwa Paulus mengasihi mereka, walaupun gereja mereka banyak masalah.


Kitab ini adalah surat yang Paulus kirim kepada orang Kristen yang berada di kota Korintus.


Kitab ini ditulis sekitar tahun 58, di Makedonia.











Jumat, 04 September 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 4 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 4 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kuatnya tiupan angin pada lapisan atmosfer atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)





















Prakiraan Cuaca Tanggal 4 September 2026 Prov Kepulauan Riau

Renungan Kepahitan Hati

 Santapan Harian

Kepahitan Hati 

2 Samuel 14 


Bagaimana perasaan kita jika kita mengetahui bahwa ayah atau anak yang kita banggakan melakukan tindakan keji? Tentu, perbuatan itu tak dapat diterima. Karena kepahitan hati, seorang ayah dan anak bisa putus kontak, dan enggan bertemu.


Inilah yang sepertinya dirasakan oleh Absalom. Hatinya pahit karena kakaknya memerkosa adiknya, sementara ayahnya tidak melakukan apa-apa. Ia pun mengambil tindakan sendiri, membunuh Amnon, lalu melarikan diri (lih. 2Sam.13:37).


Inilah juga yang barangkali dirasakan oleh Daud. Ketika Absalom pergi selama tiga tahun, ia tidak berusaha mencarinya. Justru Yoablah yang mengupayakan agar Absalom bisa berjumpa dengan Daud (1-20). Lewat seorang perempuan bijak dari Tekoa, Yoab menyampaikan permohonan agar Daud mau menerima kepulangan Absalom. Namun, setelah Absalom pulang ke Yerusalem, selama dua tahun Daud tidak mau menemui anaknya itu (24).


Absalom hanyalah seorang anak yang terluka oleh orang-orang terdekatnya; tidak diceritakan bahwa pada awalnya dia berperangai buruk. Bahkan ia amat dipuji karena ketampanannya di seluruh Israel. Bisa jadi, dendamnya adalah reaksi atas ketidakadilan yang dilihatnya di tengah keluarganya sendiri.


Kepada Yoab, Absalom mengatakan bahwa lebih baik ia dihukum mati daripada tidak diacuhkan oleh Daud karena ia tidak merasa bersalah (32).


Memang, pada akhirnya Daud menemui Absalom dan menciumnya (33). Namun, sepertinya belum terjadi rekonsiliasi. Pertemuan mereka belum membawa perdamaian. Hal itu terbukti kemudian ketika akhirnya Absalom memberontak melawan Daud (lih. 2Sam 15).


Betapa menyedihkan, relasi ayah dan anak menjadi kepahitan hati. Kepahitan inilah yang menghalangi kasih dan menimbulkan ketidakpedulian. Kepahitan hati seperti ini harus diatasi secara tuntas sebelum menyebabkan kekerasan dan kepahitan yang lebih besar lagi.


Mari kita periksa hati kita masing-masing: adakah kepahitan hati yang lahir dari kekecewaan? Akuilah dengan jujur kepada Tuhan dan mintalah penyembuhan dari-Nya. [JHN]






Kamis, 03 September 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 3 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 3 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kuatnya tiupan angin pada lapisan atmosfer atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi tinggi gelombang mencapai 1.3 m (kategori sedang) di Perairan Kep. Bintan pada tanggal 03 September 2026

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 3 September 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Keadilan yang Terdistorsi

 Santapan Harian

Keadilan yang Terdistorsi 

2 Samuel 13:23-39 


Keadilan harus senantiasa disuarakan, terutama oleh orang Kristen. Allah kita adalah Allah Yang Maha Adil. Namun demikian, perjuangan akan keadilan bisa menjadi membahayakan jika di baliknya tersembunyi kebencian, yang akan mendistorsi keadilan itu sendiri dan mendatangkan tragedi pertumpahan darah yang penuh kekerasan.


Absalom jelas melihat ketidakadilan terjadi di dalam rumahnya sendiri. Daud, ayahnya yang dibanggakan dan dihormatinya, yang adalah pemimpin bangsa dan pemimpin rohani yang dikagumi dan dipuja, yang seharusnya adil, justru berbuat tidak adil.


Pastilah Absalom penuh dengan kekecewaan. Ia mencari ruang untuk keadilan yang seharusnya ditegakkan. Ketika semua orang diam, ia merasa bahwa dialah yang harus menegakkan keadilan itu. Selama dua tahun, Absalom menyimpan kemarahannya.


Ketika kesempatan muncul, di tengah kebenciannya, ia merencanakan kepergiannya bersama Amnon, lalu membunuhnya (23-29), dan akhirnya melarikan diri selama tiga tahun (37-38).


Barangkali ada yang berpendapat bahwa perbuatan Absalom itu adil karena ia hanya membunuh Amnon dan membiarkan semua putra raja yang lain melarikan diri (30-36). Apakah dapat dikatakan ia menghadirkan keadilan yang seharusnya dihadirkan oleh Daud yang adalah raja Israel?


Sejatinya, keadilan yang Absalom perjuangkan bukan keadilan yang mulia dan terpuji, melainkan keadilan yang penuh dendam yang menghasilkan tragedi pertumpahan darah anggota keluarga. Perjamuan pengguntingan bulu domba yang seharusnya menjadi tempat keramahan dan sukacita pada hari itu menjadi ruang kematian dan dukacita.


Selalu perjuangkanlah keadilan dengan hati yang murni. Teruslah dengan jujur memohon pengampunan dan pembentukan dari Tuhan agar teriakan kita terhadap keadilan tidak terdistorsi oleh kebencian yang dipendam di dalam hati kita. Kiranya apa yang kita perjuangkan benar-benar keadilan yang Tuhan kehendaki, yang mendatangkan kebenaran dan kehidupan.[JHN]