H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 17 Oktober 2026

Efesus 2 : 10

 *Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.*


https://alkitab.app/v/80471774d4fa


Kita adalah buatan Allah, produk dari visi Allah. 

Allah telah memutuskan apa yang bisa dan seharusnya terjadi dalam hidup kita.

Melalui Kristus, Dia telah dan akan terus menghasilkan perubahan dalam diri kita sesuai gambaran yang dimiliki-Nya tentang apa yang dapat dan seharusnya terjadi dengan hidup kita. 


Kita telah divisikan dan dibentuk untuk suatu tujuan khusus yaitu melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah untuk kita lakukan. 


Visi Allah untuk kehidupan kita adalah hal-hal yang akan membuat hidup kita memiliki dampak jauh melampaui kehidupan ini, karena visi tersebut selalu mempunyai unsur kekekalan.


Tanpa visi Allah, kita akan mendapati hidup pada posisi yang terlalu umum, yaitu kehidupan yang didedikasikan untuk mengumpulkan hal-hal yang bersifat materi atau duniawi. 

_(Disadur dari buku Visioneering)._


Selamat pagi abang kakak dan teman-teman Alumni. 

Selamat bekerja, beraktivitas, berlatih, tanpa kehilangan visi. 

Tuhan memberkati kita semua. 🙏






1 Raja Raja 18 : 41 - 45

 1 Raja-raja 18:41-45 (TB) Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."

Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 

Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. 

Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan." 

Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.


https://alkitab.app/v/527fb46bbac5



Allah kita yang Hidup dari dulu sampai sekarang... akan mendatangkan hujan. 


Ditengah keputus asaan teman2 yang di Kalteng, hujan seolah tidak akan datang dan awan dipenuhi asap tebal dan kering kerontang...tidak ada embun...yang memungkinkan hujan ...maka Tuhan yang maha kuasa akan mendatangkan hujan. Firman ini akan menguatkan kita.






Filipi 2 : 14

 Slmt pg buat kita semua..


Filipi 2:14 (TB) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 

🙏🙏🙏


"Cheap grace means the justification of sin without the justification of the sinner"

Dietrich bonhoeffer



Yeremia 18:4 (TB)  

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

🙏🙏🙏





1 Raja Raja 18 : 41 - 45

 Slmt pg buat kita semua.


Zakharia 7:9 (TB) "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! 

🙏🙏🙏


1 Raja-raja 18:41-45 (TB) Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."

Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 

Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. 

Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan." 

Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.


https://alkitab.app/v/527fb46bbac5


Allah kita yang Hidup dari dulu sampai sekarang... akan mendatangkan hujan. 


Ditengah keputus asaan teman2 yang di Kalteng, hujan seolah tidak akan datang dan awan dipenuhi asap tebal dan kering kerontang...tidak ada embun...yang memungkinkan hujan ...maka Tuhan yang maha kuasa akan mendatangkan hujan. Firman ini akan menguatkan kita.










2 Jenis Keinginan

 Dlm Mazmur,

Pemazmur Menyebut :

*Selain Kau*( TUHAN ) Tiada yg lain

Yg ku ingini di Bumi,

Sekalipun Hatiku & Dagingku Habis Lenyap,

Gunung Batu'ku 

Dan Bagianku tetaplah Allah selama lamanya.


Setiap Manusia pasti punya *keinginan*.

Keinginan ada 2 jenis :

Keinginan diri sendiri ( kedagingan) 

& Keinginan ' Menyangkal diri / pikul salib agar *Keinginan*( Kehendak/ Rencana/ Rancangan) Tuhan yg terjadi.

Semoga dlm Kasih Karunia Tuhan,dlm Anugerah PertolonganNya kita memilih :

*Keinginan/ Kehendak Rencana Tuhan* dlm hidup kita.

Sekalipun itupun harus melewati Lembah Kekelaman.

Sampai kita Berkata:

Sekalipun aku Habis di Dunia ini

sekalipun Dagingku *Habis Lenyap*, Bagianku ( Jambarhu, Keberadaan ku) tetaplah dibagian Pencipta ku, Penebus ku, Pemilik Nafas Hidup ku .

Amin !

Maranatha, Tuhan Datang lah menjemput kita orang Percaya!

Selamat pagi!

Selamat beraktivitas!

Tuhan kiranya Memberkati!






Bersukacitalah !

 Selamat pagi


Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah!

Filipi 4:4



Bersukacita itu adalah sebuah perintah. Perintah harus dilaksanakan dalam situasi apapun …apalagi perintah dari yang Sang Pencipta yg maha kuasa, yang kita kenal melalui Tuhan Yesus Kristus.






Pengkhotbah 3 : 16 - 17

 Slmt hr sabtu buat kita semua.


Pengkhotbah 3:16-17 (TB) Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.

Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya."

🙏🙏🙏






Renungan Aku Berhasil Karena Siapa ?

 Santapan Harian

Aku Berhasil karena Siapa? 

1 Raja-raja 8:14-21 


Setelah seseorang meraih keberhasilan, satu dari dua pilihan ini bisa terjadi. Pertama, membanggakan diri dan menganggap semuanya adalah hasil dari perbuatannya sendiri. Kedua, mengakui peran orang-orang di sekitarnya yang menolongnya hingga berhasil dan berterima kasih, termasuk kepada Tuhan. Bagaimana dengan Raja Salomo?


Bait Suci telah selesai didirikan. Tabut Perjanjian telah diletakkan di tempatnya. Awan melingkupi Bait Suci, menunjukkan bahwa kemuliaan TUHAN hadir di situ. Setelah semua keberhasilan itu, apa yang dikatakan oleh Raja Salomo? Dia mengajak seluruh rakyat mengingat sejarah, yaitu Raja Daud yang telah diberi kekuasaan oleh TUHAN dan ingin mendirikan rumah untuk nama TUHAN, ternyata TUHAN tidak mengizinkan (19). Keturunannyalah yang akan mendirikan rumah itu (19). Raja Salomo menyampaikan bahwa dengan berdirinya Bait Suci saat itu, Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Raja Daud (20).


Melalui kata-katanya itu, Raja Salomo membuat pernyataan terbuka bahwa keberhasilannya mendirikan Bait Suci bukan karena dirinya sendiri. Hal itu terjadi karena, Pertama, TUHAN telah berjanji kepada Daud. Kedua, itu juga terjadi karena TUHAN berkenan pada pembangunan Bait Suci itu. Kebijaksanaan dan kerendahhatian Raja Salomo terlihat jelas dalam kata-katanya. Dia tidak mengeklaim keberhasilan sebagai hasil perbuatannya, tetapi mengakuinya sebagai kehendak dan perkenan TUHAN.


Mari kita melihat ke belakang ke segala hal yang telah terjadi dalam hidup kita. Tanpa menilai besar kecilnya, setiap kita pasti pernah mengalami kesuksesan. Mari kita ingat, siapa saja yang berperan dalam kesuksesan itu.


Berikan apresiasi kepada mereka, baik melalui ucapan langsung maupun dalam doa. Namun, terlebih lagi, mari kita akui bahwa itu semua terjadi karena kehendak Tuhan. Kalau bukan Tuhan yang memberi kesempatan, mengirimkan bantuan, bahkan menunjukkan jalan penyelesaian, tak mungkin kita mencapai kesuksesan. Tanamkan pola pikir ini dalam diri kita agar kita rendah hati dalam tiap keberhasilan. [KRS]



Baca Gali Alkitab 3


1 Raja-raja 8:14-21


Apakah setiap niat baik harus segera terlaksana? Bagaimana jika niat baik itu rupanya berada pada waktu yang kurang tepat?


Di sinilah pentingnya hikmat tidak hanya untuk membaca situasi, tetapi terlebih lagi untuk mendengarkan firman Tuhan. Ada kalanya kita berniat baik untuk membuat sesuatu bagi-Nya, tetapi Tuhan justru menyediakan janji yang lebih baik lagi bagi kita.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang raja dan jemaah Israel lakukan? (14)

2. Mengapa raja memuji TUHAN, Allah Israel? (15)

3. Apa yang difirmankan TUHAN kepada Daud, dan apa tekad Daud, ayah Salomo? (16-17)

4. Apakah tekad Daud baik? (18)

5. Siapa yang boleh mendirikan rumah untuk TUHAN? (19)

6. Apakah TUHAN telah menepati janji yang telah diucapkan-Nya, dan bagaimana? (20-21)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa yang menjadi dasar pujian kita kepada Tuhan?

2. Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan menerima janji-Nya, apa yang harus kita lakukan?

3. Seberapa besar kesetiaan Tuhan, dan bagaimana kita bisa tahu dengan pasti bahwa Tuhan kita setia?

4. Ketika Raja Salomo berhasil mendirikan Bait Suci, kebesaran siapakah yang sebenarnya kita lihat?


Apa respons Anda?

1. Bagaimana Anda dapat mengingat firman Tuhan dan menemukan janji-Nya bagi Anda?

2. Apa yang perlu Anda lakukan dalam hidup Anda untuk memegang janji Tuhan kepada Anda?


Pokok Doa:

Puji segala syukur atas semua janji Tuhan yang telah dan akan ditepati dalam hidup kita.









Jumat, 16 Oktober 2026

Renungan Benda Benda Bermakna

 Santapan Harian

Benda-benda Bermakna 

1 Raja-raja 8:1-13 


Ada orang menjaga suatu benda dengan baik karena menganggapnya sebagai jimat. Namun, ada pula orang yang merawat suatu benda karena makna yang dia dapatkan dari benda itu. Bagaimana dengan Tabut Perjanjian TUHAN?


Raja Salomo memilih hari raya di bulan ketujuh untuk memindahkan Tabut TUHAN, Kemah Pertemuan, dan segala perlengkapan kudus ke dalam Bait Suci (1-4). Hari itu adalah Hari Raya Pondok Daun, yaitu salah satu dari tiga hari raya yang mewajibkan laki-laki dewasa Israel berkumpul di Yerusalem. Dengan demikian, semua orang Israel berada di Yerusalem dan dapat mengiringi pemindahan Tabut Perjanjian TUHAN.


Sementara imam-imam dan orang-orang Lewi mengusung semua itu, sebagaimana diatur oleh TUHAN sejak masa Musa, Raja Salomo dan rakyat mempersembahkan kurban yang tak terhitung dan tak terbilang banyaknya (5). Setelah itu, tabut itu diletakkan di ruang terdalam, di Tempat Mahakudus (6).


Lalu, Rumah TUHAN dipenuhi awan yang menandai kemuliaan TUHAN hadir di situ (11). Hal ini berarti TUHAN berkenan atas tempat itu serta segala hal yang dilakukan oleh Raja Salomo dan semua orang Israel.


Raja Salomo memperhatikan betul waktu, orang-orang yang terlibat, dan proses dalam pemindahan Tabut Perjanjian. Hal ini menunjukkan bahwa bukan tabut yang ia puja dan muliakan, melainkan TUHAN yang kehadiran-Nya dilambangkan melalui tabut itu.


Dalam hidup ini kita memiliki berbagai benda yang menolong kita untuk dekat dengan Tuhan. Alkitab membuat kita bisa membaca firman Tuhan dan mengenal kehendak-Nya. Salib menjadi pengingat akan karya penebusan Tuhan. Kita tidak menganggap Alkitab maupun salib sebagai benda yang suci. Namun, kita tetap perlu memperlakukannya dengan baik, bukan karena kita memujanya, tetapi karena melaluinya kita mengenal kemuliaan Tuhan. Maka, rawatlah Alkitab kita sehingga kita selalu bisa membacanya dengan nyaman, dan rawatlah salib yang kita miliki sebagai pengingat penebusan Kristus. [KRS]








Kamis, 15 Oktober 2026

Renungan Simbol Kehadiran Tuhan

 Santapan Harian

Simbol Kehadiran Tuhan 

1 Raja-raja 7:13-51 


Simbol adalah tanda yang menyatakan sesuatu atau mengandung maksud tertentu. Jadi, kalau seseorang memasang suatu simbol, pasti ada maknanya.


Saat membangun Bait Suci, Raja Salomo tidak hanya mendirikan suatu bangunan fungsional. Selain memperhatikan bahan (13-14), jumlah, ukuran, bentuk (30-37), letak, dan pembuatan dari segala perlengkapan (38-50), ia juga memenuhi Bait Suci dengan berbagai simbol.


Contoh pertama adalah dua tiang tembaga (15-22) dengan hiasan berbentuk buah delima yang merupakan simbol kehidupan, dan bunga bakung yang merupakan simbol kemurnian. Kedua tiang itu dinamai Yakhin dan Boas untuk mengingatkan akan kebesaran Tuhan. Yakhin berarti "Dia meneguhkan", dan Boas berarti "di dalam Dia ada kekuatan".


Contoh kedua adalah "laut" tuangan (23-26), yang berfungsi untuk pembasuhan imam. "Laut" merupakan simbol penyucian, sekaligus simbol kuasa Tuhan yang melampaui segala kekacauan dan kuasa gelap yang sering digambarkan berada di laut.


Pilihan simbol menolong umat yang beribadah di Bait Suci merasakan kehadiran Tuhan. Tidak hanya telinga mendengarkan para imam, mulut menyanyikan mazmur dan memanjatkan doa, hidung menghirup harum persembahan ukupan, dan tangan mengulurkan persembahan, tetapi mata umat pun melihat kebesaran dan kuasa Tuhan.


Belajar dari hal ini, demikian pula mestinya gedung gereja diperlakukan. Setiap benda yang diletakkan dan dipasang di dalam gedung gereja hendaknya memiliki makna yang menolong umat merasakan kehadiran Tuhan. Dengan demikian, indra penglihatan umat pun terbiasa menarik makna dari setiap hal yang terdapat di dalam gedung gereja dan menghayati karya Tuhan melaluinya.


Lebih jauh, penting bagi kita memperhatikan simbol-simbol yang kita adakan di rumah kita. Setiap benda yang dipajang hendaknya bukan sekadar indah, tetapi menolong setiap anggota keluarga memaknai keberadaan dirinya dan kehadiran Tuhan di tengah keluarga di rumah itu. [KRS]













Rabu, 14 Oktober 2026

Renungan Hiduplah dengan Integritas !

 Santapan Harian

Hiduplah dengan Integritas! 

1 Raja-raja 7:1-12 


Berbeda dengan Bait Suci yang didirikan dalam tujuh tahun, Salomo membutuhkan waktu 13 tahun untuk membangun istananya. Namun, keduanya memiliki kesamaan, yaitu dibangun dengan hikmat yang berasal dari Allah.


Salomo tidak hanya serius dalam membangun rumah TUHAN, tetapi juga dalam membangun istana bagi dirinya dan keluarganya. Ia tidak hanya menyediakan ruangan bagi kepentingan pribadinya, tetapi juga untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang raja (1-6). Contohnya adalah Balai Singgasana sebagai tempat untuk mengadili dan rumah bagi putri Firaun yang adalah istrinya (7-8). Selain itu, ia juga menggunakan bahan-bahan terbaik. Semua ini sama berkualitasnya dengan apa yang digunakan dalam mendirikan Bait Suci (9-12).


Membangun Bait Suci adalah tanggung jawab Salomo sebagai orang yang dipilih Allah untuk memenuhi janji-Nya, sementara membangun istana adalah tanggung jawab Salomo kepada bangsanya dan kepada keluarganya. Keduanya ia lakukan dengan sepenuh hati menggunakan hikmat dan kemampuan yang diberikan Allah kepadanya.


Sebagaimana Allah memberikan tugas dan tanggung jawab kepada Salomo dalam kedudukannya sebagai raja, Allah juga memberikan tugas dan tanggung jawab kepada kita melalui pekerjaan dan pelayanan yang kita lakukan. Allah ingin kita menunaikan tugas dan memenuhi tanggung jawab kita dengan sepenuh hati di mana pun kita ditempatkan.


Tak ada perbedaan kualitas antara pelayanan kita bagi Tuhan maupun bagi sesama, juga antara pekerjaan rohani maupun pekerjaan bukan rohani. Keduanya harus kita lakukan dengan kesungguhan yang mencerminkan hikmat dari Tuhan. Itulah makna hidup berintegritas yang sesungguhnya. Menyembah Allah dan menghadirkan Allah di dalam segala aspek hidup kita.


Marilah kita hidup berintegritas dalam setiap pekerjaan dan pelayanan yang Allah percayakan kepada kita, baik demi kemuliaan Allah maupun untuk kebaikan sesama manusia. [MAR]









Kue dan Kue



Selasa, 13 Oktober 2026

Amsal 22 : 6

 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Yohanes 10:10 TB


https://bible.com/bible/306/jhn.10.10.TB



“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Amsal 22:6 TB


https://bible.com/bible/306/pro.22.6.TB


Jadwal dengar Alkitab Oktober 2026


1. Kamis, 1 Oktober 2026 

Kejadian 1 - 10


2. Jumat, 2 Oktober 2026

Kejadian 11 - 20


3. Sabtu, 3 Oktober 2026

Kejadian 21 - 30


4. Minggu, 4 Oktober 2026

Kejadian 31 - 40


5. Senin, 5 Oktober 2026

Kejadian 41 - 50


6. Selasa, 6 Oktober 2026

Keluaran 1 - 10


7. Rabu, 7 Oktober 2026

Keluaran 11 - 20


8. Kamis, 8 Oktober 2026

Keluaran 21 - 30


9. Jumat, 9 Oktober 2026

Keluaran 31 - 40


10. Sabtu, 10 Oktober 2026

Imamat 1 - 10


11. Minggu, 11 Oktober 2026

Imamat 11 - 20


12. Senin, 12 Oktober 2026

Imamat 21 - 27

Bilangan 1 - 3


13. Selasa, 13 Oktober 2026

Bilangan 4 - 13


14. Rabu, 14 Oktober 2026

Bilangan 14 - 23


15. Kamis, 15 Oktober 2026

Bilangan 24 - 33


16. Jumat, 16 Oktober 2026

Bilangan 34 - 36

Ulangan 1 - 7


17. Sabtu, 17 Oktober 2026

Ulangan 8 - 17


18. Minggu, 18 Oktober 2026

Ulangan 18 - 27


19. Senin, 19 Oktober 2026

Ulangan 28 - 34

Yosua 1 - 3


20. Selasa, 20 Oktober 2026

Yosua 4 - 13


21. Rabu, 21 Oktober 2026

Yosua 14 - 23


22. Kamis, 22 Oktober 2026

Yosua 24

Hakim-hakim 1 - 9


23. Jumat, 23 Oktober 2026

Hakim-hakim 10 - 19


24. Sabtu, 24 Oktober 2026

Hakim-hakim 20 - 21

Rut 1 - 4

1 Samuel 1 - 4


25. Minggu, 25 Oktober 2026

1 Samuel 5 - 14


26. Senin, 26 Oktober 2026

1 Samuel 15 - 24


27. Selasa, 27 Oktober 2026

1 Samuel 25 - 31

2 Samuel 1 - 3


28. Rabu, 28 Oktober 2026

2 Samuel 4 - 13


29. Kamis, 29 Oktober 2026

2 Samuel 14 - 23


30. Jumat, 30 Oktober 2026

2 Samuel 24

1 Raja-raja 1 - 9


31. Sabtu, 31 Oktober 2026

1 Raja-raja 10 - 19


Jadwal dengar Alkitab November 2026


32. Minggu, 1 November 2026

1 Raja-raja 20 - 22

2 Raja-raja 1 - 7


33. Senin, 2 November 2026

2 Raja-raja 8 - 17


34. Selasa, 3 November 2026

2 Raja-raja 18 - 25

1 Tawarikh 1 - 2


35. Rabu, 4 November 2026

1 Tawarikh 3 - 12


36. Kamis, 5 November 2026

1 Tawarikh 13 - 22


37. Jumat, 6 November 2026

1 Tawarikh 23 - 29

2 Tawarikh 1 - 3


38. Sabtu, 7 November 2026

2 Tawarikh 4 - 13


39. Minggu, 8 November 2026

2 Tawarikh 14 - 23


40. Senin, 9 November 2026

2 Tawarikh 24 - 33


41. Selasa, 10 November 2026

2 Tawarikh 34 - 36

Ezra 1 - 7


42. Rabu, 11 November 2026

Ezra 8 - 10

Nehemia 1 - 7


43. Kamis, 12 November 2026

Nehemia 8 - 13

Ester 1 - 4


44. Jumat, 13 November 2026

Ester 5 - 10

Ayub 1 - 4


45. Sabtu, 14 November 2026

Ayub 5 - 14


46. Minggu, 15 November 2026

Ayub 15 - 24


47. Senin, 16 November 2026

Ayub 25 - 34


48. Selasa, 17 November 2026

Ayub 35 - 42

Mazmur 1 - 2


49. Rabu, 18 November 2026

Mazmur 3 - 12


50. Kamis, 19 November 2026

Mazmur 13 - 22


51. Jumat, 20 November 2026

Mazmur 23 - 32


52. Sabtu, 21 November 2026

Mazmur 33 - 42


53. Minggu, 22 November 2026

Mazmur 43 - 52


54. Senin, 23 November 2026

Mazmur 53 - 62


55. Selasa, 24 November 2026

Mazmur 63 - 72


56. Rabu, 25 November 2026

Mazmur 73 - 82


57. Kamis, 26 November 2026

Mazmur 83 - 92


58. Jumat, 27 November 2026

Mazmur 93 - 102


59. Sabtu, 28 November 2026

Mazmur 103 - 112


60. Minggu, 29 November 2026

Mazmur 113 - 122


61. Senin, 30 November 2026

Mazmur 123 - 132


Jadwal dengar Alkitab Desember 2026


62. Selasa, 1 Desember 2026

Mazmur 133 - 142


63. Rabu, 2 Desember 2026

Mazmur 143 - 150

Amsal 1 - 2


64. Kamis, 3 Desember 2026

Amsal 3 - 12


65. Jumat, 4 Desember 2026

Amsal 13 - 22


66. Sabtu, 5 Desember 2026

Amsal 23 - 31

Pengkhotbah 1


67. Minggu, 6 Desember 2026

Pengkhotbah 2 - 11


68. Senin, 7 Desember 2026

Pengkhotbah 12

Kidung Agung 1 - 8

Yesaya 1


69. Selasa, 8 Desember 2026

Yesaya 2 - 11


70. Rabu, 9 Desember 2026

Yesaya 12 - 21


71. Kamis, 10 Desember 2026

Yesaya 22 - 31


72. Jumat, 11 Desember 2026

Yesaya 32 - 41


73. Sabtu, 12 Desember 2026

Yesaya 42 - 51


74. Minggu, 13 Desember 2026

Yesaya 52 - 61


75. Senin, 14 Desember 2026

Yesaya 62 - 66

Yeremia 1 - 5


76. Selasa, 15 Desember 2026

Yeremia 6 - 15


77. Rabu, 16 Desember 2026

Yeremia 16 - 25


78. Kamis, 17 Desember 2026

Yeremia 26 - 35


79. Jumat, 18 Desember 2026

Yeremia 36 - 45


80. Sabtu, 19 Desember 2026

Yeremia 46 - 52

Ratapan 1 - 3


81. Minggu, 20 Desember 2026

Ratapan 4 - 5

Yehezkiel 1 - 8


82. Senin, 21 Desember 2026

Yehezkiel 9 - 18


83. Selasa, 22 Desember 2026

Yehezkiel 19 - 28


84. Rabu, 23 Desember 2026

Yehezkiel 29 - 38


85. Kamis, 24 Desember 2026

Yehezkiel 39 - 48


86. Jumat, 25 Desember 2026

Daniel 1 - 10


87. Sabtu, 26 Desember 2026

Daniel 11 - 12

Hosea 1 - 8


88. Minggu, 27 Desember 2026

Hosea 9 - 14

Yoel 1 - 3

Amos 1


89. Senin, 28 Desember 2026

Amos 2 - 9

Obaja 1

Yunus 1


90. Selasa, 29 Desember 2026

Yunus 2 - 4

Mikha 1 - 7


91. Rabu, 30 Desember 2026

Nahum 1 - 3

Habakuk 1 - 3

Zefanya 1 - 3

Hagai 1


92. Kamis, 31 Desember 2026

Hagai 2 

Zakharia 1 - 9


Jadwal dengar Alkitab Januari 2027


93. Jumat, 1 Januari 2027

Zakharia 10 - 14

Maleakhi 1 - 4


94. Sabtu, 2 Januari 2027

Matius 1 - 10


95. Minggu, 3 Januari 2027

Matius 11 - 20


96. Senin, 4 Januari 2027

Matius 21 - 28

Markus 1 - 2


97. Selasa, 5 Januari 2027

Markus 3 - 12


98. Rabu, 6 Januari 2027

Markus 13 - 16

Lukas 1 - 6


99. Kamis, 7 Januari 2027

Lukas 7 - 16


100. Jumat, 8 Januari 2027

Lukas 17 - 24

Yohanes 1 - 2


101. Sabtu, 9 Januari 2027

Yohanes 3 - 12


102. Minggu, 10 Januari 2027

Yohanes 13 - 21

Kisah Para Rasul 1


103. Senin, 11 Januari 2027

Kisah Para Rasul 2 - 11


104. Selasa, 12 Januari 2027

Kisah Para Rasul 12 - 21


105. Rabu, 13 Januari 2027

Kisah Para Rasul 22 - 28

Roma 1 - 3


106. Kamis, 14 Januari 2027

Roma 4 - 13


107. Jumat, 15 Januari 2027

Roma 14 - 16

1 Korintus 1 - 7


108. Sabtu, 16 Januari 2027

1 Korintus 8 - 16

2 Korintus 1 


109. Minggu, 17 Januari 2027

2 Korintus 2 - 11


110. Senin, 18 Januari 2027

2 Korintus 12 - 13

Galatia 1 - 6

Efesus 1 - 2


111. Selasa, 19 Januari 2027

Efesus 3 - 6

Filipi 1 - 4

Kolose 1 - 2


112. Rabu, 20 Januari 2027

Kolose 3 - 4

1 Tesalonika 1 - 5

2 Tesalonika 1 - 3


113. Kamis, 21 Januari 2027

1 Timotius 1 - 6

2 Timotius 1 - 4


114. Jumat, 22 Januari 2027

Titus 1 - 3

Filemon 1

Ibrani 1 - 6


115. Sabtu, 23 Januari 2027

Ibrani 7 - 13

Yakobus 1 - 3


116. Minggu, 24 Januari 2027

Yakobus 4 - 5

1 Petrus 1 - 5

2 Petrus 1 - 3


117. Senin, 25 Januari 2027

1 Yohanes 1 - 5

2 Yohanes 1

3 Yohanes 1

Yudas 1

Wahyu 1 - 2


118. Selasa, 26 Januari 2027

Wahyu 3 - 12


119. Rabu, 27 Januari 2027

Wahyu 13 - 22


SOLI DEO GLORIA









Mazmur 3 : 8

 Slmt pg buat kita semua...


Mazmur 3:8 (TB) (3-9) Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! 

🙏🙏🙏



Ayub 8:20 (TB) Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat. 

🙏🙏🙏




Yesaya 5:18 (TB) Celakalah mereka yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan dosa seperti dengan tali gerobak, 

🙏🙏🙏

















Daniel 3 : 17 - 18

 “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu… tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

📖 Daniel 3:17-18 TB


Sadrakh, Mesakh, Abednego hadapi Nebukadnezar. Perintah: sujud atau dibakar. Seluruh Babel sujud. Mereka bertiga berdiri. Daniel 3:12. Mereka tidak tahu pasti selamat. Tetapi mereka pasti tidak sujud. Daniel 3:18 – “Sekalipun tidak” – Ibrani: ve’hen la. Keberanian tanpa jaminan hasil. Iman bukan taruhan: “Kalau Tuhan tolong, saya taat.” Iman adalah deklarasi: “Kalau Tuhan tidak tolong pun, saya tetap taat.”


Prinsip Kerajaan Allah: Mujizat mengikuti keberanian, bukan mendahului. Daniel 3:25 – mereka masuk api dulu, baru yang keempat muncul. Mazmur 56:3: “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.” Keberanian bukan tidak takut. Keberanian adalah taat walau takut. Ester 4:16: “Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Babel tunduk pada orang yang tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditakuti.


Paradigma yang diperbaharui: Dunia berkata: “Aman dulu, baru berani. Hitung untung rugi.” Firman berkata: “Berani dulu, baru aman. Hitung upah kekal.” Matius 10:28: “Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh.” Generasi Daniel tidak cari selamat. Generasi Daniel cari kebenaran. Yohanes 8:32.


Kesaksian publik dari dunia kreator yang didokumentasikan Kompas.com, Narasi TV, dan akun media sosial 2023-2024.


Kisah Modern: TikToker Tolak Endorse Judi Online  

“Clara”, 22 tahun, content creator Jakarta. 2,1 juta followers TikTok. Niche: finansial Gen Z – tips nabung, investasi. Endorsement rate: 50 juta per post. Tahun 2023, agensi judi online tawar 1 miliar untuk 4 konten. Brief: “Ajak anak muda ‘investasi’ slot. Sebut sebagai ‘cuan pasif’.”


Daniel 3:18 terjadi. Clara doa. Ayat yang muncul: Amsal 10:2 – “Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna.” Ia tahu: sekali posting, 2 juta followers bisa hancur. Ia jawab agensi: “Sekalipun tidak ada endorse lain masuk, saya tidak akan promosi judi.”


Babel bakar. 3 hari kemudian, akun TikTok Clara di-takedown. Alasan: “pelanggaran komunitas” – padahal tidak jelas. 2000 video, 2,1 juta followers hilang. Endorse lain cancel. Brand takut asosiasi. Clara nangis. Masuk “dapur api” – 0 income, 0 panggung.


Tetapi Daniel 3:25. Clara buka YouTube. Mulai dari 0. Konten pertama: “Kenapa Saya Tolak 1 Miliar”. Jujur soal Daniel 3:18. Video viral 8 juta views. Media liput: Kompas, Narasi, Deddy Corbuzier. Tuhan jadi “yang keempat” di api.


Daniel 3:30 – “Raja memberi kedudukan tinggi.” 6 bulan: 

1. YouTube 1,8 juta subscriber. Monetisasi 300 juta per bulan.

2. OJK undang Clara jadi Duta Literasi Keuangan.

3. Buku “Sekalipun Tidak” best seller.

4. TikTok akun baru, 3,2 juta followers dalam 4 bulan. 10x lipat.


Clara berkata di Narasi TV 15 Januari 2024: “Saya kira kalau tolak 1 M, saya rugi 1 M. Ternyata saya untung 10 M – integritas. Sadrakh, Mesakh, Abednego tidak tahu ada yang keempat. Mereka masuk saja. Saya tidak tahu ada YouTube. Saya tolak saja. Keberanian adalah taat sebelum lihat hasil. Dan Tuhan bayar lunas, pakai bunga Kerajaan.”


Data OJK 2023: Korban judi online 3,7 juta orang, 80 persen usia 17-30. Kerugian 200 triliun. 1 konten Clara selamatkan ribuan. Itu upah kekal.


✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Ambil uangnya. Sekali-sekali. Tidak ada yang tahu. Sayang followers.”

FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Sekalipun tidak, kami tidak akan sujud. Sebab ada yang keempat di api.” Daniel 3:18, 25


✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI:

1. Identifikasi “patung emas” Babel. Daniel 3:1. Apa yang Babel suruh sujud hari ini? Endorse judi, konten ghibah, angka palsu, tidur dengan bos. Tulis “Sekalipun tidak” di HP.

2. Masuk dulu, hitung kemudian. Lukas 14:28. Keberanian bukan nekat. Keberanian adalah hitung upah kekal lebih besar dari rugi sementara. Ibrani 11:26.

3. Percaya Daniel 3:25. Yang keempat tidak muncul sebelum masuk api. Taat dulu. Mujizat datang di dalam, bukan di luar. Yesaya 43:2: “Apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan.”


🟢 KEBERANIAN – DARI SUJUD YANG DITUNTUT BABEL MENUJU BERDIRI YANG DITAKUTI BABEL













Renungan Setia Dalam Proses

 *Faithful in the Process*

[Setia Dalam Proses]


*Lukas 9:23,* _"Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku"._


Ayat di atas mengandung panggilan yang sangat kuat tentang _*harga menjadi pengikut Kristus.*_ Yesus tidak mengatakan bahwa mengikut Dia hanya berarti percaya kepada-Nya, tetapi juga berarti _*menyerahkan kehidupan kita kepada kehendak-Nya.*_ Lukas 9:23 mengajarkan bahwa _*menjadi murid Kristus membutuhkan penyerahan diri, ketaatan, dan kesetiaan setiap hari.*_ Mengikut Yesus bukan berarti hidup kita akan selalu mudah. Ada saatnya kita harus memilih antara keinginan sendiri dan kehendak Tuhan. Ada saatnya kita harus mengampuni ketika disakiti, berkata jujur ketika berbohong lebih menguntungkan, menolak dosa ketika godaan datang, dan tetap percaya kepada Tuhan ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan. Jadi, inti ayat ini adalah: _“Saya tidak lagi menjadikan diri saya sebagai pusat kehidupan; Kristuslah yang menjadi pusat kehidupan saya”._ Sebagai penerapannya: *① Menyangkal diri dengan mengutamakan kehendak Tuhan.*→Ketika keinginan pribadi bertentangan dengan firman Tuhan, kita memilih untuk melakukan apa yang benar di hadapan-Nya. Contohnya: ketika seseorang ingin membalas perkataan seseorang yang menyakiti kita, kita memilih menahan diri dan mengampuni. 


*② Memikul salib dengan tetap setia dalam kesulitan.*→Mengikut Kristus berarti tetap percaya dan taat sekalipun sedang mengalami masalah, tekanan, kegagalan, atau penderitaan. Contohnya: saat menghadapi masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau ekonomi, kita tidak meninggalkan Tuhan, tetapi tetap berdoa, bekerja dengan benar, dan percaya kepada-Nya. Aplikasinya: jangan hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan. Bangunlah kehidupan doa dan firman _*setiap hari,*_ baik ketika keadaan mudah maupun sulit. *③ Mengikut Yesus melalui tindakan nyata.*→Mengikut Yesus berarti meneladani karakter-Nya dalam hubungan dengan orang lain. Contohnya: Yesus mengajarkan kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan. Karena itu kita dapat menunjukkan kasih kepada keluarga, menolong orang yang membutuhkan, mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan melayani tanpa mencari pujian. Aplikasinya: setiap hari lakukan setidaknya _*satu tindakan yang mencerminkan kasih Kristus*_ kepada orang lain. Jadi kita dipanggil untuk: Menyangkal diri→ Memikul salib→ Mengikut Yesus. Dengan kata sederhananya: tinggalkan keegoisan, tetap setia dalam proses dan kesulitan, lalu jalani hidup dengan mengikuti teladan Kristus. Harapannya ayat ini menolong kita bukan hanya menjadi orang yang _*percaya kepada Yesus,* tetapi sungguh-sungguh menjadi _*murid yang hidup bagi Yesus.*_ Hal lainnya bahwa hingga saat ini, Tuhan Yesus tidak pernah mengubah standar bagi seseorang yang ingin menjadi murid atau pengikut-Nya, yaitu menyangkal diri lalu memikul salibnya setiap hari. Jadi syarat, standar, maupun ketentuan-Nya telah dinyatakannya sejak awal ketika seseorang berkeinginan untuk menjadi murid dan pengikut-Nya. Dia tidak pernah memaksa, mendorong, merayu, bahkan mengiming-imingi untuk menjadi murid-Nya dengan berbagai keuntungan yang akan didapat. Artinya supaya siapapun yang melakukan sesuatu sebab karena tekanan maupun paksaan akan berakhir pada ketidaksetiaan. Biasanya akan dilaksanakanya dengan keterpaksaan. Maka hal tersebut bisa menjadi beban mental yang sangat mengganggu atas diri sendiri. 


Oleh sebab itu, menjadi seorang murid atau pengikut-Nya harus lahir dari kesadaran diri seutuhnya dan segala sesuatu telah diperhitungkan sejak awal pengiringannya. Sehingga dari awal pemahaman ini harus dengan benar dimengerti, sebab hal ini akan menentukan kokoh atau rapuhnya dalam perjalanan seseorang sebagai murid-Nya. Dari Injil-Injil Sinoptik bahwa adanya pemanggilan kedua belas murid-Nya sebagai sebuah undangan, bukan paksaan adanya. Tetap ada hak prerogatif penolakan dari setiap murid yang dipanggil-Nya via undangan-Nya tersebut. Para murid segera meninggalkan jala, perahu, dan keluarga mereka lalu mengikut Tuhan Yesus. Kemungkinan besar mereka telah mendengar informasi mengenai Tuhan Yesus, sehingga saat mereka menerima tawarannya untuk menjadi murid-Nya, hal tersebut sebagai kesempatan yang langka dan _limited._ Jadi menjadi murid atau pengikut-Nya saat itu mempunyai nilai yang bisa dibanggakan, sebab mereka memiliki Guru yang sangat cerdas, mempunyai kuasa untuk menyembuhkan, serta dapat mendemostrasikan berbagai mukjizat maupun tanda ajaib. Walaupun para murid memiliki pemikiran demikian, tetapi Tuhan Yesus berkata, _“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku,”_ Setiap kita mempunyai latar belakang tersendiri ketika mengambil keputusan untuk menjadi pengikut atau murid Tuhan Yesus. Startnya ada yang mengambil keputusan pasca mengalami kesembuhan, ada yang mendapat pertolongan di tengah masalah, dsb. Selanjutnya seseorang akan mengucapkan janji besar dengan semangat yang menyala-nyala untuk menjadi orang Kristen, menjadi orang percaya, bahkan melayani pekerjaan-Nya. Lalu via berbagai peristiwa atau perjalanan waktu, ucapan janji tersebut akan diuji kebenaran atau kepalsuannya. Tentu akan ada yang setia memegang janjinya, ada yang mulai kelelahan, dan tidak sedikit yang resign seraya menarik kembali janjinya. Andrew Murray memaknai bahwa selama ego dan kehendak diri menguasai hati, semakin sulit bagi kita untuk hidup sepenuhnya dalam kehendak Kristus. Murray menyatakan, _“The self-life is the great hindrance to the Christ-life”_ [Kehidupan yang berpusat pada diri sendiri adalah penghalang terbesar bagi kehidupan Kristus di dalam kita].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






Maleakhi 2 : 14

 “TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan istri seperjanjianmu.”

📖 Maleakhi 2:14 TB


Maleakhi bicara kepada imam-imam. Mereka setia di mezbah, tapi curang di ranjang. Maleakhi 2:13 – “Mezbah TUHAN kau genangi air mata, karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahanmu.” Sebab apa? Maleakhi 2:14 – “Engkau tidak setia kepada istri perjanjianmu.” Allah sebut istri: “teman sekutu”, Ibrani: chaberet = partner perang. “Istri seperjanjian”, Ibrani: eshet berit = covenant. Nikah bukan kontrak. Nikah adalah korban di mezbah.


Prinsip Kerajaan Allah: Pernikahan hancur bukan karena tidak cocok. Pernikahan hancur karena perjanjian diinjak. Matius 19:6: “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Selingkuh bukan salah pasangan. Selingkuh adalah pengkhianatan terhadap Tuhan yang jadi saksi nikah. Amsal 2:17: “Yang meninggalkan teman masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya.”


Paradigma yang diperbaharui: Dunia berkata: “Tidak bahagia = cerai. Selingkuh = normal. Mulai baru.” Firman berkata: “Tidak bahagia = bertobat. Selingkuh = salib. Pulih dulu.” Efesus 5:25: “Hai suami, kasihilah istrimu, sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat.” Kristus tidak ceraikan jemaat saat jemaat zinah. Kristus mati untuk jemaat. Hosea 3:1: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal.” Perjanjian lebih kuat dari perasaan.


Kesaksian publik dari pelayanan pemulihan pernikahan yang didokumentasikan CBN Indonesia, Suara Hati Istri, dan buku “Kintsugi Marriage” 2022.


Kesaksian Nyata: Pasutri 25 Tahun Rujuk Setelah Selingkuh  

Nama: Denny & Siska Sidarta, Bandung. Menikah 1998. Punya 3 anak. Bisnis properti sukses. Pelayan di gereja besar. Dari luar: keluarga sempurna.


Tahun 2018, Maleakhi 2:14 terjadi. Denny selingkuh dengan sekretaris kantor. 2 tahun. Siska tahu dari chat WA. Denny tidak minta maaf. Ia pilih wanita itu. Gugat cerai. Siska hancur. Mazmur 55:12-14 – “Musuhku bukan orang jauh. Tetapi engkau, orang kepercayaanku.” 3 anak trauma. Gereja malu.


Siska tidak ke dukun. Siska ke mezbah. Setiap malam, Yeremia 29:11 ditempel di cermin: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu.” Ia puasa Ester 3 hari, 3 kali. Ester 4:16. Ia tidak umbar di medsos. Ia tutup mulut, buka lutut. 1 Petrus 3:1-2.


Tahun 2020, wanita itu hamil. Denny panik. Bisnis hancur karena Covid. Wanita itu tinggalkan Denny. Denny tidur di mobil 4 bulan. Mazmur 32:3-4 – “Tulang-tulangku menjadi lesu… tangan-Mu menekan aku.” Di titik terendah, Denny mimpi Siska kasih dia air minum. Bangun, ia telepon: “Boleh aku pulang?”


Siska jawab dengan Maleakhi 2:14: “Kamu bukan hanya suamiku. Kamu teman sekutuku. Istri seperjanjianmu. Kalau Tuhan ampuni kamu, siapa aku tidak ampuni?” Syarat: konseling 2 tahun, transparansi total, kembalikan wanita dan anak itu ke Tuhan.


Daniel 3:25 – Yang Keempat hadir di api. Proses pemulihan 2 tahun: teriak, muntah luka, doa pelepasan, konseling intensif. Denny bayar nafkah anak di luar nikah. Siska adopsi anak itu secara hati. Yohanes 8:11 – “Aku pun tidak menghukum engkau.”


Hasil Daniel 2:48 – Promosi. Tahun 2022, Denny dan Siska direstui gembala buka “Kintsugi Marriage Ministry”. Kintsugi = seni Jepang perbaiki keramik pecah dengan emas. Retakan jadi indah. 3 tahun, 187 pasutri rujuk. 43 pasutri urung cerai. 3 anak mereka sekarang: 1 kuliah teologi, 2 worship leader.


Perkataan Denny di CBN Solusi “Kintsugi Marriage” 14 Februari 2023:

> “Saya khianati perjanjian. Saya injak mezbah. Tapi Siska tidak ceraikan saya. Siska ceraikan dosa saya. Dia pisahkan saya dari selingkuhan, tapi tidak pisahkan saya dari Kristus. Maleakhi 2:14 bilang Siska teman sekutu. Teman sekutu tidak tinggalkan di medan perang. Dia tarik saya dari lubang. Hari ini saya tahu: pernikahan bukan tentang cocok. Pernikahan tentang salib. Saya disalibkan setiap hari untuk istri saya. Sebab Kristus disalibkan setiap hari untuk saya.”


Perkataan Siska:

> “Waktu Denny pergi, Tuhan tanya: ‘Siska, kamu mau bela harga dirimu atau bela perjanjian-Ku?’ Saya pilih perjanjian. Luka saya dibayar darah Yesus. Pernikahan saya dibayar darah Yesus juga. Sekarang retakan kami dilapis emas anugerah.”


✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Sekali selingkuh, buang. Harga diri nomor satu. Cari yang baru.”  

FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan istri seperjanjianmu. Apa yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Maleakhi 2:14, Matius 19:6


✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI:

1. Untuk suami: Efesus 5:25 – “Kasihilah istrimu, sebagaimana Kristus mengasihi jemaat.” Cinta bukan perasaan. Cinta adalah keputusan berkorban. Mulai dengan minta maaf, walau istri yang salah.

2. Untuk istri: 1 Petrus 3:1 – “Tanpa perkataan kamu dapat dimenangkan oleh kelakuan.” Doa dan sikap kudus lebih kuat dari tuntutan. Tutup mulut di medsos, buka lutut di kamar.

3. Untuk yang terluka: Hosea 3:1 – “Pergilah lagi, cintailah.” Pengampunan bukan perasaan. Pengampunan adalah ketaatan. Luka yang dibawa ke salib jadi emas Kintsugi.


🟢 PERNIKAHAN PERJANJIAN – DARI KERAMIK YANG PECAH MENUJU KINTSUGI YANG EMAS






Matius 18 : 20

 

_“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20_
















Renungan Berkarya dalam Ketaatan

 Santapan Harian

Berkarya dalam Ketaatan 

1 Raja-raja 6 


Seorang desainer interior harus memperhatikan semua detail rancangannya pada setiap ruangan, termasuk tata letak perabotannya. Tujuannya adalah agar hasil akhirnya sesuai dengan keinginan kliennya.


Setelah membangun pondasi bait Allah (lih. 1 Raj 5: 17), kini Salomo melanjutkan dengan tahap mendirikan bait Allah. Salomo sangat memperhatikan setiap detail, mulai dari ukuran panjang, lebar, dan tinggi bait. Lapisan dalam dari setiap ruangan, kerub, ukiran, dan pelataran yang ada di dalam Bait Suci tak lepas dari perhatiannya. Satu hal istimewa selama pembangunan adalah bait itu didirikan tanpa berisik, tak ada suara palu atau perkakas besi apa pun (7). Seluruh proses pendirian Bait Suci Salomo dilakukan selama tujuh tahun (37-38).


Hal istimewa lain yang lebih utama yang terjadi saat proses pembangunan dilakukan adalah TUHAN berfirman kepada Salomo, mengingatkannya untuk hidup dalam ketaatan terhadap perintah dan ketetapan-Nya. Dengan demikian, TUHAN akan memenuhi janji-Nya untuk tinggal di tengah umat-Nya (11-13).


TUHAN tidak ingin Salomo melupakan inti dari janji-Nya, yang terletak bukan pada bangunan yang sedang didirikan oleh Salomo dengan segala keindahannya, melainkan pada ketaatan hidup di hadapan Allah.


Melalui firman Tuhan ini, Allah mengingatkan kita agar tidak berfokus hanya memperindah kehidupan rohani kita di depan orang lain. Allah ingin kita hidup dalam ketaatan kepada firman dan ketetapan-Nya. Inilah yang membuat Ia berkenan memenuhi janji-Nya dalam hidup kita.


Memperhatikan penampilan, membangun kemampuan diri, mengembangkan talenta dan karunia dari Allah penting bagi kehidupan rohani kita. Namun, yang terlebih penting daripada itu semua adalah kehadiran Allah ketika kita melakukan peraturan-Nya dan menjalankan perintah-Nya. Tanpa hadirnya Allah, semua menjadi sia-sia.


Mari kita perhatikan setiap detail kehidupan kita dalam menjalani panggilan Allah. Berkaryalah di dalam ketaatan kepada Allah sesuai dengan kehendak-Nya! [MAR]









Senin, 12 Oktober 2026

Renungan Kualitas Bait Allah

 Santapan Harian

Kualitas Bait Allah 

1 Raja-raja 5 


Sebuah gedung yang kokoh dan megah tidak dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan perencanaan yang matang, pemilihan bahan yang berkualitas, dan pemasangan fondasi yang teliti. Terlebih lagi pembangunan Bait Suci.


Melihat kondisi kerajaan yang sudah kondusif, Salomo berencana untuk membangun Bait Suci. Hal ini sesuai dengan apa yang TUHAN janjikan saat Daud masih hidup (bdk. 2Sam 7:12-13; 1Taw 17:11-12).


Melalui utusannya yang dikirim kepada Hiram, Salomo menceritakan rencananya untuk membangun Bait Suci dan juga meminta bantuan untuk menebang kayu aras yang dibutuhkan (1-6). Setelah mendengar permintaan tersebut, Hiram-yang sebelumnya membantu Raja Daud membangun istana (lih. 2Sam 5:11)-bersedia membantu Salomo dengan sukacita (7-9). Ia tidak hanya akan memberikan kayu aras, tetapi juga kayu sanobar (10). Sebagai gantinya, Salomo membantu menyediakan makanan bagi seisi istana Hiram sesuai kerelaan Salomo (11).


Alkitab kembali mencatat bahwa relasi antara Salomo dan Hiram didasarkan pada hikmat yang berasal dari TUHAN (12). Inilah hikmat yang mendatangkan kedamaian untuk menggenapi janji-Nya.


Hal ini mengingatkan kita pada Kristus, Sang Hikmat. Kristus membawa pendamaian antara Allah dan umat-Nya. Di dalam Dia, kita dibangun menjadi Bait Allah yang kudus (Ef 2:21-22). Janji keselamatan Allah yang dipersiapkan telah digenapi dengan sempurna.


Kita adalah bait yang dibangun bukan dengan kayu, melainkan dengan darah yang mahal, yakni darah Kristus. Di dalam Kristus, kita disucikan untuk dapat hidup memuji dan memuliakan Allah.


Sebagai Bait Allah, kita hidup tidak lagi untuk menonjolkan diri kita sendiri, melainkan untuk merepresentasikan kehadiran Allah di dunia ini. Jika Allah begitu serius dalam membangun kita sebagai bait-Nya, maka sudah sepatutnya kita menjalani hidup kita dengan kekudusan, ketaatan, dan kesetiaan yang penuh kepada Allah. Marilah kita hidup sebagai Bait Allah yang mendatangkan kedamaian bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah. [MAR]






Minggu, 11 Oktober 2026

Renungan Target Akhir

 Santapan Harian

Target Akhir 

1 Raja-raja 4 


Sesuai janji-Nya, Allah tidak hanya mengabulkan permintaan Salomo, tetapi juga memberinya kekayaan dan kemuliaan (1Raj 3:10-13).


Semua itu terlihat dari apa yang dimiliki oleh Salomo, mulai dari orang-orang yang TUHAN tempatkan di sampingnya untuk menopang dan menolongnya dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang raja (1-19), kekuasaan yang TUHAN serahkan ke dalam tangannya (21-24), hingga harta melimpah bagi Salomo maupun seluruh istananya (26-28). Kekuasaan Salomo mendatangkan sukacita dan kedamaian bagi bangsa Israel (20, 25). Tidak hanya itu, Allah juga memberikan hikmat, pengertian, dan akal budi kepada Salomo. Bahkan, Alkitab mencatat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih bijaksana dari dirinya (29-33).


Begitu terkenalnya Salomo sampai-sampai banyak bangsa datang untuk mendengar hikmatnya secara langsung (34). Hal ini tidak sedang menampilkan kehebatan Salomo semata-mata, tetapi sedang menunjukkan bahwa Allah memberikan semua berkat-Nya agar segala bangsa dapat mengenal Allah (34).


Meski kita bukan Salomo, janji Allah yang sama mengikat kita sebagai umat-Nya. Allah memanggil kita melakukan pekerjaan sesuai panggilan-Nya dan Ia tidak mengutus kita seorang diri tanpa bekal.


Lihatlah ke sekeliling Anda!


Allah menempatkan orang-orang yang Ia percayakan kepada kita untuk dapat menolong dan menopang kita dalam menjalankan rencana Allah melalui pekerjaan kita. Ia juga mengaruniakan kemampuan, keahlian, dan keterampilan kepada kita agar kita dapat melakukan pekerjaan-Nya. Itulah berkat Tuhan.


Berkat itu bukan untuk kita nikmati sendiri. Berkat itu diberikan agar kita hidup di dalam anugerah Allah dan semua orang di sekeliling kita, bahkan seluruh bangsa, dapat mengenal Allah sesuai dengan Amanat Agung Yesus Kristus (Mat 28:18-20).


Target akhir kita bukanlah seberapa banyak berkat yang kita bisa nikmati, melainkan seberapa banyak orang yang mengenal Allah melalui hidup kita dan apa yang kita miliki. [MAR]












Sabtu, 10 Oktober 2026

Renungan Jangan Curi Kemuliaan Allah !

 Santapan Harian

Jangan Curi Kemuliaan Allah! 

1 Raja-raja 3:16-28 


Saat kita meminta hikmat dari Allah, sering kali kita diperhadapkan pada situasi yang menguji dan melatih diri kita. Tujuannya adalah agar kebijaksanaan yang kita miliki sesuai dengan standar Allah.


Seperti itulah yang dialami Salomo saat ia diperhadapkan pada permasalahan antara dua orang pelacur yang memperebutkan seorang bayi (16). Meski mereka adalah perempuan yang statusnya rendah, Salomo mendengarkan mereka. Ia tidak menyela sedikit pun saat mereka menyampaikan keluh kesah mereka hingga mereka bertengkar di hadapannya (17-23).


Setelah mendengarkan aduan mereka, Salomo memerintahkan agar bayi itu dibelah menjadi dua (23-25). Tentu, ini bukan keputusan akhir Salomo. Ini adalah strateginya untuk menemukan kebenaran. Melalui respons instan kedua wanita itu, Salomo mengetahui siapa ibu yang sebenarnya dari bayi itu dan mengambil keputusan akhir yang paling adil (26-27).


Berdasarkan keputusan itulah, ia menjadi raja yang disegani oleh bangsa Israel.


Melalui peristiwa tersebut, mereka yakin bahwa Salomo memiliki hikmat yang berasal dari Allah (28).


Hal ini menunjukkan bahwa yang menjadikan Salomo raja yang adil bukanlah kehebatannya, melainkan Allah yang ada padanya.


Dalam kehidupan zaman sekarang kita diperhadapkan pada berbagai peristiwa yang menguji kebijaksanaan kita. Allah mengingatkan kita bahwa semua kemampuan yang kita miliki maupun keberhasilan yang kita dapatkan dalam pekerjaan kita berasal dari-Nya. Semua itu Ia berikan kepada kita untuk melakukan pekerjaan-Nya dan memuliakan-Nya.


Keberhasilan kita bukanlah pada saat nama kita diagung-agungkan oleh sesama. Keberhasilan kita adalah pada saat nama Allah dikenal dan diakui melalui semua yang kita lakukan, termasuk dalam setiap keputusan dan kebijakan yang kita buat.


Bersyukurlah kepada Allah untuk hikmat yang Ia berikan kepada kita. Jangan curi kemuliaan Allah! Segala sesuatu berasal dari Allah dan untuk kemuliaan-Nya. [MAR]



Baca Gali Alkitab 2


1 Raja-raja 3:16-28


Pada zaman kuno, bagaimana kita bisa membuktikan apakah seorang bayi adalah anak dari ibu yang satu atau ibu yang lain?


Ini adalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang bisa terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebagai pemimpin, raja harus memecahkan kasus ini dengan adil. Masalahnya, keadilan seperti apa yang harus raja berikan? Apa yang mesti raja lakukan supaya keputusannya adil di mata rakyat maupun di mata Tuhan?


Apa saja yang Anda baca?

1. Siapa yang datang kepada raja? (16)

2. Apa yang dikatakan oleh salah seorang perempuan itu? (17-21)

3. Apa yang dikatakan oleh perempuan yang lain, dan apa pula yang dikatakan oleh perempuan yang pertama tadi? (22)

4. Apa yang raja katakan, dan apa yang dibawakan ke hadapannya? (23-25)

5. Apa respons dari kedua perempuan tersebut? (26)

6. Apa jawaban raja, dan apa reaksi seluruh orang Israel terhadap keputusan raja? (27)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa yang diperlukan seorang raja untuk memimpin selain kekuasaan politik dan kekuatan militer?

2. Bagaimana seorang raja yang bijak sepatutnya menangani konflik di antara orang-orang yang ia pimpin?

3. Apa yang membedakan antara seorang ibu sejati dari perempuan lain yang bukan ibu sebenarnya?

4. Hikmat siapa yang paling ditonjolkan di dalam kisah ini, dan mengapa?


Apa respons Anda?

1. Apa yang akan Anda lakukan untuk mewujudkan hikmat Allah di dalam hati Anda?

2. Bagaimana Anda akan menangani konflik di dalam keluarga atau relasi pertemanan Anda?


Pokok Doa:

Bersyukur atas berkat hikmat yang Allah sediakan bagi setiap umat-Nya yang mau membuka hatinya kepada-Nya.








Jumat, 09 Oktober 2026

Yakobus 5 : 13

 Slmt pg buat kita semua..


Yakobus 5:13 (TB) Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

🙏🙏🙏






1 Yohanes 5 : 16

 Slmt pg buat kita semua..


1 Yohanes 5:16 (TB) Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.

🙏🙏🙏






Pengkhotbah 3 : 15

 Slmt pg buat kita semua..


Pengkhotbah 3:15 (TB) Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu. 

🙏🙏🙏






Taming and Guiding The Heart

 *Taming and Guiding the Heart*

[Menjinakkan Serta Mengarahkan Hati]


*Yakobus 1:13,* _"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun"._


Yakobus 1:13 menekankan bahwa _*Allah bukan sumber pencobaan untuk berbuat dosa.*_ Saat seseorang menghadapi godaan, ia tidak boleh menyalahkan Allah, melainkan perlu menyadari bahwa godaan berkaitan dengan keinginan dosa dalam diri manusia. Ayat ini mengajarkan tiga hal penting: _*pertama,*_ Allah tidak mencobai manusia untuk berbuat dosa.→Allah dapat mengijinkan seseorang menghadapi ujian iman, tetapi Ia tidak pernah mendorong seseorang untuk jatuh ke dalam dosa. *Kedua,* Allah sama sekali tidak memiliki kecenderungan kepada kejahatan.*→ Sebab Allah kudus, Ia sendiri tidak dapat dicobai oleh kejahatan dan tidak menjadi sumber kejahatan. Dan *ketiga,* Kita tidak boleh menyalahkan Allah ketika jatuh dalam pencobaan.*→selanjutnya ayat14–15, menjelaskan bahwa manusia dicobai ketika ia _*terseret dan terpikat oleh keinginannya sendiri.*_ Karena itu, kita perlu bertanggung jawab terhadap respons dan pilihan kita ketika menghadapi godaan. Untuk penerapannya: *① Tidak menyalahkan Tuhan ketika menghadapi godaan.*→Ketika muncul kesempatan untuk berbuat dosa, jangan berkata, _“Tuhan yang membuat saya mengalami ini”._ Sebaliknya, datanglah kepada Tuhan dan mintalah kekuatan untuk memilih yang benar.


*② Kenali dan kendalikan keinginan yang dapat membawa kepada dosa.*→Pencobaan acap kali menjadi kuat, sebab ada keinginan dalam diri kita yang terus dipelihara. Karena itu, kita perlu menjaga pikiran, hati, perkataan, dan tindakan, serta segera menjauh dari situasi yang dapat membawa kita jatuh. *③ Gunakan pencobaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman.*→Saat menghadapi godaan, kita dapat belajar untuk semakin bergantung kepada TUHAN melalui doa, firman-Nya, dan ketaatan. Dengan demikian, kita tidak hanya berusaha menghindari dosa, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang semakin kuat secara rohani. Realitanya, dalam perjalanan iman acap kali manusia mencari kambing hitam atas kegagalannya karena menuruti firman TUHAN. Lalu bentuk pelarian yang berbahayanya adalah menuduh Allah sebagai penyebab atau biang kegagalannya. Kenderungannya, kita berpikir bahwa bila jatuh ke dalam dosa atau mengingini sesuatu yang bertentangan dengan kehendak-Nya, hal tersebut disebabkan Allahlah yang membiarkannya atau merancangnya. Dari Doa Bapa Kami yang menyatakan _“jauhkanlah kami dari yang jahat,”_ berarti menegaskan sebagai peringatan agar kita tidak menuduh Allah sebagai penyebab dari munculnya keinginan sesat di dalam hati kita. Ingatlah, bahwa Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengarahkan keinginannya sendiri. Jadi ada keringkihan hidup manusia: saat TUHAN tidak mengendalikan kehendak kita secara paksa, lalu hati kita menjadi begitu lentur serta gampang goyah. 


Maka tugas utama kita bukanlah menyalahkan keadaan, tetapi dengan menjinakkan serta mengarahkan hati dengan serius pada kebenaran. Allah adalah Pribadi yang memiliki integritas sempurna; Dia tidak akan melanggar integritas-Nya sendiri dengan memaksa seseorang berbuat jahat atau membiarkan diri-Nya menjadi sumber dosa. Bila memahami arti kata “dosa”→ *hamartia,* berarti _meleset dari sasaran,_ jadi sasaran yang dimaksud adalah kehendak Allah. Dan Allah tidak mengarahkan seseorang untuk meleset dari sasaran yang sudah Dia tetapkan. Via kesadaran akan integritas Allah ini akan mengantar kita pada pengertian dan pernyataan dari _“pencobaan ini datang dari Allah”_ sebagai suatu penghinaan atas karakter Sang Pencipta. Jadi Allah tidak pernah memaksa seseorang untuk berbuat baik, dan Dia juga tidak pernah memaksa bahkan membiarkan seseorang berbuat jahat melalui campur tangan aktif-Nya. Sehingga kita dipanggil agar menjadi dewasa, dengan menyadari bahwa setiap keinginan yang membuahkan dosa sebagai hasil dari ego yang tidak dijinakkan, dan bukan adanya skenario jebakan ilahi. Marilah kita membangun kedekatan yang jujur dengan Bapa, serta memohon supaya Roh Kudus membantu kita mendisiplinkan keinginan hati yang liar. Jadikanlah setiap momen pencobaan sebagai kesempatan untuk melatih kehendak kita supaya tetap lurus menuju sasaran, yakni melakukan apa yang menyenangkan hati Bapa. Artinya kita sedang berjalan menuju kedewasaan rohani yang sesungguhnya sebagai anak-anak Allah yang setia yang bertanggung jawab seutuhnya. Timothy Keller menyatakan, _“The devil tempts us not because he wants us to sin, but because he wants us to distrust God"_ [Iblis mencobai kita bukan hanya karena ia ingin kita berdosa, tetapi karena ia ingin kita tidak lagi mempercayai Allah].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






Menabur Sedikit, Menuai Sedikit Juga

 Slmt pg buat kita semua..


2 Korintus 9:6 (TB) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

🙏🙏🙏



_“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20_






Yeremia 43 : 7

 Yeremia 43:7 (TB) Lalu mereka pergi ke tanah Mesir, sebab mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN. Maka sampailah mereka di Tahpanhes. 


https://alkitab.app/v/2c0b943a8af0












Perbuatlah dengan Segenap Hatimu

 Selamat pagi, teman-teman alumni terkasih dalam Tuhan 🙏


Bilangan 6:24–26 mengingatkan kita bahwa Tuhan senantiasa memberkati, melindungi, menyertai, dan memberikan damai sejahtera kepada kita.


Apa pun yang kita hadapi hari ini, tetap percaya dan andalkan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. 🙏✨




Kolose 3:23-24 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.


https://alkitab.app/v/fdeea15dab48







Renungan Meminta dalam Ketaatan

 Santapan Harian

Meminta dalam Ketaatan 

1 Raja-raja 3:1-15 


Berbeda dengan kita yang mengajukan permintaan kita kepada Allah melalui doa. Salomo justru mendapat kesempatan untuk meminta apa pun dari Allah.


Meski sudah menjadi raja, Salomo menyadari bahwa ia membutuhkan pertolongan Allah untuk menghadapi bangsa Mesir dan memimpin bangsanya sendiri (1-3).


Ketika Allah menampakkan diri dan memberi Salomo kesempatan untuk meminta apa pun, Salomo menjawab bukan sebagai raja yang menaklukan rakyatnya dengan kekuasaan, melainkan hamba Allah yang mengalami kasih setia-Nya dan diangkat oleh-Nya untuk berada di tengah umat-Nya yang besar (4-8). Salomo tidak meminta kekayaan, melainkan hati yang penuh pengertian agar ia dapat menjadi hakim yang adil bagi umat Allah (9).


Berdasarkan permintaannya ini, Allah mengaruniakan kepadanya hati yang bijaksana (10-12). Bahkan, tidak hanya itu, Allah juga memberikan apa yang ia tidak minta, yakni kekayaan dan kejayaan yang tidak tertandingi di sepanjang zaman (13). Meski demikian, 


Allah mengingatkan Salomo untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah, sesuai kehendak dan ketetapan-Nya (14).


Saat Allah memilih dan mengutus kita untuk melakukan panggilan-Nya, Ia akan memberikan apa pun yang kita butuhkan menurut kehendak-Nya. Bahkan, Ia akan memberikan lebih dari apa yang kita harapkan. Di balik itu semua, Allah ingin kita taat kepada-Nya: menggunakan kebijaksanaan yang Ia berikan kepada kita untuk menaati perintah dan ketetapan-Nya.


Sebagai umat-Nya, kita diberi hak istimewa untuk dapat meminta apa pun yang kita butuhkan kepada Allah. Hendaklah kita memakai hak ini bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi, apalagi membuat kita hidup dalam dosa. Ia ingin kita meminta sesuatu yang dapat membekali dan memperlengkapi kita dalam memenuhi panggilan-Nya, baik melalui pekerjaan, pelayanan, ataupun relasi kita dengan sesama.


Jadikan doa kita bukan permohonan untuk memenuhi kehendak kita, tetapi kehendak Allah! [MAR]












Kamis, 08 Oktober 2026

Renungan Akan Tiba Waktunya Upah dari Allah

 Santapan Harian

Akan Tiba Waktunya Upah dari Allah 

1 Raja-raja 2:13-46 


Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Kita harus mampu memimpin orang-orang lain dengan bijaksana, khususnya bagi kita yang bertanggung jawab untuk menegakkan keadilan.


Meski sudah diampuni oleh Salomo, Adonia tetap merasa berhak menjadi raja. Bahkan, ia tidak segan meminta Abisag, gadis yang merawat Raja Daud pada masa tuanya, untuk diberikan sebagai istri kepadanya (13-18). Sekilas permintaan ini biasa saja, tetapi kedekatan Abisag dengan raja barangkali dianggap seperti seorang gundik. Dalam budaya zaman itu, gundik raja hanya diberikan kepada penerus takhta kerajaan. Salomo dengan hikmatnya mengetahui niat Adonia yang ingin merebut takhta (22). Itu artinya Adonia tidak hanya meremehkan pengampunan Salomo, tetapi juga kehendak Allah. Sesuai dengan perkataan Salomo, Adonia dihukum mati (23-25; bdk. 1Raj 1:52).


Tidak hanya Adonia, Salomo juga menghukum mereka yang bersalah. Ia memecat Imam Abyatar, menghukum mati Yoab atas pembunuhan yang dia lakukan, dan menghukum mati Simei karena dia melanggar sumpah (26-46).


Apa yang dilakukan Salomo bukanlah sekadar menunjukkan kuasanya sebagai raja, tetapi juga menunjukkan keadilan Allah bagi mereka yang melawan kehendak-Nya.


Janji Allah jelas bagi seluruh umat-Nya: berkat bagi mereka yang hidup taat kepada-Nya dan kutuk bagi mereka yang melawan kehendak-Nya. TUHAN adalah Allah yang mahadil. Akan tiba waktunya semua orang mendapatkan upahnya masing-masing.


Sebagai orang percaya, jangan pernah meremehkan anugerah keselamatan yang Allah berikan. Keselamatan diberikan bukan karena kita berhak atas hidup kekal, tetapi semata-mata karena anugerah Allah di dalam kasih dan keadilan-Nya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita merespons keselamatan itu dengan hidup dalam ketaatan penuh kepada Allah.


Dengarkanlah Allah dengan sungguh-sungguh! Jangan abaikan larangan-Nya dan lakukanlah perintah-Nya dengan hati yang mengasihi Dia! [MAR]









Gloe Kecil