Santapan Harian
Buah Usaha atau Iman?
Galatia 3:1-14
Ketika seorang petani membajak sawah, mengolah lahan, dan menabur benih, apakah ia mampu menumbuhkan benih itu? Ia bisa membajak dan menanam, tetapi ia tidak bisa memaksa benih itu tumbuh. Pertumbuhan hanya datang dari Tuhan. Ketika kita merenungkan kenyataan ini dalam hidup keimanan kita, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang memberi pertumbuhan rohani kita-hasil usaha atau buah iman?
Paulus dengan keras menegur jemaat Galatia, yang memulai kehidupan kerohaniannya dengan iman, tetapi kemudian beralih kepada usaha berbuat taat kepada hukum (Taurat). Ia bertanya: Apakah kamu menerima Roh karena melakukan hukum Taurat, atau karena percaya kepada Injil? (1-5). Ia kemudian beranjak menggunakan Abraham-bapa orang beriman-sebagai contoh. Abraham dibenarkan karena percaya (iman), bukan karena melakukan hukum (6-9). Paulus kemudian memperingatkan bahwa siapa pun yang mengandalkan diri pada hukum sesungguhnya berada di bawah kutuk, karena tidak ada seorang pun yang bisa menaati hukum Taurat secara sempurna (10-12). Dan inilah kabar baik yang sejati bagi kita: Kristus menebus kita dari kutuk itu dengan menjadi kutuk bagi kita (13). Karenanya, melalui iman, bangsa-bangsa non-Yahudi pun menerima berkat Abraham dan Roh Kudus yang dijanjikan (14).
Kebenaran tidak bisa diusahakan. Usaha agama tanpa iman justru akan mengikat kita dalam kutuk, karena para pengikutnya akan menganggap bahwa mereka sudah berhasil membuat Allah puas. Tetapi, bagaimana mereka bisa tahu dan yakin bahwa Allah sungguh puas dan berkenan kepada perbuatan saleh mereka? Di sinilah hakikat tipuan kesalehan itu. Iman sejati kepada Kristus sungguh membebaskan kita dan memberi kita hidup.
Apakah Anda hidup dalam kelelahan rohani karena iman Anda tidak sepenuhnya bersandar pada Kristus? Beristirahatlah dalam karya Kristus yang sudah genap dan tuntas. Biarkan hidup Anda menjadi buah iman, bukan oleh hasil usaha sendiri, melainkan, hasil dari karya Allah. [IBS]
Baca Gali Alkitab 13
Galatia 3:1-14
Paulus menegaskan bahwa keselamatan tidak diperoleh melalui hukum Taurat, melainkan melalui iman kepada Kristus. Ia menegur jemaat karena kembali mengandalkan perbuatan, padahal Roh diberikan karena iman. Paulus menekankan teladan Abraham yang dibenarkan karena percaya, bukan karena hukum. Hukum hanya membawa kutuk, tetapi Kristus menebus manusia dari kutuk itu dengan mati di kayu salib, sehingga berkat Abraham dan janji Roh diberikan kepada semua yang percaya.
Apa saja yang Anda baca?
1. Mengapa Paulus menyebut orang-orang Galatia bodoh? (1)
2. Apa yang membuat mereka menerima Roh? (2)
3. Bagaimana mereka memulai dan mengakhiri kehidupan mereka sebagai orang percaya? (3-4)
4. Apa yang membuat Kristus menganugerahkan Roh? (5)
5. Bagaimana Abraham diperhitungkan sebagai benar? Siapa yang diberkati bersama Abraham? (6-9)
6. Siapa yang berada di bawah kutuk? Apa yang jelas bagi Paulus dan jemaat? (10-11)
7. Apa dasar hukum Taurat? (12)
8. Apa yang Kristus lakukan, dan apa tujuannya? (13-14)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dengan cara apakah kita bisa mendapatkan keselamatan?
2. Seberapa besar keyakinan kita bahwa kita diselamatkan karena iman? Apakah cara hidup kita mencerminkan keyakinan itu?
3. Apa yang seharusnya kita lakukan agar karya penebusan Kristus menjadi nyata dalam hidup kita?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan berdoa sebagai orang percaya yang sudah ditebus dan dibenarkan secara sempurna dalam Kristus?
2. Bagaimana Anda akan menunjukkan ketaatan Anda jika Anda telah diselamatkan karena iman, bukan karena usaha sendiri?
Pokok Doa:
Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang sudah memberi kita keselamatan dan kebenaran-Nya yang sempurna.
![]() |
| Warung Desa Toapaya Utara |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar