Santapan Harian
Tetap Konsisten
Hakim-hakim 10:6-18
Kalimat "Janganlah kita jatuh ke dalam dosa yang sama" tepat diberikan kepada bangsa Israel yang berulang kali mengecewakan hati TUHAN.
Bukannya beribadah kepada-Nya, mereka malah beribadah kepada banyak ilah (6). Akibat dari kebebalan mereka, TUHAN pun menghukum mereka dengan membiarkan mereka ditindas oleh orang Filistin dan bani Amon selama 18 tahun (7-9).
Penindasan ini sangatlah berat sehingga orang Israel terdesak dan berseru meminta tolong kepada TUHAN. Mereka mengakui bahwa mereka telah berdosa karena meninggalkan TUHAN dan menyembah para Ba'al (10). Namun, Allah mengingatkan siapa yang telah menyelamatkan mereka dan kepada siapa mereka beribadah (11-14). Mendengar jawaban itu, mereka menjadi makin terdesak dan berpasrah kepada-Nya. Melihat kesungguhan hati mereka untuk berbalik kepada-Nya, Allah pun berbelas kasihan kepada mereka (15-16).
Demikian juga dengan kita, umat yang dikasihi-Nya. Ketika kita berbuat dosa terhadap Allah dan benar-benar menyesali perbuatan dosa kita, kasih Allah yang besar itu akan selalu mengampuni dan menyelamatkan kita. Ia tidak pernah menginginkan kita untuk melakukan kesalahan yang sama dan Ia selalu menantikan pertobatan kita.
Karena itu, sebagai orang yang telah diampuni, kita harus sadar dan tidak berpura-pura lupa akan kasih Allah kepada kita. Janganlah kita dengan sengaja menutup telinga kita dari firman-Nya dan mata kita dari karya-Nya.
Kita harus berkomitmen untuk mau dituntun oleh Tuhan supaya kita bisa mengalahkan godaan dunia yang begitu menyenangkan dan memuaskan hidup kita. Janganlah kita memberi kesempatan kepada Iblis untuk membuat kita mengikuti dosa, tetapi mintalah pimpinan Tuhan agar kita bisa sepenuhnya merdeka dari dosa.
Agar tidak jatuh ke dalam dosa yang sama, renungkanlah firman Tuhan. Sebab, firman Tuhanlah yang akan selalu menuntun kita kepada kebenaran-Nya dan hidup yang Ia kehendaki. Marilah kita memberi diri kita kepada Tuhan supaya kita pun hidup hanya di dalam Tuhan saja. [ERE]