H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 28 April 2026

Damai di Tengah Badai

 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu..”

๐Ÿ“– *Yohanes 14:27*


Kisah hidup Horatio Nelson sering dikaitkan dengan keberanian di tengah peperangan, tetapi lebih dalam lagi, kita belajar bahwa ketenangan sejati bukan berasal dari keadaan, melainkan dari hati yang percaya.


Namun sebagai orang percaya, kita melihat contoh yang lebih dalam lagi dalam kehidupan para murid Yesus. Saat badai datang di danau, mereka panik, takut, dan merasa akan binasa.


Sementara itu, Yesus justru tertidur di perahu. Ketika dibangunkan, Yesus tidak hanya meredakan badai, tetapi juga menegur ketakutan mereka. Ia menunjukkan bahwa damai sejati tidak bergantung pada situasi, tetapi pada siapa yang bersama kita.


Sering kali hidup kita seperti badai—masalah datang bertubi-tubi, jawaban belum terlihat, dan hati mulai gelisah.


Namun kebangkitan Yesus mengingatkan kita bahwa Dia hidup, dan Dia berkuasa atas setiap “badai” dalam hidup kita.


Damai yang Tuhan berikan bukan berarti tidak ada masalah, tetapi hati yang tetap tenang di tengah masalah.


Setelah Paskah, kita diingatkan bahwa kita tidak perlu hidup dalam ketakutan.


✝️ *DAMAI DARI TUHAN LEBIH BESAR DARI BADAI APA PUN*


✅ *DAMAI DI TENGAH BADAI*






Markus 7 : 37

 Slmt pg buat kita semua..


Markus 7:37 (TB) Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™






Prakiraan Cuaca Tanggal 28 April Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 April 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat perlambatan kecepatan angin di lapisan atas, serta kondisi atmosfer dengan kelembapan udara yang relatif basah di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan Berawan dan berpotensi hujan ringan pada akhir pagi dan siang hari dengan skala lokal/ atau tidak merata.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada pertumbuhan awan Cumulonimbus penyebab terjadinya hujan sedang - lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada pagi hari yang bersifat lokal.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 April 2026 Prov Kepulauan Riau


Kitab Ester, 28 April 2026

 ESTER


Penulis kitab ini tidak diketahui. 


Kitab Ester menyoroti bagaimana Tuhan peduli terhadap umat-Nya.


Kitab ini menceritakan tentang seorang muda Yahudi yang menjadi ratu di Persia. Seorang laki-laki jahat bernama Haman berusaha untuk membunuh semua orang Yahudi di kerajaan. Ester menyelamatkan bangsanya.


Apa yang bisa kita pelajari dari kitab ini adalah Tuhan tidak perlu melakukan mukjizat untuk menolong umat-Nya. Tuhan bisa memakai peristiwa-peristiwa atau orang-orang biasa.


Tokoh-tokoh penting dalam kitab ini adalah Raja Ahasyweros, Haman, Ester dan Mordekhai.


Peristiwa-peristiwa yang tertulis dalam kitab ini terjadi antara tahun 483 - 471 BC.


Peristiwa-peristiwa ini terjadi di Benteng Susan, ibukota Persia, sebuah kota kerajaan yang dibangun oleh raja.






Renungan Tetap Konsisten

 Santapan Harian

Tetap Konsisten 

Hakim-hakim 10:6-18 


Kalimat "Janganlah kita jatuh ke dalam dosa yang sama" tepat diberikan kepada bangsa Israel yang berulang kali mengecewakan hati TUHAN.


Bukannya beribadah kepada-Nya, mereka malah beribadah kepada banyak ilah (6). Akibat dari kebebalan mereka, TUHAN pun menghukum mereka dengan membiarkan mereka ditindas oleh orang Filistin dan bani Amon selama 18 tahun (7-9).


Penindasan ini sangatlah berat sehingga orang Israel terdesak dan berseru meminta tolong kepada TUHAN. Mereka mengakui bahwa mereka telah berdosa karena meninggalkan TUHAN dan menyembah para Ba'al (10). Namun, Allah mengingatkan siapa yang telah menyelamatkan mereka dan kepada siapa mereka beribadah (11-14). Mendengar jawaban itu, mereka menjadi makin terdesak dan berpasrah kepada-Nya. Melihat kesungguhan hati mereka untuk berbalik kepada-Nya, Allah pun berbelas kasihan kepada mereka (15-16).


Demikian juga dengan kita, umat yang dikasihi-Nya. Ketika kita berbuat dosa terhadap Allah dan benar-benar menyesali perbuatan dosa kita, kasih Allah yang besar itu akan selalu mengampuni dan menyelamatkan kita. Ia tidak pernah menginginkan kita untuk melakukan kesalahan yang sama dan Ia selalu menantikan pertobatan kita.


Karena itu, sebagai orang yang telah diampuni, kita harus sadar dan tidak berpura-pura lupa akan kasih Allah kepada kita. Janganlah kita dengan sengaja menutup telinga kita dari firman-Nya dan mata kita dari karya-Nya.


Kita harus berkomitmen untuk mau dituntun oleh Tuhan supaya kita bisa mengalahkan godaan dunia yang begitu menyenangkan dan memuaskan hidup kita. Janganlah kita memberi kesempatan kepada Iblis untuk membuat kita mengikuti dosa, tetapi mintalah pimpinan Tuhan agar kita bisa sepenuhnya merdeka dari dosa.


Agar tidak jatuh ke dalam dosa yang sama, renungkanlah firman Tuhan. Sebab, firman Tuhanlah yang akan selalu menuntun kita kepada kebenaran-Nya dan hidup yang Ia kehendaki. Marilah kita memberi diri kita kepada Tuhan supaya kita pun hidup hanya di dalam Tuhan saja. [ERE]