Santapan Harian
Jejak Seorang Hamba yang Setia
Yosua 24:29-33
Banyak orang ingin meninggalkan jejak yang baik dalam hidupnya dan pada umumnya orang ingin dikenang sebagai orang sukses dan meninggalkan harta yang dapat menjamin kehidupan keturunannya. Apakah kita pernah berpikir untuk meninggalkan jejak iman dan spiritualitas yang menginspirasi generasi setelah kita?
Meski Yosua telah mengikut TUHAN dan melayani jauh sebelum menjadi pemimpin bangsa Israel, dapat dikatakan bahwa ia mulai menapaki jejak kepemimpinannya ketika ia dipilih TUHAN menggantikan Musa. Yosua memulai kepemimpinannya dalam situasi yang sangat mustahil untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Dia harus menggantikan sosok yang sangat besar, Musa, dan harus memimpin bangsa Israel yang keras kepala dan tidak mudah diatur, serta harus menghadapi musuh yang begitu kuat yang ada di depan. Secara manusia, Yosua takut dan gentar sehingga berulang kali Tuhan memberikan kekuatan (lih. Yos 1:6, 7, 9).
Dengan menuruti firman Tuhan dalam kesetiaan yang teruji oleh waktu, Yosua memimpin bangsa Israel merebut tanah Kanaan melalui kemenangan-kemenangan dalam menghadapi musuh. Jejak kesetiaan Yosua ini diikuti oleh bangsa Israel yang berkomitmen untuk berpaut pada Tuhan dan tidak akan meninggalkan-Nya (lih. 24:16).
Jejak kesetiaan Yosua membuahkan hasil yang sangat luar biasa, yaitu bahwa "Orang Israel beribadah kepada TUHAN semasa hidup Yosua..." (31). Hal itu tidak hanya menunjukkan penghormatan kepada TUHAN, tetapi juga kepada Yosua, hamba-Nya yang setia. Yosua meninggalkan dunia ini dengan jejak yang baik, yaitu meletakkan dasar-dasar iman dan melayani hanya kepada TUHAN sampai akhir.
Sekarang, jejak apa yang akan kita tinggalkan kelak? Bagaimanapun kita memulai iman dan pelayanan kepada Tuhan, biarlah kita mengakhirinya sama seperti hamba-Nya, Yosua. Apa pun tantangannya, biarlah kita setia dan taat sampai akhir. Biarlah pada akhir hidup kita, Tuhan menyambut kita sebagai hamba yang baik dan setia. [ABL]
![]() |
| Semangat dan amen |

