Santapan Harian
Siapakah yang Kamu Cari?
Yohanes 18:1-11
Ketika berhadapan dengan sesuatu yang membahayakan, kebanyakan orang akan menghindarinya. Akan tetapi, bagaimana Tuhan Yesus dapat menghadapi penangkapan-Nya, ketika Ia tahu bahwa penangkapan itu akan membawa Dia mati di atas kayu salib (1-11)?
Setelah merayakan jamuan Paskah bersama para murid, Tuhan Yesus mempersiapkan mereka menghadapi pengkhianatan atas diri-Nya (lih. Yoh 13:11-26). Ia membawa murid-murid-Nya, kecuali Yudas Iskariot yang meninggalkan mereka, ke sebuah taman di seberang Sungai Kidron (1). Yudas Iskariot ternyata pergi ke sana, memimpin gabungan para penjaga Bait Allah (yang ditugaskan menangkap Tuhan Yesus) dan para prajurit Romawi (yang dipanggil untuk memastikan ketertiban penangkapan itu) (2-3).
Tuhan Yesus tahu bahwa semua itu akan terjadi, maka Ia menggenapi semua yang dinubuatkan oleh firman Tuhan (4-9). Tidak ada orang yang dapat menghalangi rencana Allah terjadi, termasuk tindakan Simon Petrus yang dapat memicu kericuhan ketika ia memutuskan telinga kanan hamba Imam Besar yang bernama Malkhus (10-11). Yudas Iskariot tidak tahu apa yang akan terjadi dengan pengkhianatannya, dan kelak ia akan menyesalinya (bdk. Mat 27:3-5). Petrus, saat mencoba membela Sang Guru, tidak memperhitungkan dampak tindakannya yang gegabah itu (10-11). Namun, Tuhan Yesus tahu apa yang akan terjadi (4), dan Ia bisa saja dengan mudah menggunakan kuasa-Nya untuk menaklukkan mereka (4-9). Sekalipun demikian, Tuhan Yesus tidak menggunakan kuasa-Nya untuk melawan para penangkap-Nya karena Ia memutuskan untuk menggenapi nubuat firman Tuhan (9, 11).
Pada saat kita merayakan Prapaskah, kita diingatkan kepada kedaulatan kuasa Allah yang peduli kepada umat-Nya, yang mengerjakan dan menggenapi setiap rencana-Nya, dan yang memberikan kasih-Nya kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus, Juru Selamat kita. Apakah kita siap menyerahkan kendali hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan? [IBS]


