H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 09 Maret 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 9 Maret Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat bertivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 09 Maret 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Kondisi tersebut juga didukung dengan rendahnya kelembapan udara lapisan atas di sekitar wilayah Pulau Bintan menyebabkan kurangnya potensi pertumbuhan awan-awan penghasil hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan hari ini diprakirakan berawan sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 9 Maret 2026 Prov Kepulauan Riau


Mazmur 15 : 2

 *“Orang yang hidup dengan tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.”*

๐Ÿ“– *Mazmur 15:2*


Ketika masih muda, George Washington dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga integritasnya. Ada sebuah kisah terkenal ketika ia masih bekerja sebagai surveyor muda. 


Suatu hari ia melakukan kesalahan dalam perhitungan tanah milik seseorang. Kesalahan itu sebenarnya kecil dan hampir tidak akan diketahui oleh siapa pun.


Namun setelah menyadarinya, Washington tidak mengabaikannya. Ia kembali menemui pemilik tanah tersebut dan mengakui kesalahan perhitungannya. Ia memperbaiki catatan itu walaupun hal tersebut bisa merugikan dirinya sendiri.


Baginya, menjaga kejujuran dan menepati tanggung jawab jauh lebih penting daripada menjaga kenyamanan pribadi.


Karakter seperti itulah yang kemudian membuat banyak orang mempercayainya, bahkan hingga ia dipercaya memimpin sebuah bangsa sebagai presiden pertama Amerika Serikat.


Menepati janji tidak hanya berdampak pada hubungan dengan orang lain, tetapi juga membentuk karakter di dalam diri kita.


Setiap kali kita memilih untuk berkata jujur, melakukan apa yang kita katakan dan menyelesaikan tanggung jawab kita, kita sedang membangun fondasi karakter yang kuat.


Sebaliknya, setiap kali kita mengabaikan janji kecil, hati kita perlahan menjadi terbiasa untuk tidak setia. Karakter tidak dibangun dalam satu keputusan besar, tetapi dalam banyak keputusan kecil yang kita buat setiap hari.


Tuhan melihat bukan hanya apa yang kita lakukan di depan banyak orang, tetapi juga keputusan-keputusan kecil yang kita ambil ketika tidak ada yang melihat dan dari kesetiaan kecil itulah Tuhan membentuk hidup yang dapat dipercaya.


Menepati janji bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari karakter yang Tuhan rindu kita miliki. Setialah dalam hal kecil.


Jujurlah dalam hal sederhana. Peganglah komitmen yang sudah diucapkan karena hidup yang dapat dipercaya adalah hidup yang berkenan kepada Tuhan.


✝️ *Karakter yang kuat dibangun dari kesetiaan dalam hal-hal kecil setiap hari.*


✅ *Menepati Janji Membentuk Karakter*











Ibrani 4 : 12

 Slmt hari senin buat kita semua.


Ibrani 4:12 (TB) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™





















Renungan Wasiat Terakhir

 Santapan Harian

Wasiat Terakhir 

Yosua 23 


Jika kita adalah orang tua dan kita tahu akan segera meninggalkan dunia ini, kira-kira apa wasiat terakhir kita kepada anak-anak kita? Atau, jika kita sebagai anak, kira-kira wasiat apa yang kita harapkan? Di akhir hidupnya, Yosua pun memberikan wasiat kepada bangsa Israel. Apa wasiat terakhir Yosua kepada bangsa Israel?


Pada dasarnya wasiat terakhir Yosua dalam pasal 23 ini dapat disimpulkan dalam satu kalimat, "... kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu..." (8). Sejarah bangsa Israel membuktikan bahwa godaan besar bagi mereka dalam perjalanan mengikut TUHAN adalah kecenderungan mereka untuk berpaut pada diri mereka sendiri, pada materi dan pada hal-hal yang kasat mata. Terlebih lagi setelah mereka hidup tenteram di tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya itu, mereka bisa saja pada akhirnya berpaut pada semua itu dan bukan pada Allah.


Minimal ada dua kunci bagi bangsa Israel agar dapat terus berpaut pada Allah. Pertama, mengingat perbuatan Allah pada masa lampau. Itulah yang disampaikan Yosua dalam wasiatnya bahwa semua pencapaian mereka saat ini bukanlah usaha mereka sendiri, tetapi karena pertolongan, penyertaan, dan kasih setia TUHAN. Yosua berkata, "Kamu telah melihat ... Dialah yang telah berperang ..." (3); "Ingatlah ..." (4); "TUHAN telah menghalau ..." (9). Dengan mengingat perbuatan Tuhan di masa lampau, kita diharapkan sadar bahwa apa yang kita miliki dan capai saat ini semata-mata adalah karena Tuhan. Kita tidak mungkin hidup tanpa berpaut pada Tuhan.


Kedua, tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Yosua mengingatkan mereka supaya tidak mengikuti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah di sekitar mereka (7). Mereka juga diperingatkan untuk tidak kawin-mawin dengan bangsa lain karena hal itu merupakan godaan besar untuk jatuh dalam penyembahan berhala (12).


Sudahkah Saudara berpaut pada Tuhan? Kenalilah godaan yang dapat membuat Saudara rentan berpaling dari Tuhan? Akui di hadapan-Nya dan mohon pertolongan dari Tuhan. [ABL]