H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 24 Agustus 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 24 Agustus Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 24 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah dan kecepatan angin yang cukup kuat di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat menghambat potensi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 24 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau



Renungan Dimata Orang Versus Dimata Tuhan

 Santapan Harian

Di Mata Orang versus di Mata Tuhan 

2 Samuel 6 


Siapa yang tidak bangga jika keluarganya berhasil. Itulah mengapa ketika anggota keluarga kita sukses, kita sering ingin memperlihatkannya kepada dunia. Namun, bagaimana jika sebaliknya; dalam kesuksesan dan kebahagiaan yang kita rasakan, orang terdekat kita sendiri justru merendahkan kita?


Itulah yang dialami Daud dalam hidupnya. Di tengah sorak-sorai yang penuh sukacita karena Tabut Allah telah diangkut dari Ba'ale-Yehuda ke rumah Obed-Edom sampai ke kota Daud (1-12), di sanalah Daud direndahkan. Seorang raja yang mempersembahkan kurban melimpah kepada TUHAN dan menari-nari di hadapan TUHAN dengan mengenakan baju efod dari kain linen justru dihina oleh istrinya (14-16).


Ketika Tabut TUHAN dibawa masuk dan Daud mempersembahkan kurban, rakyat turut bersuka cita (17-19). Namun, ketika ia kembali ke rumahnya, tuduhan menyakitkan dilemparkan kepadanya. Mikhal, anak Saul, istri Daud, berkata dengan sarkastis bahwa Daud telah memalukan dirinya dengan menelanjangi diri seperti seorang manusia hina (20).


Di tengah penghinaan, jawaban Daud sungguh mengesankan. Apa pun yang dituduhkan kepadanya, ia sadar bahwa ia menari di hadapan TUHAN yang telah memilih dan menunjuknya menjadi pemimpin (21). Kalaupun Mikhal memandang dia rendah, Daud rela merendahkan diri karena ia tahu ia melakukannya untuk TUHAN (22).


Sering kali dunia salah menilai kita dan memandang rendah apa yang kita lakukan. Bahkan, tak jarang di tengah banyaknya pelayanan yang kita emban, orang-orang terdekat kita menjadi tantangan terbesar. Di luar mungkin apa yang kita lakukan membuat orang memuji kebesaran Tuhan. Namun, terkadang di dalam keluarga kita sendiri upaya kita justru direndahkan. Janganlah berhenti melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Sama seperti Daud, temukanlah nilai diri yang benar bukan di mata orang, melainkan di mata Tuhan.


Meski dunia merendahkan, Tuhan akan meninggikan setiap pelayan-Nya yang tulus. Carilah kehormatan bukan dari orang, tetapi dari Tuhan yang memilih dan mengangkat kita. [RBM]