H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 31 Agustus 2026

Lukas 10 : 39

 Shalom, selamat sore Saudaraku ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜Š 


*MEMILIH SUPER PRIORITAS DIANTARA PRIORITAS*


_*Lukas 10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,*_


Kedatangan Tamu Agung, yakni Yesus dan murid²Nya sebanyak 12 orang (termasuk Yesus berarti 13 orang) ke rumah Martha & Maria tanpa pemberitahuan merupakan hal yang _"surprise"_ , apalagi Yesuslah yang telah membangkitkan Lazarus (adik Marta dan Maria) yang sudah mati dan telah dikubur selama 4 hari _*Yohanes 11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."*_


 Hal ini membuat Martha sangat sibuk untuk menyiapkan makanan, minuman dan sebagainya guna menyambut dan menjamu Tamu Agung dimaksud, sementara kakaknya (Maria) duduk tenang dekat kaki Tuhan Yesus dan tekun mendengar pengajaranNya _*Lukas 10:39b .... Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,*_


Selama Martha tetap melayani Tuhan Yesus dan murid²Nya pada saat itu, Yesus tidak menegur Martha namun ketika Martha mulai protes kepada Tuhan Yesus maka Tuhan Yesus menegor Martha _*Lukas 10:40b ..... Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."*_

Maka Yesus menjawab Marta demikian, _*Lukas 10:41-42 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."*_


Dari tindakan kedua orang ini yakni Martha dan Maria dalam penyambutan Tuhan Yesus ke rumah mereka, dapat diketahui bahwa:

* Martha lebih memprioritaskan melayani Tuhan Yesus dan murid²Nya terlebih dahulu 

* Maria lebih memprioritaskan "duduk diam di kaki Tuhan Yesus" untuk mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut TUHAN

* Kedua tindakan tersebut sama² baik namun berbeda skala prioritas yang harus didahulukan, dan Maria lebih mengutamakan / mendahulukan duduk dekat kaki Tuhan Yesus untuk mendengar perkataan & pengajaran dari Tuhan Yesus dimana hal ini sesuai dengan firman Tuhan, _*Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu*_


Demikian juga dengan kita, sesibuk apa pun tugas dan pekerjaan kita, harus diupayakan menyediakan waktu untuk bersekutu serta membaca dan merenungkan Firman Tuhan terlebih dahulu setiap hari kemudian kita melakukan pekerjaan dan tanggung jawab kita, sebab dengan merenungkan firman Tuhan terlebih dulu maka kita akan memperoleh hikmat dari TUHAN untuk melakukan pekerjaan dan tanggung jawab tsb. 


Prioritaskan lah setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan Yesus serta merenungkan Firman itu, kemudian barulah kita melakukan pekerjaan kita sehari-hari _*Mazmur 1:1-2 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.*_


Terima kasih 

Tuhan Yesus memberkati











Janganlah Kamu Bersungut Sungut

 Slmt hr senin buat kita semua..


Yakobus 5:9 (TB) Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™












2 Korintus 12 : 9

 *“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”*

๐Ÿ“– *2 Korintus 12:9 TB*


Paulus adalah rasul besar. Ia menulis 13 kitab dalam Perjanjian Baru. Ia membangkitkan orang mati. Ia mengusir setan. Ia mendirikan gereja di seluruh Asia Kecil.


Namun ia memiliki “duri dalam daging”. Tiga kali ia memohon kepada Tuhan agar duri itu diambil. Jawaban Tuhan bukan kesembuhan. Jawaban Tuhan adalah kasih karunia.


Para ahli Alkitab berbeda pendapat tentang duri itu: penyakit mata, epilepsi, penentang Injil, atau trauma masa lalu. Yang pasti, duri itu menyakitkan. Duri itu memalukan. Duri itu membatasi.


Namun Paulus berkata: “Aku bermegah atas kelemahanku.” Mengapa? Karena ketika duri itu tidak dicabut, kuasa Kristus justru turun dengan sempurna.


Paradigma yang diperbaharui: Tidak semua luka harus sembuh untuk dapat dipakai Tuhan. Kadang luka dibiarkan tinggal, agar dunia melihat bahwa kekuatan itu bukan dari manusia, melainkan dari Allah. 2 Korintus 4:7.


Kesaksian tahun 2017 dari Bandung ini menjangkau ribuan orang. Pdt. Daniel Sitorus, lulus STT di usia 25 tahun. Penuh semangat, penuh visi. Ia merintis gereja di daerah kumuh Bandung. Dalam 3 tahun, jemaat bertumbuh menjadi 300 jiwa. Ia menikah, menanti anak pertama.


Tahun 2017, kecelakaan motor mengubah segalanya. Sebuah truk menabraknya saat ia pulang pelayanan malam. Tulang belakang patah. Dokter berkata: “Pak Pendeta, Anda lumpuh dari pinggang ke bawah. Seumur hidup.”


Tiga bulan pertama, ia marah kepada Tuhan. Di kursi roda, ia berteriak di kamar: “Tuhan, aku melayani Engkau! Mengapa Engkau ambil kakiku? Bagaimana aku naik mimbar?” Jemaat mulai berkurang. Istrinya keguguran karena stres. Ia tiga kali meminta Tuhan menyembuhkan. Jawaban Tuhan sama seperti kepada Paulus: “Cukuplah kasih karunia-Ku.”


Titik balik terjadi saat ia membaca 2 Korintus 12:9. Ia berkata kepada istri: “Kalau Tuhan tidak angkat duri ini, berarti Tuhan mau pakai duri ini.” 


Ia mulai merekam renungan 5 menit dari kamar menggunakan ponsel bekas. Di atas tempat tidur, dengan kursi roda di samping, ia berkata: “Shalom, saya Pdt. Daniel. Saya lumpuh, tetapi firman Tuhan tidak terbelenggu.” Ia mengunggah ke YouTube dengan nama @KursiRodaAnugerah.


Minggu pertama: 100 penonton. Bulan ketiga: 10.000 subscriber. Komentarnya penuh kesaksian: “Pak Pendeta, saya mau bunuh diri karena kanker. Tapi melihat Bapak lumpuh masih melayani, saya bertobat.” “Saya pengusaha bangkrut. Renungan Bapak bikin saya bangkit lagi.”


Tahun 2023, kanal tersebut mencapai 250.000 subscriber dari 18 negara. Pdt. Daniel tidak pernah berjalan lagi. Namun setiap hari, firman Tuhan berjalan melalui suaranya. Ia menulis buku: “Duri Yang Tidak Dicabut”. Ia melatih 500 pendeta online tentang “Pelayanan di Atas Kelemahan”.


Di ruang rekamannya, ada satu pigura: Gambar duri, kursi roda, dan salib. Di bawahnya tertulis 2 Korintus 12:9. Ia bersaksi: “Dunia berkata saya cacat dan tidak layak. Firman Tuhan berkata saya adalah bejana tanah liat yang menyimpan harta surgawi. Duri ini tidak dibuang Tuhan. Duri ini dipigura Tuhan. Mujizat masih ada.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kita lemah dan tidak berguna.” FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita adalah tempat kuasa Kristus dinyatakan dengan sempurna.”*


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Identifikasi satu “duri” dalam hidup ini yang sudah didoakan berkali-kali tetapi belum diambil Tuhan. Tuliskan di jurnal: “Tuhan, jika duri ini tidak Engkau cabut, biarlah kuasa-Mu menjadi sempurna melalui duri ini. Pakailah kelemahanku.” Bacalah 2 Korintus 12:9 setiap kali duri itu terasa sakit.


๐ŸŸข *PAULUS – DARI DURI YANG MENYAKITKAN MENUJU KUASA YANG SEMPURNA*









Sehat Sehat Keluarga Gev


Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Agustus Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktifitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 31 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, dapat berkontrinusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang disertai petir/kilat pada pagi dan siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi menjelang siang hari.

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Kebutaan Akut

 Santapan Harian

Kebutaan Akut 

2 Samuel 12:1-25 


Ilmu saraf menunjukkan bahwa memori manusia untuk mengingat kejadian masa lalu bisa saja tidak akurat. Apalagi jika itu adalah cerita tentang perbuatan buruk pada masa lalu. Cerita itu bisa ditutup rapat dan dikubur, agar tak terdengar lagi.


Sepertinya Daud sudah tidak terusik dengan perbuatan kejinya yang menyebabkan Batsyeba mengandung. Lalu Daud membunuh Uria, abdi setianya, yang adalah suami Batsyeba. Apalagi di dalam Alkitab tidak tercatat ada orang yang mengutuki perbuatannya. Bahkan barangkali dia dianggap sebagai pahlawan dengan memperistri Batsyeba, karena orang bisa melihat Daud seperti penebus yang memelihara janda Uria (orang Het), seorang asing (bukan Israel).


Kebutaan Daud sungguh akut dan menyedihkan, sehingga untuk itulah Nabi Natan diutus (1). Ketika Daud diminta pendapat oleh Natan, yang sebenarnya merupakan refleksi diri, ia bereaksi sangat berlebihan, begitu marah, dan menunjukkan kesalehan palsu yang seolah mau meneriakkan keadilan bagi mereka yang tertindas (5). Ia tidak sadar bahwa dia sendirilah yang digambarkan sebagai orang kaya yang tamak itu. Kemarahan Daud bahkan barangkali adalah ketidaksadaran diri yang membenci perbuatan busuk yang pernah dilakukannya.


Tuntutan Daud untuk mengganti domba orang miskin itu dengan hanya empat kali lipat juga menyedihkan (6). Dia tidak menyimak cerita Nabi Natan ini dengan hati, bahwa orang miskin itu sangat mencintai dombanya, bahkan seperti anak perempuan sendiri, yang artinya, tak tergantikan.


Kebutaan Daud yang akut ini membuat Natan terpaksa mengonfrontasi Daud dengan keras, "Engkaulah orang itu!" (7)." Barulah Daud terpukul dan sadar akan perbuatan buruknya.


Terkadang kita sulit untuk berani terbuka atas perbuatan buruk kita. Kita menutupinya, melupakannya, atau bahkan memberikan makna yang lebih positif dari perbuatan itu. Tuhan mau kita dengan hancur hati berani mengakui perbuatan tersebut agar anugerah-Nya dapat dilimpahkan atas kita.


Belajarlah peka dan mengakui perbuatan buruk kita! [JHN]