H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 31 Agustus 2026

2 Korintus 12 : 9

 *“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”*

📖 *2 Korintus 12:9 TB*


Paulus adalah rasul besar. Ia menulis 13 kitab dalam Perjanjian Baru. Ia membangkitkan orang mati. Ia mengusir setan. Ia mendirikan gereja di seluruh Asia Kecil.


Namun ia memiliki “duri dalam daging”. Tiga kali ia memohon kepada Tuhan agar duri itu diambil. Jawaban Tuhan bukan kesembuhan. Jawaban Tuhan adalah kasih karunia.


Para ahli Alkitab berbeda pendapat tentang duri itu: penyakit mata, epilepsi, penentang Injil, atau trauma masa lalu. Yang pasti, duri itu menyakitkan. Duri itu memalukan. Duri itu membatasi.


Namun Paulus berkata: “Aku bermegah atas kelemahanku.” Mengapa? Karena ketika duri itu tidak dicabut, kuasa Kristus justru turun dengan sempurna.


Paradigma yang diperbaharui: Tidak semua luka harus sembuh untuk dapat dipakai Tuhan. Kadang luka dibiarkan tinggal, agar dunia melihat bahwa kekuatan itu bukan dari manusia, melainkan dari Allah. 2 Korintus 4:7.


Kesaksian tahun 2017 dari Bandung ini menjangkau ribuan orang. Pdt. Daniel Sitorus, lulus STT di usia 25 tahun. Penuh semangat, penuh visi. Ia merintis gereja di daerah kumuh Bandung. Dalam 3 tahun, jemaat bertumbuh menjadi 300 jiwa. Ia menikah, menanti anak pertama.


Tahun 2017, kecelakaan motor mengubah segalanya. Sebuah truk menabraknya saat ia pulang pelayanan malam. Tulang belakang patah. Dokter berkata: “Pak Pendeta, Anda lumpuh dari pinggang ke bawah. Seumur hidup.”


Tiga bulan pertama, ia marah kepada Tuhan. Di kursi roda, ia berteriak di kamar: “Tuhan, aku melayani Engkau! Mengapa Engkau ambil kakiku? Bagaimana aku naik mimbar?” Jemaat mulai berkurang. Istrinya keguguran karena stres. Ia tiga kali meminta Tuhan menyembuhkan. Jawaban Tuhan sama seperti kepada Paulus: “Cukuplah kasih karunia-Ku.”


Titik balik terjadi saat ia membaca 2 Korintus 12:9. Ia berkata kepada istri: “Kalau Tuhan tidak angkat duri ini, berarti Tuhan mau pakai duri ini.” 


Ia mulai merekam renungan 5 menit dari kamar menggunakan ponsel bekas. Di atas tempat tidur, dengan kursi roda di samping, ia berkata: “Shalom, saya Pdt. Daniel. Saya lumpuh, tetapi firman Tuhan tidak terbelenggu.” Ia mengunggah ke YouTube dengan nama @KursiRodaAnugerah.


Minggu pertama: 100 penonton. Bulan ketiga: 10.000 subscriber. Komentarnya penuh kesaksian: “Pak Pendeta, saya mau bunuh diri karena kanker. Tapi melihat Bapak lumpuh masih melayani, saya bertobat.” “Saya pengusaha bangkrut. Renungan Bapak bikin saya bangkit lagi.”


Tahun 2023, kanal tersebut mencapai 250.000 subscriber dari 18 negara. Pdt. Daniel tidak pernah berjalan lagi. Namun setiap hari, firman Tuhan berjalan melalui suaranya. Ia menulis buku: “Duri Yang Tidak Dicabut”. Ia melatih 500 pendeta online tentang “Pelayanan di Atas Kelemahan”.


Di ruang rekamannya, ada satu pigura: Gambar duri, kursi roda, dan salib. Di bawahnya tertulis 2 Korintus 12:9. Ia bersaksi: “Dunia berkata saya cacat dan tidak layak. Firman Tuhan berkata saya adalah bejana tanah liat yang menyimpan harta surgawi. Duri ini tidak dibuang Tuhan. Duri ini dipigura Tuhan. Mujizat masih ada.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kita lemah dan tidak berguna.” FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita adalah tempat kuasa Kristus dinyatakan dengan sempurna.”*


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Identifikasi satu “duri” dalam hidup ini yang sudah didoakan berkali-kali tetapi belum diambil Tuhan. Tuliskan di jurnal: “Tuhan, jika duri ini tidak Engkau cabut, biarlah kuasa-Mu menjadi sempurna melalui duri ini. Pakailah kelemahanku.” Bacalah 2 Korintus 12:9 setiap kali duri itu terasa sakit.


🟢 *PAULUS – DARI DURI YANG MENYAKITKAN MENUJU KUASA YANG SEMPURNA*









Sehat Sehat Keluarga Gev


2 komentar:

  1. *“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”*

    📖 *2 Korintus 12:9 TB*

    BalasHapus