H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 01 September 2026

Mazmur 5 : 11

 Slmt siang buat kita semua.


Mazmur 5:11 (TB) (5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™








Istana Pemulihan

 *“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”*

๐Ÿ“– *Kejadian 50:20 TB*


Yusuf dijual seharga 20 syikal perak oleh saudara kandungnya sendiri. Usia 17 tahun, dikhianati darah daging. Dibuang ke sumur. Dijual sebagai budak. Di Mesir, ia difitnah, dipenjara 13 tahun tanpa pengadilan. Total 20 tahun penderitaan.


Jika ada orang yang berhak pahit hati, itu adalah Yusuf. Namun di akhir hidupnya, ia tidak berkata: “Lihat, aku korban.” Ia berkata: “Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan.”


Kata “mereka-rekakan” = khashab = merajut, menenun, mendesain. Saudara Yusuf menenun kejahatan. Allah menenun karya seni. Luka yang sama, tetapi di tangan Tuhan menjadi lukisan.


Paradigma yang diperbaharui: Luka bukan titik akhir cerita. Luka adalah kanvas. Di tangan manusia, luka menjadi trauma. Di tangan Tuhan, luka menjadi kesaksian.


Kesaksian tahun 2018 dari Jakarta ini menguatkan banyak orang. Bayu, usia 6 tahun, dibuang orang tuanya di Panti Asuhan Dorkas Jakarta Timur. Alasannya: “Anak haram. Kami malu.” Surat yang ditinggal hanya satu kalimat: “Jangan cari kami.”


18 tahun Bayu hidup dengan label “anak buangan”. Setiap malam ulang tahun, ia bertanya: “Tuhan, mengapa aku tidak diinginkan?” Di panti, ia sering dipukul kakak asuh. Luka di punggung, luka di hati lebih dalam.


Titik balik terjadi saat ia berusia 20 tahun. Seorang pengacara Kristen visitasi ke panti dan berkata: “Bayu, namamu artinya ‘angin’. Angin tidak kelihatan, tetapi mengubah arah kapal. Tuhan akan pakai lukamu.” Malam itu Bayu membaca Kejadian 50:20 dan menangis: “Orang tuaku mereka-rekakan kejahatan. Tetapi Tuhan, Engkau mereka-rekakan kebaikan?”


Bayu memutuskan kuliah hukum sambil bekerja menjaga warung internet. 4 tahun tidak pulang kampung, tidur di lantai kos, makan sekali sehari. Lulus dengan predikat cum laude. Ia menolak tawaran firma hukum besar. Ia berkata: “Saya mau membela anak-anak yang dibuang seperti saya.”


Tahun 2023, Pengacara Bayu Christanto, S.H. mendirikan LBH Kasih Anak. Dalam 2 tahun, ia memenangkan 47 kasus hak asuh dan adopsi anak terlantar. Ia menuntut negara untuk mereformasi sistem panti asuhan. Ia sendiri mengadopsi 2 anak buangan.


Suatu hari, ibu kandungnya datang ke kantornya. Menangis, meminta maaf, meminta uang. Seluruh staf menahan napas. Bayu berdiri, memeluk ibunya, dan berkata: “Mama, terima kasih sudah membuang saya. Jika Mama tidak membuang saya ke panti, saya tidak akan bertemu Yesus. Jika saya tidak bertemu Yesus, 47 anak ini tidak punya pembela. Luka saya sudah dipigura Tuhan.”


Hari ini, di ruang tamu LBH Kasih Anak, tergantung satu lukisan besar: Gambar sumur, budak, penjara, dan istana. Di bawahnya tertulis Kejadian 50:20. Melalui kesaksian ini kita diingatkan: “Dunia mungkin melihat seseorang sebagai pribadi yang terbuang. Tuhan melihatnya sebagai alat Kerajaan-Nya. Luka tidak dibuang. Luka dipigura. Mujizat masih ada.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN:* “Kita adalah korban.”  

FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita adalah kanvas karya-Nya.”


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Ambillah satu luka terdalam dalam hidup ini. Tuliskan di kertas: “Manusia mereka-rekakan ini untuk kejahatan.” Lalu di bawahnya tuliskan: “Tuhan, biarlah Engkau mereka-rekakan ini untuk kebaikan. Piguralah luka ini.” Simpan kertas tersebut di dalam Alkitab. Bacalah setiap kali luka itu mengingatkan pada masa lalu.


๐ŸŸข *YUSUF – DARI SUMUR PEMBUANGAN MENUJU ISTANA PEMULIHAN*






Jangan Berharap Menerima Imbalan

 Shalom, selamat siang Saudaraku ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š 


_*MELAYANI TUHAN JANGAN BERHARAP MENERIMA IMBALAN*_


_*Mikha 3:5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.*_


Pada zaman Nabi Mikha, keadaan bangsa Israel dan Yehuda sudah sangat parah, dimana para Pemimpin dan Imam²nya semuanya mengejar laba/untung, itu sebabnya:

* Mereka membemci kebaikan dan mencintai kejahatan (Mikha 3, 2)

* Memakan daging sesama Israel dan mengupas kulit dari tubuhnya (Mikha 3, 3)

* Muak terhadap keadilan dan membengkokkan yang lurus (Mikha 3, 9)

* Pemimpin memutuskan hukum karena suap dan para Imam memberi pengajaran karena bayaran (Mikha 3, 10)


Atas perbuatan Pemimpin bangsa dan para Imam yang menyimpang jauh dari Kebenaran maka Allah menghukum bangsa Israel dan Yehuda dengan mendatangkan bangsa² seperti: Asyur, Babel, Persia, dll) untuk memerangi Israel, membunuh masyarakat sipil, dan dibawa ke pembuangan. 


Demikian juga saat ini para Pemimpin, Pejabat dan juga para Hamba² Tuhan yang ada di Indonesia banyak yang berorientasi UANG, cinta akan uang, sehingga mengakibatkan tingkat korupsi sangat tinggi (no 3 di ASEAN), kejahatan meningkat, pengangguran bertambah, ekonomi semakin sulit, dan lain sebagainya. 


Bangsa kita perlu bertobat, termasuk kita sebagai anak-anak Tuhan pun harus bertobat dari kejahatan, ketidak pedulian, keegoisan, merasa diri paling benar, suka menghakimi, dll, agar penghukuman Allah tidak datang atas bangsa ini. _*Yeremia 18:8 Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.*_


Kita berdoa agar bangsa Indonesia yang kita cintai ini hidup dalam takut akan TUHAN, dan kita mari dalam melayani Tuhan dan melayani sesama jangan berharap imbalan, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, percaya bahwa Dia akan mencukupkan _*Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.*_


Terima kasih 

Tuhan Yesus memberkati






Rencana

 




Di tengah kesibukan kita mengejar pekerjaan, cita-cita, dan merencanakan masa depan, *jangan sampai kita lupa untuk tetap memprioritaskan Tuhan.*


Karena sehebat apa pun rencana yang kita susun, pada akhirnya Tuhan yang menentukan jalan dan waktunya.

Selagi masih diberi kesempatan, mari kita tetap meluangkan waktu untuk mendekat kepada-Nya, bersyukur, dan memperbaiki diri.


Sebab ketika Tuhan berkata “Pulang”, tidak ada satu pun rencana dunia yang bisa kita bawa atau selesaikan.


Semoga kita semua selalu diberi kesehatan, umur yang panjang, hati yang dekat dengan Tuhan, dan kehidupan yang penuh berkat. ๐Ÿ™


Selamat pagi, selamat beraktivitas abg/kakak alumni ✨

Prakiraan Cuaca Tanggal 1 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktifitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 1 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, dapat berkontrinusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan Berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang disertai petir/kilat pada pagi dan siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi tinggi gelombang mencapai 1.4 m (kategori sedang) di Perairan Kep. Bintan pada tanggal 01 September 2026

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 1 September 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Kesuksesan Hamba Tuhan

 Santapan Harian

Kesuksesan Hamba Tuhan 

2 Samuel 12:26-31 


Kesuksesan seseorang di dunia pekerjaan maupun pelayanan tidak menjamin orang itu pasti sukses juga di dalam keluarga. Banyak tokoh ternama dan terhormat yang berakhir tragis karena tidak berhasil menjalankan peran yang tepat di dalam keluarganya.


Daud adalah tokoh yang sukses. Kesuksesannya nyata ketika ia memimpin pasukan Israel, memenangkan sejumlah peperangan, dan mendapat nama bagi dirinya (lih. 2Sam 8:13). Kemenangan itu menjadi berkat kemakmuran dan kedamaian bagi bangsa Israel yang ia pimpin.


Tak hanya itu, Daud juga memiliki Yoab, pengikut setia yang sangat rela berkorban baginya. Yoab berhasil menang atas Raba dan merebut benteng air kota itu (27), yang berarti ia berhasil menguasai sumber kehidupan kota itu. Ia bisa saja mendapat nama untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, karena kesetiaannya yang besar, ia rela memberikan kemenangan itu kepada Daud, pemimpin yang dihormatinya (28). Jika Daud bukanlah pemimpin yang baik, tidak mungkin Yoab melakukan tindakan itu. Pastilah tidak mudah untuk mendapat penghormatan dari pahlawan yang tangguh dan gagah perkasa seperti Yoab.


Kesuksesan Daud menjadi makin nyata ketika ia berhasil memimpin seluruh tentara Israel, mengambil mahkota raja Amon, dan menaklukkan Kota Raba (29-31). Ini semua membuktikan bahwa dalam kepemimpinannya sebagai raja, Daud sangat dapat diandalkan dan dibanggakan.


Namun, perhatikanlah, bagian ini merupakan catatan singkat tentang keberhasilan Daud yang diapit oleh catatan tentang dosa perzinaannya dengan Batsyeba (lih. 2Sam 11-12) dan catatan tentang kegagalannya sebagai kepala keluarga (lih. 2Sam 13-19).


Kisah Daud menjadi kisah yang menginspirasi kita untuk menjadi pemimpin yang taat dan setia kepada Tuhan. Namun, kisah Daud juga membuat kita menyadari bahwa sungguh tidak mudah untuk menjadi berkat di dalam keluarga. Kiranya kita sukses sebagai orang beriman tidak hanya bagi orang yang kita pimpin dan layani, tetapi juga bagi keluarga yang paling dekat dan tinggal bersama kita. [JHN]








Happy Tuesday