H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 31 Agustus 2026

Lukas 10 : 39

 Shalom, selamat sore Saudaraku ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜Š 


*MEMILIH SUPER PRIORITAS DIANTARA PRIORITAS*


_*Lukas 10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,*_


Kedatangan Tamu Agung, yakni Yesus dan murid²Nya sebanyak 12 orang (termasuk Yesus berarti 13 orang) ke rumah Martha & Maria tanpa pemberitahuan merupakan hal yang _"surprise"_ , apalagi Yesuslah yang telah membangkitkan Lazarus (adik Marta dan Maria) yang sudah mati dan telah dikubur selama 4 hari _*Yohanes 11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."*_


 Hal ini membuat Martha sangat sibuk untuk menyiapkan makanan, minuman dan sebagainya guna menyambut dan menjamu Tamu Agung dimaksud, sementara kakaknya (Maria) duduk tenang dekat kaki Tuhan Yesus dan tekun mendengar pengajaranNya _*Lukas 10:39b .... Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,*_


Selama Martha tetap melayani Tuhan Yesus dan murid²Nya pada saat itu, Yesus tidak menegur Martha namun ketika Martha mulai protes kepada Tuhan Yesus maka Tuhan Yesus menegor Martha _*Lukas 10:40b ..... Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."*_

Maka Yesus menjawab Marta demikian, _*Lukas 10:41-42 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."*_


Dari tindakan kedua orang ini yakni Martha dan Maria dalam penyambutan Tuhan Yesus ke rumah mereka, dapat diketahui bahwa:

* Martha lebih memprioritaskan melayani Tuhan Yesus dan murid²Nya terlebih dahulu 

* Maria lebih memprioritaskan "duduk diam di kaki Tuhan Yesus" untuk mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut TUHAN

* Kedua tindakan tersebut sama² baik namun berbeda skala prioritas yang harus didahulukan, dan Maria lebih mengutamakan / mendahulukan duduk dekat kaki Tuhan Yesus untuk mendengar perkataan & pengajaran dari Tuhan Yesus dimana hal ini sesuai dengan firman Tuhan, _*Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu*_


Demikian juga dengan kita, sesibuk apa pun tugas dan pekerjaan kita, harus diupayakan menyediakan waktu untuk bersekutu serta membaca dan merenungkan Firman Tuhan terlebih dahulu setiap hari kemudian kita melakukan pekerjaan dan tanggung jawab kita, sebab dengan merenungkan firman Tuhan terlebih dulu maka kita akan memperoleh hikmat dari TUHAN untuk melakukan pekerjaan dan tanggung jawab tsb. 


Prioritaskan lah setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan Yesus serta merenungkan Firman itu, kemudian barulah kita melakukan pekerjaan kita sehari-hari _*Mazmur 1:1-2 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.*_


Terima kasih 

Tuhan Yesus memberkati











Janganlah Kamu Bersungut Sungut

 Slmt hr senin buat kita semua..


Yakobus 5:9 (TB) Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™












2 Korintus 12 : 9

 *“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”*

๐Ÿ“– *2 Korintus 12:9 TB*


Paulus adalah rasul besar. Ia menulis 13 kitab dalam Perjanjian Baru. Ia membangkitkan orang mati. Ia mengusir setan. Ia mendirikan gereja di seluruh Asia Kecil.


Namun ia memiliki “duri dalam daging”. Tiga kali ia memohon kepada Tuhan agar duri itu diambil. Jawaban Tuhan bukan kesembuhan. Jawaban Tuhan adalah kasih karunia.


Para ahli Alkitab berbeda pendapat tentang duri itu: penyakit mata, epilepsi, penentang Injil, atau trauma masa lalu. Yang pasti, duri itu menyakitkan. Duri itu memalukan. Duri itu membatasi.


Namun Paulus berkata: “Aku bermegah atas kelemahanku.” Mengapa? Karena ketika duri itu tidak dicabut, kuasa Kristus justru turun dengan sempurna.


Paradigma yang diperbaharui: Tidak semua luka harus sembuh untuk dapat dipakai Tuhan. Kadang luka dibiarkan tinggal, agar dunia melihat bahwa kekuatan itu bukan dari manusia, melainkan dari Allah. 2 Korintus 4:7.


Kesaksian tahun 2017 dari Bandung ini menjangkau ribuan orang. Pdt. Daniel Sitorus, lulus STT di usia 25 tahun. Penuh semangat, penuh visi. Ia merintis gereja di daerah kumuh Bandung. Dalam 3 tahun, jemaat bertumbuh menjadi 300 jiwa. Ia menikah, menanti anak pertama.


Tahun 2017, kecelakaan motor mengubah segalanya. Sebuah truk menabraknya saat ia pulang pelayanan malam. Tulang belakang patah. Dokter berkata: “Pak Pendeta, Anda lumpuh dari pinggang ke bawah. Seumur hidup.”


Tiga bulan pertama, ia marah kepada Tuhan. Di kursi roda, ia berteriak di kamar: “Tuhan, aku melayani Engkau! Mengapa Engkau ambil kakiku? Bagaimana aku naik mimbar?” Jemaat mulai berkurang. Istrinya keguguran karena stres. Ia tiga kali meminta Tuhan menyembuhkan. Jawaban Tuhan sama seperti kepada Paulus: “Cukuplah kasih karunia-Ku.”


Titik balik terjadi saat ia membaca 2 Korintus 12:9. Ia berkata kepada istri: “Kalau Tuhan tidak angkat duri ini, berarti Tuhan mau pakai duri ini.” 


Ia mulai merekam renungan 5 menit dari kamar menggunakan ponsel bekas. Di atas tempat tidur, dengan kursi roda di samping, ia berkata: “Shalom, saya Pdt. Daniel. Saya lumpuh, tetapi firman Tuhan tidak terbelenggu.” Ia mengunggah ke YouTube dengan nama @KursiRodaAnugerah.


Minggu pertama: 100 penonton. Bulan ketiga: 10.000 subscriber. Komentarnya penuh kesaksian: “Pak Pendeta, saya mau bunuh diri karena kanker. Tapi melihat Bapak lumpuh masih melayani, saya bertobat.” “Saya pengusaha bangkrut. Renungan Bapak bikin saya bangkit lagi.”


Tahun 2023, kanal tersebut mencapai 250.000 subscriber dari 18 negara. Pdt. Daniel tidak pernah berjalan lagi. Namun setiap hari, firman Tuhan berjalan melalui suaranya. Ia menulis buku: “Duri Yang Tidak Dicabut”. Ia melatih 500 pendeta online tentang “Pelayanan di Atas Kelemahan”.


Di ruang rekamannya, ada satu pigura: Gambar duri, kursi roda, dan salib. Di bawahnya tertulis 2 Korintus 12:9. Ia bersaksi: “Dunia berkata saya cacat dan tidak layak. Firman Tuhan berkata saya adalah bejana tanah liat yang menyimpan harta surgawi. Duri ini tidak dibuang Tuhan. Duri ini dipigura Tuhan. Mujizat masih ada.”


✝️ *NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Kita lemah dan tidak berguna.” FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Kita adalah tempat kuasa Kristus dinyatakan dengan sempurna.”*


✅ *LANGKAH PRAKTIS HARI INI:* Identifikasi satu “duri” dalam hidup ini yang sudah didoakan berkali-kali tetapi belum diambil Tuhan. Tuliskan di jurnal: “Tuhan, jika duri ini tidak Engkau cabut, biarlah kuasa-Mu menjadi sempurna melalui duri ini. Pakailah kelemahanku.” Bacalah 2 Korintus 12:9 setiap kali duri itu terasa sakit.


๐ŸŸข *PAULUS – DARI DURI YANG MENYAKITKAN MENUJU KUASA YANG SEMPURNA*









Sehat Sehat Keluarga Gev


Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Agustus Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktifitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 31 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, dapat berkontrinusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang disertai petir/kilat pada pagi dan siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi menjelang siang hari.

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Kebutaan Akut

 Santapan Harian

Kebutaan Akut 

2 Samuel 12:1-25 


Ilmu saraf menunjukkan bahwa memori manusia untuk mengingat kejadian masa lalu bisa saja tidak akurat. Apalagi jika itu adalah cerita tentang perbuatan buruk pada masa lalu. Cerita itu bisa ditutup rapat dan dikubur, agar tak terdengar lagi.


Sepertinya Daud sudah tidak terusik dengan perbuatan kejinya yang menyebabkan Batsyeba mengandung. Lalu Daud membunuh Uria, abdi setianya, yang adalah suami Batsyeba. Apalagi di dalam Alkitab tidak tercatat ada orang yang mengutuki perbuatannya. Bahkan barangkali dia dianggap sebagai pahlawan dengan memperistri Batsyeba, karena orang bisa melihat Daud seperti penebus yang memelihara janda Uria (orang Het), seorang asing (bukan Israel).


Kebutaan Daud sungguh akut dan menyedihkan, sehingga untuk itulah Nabi Natan diutus (1). Ketika Daud diminta pendapat oleh Natan, yang sebenarnya merupakan refleksi diri, ia bereaksi sangat berlebihan, begitu marah, dan menunjukkan kesalehan palsu yang seolah mau meneriakkan keadilan bagi mereka yang tertindas (5). Ia tidak sadar bahwa dia sendirilah yang digambarkan sebagai orang kaya yang tamak itu. Kemarahan Daud bahkan barangkali adalah ketidaksadaran diri yang membenci perbuatan busuk yang pernah dilakukannya.


Tuntutan Daud untuk mengganti domba orang miskin itu dengan hanya empat kali lipat juga menyedihkan (6). Dia tidak menyimak cerita Nabi Natan ini dengan hati, bahwa orang miskin itu sangat mencintai dombanya, bahkan seperti anak perempuan sendiri, yang artinya, tak tergantikan.


Kebutaan Daud yang akut ini membuat Natan terpaksa mengonfrontasi Daud dengan keras, "Engkaulah orang itu!" (7)." Barulah Daud terpukul dan sadar akan perbuatan buruknya.


Terkadang kita sulit untuk berani terbuka atas perbuatan buruk kita. Kita menutupinya, melupakannya, atau bahkan memberikan makna yang lebih positif dari perbuatan itu. Tuhan mau kita dengan hancur hati berani mengakui perbuatan tersebut agar anugerah-Nya dapat dilimpahkan atas kita.


Belajarlah peka dan mengakui perbuatan buruk kita! [JHN]























Minggu, 30 Agustus 2026

Lirik Lagu Rohani Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari Hari

  Ajar kami Tuhan menghitung hari-hari

Agar kami peroleh hati bijaksana

Ajar kami Bapa hidup dalam jalanMu

Agar semua rencanaMu digenapi


Mulialah namaMu Tuhan

Dan ajaib jalanMu

Pimpin kami di setiap waktu

Besar setiaMu Tuhan

Agunglah karyaMu

Yesus kami bersyukur padaMu






Lirik Lagu In Moments Like These

  In moments like these, I sing out a song

I sing out a love song to Jesus

In moments like these, I lift up my hands

I lift up my hands to the Lord


[Chorus]

Singing, “I love You, Lord...”

Singing, “I love You, Lord...”

Singing, “I love You, Lord, I love You...






Lirik Lagu Kau Sungguh Indah Tiada Taranya

 Kau sungguh indah tiada taranya,

Sungguh menakjubkan

Sungguh ajaib tuk dimengerti

Lebih dari semua yang ada


Hikmat Mu tiada terselami

Kasih Mu dalam tak terduga

Kau sungguh indah tiada taranya

Mulia dan berkuasa


kukagum, hormat akan Engkau

kukagum, hormat akan Engkau

Kau Allah yang layak dipuji

kukagum akan Engkau







Lirik Lagu Rohani Satu didalam Roh Hu

Satu Di dalam Roh HU


Satu di dalam Roh-HU,

dalam RohHU..Oh bahagia

Di dalam hatiku,

dalam hatimu terpaut jadi satu

Bernyanyi bersama,berdoa bersama..

Sekutu dan sehati

Oh indahnya satu dalam kasih Yesus


SetiaMu..mem’lihara persekutuan ini

Dan kasihMu melimpah selamanya

Kan menjadi saksi bagi dunia

Setiamu mem’lihara persekutuan ini

Dan jadikan kami satu,

menjadi satu di dalamkasihMU






Tempat Allah Berkuasa

 Santapan Rohani

Yakobus 4:1-10

*“Tempat Allah Berkuasa”*


Pada tahun 2018, seorang pria memesan kamar hotel di kota New York untuk menginap satu malam. Yang luar biasa, ia kemudian menggunakan kamar itu dan menetap di sana selama lima tahun berikutnya tanpa membayar biaya tambahan, dengan memanfaatkan celah hukum tentang sewa-menyewa sebagai dasar tindakannya. Namun, penolakannya untuk beranjak dari kamar itu membuatnya terancam hukuman penjara.


Yakobus memperingatkan kita bahwa, mirip dengan penyewa yang tidak kunjung pergi, Iblis bisa tinggal dalam hidup kita apabila kita membiarkannya. “Lawanlah Iblis,” tulis Yakobus, “maka ia akan lari dari padamu!” (4:7). Yakobus menekankan bahwa pergumulan kita sering berasal dari “hawa nafsu” yang tidak murni dan “alasan yang salah” (ay.1,3 ayt). Maksudnya adalah hal-hal seperti kesombongan, ketidaksetiaan, dan pikiran kotor yang berdiam dalam hati kita. Untuk melawan godaan itu, Yakobus memberikan dua perintah: “tunduklah kepada Allah” dan “lawanlah iblis” (ay.7). Tunduk berarti menyerahkan setiap bagian hidup kita kepada Allah. Melawan iblis berarti aktif bertindak, dan ini membutuhkan doa, kewaspadaan, dan hikmat dari Kitab Suci.


Seperti tuan tanah yang mengusir penyewa ilegal, dengan kekuatan Allah kita dapat menolak untuk takluk kepada godaan Iblis. Saat kita melawannya, Allah menjanjikan kemenangan, seperti yang ditegaskan Yakobus, “Ia akan lari dari padamu!” (ay.7).


Ketika kita mengusir dosa dan pengaruh Iblis serta “[mendekat] kepada Allah” (ay.8), kita mengizinkan damai sejahtera, sukacita, dan kehendak Allah tinggal secara utuh di dalam diri kita. Musuh harus enyah dari tempat Allah berkuasa! 


-Shalom Kakak dan Abang Semuanya, Mari kita jalin relasi kita kepada Allah dengan bersaat teduh ini ya๐Ÿ˜‡







2 Samuel 7 : 27 - 29

 2 Samuel 7:27-29 (TB) Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.

Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.

Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."











Amsal 15 : 33

 Slmt malam buat kita semua..


Amsal 15:33 (TB) Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



*‭Mazmur 116:15*

*Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya*




















Mental yang Diperbaharui

 *“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”*

๐Ÿ“– *2 Korintus 10:5 TB*


*Overthinking = pikiran tanpa tuan.* Otakmu muter 24 jam: *“Gimana kalau gagal? Gimana kalau dia marah? Gimana kalau aku salah pilih?”* *100 skenario, 0 keputusan.**l


Paulus bilang: *Pikiran harus DITAWAN.* Kata *aichmalลtizล* = tangkap tentara musuh, ikat, seret ke Komandan. **Komandannya siapa? Kristus.*


*Paradigma mental yang diperbaharui: Overthinking bukan karena kamu pintar. Overthinking karena pikiranmu tidak punya Komandan.* Kalau Kristus tidak jadi Komandan, kekhawatiran yang akan jadi.


Paulus nulis ini waktu difitnah, dituduh, gerejanya diacak-acak. *Logika dia bisa overthinking: “Gimana kalau pelayanan hancur?”* Tapi dia pilih: *“Setiap pikiran liar, gue borgol, gue seret ke Yesus.”*


*Kisah nyata tahun 2022 dari Jakarta ini dialami ribuan founder. Rama*, umur 29, CEO startup fintech. *Funding $2 juta. 50 karyawan. Tapi jam 2 pagi tiap hari otaknya muter: “Gimana kalau besok investor cabut? Gimana kalau karyawan resign massal? Gimana kalau OJK tutupin?”* 


*3 bulan insomnia. Rambut rontok. Asam lambung akut.* Dia ke psikiater: *“Kamu overthinking. Minum obat.”* Obat bantu, tapi pikiran masih liar. *Di kantor, dia marah-marah karena capek. Tim takut. Istri nangis: “Kamu berubah.”*


Temennya anak komsel bilang: *“Bro, pikiran lo butuh Komandan. Baca 2 Kor 10:5.” Rama protes: “Gue Kristen, tapi bisnis kan beda.”*


Sampai 1 malam, investor terbesar WA: *“Besok meeting. Kami evaluasi mau tarik dana.” Rama panic attack. Jam 1 pagi dia buka Alkitab asal, kena 2 Kor 10:5.* Dia nangis: *“Tuhan, aku capek mikir. Aku serahin komando ke Engkau.”*


*Dia bikin “Jam Doa Fajar”: Tiap jam 5 pagi, sebelum buka HP, dia tulis semua pikiran liar di jurnal.* Lalu satu-satu dia doakan: *“Pikiran tentang investor, gue tawan. Yesus, Engkau Komandan atas dana ini. Pikiran tentang karyawan, gue seret. Yesus, Engkau Komandan timku.” 15 menit. Lalu dia ucap: “Hari ini aku kerja, Engkau yang perang.”*


*Besoknya meeting, investor tidak jadi cabut. Malah nambah $500K.* Kata investor: *“Tadi malam saya mimpi disuruh dukung kamu.”* 


6 bulan konsisten “Jam Doa Fajar”, *startup Rama profit pertama kali. Insomnia sembuh. Tim bilang: “Bos balik lagi.”* Sekarang semua karyawan wajib *silent hour* jam 8 pagi untuk “tawan pikiran”.


*Rama bilang: “Psikiater kasih aku obat tidur. Yesus kasih aku Komandan pikiran. Obat + Firman = mujizat. Overthinking mati kalau Kristus jadi Panglima. Mujizat masih ada.”*


✝️ *OVERTHINKING BERKATA: “1000 SKENARIO BURUK.” IMAN BERKATA: “1 KOMANDAN BESAR.”*


✅ *AKSI HARI INI:* Bikin “Jam Doa Fajar” 15 menit. 

1. **Tulis** 3 pikiran yang muter terus di kepalamu.

2. **Tawan** – Doakan: “Yesus, pikiran tentang ___ aku serahkan ke Engkau.”

3. **Jalan** – Kerjakan tugasmu. Perangnya biar Tuhan.


๐ŸŸข *MENTAL YANG DIPERBAHARUI: OVERTHINKING – DARI OTAK TANPA TUAN MENUJU PIKIRAN BERTUAN*







Roma 13 : 1-2

 Shalom, selamat malam Saudaraku, salam sehat, tetap semangat dan penuh berkat hari ini dalam Tuhan kita Yesus Kristus, amin ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


_*Roma 13:1-2 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.*_


Terima kasih

Tuhan Yesus memberkati



































Wahyu 3 : 1b - 2

 *BANGUNLAH & KUATKANLAH YANG MASIH TINGGAL & YANG SUDAH HAMPIR MATI...!*


Wahyu 3:1b-2 

*Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Amin.*






Happy Sunday










Perumahan Baca Buku







FirmanMu Menjadi Kegiranganku

 *๐ŸŒทFIRMANMU MENJADI KEGIRANGANKU๐ŸŒท*.                                    

       _*(YEREMIA 15:15-21)*_


*๐ŸŒท SHALOM,*

Selamat Hari Minggu 

TRINITATIS XIII, dan selamat beribadah 


Pernahkah anda merasa, ketaatan kepada Tuhan justru membawa anda ke dalam kesunyian, penolakan, bahkan penderitaan yang dalam? Mengapa kerap kali terjadi, ketika kita mencoba hidup kudus di tempat kerja, sekolah, atau di lingkungan sosial, anda justru dikucilkan dan dianggap sok suci oleh orang-orang di sekitar anda? 


Di zaman modern ini, ketika semua orang mengejar kebahagiaan instan melalui validasi media sosial, hiburan tanpa batas, dan kenyamanan materi, mengapa jiwa manusia justru terasa semakin kering, hampa, dan rapuh? Di manakah kita bisa menemukan mata air sukacita yang tidak pernah kering ketika badai kehidupan datang menghantam tanpa ampun?


Hari ini kita akan belajar dari kehidupan Nabi Yeremia, seorang pelayan Tuhan yang jujur akan rasa sakitnya, tetapi telah menemukan rahasia kekuatan yang radikal di tengah keputusasaannya.


Melalui teks Firman dari Yeremia 15:15-21 ini, kita akan melihat bagaimana Firman Tuhan sanggup mengubah ratapan menjadi sorak-sorai dan Tuhan juga memulihkan jiwa yang patah. 


Mari kita kita nikmati penguatan dari Firman Tuhan dan mari buka hati kita untuk menyelami konteks panggilannya dan merenungkan beberapa bagian penting yang akan menuntun kita menemukan kembali kegirangan sejati di dalam Firman Tuhan.


Nabi Yeremia sering dijuluki sebagai "Nabi Ratapan." Yeremia dipanggil menjadi nabi pada masa-masa paling gelap dalam sejarah kerajaan Yehuda, yaitu menjelang kejatuhan Yerusalem ke tangan bangsa Babilonia.


Tugasnya sangatlah berat: karena dia harus menyampaikan berita penghukuman Allah kepada bangsanya sendiri yang keras kepala, penyembah berhala, dan menolak untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. 


Akibat dari pesan khotbahnya yang tidak populer itu, Yeremia mengalami penolakan yang masif, penganiayaan, bahkan dikhianati oleh keluarga dan teman-teman dekatnya sendiri. 


Ia hidup dalam isolasi total, dilarang menikah oleh Tuhan sebagai tanda nubuat, dan terus-menerus diancam akan dibunuh. 


Nah teks Firman saat ini, ayat 15-21 ini lahir dari "lembah kekelaman" emosional Yeremia, di mana ia merasa sangat lelah secara mental, kesepian, dan hampir putus asa dalam menjalankan misi ilahi yang dibebankan di atas pundaknya.


*1.UNGKAPAN HATI SECARA TERBUKA KEPADA TUHAN* 


Menjadi seorang pengikut Tuhan yang setia tidak pernah menjanjikan kehidupan yang bebas dari gesekan, air mata, atau ketidakadilan dunia. Yeremia memulai seruannya dengan sebuah permintaan yang terbuka doi hadapan Tuhan. Apa itu ? 


_“Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau! (Yeramia 15:15)”_


Nabi Yeremia meminta agar Tuhan mengingat, memperhatikandan membalaskan penderitaannya. Ia tidak datang kepada Tuhan dengan kata-kata rohani yang manis atau berpura-pura tetapi dia datang dengan membawa seluruh luka hatinya akibat penganiayaan yang ia terima secara langsung demi nama Tuhan.


Banyak orang Kristen hari ini terjebak dalam teologi keliru yang menganggap bahwa orang beriman harus selalu terlihat kuat, tersenyum, dan menyembunyikan kesedihannya. Ketika tekanan hidup datang bertubi-tubi, mereka memilih untuk berpura-pura baik-baik saja di hadapan sesama maupun di hadapan Tuhan demi menjaga citra rohani. Tetapi nabi Yeremia membukakan satu rahasia bahwa kerohanian yang sehat itu justru dimulai dari sebuah kejujuran yang radikal di hadapan takhta kasih karunia Allah.


Coba perhatikan sebuah ceret untuk merebus air, yang sedang ditaruh di atas kompor yang terus menyala dengan sangat panas dahsyat dalam waktu yang lama. Jika ceret itu ditutup rapat-rapat tanpa ada lubang udara sama sekali, tekanan uap di dalamnya lama-kelamaan akan meledakkan dan menghancurkan ceret itu beserta area di sekitarnya. Lain halnya jika ada katup kecil yang dapat memungkinkan uap itu keluar secara teratur, maka cerat tersebut akan tetap aman meskipun suhu di sekitarnya sangat panas.


Begitulah nabi Yeremia tidak memendam tekanan jiwanya sendirian, dan ia juga tidak meluapkannya dengan cara yang merusak atau berdosa kepada sesamanya. Ia menjadikan doa yang jujur sebagai katup pelepasan jiwanya, tempat di mana ia bisa menuangkan segala keluh kesah secara langsung kepada Sang Pencipta. 


Nabi Yeremia memahami bahwa mengadu dan mengeluh kepada manusia sering kali hanya akan menghasilkan gosip, tetapi mengeluh secara intim kepada Tuhan akan mendatangkan kelegaan.


Nabi Yeremia rela menderita demi kebenaran sebab dia memahami bahwa penghiburan dan kekuatan memang tidak skan didapatkannya dari dunia. Penghiburan dan kekuatan yang sejati hanya akan didapatkannya dari Tuhan Allah. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita didalam Matius 5:4 demikian,


_"Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur."_


Tuhan Yesus tidak pernah melarang kita memenangis. Dia justru menyediakan ruang hiburan ilahi bagi mereka yang berduka.


Dituliskan pula dalam 1 Petrus 4:14 demikian,


_“Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu”._


Sampai pada zaman ini juga, orang Kristen sering kali menghadapi tekanan yang tidak jauh berbeda dari tekanan dan penindasan di zaman-zaman dulu. Anda mungkin mengalami pengucilan di lingkungan kantor karena menolak ikut serta dalam praktik korupsi, manipulasi data, atau budaya kerja yang tidak jujur.  


Kalau pergumulan seperti itu, maka inilah Firman yang menjadikan orang percaya tetap tidak patah semangat tetapi dapat begembira. Firman yang meneguhkan sebagaimana telah dialami oleh nabi Yeremia. Saat kita menghadapi persoalan seperti itu maka pelajaran dari nabi Yeremia ini mengajak umat Tuhan percaya dan menyerahkan diri kepada pemeliharaan Tuhan Allah. Pilihan yang terindah adalah datang kepada Tuhan Yesus dan beritahukan kepadaNya dengan jujur segala beban yang sedang anda pikul karena Dia adalah Tuhan kita yang berkuasa dan Tuhan yang pedulia akan segala persoalan anda dan saya.


*2.FIRMAN YANG MENJADI MAKANAN JIWA*


Ketika tekanan hidupnya berada pada puncak, Yeremia tidak mencari pelarian kepada hiburan duniawi, melainkan beralih sepenuhnya kepada Firman Tuhan. Dalam ayat 16, ia berkata, 


_"Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatinya, Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam (Yeremia 15:16)_


Saat menghadapi pergumulan berat ia menegaskan, Firman Tuhan menjadi makanannya dan itu membuatnya bergirang. Bukan hanya bergembirta tetapi “bergirang”. Inilah satu pernyatan tindakan yang aktif, di mana Yeremia dengan sengaja menyerap, mengunyah, dan mencerna setiap kebenaran Allah ke dalam seluruh sistem kehidupannya.


Kata "memakan" di sini menunjukkan sebuah proses yang intim yang membutuhkan waktu khusus, perenungan mendalam, dan komitmen yang penuh. 


Lebih jauh, dalam menghadapi pergumulan di zaman sekarang ini, Firman Tuhan seharusnya bukanlah semacam sekadar informasi untuk mengisi kepala anda agar anda terlihat pintar dalam hal pengetahuan atau mengatakannya saja tetapi Firman Allah itu menjadi nutrisi bagi hati yang berbeban berat supaya oleh Kuasa Firman Allah itu, roh kita tetap hidup. 


Nabi Yeremia memberitahukan kepada kita, dia memisahkan dirinya dari kumpulan orang-orang yang berfoya-foya karena ia tahu bahwa didalam Firman Tuhan ada kepuasan yang jauh lebih mulia di dalam hadirat Allah. 


_“Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram (Yeremia 15:17)”_


Ada perbedaan yang sangat besar antara seorang penilai makanan yang hanya "mencicipi" sedikit hidangan di ujung lidahnya dengan seorang pekerja keras yang duduk tenang menikmati hidangan utama sampai kenyang. Para ahli kuliner hanya menilai rasa luar satu makanan demi sebuah ulasan, sementara orang yang lapar menghabiskan makanan itu agar energinya pulih kembali untuk bekerja. 


Nah, bukankah banyak orang Kristen hari-hari ini memperlakukan Alkitab seperti si penilai makanan, hanya membacanya untuk mencari kutipan indah atau bahkan mengkhotbahklannya tetapi tanpa dia sendiri pernah membiarkan kebenaran itu meresap didalam jiwa dan hidupnya.


Tetapi sikap "memakan Firman" ini ditegaskan secara radikal dalam kitab Yeremia ini bahkan oleh Tuhan Yesus ketika Ia mematahkan godaan iblis di padang gurun. Didalam Matius 4:4, DIA mengatakan kepada iblis yang mencobainya,


_"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."_


Firman Tuhan itu sesungguhnya adalah kebutuhan rohani kita yang primer, sebagaimana dikatakan,


_“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu (Kolose 3:16)


Firman Kristus itu seharusnyalah diam dengan segala kekayaannya di antara kita, sehingga perkataanNya membuahkan pengajaran dan nyanyian syukur yang tulus di hati dan jiwa kita.


Di era yang banjir informasi digital saat ini, kita sering kali menderita malanutrisi rohani yang akut karena kita lebih banyak mengonsumsi konten duniawi. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam membaca berita viral, menonton video hiburan, atau menggulir lini masa media sosial, tetapi hanya menyisakan waktu beberapa detik untuk membaca Alkitab dan merenungkan FirmanNya sebagai makanan jiwa. 


Itu sebabnya Jiwa kita menjadi lemah dan rapuh karena kita memberi makan kedagingan kita secara berlebihan, sementara roh kita dibiarkan kelaparan. Menemukan sukacita di dalam Firman Tuhan menuntut kita untuk mengambil tindakan disiplin rohani yang disengaja dalam kehidupan sehari-hari. 


Kita perlu belajar untuk menjauhkan diri sejenak dari hiruk-pikuk suara dunia yang menawarkan kebahagiaan palsu, dangkal, dan cepat berlalu. Ketika kita mulai menyediakan waktu berkualitas untuk mengunyah janji-janji Allah, maka firman itu akan menjadi kegirangan sejati yang menguatkan kita dalam menghadapi setiap musim kehidupan ini.


*3.BERBALIK PERCAYA PENUH KEPADA TUHAN*


Meskipun Yeremia telah memakan Firman Tuhan, realitas penderitaan yang berkepanjangan sempat membuat imannya goyah dan mempertanyakan kasih setia Allah. 


_“Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai (Yeremia 15:18)”_


Pada ayat 18, ia bahkan sampai mengeluarkan kalimat yang sangat berani dengan mengumpamakan Tuhan seperti "sungai yang curang, air yang tidak dapat dipercaya." Yeremia merasa seolah-olah janji-janji Tuhan yang menyegarkan itu telah mengering dan membohongi dirinya di tengah padang gurun kehidupan yang gersang.


Akan tetapi perhatikan bagaimana Tuhan merespons keputusasaan hambaNya ini. Tuhan tidak menghancurkan Yeremia, tetapi Dia memberikan teguran yang keras sekaligus penuh kasih. 


Tuhan berkata, "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau, supaya engkau berdiri di hadapanKu." 


_"Karena itu beginilah jawab TUHAN: "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka (Yeremia 15:19)” 


Tuhan memanggil Yeremia untuk bertobat dari cara berpikirnya yang salah, dari kekecewaan yang telah membutakan matanya terhadap kebaikan Allah yang kekal. Kondisi Yeremia ini persis seperti sebuah kompas navigasi yang digunakan oleh para pelaut di tengah samudera luas yang sedang diamuk badai. 


Ketika kapal terombang-ambing dan petir menyambar, medan magnet di sekitar kapal bisa terganggu, menyebabkan jarum kompas berputar liar dan tidak lagi menunjukkan arah utara yang tepat. Jika kapten kapal panik dan mengikuti jarum kompas yang sedang eror tersebut, maka kapal itu pasti akan menabrak batu karang yang mematikan. Satu-satunya solusi bagi sang kapten adalah melakukan kalibrasi ulang terhadap kompas tersebut berdasarkan titik koordinat sejati yang tidak pernah berubah. 


Memang kekecewaan dan penderitaan hidup sering kali berperilaku seperti medan magnet buruk yang mengacaukan orientasi iman kita, membuat kita memandang Tuhan dengan cara yang keliru. 


Itu sebabnya kita perlu menarik diri dari kepanikan dan mengalibrasi ulang hati kita berdasarkan karakter Allah yang kudus. Firman yang dikatakan Tuhan Allah agar Yeremia tidak goyah tetapi tetap memilih bersandar kepada Tuhan, dikatakan kembali oleh Rasul Paulus kepada jemaat dan kepada kita di zaman yang sekarang ini demikian, 


_“Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan berubah oleh pembaharuan budi (Roma 12:12)”_


Tuhan Yesus juga mengatakan kepada murid-muridNya dan kepada kita juga demikian,


_“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku (Yohanes 15:4)”_


“Tinggallah didalam Aku”, karena di luar Dia jiwa kita akan kering, layu, dan terombang-ambing oleh kekecewaan. 


Di zaman sekarang ini, sangat mudah orang Kristen pun, terjatuh ke dalam dosa keputusasaan yang sama ketika doa-doa kita tampaknya belum dijawab. Ketika bisnis yang sudah susah paying dibangun dengan jujur dan dengan sekuat tenaga tiba-tiba bangkrut, atau ketika penyakit menahun tidak kunjung disembuhkan, iblis akan berbisik bahwa Tuhan tidak memedulikan anda. 


Tetapi Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, " segeralah berbalik kepada Tuhanmu". Lakukanah setting ulang atayu kalibrasi ulang pikiran kita kepada Janji Tuhan Yesus yang pasti memulihkan kita.


*4.BERPEGANG PADA JAMINAN KEMENANGANNYA*


Pada bagian akhir perikop ini, Tuhan memberikan janji pemulihan dan jaminan keamanan yang luar biasa kepada Nabi Yeremia jika ia tetap setia. 


_“Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga, mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN (Yeremia 15:20)”_


Tuhan tidak berjanji bahwa musuh-musuh Yeremia akan mendadak bertobat, atau bahwa tantangan pelayanannya akan segera hilang dari hadapannya. 


Sebaliknya, Tuhan berkata bahwa musuh-musuh itu akan tetap menyerang, tetapi mereka tidak akan sanggup mengalahkan Yeremia karena penyertaanNya yang sempurna.


Tuhan menegaskan sebuah metafora yang sangat kuat. "Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok tembaga yang kuat." 


Inilah jaminan bahwa kekuatan Yeremia tidak berasal dari kapasitas dirinya sendiri yang terbatas, melainkan dari kuasa Allah yang membentenginya. Tuhan berjanji untuk melepaskan dan menyelamatkan Yeremia dari tangan orang-orang jahat dan lalim yang berusaha menghancurkannya.


Di zaman kuno, setiap kota besar selalu dikelilingi oleh tembok benteng yang sangat tebal dan kokoh demi melindungi penduduk di dalamnya. Keberadaan tembok benteng itu tidak membuat musuh mengurungkan niat untuk datang menyerang dengan panah api, meriam kuno, atau batu-batu besar. 


Serangan musuh pasti akan tetap terjadi dengan sangat gencar, tetapi karena tembok itu terbuat dari bahan yang solid, seluruh serangan itu menjadi sia-sia dan gagal meruntuhkannya.


Metafora tembok tembaga ini mendapatkan pemenuhan sempurnanya melalui jaminan otoritas yang diberikan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 16:33, 


_"Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." 


Janji perlindungan ini disoroti kembali oleh Rasul Paulus dalam Roma 8:31, yang dengan lantang menyatakan,


_"Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"_


Demikian pula kehidupan orang percaya yang mengakar di dalam Firman Tuhan, mereka dijadikan bagaikan tembok tembaga rohani di tengah dunia yang rusak ini. Dunia boleh saja membenci kita, menekan kita, bahkan mencoba menjatuhkan reputasi kita karena iman kita yang teguh kepada Kristus. Akan tetapi selama Sang Pemilik Hidup berada di dalam kita, tidak ada satu pun senjata bentukan musuh yang akan berhasil membinasakan jiwa kita.


Sekarang ini apakah kita memilih untuk memiliki keberanian yang teguh dan iman yang tidak tergoyahkan dalam menghadapi setiap intimidasi zaman ? Saat ada intimidasi untuk berkompromi dengan dosa demi mengejar satu kepentingan maukah anda berkomitmen untuk berdiri teguh dan percaya bahwa Tuhan yang akan menjadikan diri anda bagaikan "tembok tembaga" yang dibentuk untuk kuat bertahan, dan bukannya runtuh. 


Percaya}bahwa kemenangan akhir kita sudah dijamin secara mutlak di dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus di kayu salib, sehingga kita dapat melangkah keluar dengan kemenangan yang pasti. Itulah yang mebuat orang beriman bergirang didalam jaminan Firman Tuhan.


Jadi Firman Tuhan bukanlah sekadar sekumpulan aturan kuno yang membosankan dan membatasi kebebasan kita, melainkan makanan utama yang menghidupkan dan menyegarkan jiwa kita. 


Ketika dunia ini hanya mampu menawarkan kesenangan semu yang cepat pudar dan meninggalkan kehampaan, Firman Allah memberikan kegirangan yang sejati yang mampu melampaui segala akal. 


Dan Sukacita sejati tidak ditentukan oleh apa yang terjadi di sekeliling kita, melainkan oleh Siapa yang hidup di dalam hati kita melalui FirmanNya.


Karenan itu, marilah kita hari ini, berkomitmen kembali, untuk tidak lagi memperlakukan Firman yang tertulis itu sebagai bacaan sekadar pelengkap atau rutinitas agama yang hambar, tetapi mari kita "memakannya" dengan penuh kerinduan, merenungkannya dengan setia, dan mengizinkan kebenaranNya menata ulang behkan terus menyempurnakan setiap area kehidupan kita yang sempat goyah. 


Jadilah tembok tembaga yang kokoh, yang tidak tergoda oleh keputusasaan dunia, tetapi sebaliknya membawa pembaharuan dan damai sejahtera Allah ke mana pun kita pergi, untuk hormat kemuliaanNya, *Amin!*


*๐ŸŒทSalam dan doa,*

_ev.r.l.toruan, se.ma.mth/ev.m.br.P1000_














Acara Baca Buku


Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Agustus Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhirpekan*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 30 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, dapat berkontrinusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang disertai petir/kilat pada pagi dan siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi dan siang/sore hari.

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


Kitab Roma, 30 Agustus 2026

 ROMA


Paulus adalah penulis dari surat ini untuk gereja Roma.


Surat ini untuk gereja Roma menunjukkan bagaimana kematian Yesus membenarkan kita depan Allah dan bagaimana Yesus membantu kita untuk hidup dalam kebenaran.


Kitab ini adalah surat yang Paulus kirim untuk orang kristen di Roma.


Kitab ini ditulis sekitar tahun 57, di kota Korintus.



22


PERJANJIAN BARU 


211. Minggu/30.08.2026

         Roma 4 - 8

         

212. Senin/31.08.2026

         Roma 9 - 13


213. Selasa/01.09.2026

         Roma 14 - 16

         1 Korintus 1 - 2

       

214. Rabu/02.09.2026

         1 Korintus 3 - 7


215. Kamis/03.09.2026

         1 Korintus 8 - 12


216. Jumat/04.09.2026

         1 Korintus 13 - 16

         2 Korintus 1


217. Sabtu/05.09.2026

         2 Korintus 2 - 6


218. Minggu/06.09.2026

         2 Korintus 7 - 11


219. Senin/07.09.2026

         2 Korintus 12 - 13

         Galatia 1 - 3


220. Selasa/08.09.2026

         Galatia 4 - 6

         Efesus 1 – 2






Renungan Tetap Berjaga Jaga

 Santapan Harian

Tetap Berjaga-jaga 

2 Samuel 11 


Ada masa ketika hidup terasa stabil dan segalanya berjalan baik. Di titik seperti itu, sering kali kita menjadi lengah. Saat tidak ada tekanan, justru di sanalah ada bahaya tersembunyi. Kita tidak sadar, kelengahan kecil bisa membuka pintu bagi kejatuhan besar.


Kejatuhan seseorang tidak terjadi tiba-tiba, tetapi berawal dari pandangan yang tidak dijaga, pikiran yang dibiarkan berkelana, dan keinginan yang tak dikendalikan. Begitu pula Daud. Pada saat para raja pergi berperang, ia memilih tinggal di istana. Dari atap istananya itulah ia melihat Batsyeba (2).


Daud, raja yang dikasihi TUHAN, jatuh bukan karena kelemahan fisik, melainkan karena hati yang lengah. Saat ia seharusnya pergi berperang, ia malah menuruti hawa nafsu.


Dosa yang bermula dari pandangan berakhir dengan tindak kejahatan besar. Daud mengambil Batsyeba, lalu berusaha menutupi perbuatannya dengan mengatur kematian suaminya, Uria (15).


Begitulah dosa bekerja. Iblis tidak selalu datang dalam rupa yang menakutkan, kerap kali godaannya malah hadir lewat kesenangan kecil yang tampak tak berbahaya. Satu tatapan bisa membuka pintu bagi kehancuran, satu langkah keliru bisa menjauhkan kita dari Tuhan.


Kita pun bisa jatuh ke dalam hal yang sama ketika kita membiarkan pandangan, pikiran, dan keinginan berjalan tanpa kendali. Karena itu, penting bagi kita untuk selalu berjaga-jaga, memperlengkapi diri dengan perisai Allah.


Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan ketaatan dan kesediaan untuk ditegur. Daud memang jatuh, tetapi ia juga bertobat dengan hati yang hancur dan tulus di hadapan Allah. Dari situ kita belajar bahwa pemulihan selalu mungkin selama kita mau kembali. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi kasih karunia Tuhan, tetapi juga tidak ada kelengahan yang terlalu kecil untuk diabaikan. Karena itu, kita masing-masing perlu memeriksa hati dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Saat hati terus melekat pada-Nya, mata kita akan terarah kepada yang benar dan langkah kita dijauhkan dari jalan yang menuju kehancuran. [SLM]













Sabtu, 29 Agustus 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhirpekan*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 29 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kuatnya tiupan angin dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)




















Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Teruslah Menabur Kasih

 Santapan Harian

Teruslah Menabur Kasih 

2 Samuel 10 


Kasih yang tulus kadang dibalas dengan luka. Kita bermaksud menghargai, tetapi kita justru dituduh punya maksud tersembunyi. Saat hal itu terjadi, kita bisa menjadi ragu untuk berbuat baik lagi. Ketulusan sejati memang sering diuji lewat kesalahpahaman.


Daud berniat menunjukkan kebaikan kepada Hanun, karena ayah Hanun pernah berbuat baik kepadanya (2). Niat itu seharusnya menjadi tanda persahabatan dan penghargaan. Namun, para pembesar Amon justru menuduh Daud mengirim mata-mata untuk memata-matai negeri mereka. Fitnah itu membuat Hanun mempermalukan para utusan Daud dengan mencukur janggut dan merobek pakaian mereka (4). Pada masa itu, tindakan seperti itu bukan sekadar penghinaan fisik, tetapi pelecehan terhadap martabat dan kehormatan bangsa.


Namun, Daud tidak langsung membalas dengan kemarahan. Ia tidak seketika menyerang, tetapi terlebih dahulu memulihkan harga diri para utusannya (5). Ia tahu bahwa emosi sesaat tidak akan membawa keadilan.


Ketika bangsa Amon menyewa pasukan Aram untuk menyerang Israel, Daud mengutus Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan (7). Meski jumlah musuh lebih besar, mereka tetap percaya kepada TUHAN karena mereka tahu TUHAN yang memberi kemenangan besar kepada Israel. Daud menyerahkan semuanya kepada TUHAN.


Dari kisah Daud, kita belajar bahwa ketulusan tidak perlu pembuktian manusia, sebab Tuhan sendirilah yang menilai dan membela hati yang tulus. Ia melihat setiap niat dan ketulusan di balik tindakan kita.


Janganlah berhenti berbuat baik hanya karena kita disalahpahami. Dunia bisa menuduh, memfitnah, bahkan mempermalukan kita, tetapi Tuhan tidak pernah salah menilai hati. Saat kita tetap memilih berbuat baik, meskipun difitnah, Tuhan akan memulihkan, membela, dan memberi kita kemenangan pada waktu yang tepat.


Teruslah menabur kasih karena kebaikan yang ditabur dengan hati murni dan tulus tidak akan pernah sia-sia di hadapan Tuhan. [SLM]



Baca Gali Alkitab 9


2 Samuel 10


Sebaik apa pun niat seseorang, ada saja orang yang dapat berprasangka buruk dan berlaku kasar. Itulah kenyataan yang tak terpungkiri, baik pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang. Seorang raja yang ingin menunjukkan kebaikan kepada raja yang lain bisa saja difintah dan dipermalukan. Pada saat hal itu terjadi, apa yang sebaiknya raja itu lakukan? Ketika kita yang berniat baik malah dituduh dan disalahkan, apa yang akan kita lakukan? Lalu, apakah tindakan kita akan berkenan bagi Tuhan?


Apa saja yang Anda baca?

1. Ketika Hanun menjadi raja, apa yang Daud lakukan? (1-2)

2. Apa tuduhan para pemuka Amon terhadap pegawai Daud? (3)

3. Apa perlakuan Hanun kepada pegawai Daud? Lalu, apa tindakan Daud kepada para pegawainya? (4-5)

4. Apa yang dilakukan bani Amon, dan sebagai respons, apa yang Daud lakukan? Bagaimana pertempuran berlangsung? (6-10)

5. Apa yang Yoab katakan? Apa hasil pertempuran? (11-14)

6. Apa yang orang Aram lakukan, dan sebagai respons, apa yang Daud lakukan? (15-18)

7. Apa hasil akhir pertempuran yang terjadi? (19)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Siapa yang menjadi prioritas lebih besar bagi Daud sebagai raja, orang Amon atau para pegawainya? Mengapa?

2. Mengapa Yoab dan Abisai tidak perlu gentar di hadapan pasukan Aram?

3. Apakah kebaikan Daud sia-sia? Mengapa, atau mengapa tidak?


Apa respons Anda?

1. Apa doa yang akan Anda panjatkan kepada Tuhan agar Anda dikuatkan untuk terus berbuat baik?

2. Bagaimana Anda akan menunjukkan kebaikan kepada keluarga, teman, dan sesama Anda?


Pokok Doa:

Mohon penguatan dari Tuhan agar kita tetap percaya kepada penyertaan dan kasih setia-Nya.