H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 29 Agustus 2026

Renungan Teruslah Menabur Kasih

 Santapan Harian

Teruslah Menabur Kasih 

2 Samuel 10 


Kasih yang tulus kadang dibalas dengan luka. Kita bermaksud menghargai, tetapi kita justru dituduh punya maksud tersembunyi. Saat hal itu terjadi, kita bisa menjadi ragu untuk berbuat baik lagi. Ketulusan sejati memang sering diuji lewat kesalahpahaman.


Daud berniat menunjukkan kebaikan kepada Hanun, karena ayah Hanun pernah berbuat baik kepadanya (2). Niat itu seharusnya menjadi tanda persahabatan dan penghargaan. Namun, para pembesar Amon justru menuduh Daud mengirim mata-mata untuk memata-matai negeri mereka. Fitnah itu membuat Hanun mempermalukan para utusan Daud dengan mencukur janggut dan merobek pakaian mereka (4). Pada masa itu, tindakan seperti itu bukan sekadar penghinaan fisik, tetapi pelecehan terhadap martabat dan kehormatan bangsa.


Namun, Daud tidak langsung membalas dengan kemarahan. Ia tidak seketika menyerang, tetapi terlebih dahulu memulihkan harga diri para utusannya (5). Ia tahu bahwa emosi sesaat tidak akan membawa keadilan.


Ketika bangsa Amon menyewa pasukan Aram untuk menyerang Israel, Daud mengutus Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan (7). Meski jumlah musuh lebih besar, mereka tetap percaya kepada TUHAN karena mereka tahu TUHAN yang memberi kemenangan besar kepada Israel. Daud menyerahkan semuanya kepada TUHAN.


Dari kisah Daud, kita belajar bahwa ketulusan tidak perlu pembuktian manusia, sebab Tuhan sendirilah yang menilai dan membela hati yang tulus. Ia melihat setiap niat dan ketulusan di balik tindakan kita.


Janganlah berhenti berbuat baik hanya karena kita disalahpahami. Dunia bisa menuduh, memfitnah, bahkan mempermalukan kita, tetapi Tuhan tidak pernah salah menilai hati. Saat kita tetap memilih berbuat baik, meskipun difitnah, Tuhan akan memulihkan, membela, dan memberi kita kemenangan pada waktu yang tepat.


Teruslah menabur kasih karena kebaikan yang ditabur dengan hati murni dan tulus tidak akan pernah sia-sia di hadapan Tuhan. [SLM]



Baca Gali Alkitab 9


2 Samuel 10


Sebaik apa pun niat seseorang, ada saja orang yang dapat berprasangka buruk dan berlaku kasar. Itulah kenyataan yang tak terpungkiri, baik pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang. Seorang raja yang ingin menunjukkan kebaikan kepada raja yang lain bisa saja difintah dan dipermalukan. Pada saat hal itu terjadi, apa yang sebaiknya raja itu lakukan? Ketika kita yang berniat baik malah dituduh dan disalahkan, apa yang akan kita lakukan? Lalu, apakah tindakan kita akan berkenan bagi Tuhan?


Apa saja yang Anda baca?

1. Ketika Hanun menjadi raja, apa yang Daud lakukan? (1-2)

2. Apa tuduhan para pemuka Amon terhadap pegawai Daud? (3)

3. Apa perlakuan Hanun kepada pegawai Daud? Lalu, apa tindakan Daud kepada para pegawainya? (4-5)

4. Apa yang dilakukan bani Amon, dan sebagai respons, apa yang Daud lakukan? Bagaimana pertempuran berlangsung? (6-10)

5. Apa yang Yoab katakan? Apa hasil pertempuran? (11-14)

6. Apa yang orang Aram lakukan, dan sebagai respons, apa yang Daud lakukan? (15-18)

7. Apa hasil akhir pertempuran yang terjadi? (19)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Siapa yang menjadi prioritas lebih besar bagi Daud sebagai raja, orang Amon atau para pegawainya? Mengapa?

2. Mengapa Yoab dan Abisai tidak perlu gentar di hadapan pasukan Aram?

3. Apakah kebaikan Daud sia-sia? Mengapa, atau mengapa tidak?


Apa respons Anda?

1. Apa doa yang akan Anda panjatkan kepada Tuhan agar Anda dikuatkan untuk terus berbuat baik?

2. Bagaimana Anda akan menunjukkan kebaikan kepada keluarga, teman, dan sesama Anda?


Pokok Doa:

Mohon penguatan dari Tuhan agar kita tetap percaya kepada penyertaan dan kasih setia-Nya.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar