Santapan Rohani
Yakobus 4:1-10
*“Tempat Allah Berkuasa”*
Pada tahun 2018, seorang pria memesan kamar hotel di kota New York untuk menginap satu malam. Yang luar biasa, ia kemudian menggunakan kamar itu dan menetap di sana selama lima tahun berikutnya tanpa membayar biaya tambahan, dengan memanfaatkan celah hukum tentang sewa-menyewa sebagai dasar tindakannya. Namun, penolakannya untuk beranjak dari kamar itu membuatnya terancam hukuman penjara.
Yakobus memperingatkan kita bahwa, mirip dengan penyewa yang tidak kunjung pergi, Iblis bisa tinggal dalam hidup kita apabila kita membiarkannya. “Lawanlah Iblis,” tulis Yakobus, “maka ia akan lari dari padamu!” (4:7). Yakobus menekankan bahwa pergumulan kita sering berasal dari “hawa nafsu” yang tidak murni dan “alasan yang salah” (ay.1,3 ayt). Maksudnya adalah hal-hal seperti kesombongan, ketidaksetiaan, dan pikiran kotor yang berdiam dalam hati kita. Untuk melawan godaan itu, Yakobus memberikan dua perintah: “tunduklah kepada Allah” dan “lawanlah iblis” (ay.7). Tunduk berarti menyerahkan setiap bagian hidup kita kepada Allah. Melawan iblis berarti aktif bertindak, dan ini membutuhkan doa, kewaspadaan, dan hikmat dari Kitab Suci.
Seperti tuan tanah yang mengusir penyewa ilegal, dengan kekuatan Allah kita dapat menolak untuk takluk kepada godaan Iblis. Saat kita melawannya, Allah menjanjikan kemenangan, seperti yang ditegaskan Yakobus, “Ia akan lari dari padamu!” (ay.7).
Ketika kita mengusir dosa dan pengaruh Iblis serta “[mendekat] kepada Allah” (ay.8), kita mengizinkan damai sejahtera, sukacita, dan kehendak Allah tinggal secara utuh di dalam diri kita. Musuh harus enyah dari tempat Allah berkuasa!
-Shalom Kakak dan Abang Semuanya, Mari kita jalin relasi kita kepada Allah dengan bersaat teduh ini ya😇

Ketika kita mengusir dosa dan pengaruh Iblis serta “[mendekat] kepada Allah” (ay.8), kita mengizinkan damai sejahtera, sukacita, dan kehendak Allah tinggal secara utuh di dalam diri kita.
BalasHapusAmen
BalasHapus