Santapan Harian
Tetap Berjaga-jaga
2 Samuel 11
Ada masa ketika hidup terasa stabil dan segalanya berjalan baik. Di titik seperti itu, sering kali kita menjadi lengah. Saat tidak ada tekanan, justru di sanalah ada bahaya tersembunyi. Kita tidak sadar, kelengahan kecil bisa membuka pintu bagi kejatuhan besar.
Kejatuhan seseorang tidak terjadi tiba-tiba, tetapi berawal dari pandangan yang tidak dijaga, pikiran yang dibiarkan berkelana, dan keinginan yang tak dikendalikan. Begitu pula Daud. Pada saat para raja pergi berperang, ia memilih tinggal di istana. Dari atap istananya itulah ia melihat Batsyeba (2).
Daud, raja yang dikasihi TUHAN, jatuh bukan karena kelemahan fisik, melainkan karena hati yang lengah. Saat ia seharusnya pergi berperang, ia malah menuruti hawa nafsu.
Dosa yang bermula dari pandangan berakhir dengan tindak kejahatan besar. Daud mengambil Batsyeba, lalu berusaha menutupi perbuatannya dengan mengatur kematian suaminya, Uria (15).
Begitulah dosa bekerja. Iblis tidak selalu datang dalam rupa yang menakutkan, kerap kali godaannya malah hadir lewat kesenangan kecil yang tampak tak berbahaya. Satu tatapan bisa membuka pintu bagi kehancuran, satu langkah keliru bisa menjauhkan kita dari Tuhan.
Kita pun bisa jatuh ke dalam hal yang sama ketika kita membiarkan pandangan, pikiran, dan keinginan berjalan tanpa kendali. Karena itu, penting bagi kita untuk selalu berjaga-jaga, memperlengkapi diri dengan perisai Allah.
Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan ketaatan dan kesediaan untuk ditegur. Daud memang jatuh, tetapi ia juga bertobat dengan hati yang hancur dan tulus di hadapan Allah. Dari situ kita belajar bahwa pemulihan selalu mungkin selama kita mau kembali. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi kasih karunia Tuhan, tetapi juga tidak ada kelengahan yang terlalu kecil untuk diabaikan. Karena itu, kita masing-masing perlu memeriksa hati dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Saat hati terus melekat pada-Nya, mata kita akan terarah kepada yang benar dan langkah kita dijauhkan dari jalan yang menuju kehancuran. [SLM]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar