Santapan Harian
Mengampuni dan Menerima
2 Korintus 2:5-11
Manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dengan sengaja atau tidak, sehingga merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dalam hal inilah diperlukan penyembuhan dan pemulihan melalui pengampunan dan penerimaan supaya kita jauh dari sakit hati dan hidup dalam kerukunan.
Rasul Paulus memberikan nasihat dan penguatan kepada jemaat karena ada persoalan yang harus diselesaikan dengan kasih Tuhan. Ia mengungkapkan isi hatinya tentang kesedihan yang disebabkan oleh seorang jemaat yang melanggar firman Tuhan dan kesedihan ini berdampak pada persekutuan jemaat (5).
Sebagai rasul Kristus, Paulus sudah menegur dan memberikan bimbingan. Buah dari tegurannya adalah perubahan. Setelah jemaat yang bersalah itu bertobat, Paulus tidak lagi menghukumnya, tetapi mengampuninya. Ia menunjukkan belas kasihan dan menerimanya kembali. Ia tidak memberi tekanan pada kesalahannya, tetapi menerimanya kembali ke dalam persekutuan jemaat. Inilah yang diimbaukan kepada jemaat.
Paulus mau supaya mereka mengampuni dan menerima, terlebih lagi menghibur dan mengasihinya (6-8).
Orang yang pernah bersalah kadang masih menyimpan kesedihan yang menjadi beban dalam hidupnya. Beban ini hanya akan hilang jika ia diampuni dan diterima. Hanya dengan kasih, orang itu dapat disembuhkan dan dipulihkan. Inilah yang terjadi jika jemaat benar-benar taat.
Dengan kasih Tuhan, jemaat dapat bersatu sehingga, walaupun ada masalah, jemaat saling mengampuni dan tidak ada celah bagi Iblis untuk memecah belah jemaat. Di sini kita dapat melihat pentingnya kedewasaan iman jemaat dalam mengatasi pelanggaran dan memelihara kasih persekutuan.
Marilah kita tidak hanya siap untuk menegur dan menghukum orang yang bersalah, tetapi juga rela mengampuninya dengan tulus dan menerimanya sepenuh hati sebagai sesama anggota jemaat. Dengan kasih yang berlimpah dari Kristus, tidak akan ada yang tenggelam dalam kesedihan karena seluruh jemaat hidup bersama dalam sukacita. [PKP]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar