*RENUNGAN SINGKAT*
*MENJELANG JUMAT AGUNG*
HAMORAON-HAGABEON-HASANGAPON
Mat 16:26 "Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?"
Pada banyak halak Batak, keluarga yang berhasil adalah keluarga yang sudah memiliki 3-H Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan) dan Hasangapon (kehormatan). Untuk memperoleh 3-H pasti banyak tantangan dan persoalan. Akibatnya, banyak keluarga yang menghalalkan segala cara, untuk memiliki 3-H. Untuk mendapatkan Hamoraon, mereka melakukan korupsi. Untuk mendapatkan Hagabeon, karena belum memiliki anak, isteri diceraikan dan menikah lagi. Untuk mendapatkan Hasangapon, menyogok agar anaknya masuk PNS, ABRI atau pekerjaan bonafit lain. Bahkan ada yang mau menjual imannya asalkan mendapatkan jabatan di kantor. Masih banyak contoh-contoh penyimpangan lain untuk memperoleh 3-H. Sebaliknya, ketika keluarga tidak memiliki 3-H banyak keluarga yang menjadi malu, minder, sedih bahkan putus asa karena mereka diacuhkan, diejek, disingkirkan dihina bahkan diteror.
Mengejar 3-H bukanlah hal yang salah. Akan tetapi 3-H bukanlah tujuan utama.
Didalam iman Kristen, ukuran keberhasilan keluarga adalah bagaimana keluarga menerima dan memegang teguh Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Setelah itu, bagaimana melakukan kehendak Kristus sang Juruslamat. Mencapai keberhasilan ini tidaklah mudah. Banyak tantangan dan persoalan yang akan dihadapi. Akan tetapi, Yesus sudah memberi contoh, bagaimana Dia berhasil mencapai tujuanNya menyelamatkan manusia dengan menderita. Dia rela dicerca, dicambuk, dihina dan mati di kayu salib, akan tetapi menjadi pemenang lewat kebangkitanNya. Agar menjadi keluarga Kristen yang berhasil, keluarga harus melakukan seperti yang dikatakan Yesus dalam Mat 16:24 (Jika seseorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku). Agar dapat memikul salib dan menjadi pemenang, Rasul Paulus mengajak kita untuk menggunakan 7 perlengkapan senjata rohani seperti yang tertulis dalam Efesus 6: 14-18 (ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan, perisai iman, ketopong keselamatan, pedang roh dan doa).
Dengan demikian, tidak memiliki 3-H tidak akan membuat kita malu, minder, sedih dan putus asa. Tidak memiliki 3-H akan tetap membuat kita bersukacita dan bersyukur. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? (Mat 16:26)
Pertanyaan untuk direnungkan :
- Apakah arti keberhasilan dalam keluarga saya sudah sesuai dengan arti keberhasilan dalam iman Kristen?
- Bagaimana saya menghadapi tantangan dan penderitaan untuk mencapai keberhasilan yang sesuai dengan iman Kristen?
Berdoa :
Ya Tuhan, berikan hikmat kepada keluarga kami untuk mencapai keberhasilan sesuai dengan keinginanMu. Ajar kami untuk menggunakan tujuh perlengkapan senjata rohani untuk dapat mengatasi tantangan dan penderitaan yang kami hadapi untuk menjadi keluarga Kristen yang berhasil sesuai dengan ajaranMu. Amin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar