Santapan Harian
Kepahitan Hati
2 Samuel 14
Bagaimana perasaan kita jika kita mengetahui bahwa ayah atau anak yang kita banggakan melakukan tindakan keji? Tentu, perbuatan itu tak dapat diterima. Karena kepahitan hati, seorang ayah dan anak bisa putus kontak, dan enggan bertemu.
Inilah yang sepertinya dirasakan oleh Absalom. Hatinya pahit karena kakaknya memerkosa adiknya, sementara ayahnya tidak melakukan apa-apa. Ia pun mengambil tindakan sendiri, membunuh Amnon, lalu melarikan diri (lih. 2Sam.13:37).
Inilah juga yang barangkali dirasakan oleh Daud. Ketika Absalom pergi selama tiga tahun, ia tidak berusaha mencarinya. Justru Yoablah yang mengupayakan agar Absalom bisa berjumpa dengan Daud (1-20). Lewat seorang perempuan bijak dari Tekoa, Yoab menyampaikan permohonan agar Daud mau menerima kepulangan Absalom. Namun, setelah Absalom pulang ke Yerusalem, selama dua tahun Daud tidak mau menemui anaknya itu (24).
Absalom hanyalah seorang anak yang terluka oleh orang-orang terdekatnya; tidak diceritakan bahwa pada awalnya dia berperangai buruk. Bahkan ia amat dipuji karena ketampanannya di seluruh Israel. Bisa jadi, dendamnya adalah reaksi atas ketidakadilan yang dilihatnya di tengah keluarganya sendiri.
Kepada Yoab, Absalom mengatakan bahwa lebih baik ia dihukum mati daripada tidak diacuhkan oleh Daud karena ia tidak merasa bersalah (32).
Memang, pada akhirnya Daud menemui Absalom dan menciumnya (33). Namun, sepertinya belum terjadi rekonsiliasi. Pertemuan mereka belum membawa perdamaian. Hal itu terbukti kemudian ketika akhirnya Absalom memberontak melawan Daud (lih. 2Sam 15).
Betapa menyedihkan, relasi ayah dan anak menjadi kepahitan hati. Kepahitan inilah yang menghalangi kasih dan menimbulkan ketidakpedulian. Kepahitan hati seperti ini harus diatasi secara tuntas sebelum menyebabkan kekerasan dan kepahitan yang lebih besar lagi.
Mari kita periksa hati kita masing-masing: adakah kepahitan hati yang lahir dari kekecewaan? Akuilah dengan jujur kepada Tuhan dan mintalah penyembuhan dari-Nya. [JHN]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar