*Holistic Service*
[Pelayanan Yang Holistik]
*Matius 4:23,* _"Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu"._
Ada beberapa arti penting dari ayat ini: ada kata *περιῆγεν (periēgen)* — "berkeliling;" kata ini menggambarkan tindakan yang terus-menerus. Yesus tidak menunggu orang datang kepada-Nya, namun secara aktif pergi menemui mereka. Maknanya: pelayanan Yesus bersifat proaktif dan menjangkau banyak orang. Lalu ada kata *διδάσκων (didaskōn)* — "mengajar;" berarti menjelaskan kebenaran agar dipahami dan diterapkan. Maknanya: Yesus bukan hanya melakukan mukjizat, namun juga membentuk pemahaman dan kehidupan orang-orang melalui pengajaran. Kemudian ada kata *κηρύσσων (kērussōn)* — "memberitakan;" kata ini dipakai untuk seorang utusan kerajaan yang mengumumkan pesan resmi dari raja. Maknanya: Yesus datang membawa berita penting tentang pemerintahan Allah yang sedang dinyatakan kepada manusia. Juga ada kata *εὐαγγέλιον (euangelion)* — "Injil" atau "kabar baik;" secara harfiah berarti "berita yang membawa sukacita." Maknanya: melalui Yesus, Allah menawarkan keselamatan, pengampunan, dan kehidupan baru. Serta ada kata *θεραπεύων (therapeuōn)* — "menyembuhkan;" kata ini bukan hanya berarti menghilangkan penyakit, tetapi juga memulihkan seseorang. Maknanya: pelayanan Yesus menyentuh kebutuhan manusia secara utuh—rohani, jasmani, dan emosional. Jadi Matius 4:23 merangkum pelayanan Yesus di Galilea dalam tiga aspek utama: Mengajar, Memberitakan Injil Kerajaan, dan Menyembuhkan. Ayat ini juga memperlihatkan bahwa pelayanan Yesus tidak hanya berfokus pada satu bidang. Dia melayani manusia secara menyeluruh: pikiran, hati, dan tubuh.
Sebagai penerapannya: _pertama,_ penting *Membagikan kebenaran Tuhan melalui perkataan dan teladan.* Sebagaimana halnya Yesus mengajar, maka orang percaya dipanggil untuk mengenal Firman Tuhan dan membagikannya kepada orang lain. Aplikasinya: dengan mengadakan saat teduh secara teratur, lalu membagikan kebenaran Alkitab kepada keluarga, dan menjadi teladan dalam perkataan serta tindakan. _Kedua,_ dengan *Memberitakan kabar baik tentang Kristus.* Yesus memberitakan Injil Kerajaan. Pengikut-Nya juga dipanggil untuk menyampaikan harapan yang ada dalam Kristus. Aplikasinya: dengan menceritakan kesaksian pribadi tentang karya Tuhan, lalu menghibur orang yang putus asa dengan janji Firman Tuhan, serta mengajak orang mengenal Kristus dengan penuh kasih. Dan _ketiga,_ dengan *Menunjukkan kasih melalui tindakan nyata.* Yesus tidak hanya berbicara; Dia juga memulihkan dan menolong. Aplikasinya: denganengunjungi orang sakit, membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan, dan menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang terluka secara emosional. Hal lainnya dimana pelayanan karismatik menarik simpati dan decak kagum dari banyak orang. Lalu tidak heran bahwa bahwa gereja yang mampu menunjukkan pelayanan karismatis tersebut akan mengalami ledakan jemaat. Dan tidak jarang juga ada anggota jemaat baru karena mengalami sendiri mukjizat dalam pelayanan tersebut. Hal lainnya, bahwa ada respons atas pelayanan karismatis tersebut, ada gereja arus utama yang mengkritik kegerakan ini.
Kritiknya, disebabkan gereja karismatik tersebut menawarkan berkat dan mukjizat "lebih dari pada Tuhan dan kebenaran-Nya" (tafsiran mereka), bahkan ada anggapan sesat dan transaksional. Menurut mereka, gereja seharusnya menawarkan Injil yang mengikis keberdosaan ketimbang mukjizat dan berkat duniawi.Tetapi ini hanya pandangan sepihak, tanpa melihat esensinya. Sesungguhnya, sisi karismatis dan sisi transformatis terjalin dengan indah dalam hidup dan pelayanan Yesus. Dana sisi karismatisnya merujuk pada kuasa, otoritas, dan karunia yang berasal dari Allah melalui Roh Kudus. Dan sisi karismatis meneguhkan kepercayaan serta memberi pertolongan. Lalu untuk sisi transformatis adalah aspek pengajaran dan pendewasaan melalui kebenaran. Realitanya, sisi transformatis acapkali bisa mengganggu atau tidak nyaman bagi manusia daging, namun mengubahkan adanya. Gerak pelayanan Yesus, terdapat keduanya menjadi satu sehingga pelayanan-Nya holistik atau menyeluruh—tidak hanya menyentuh yang spiritual, namun juga kehidupan sehari-hari. Dengan mengajar dan memberitakan Injil, Yesus melihat kekekalan manusia. Lalu pada sisi lainnya dengan menyembuhkan, Dia juga sungguh memperhatikan pergumulan sehari-hari manusia yang meskipun sementara, tetapi tidak kalah penting adanya. Jadi Tuhan tidak semata peduli di satu sisi secara ekstrem saja. Dia tahu bilamana seseorang sakit serta terikat dengan kuasa gelap, mereka tidak mungkin dapat mencari Allah dan Kerajaan-Nya secara optimal. Sisi lainnya mukjizat dan pertolongan tanpa pendewasaan akan berakhir pada kerohanian yang kerdil, kolokan, dan transaksional. Jadi apakah kita memikirkan kekekalan dan kesementaraan secara seimbang dalam melayani orang lain? Jangan sampai kita sangat tertarik untuk menceramahi seseorang tentang kekekalan semata, namun tidak memiliki aksi nyata untuk hadir dalam pergumulan sehari-hari mereka. Hal ini tidak berbicara tentang memberi uang atau bantuan sosial semata, tetapi hadir pada pergumulan sehari-hari yang ejawantakan melalui kesediaan untuk bersama menghadapi sesuatu, atau sepraktisnya sebagai pendengar yang baik tanpa menjadi “guru” bagi mereka. Akhirnya kita dapat menjadi berkat yang dapat membawa mereka mengalami Tuhan melalui hidup kita. Serta kita harus mengimbanginya dengan kehidupan yang mendidik dan menjadi berkat, sebagai pelayanan yang holistik. Oswald Chambers melihat kaitan dengan Matius 4:23: Yesus memberikan waktu, tenaga, pengajaran, dan kasih-Nya bagi banyak orang. Chambers menyatakan, _"The great aim of life is not to gain, but to give"_ [Tujuan besar kehidupan bukanlah memperoleh, melainkan memberi].
*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar