Santapan Harian
Motivasi Mencari Yesus
Yohanes 6:22-24
Banyak orang segera berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (22-24). Mereka tampak begitu gigih, namun pertanyaannya adalah apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam, mendengar ajaran-Nya, atau sekadar memuaskan keinginan akan mukjizat dan roti yang mengenyangkan? Jika kita perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudah perikop ini, kita dapati, motivasi orang banyak itu adalah mencari mukjizat dan roti (lih. Yoh 6:2; 6:26).
Perilaku orang banyak ini menunjukkan bahwa motivasi mencari Tuhan tidak selalu didasari oleh cinta, kerinduan akan pengenalan yang dalam, atau ketulusan relasi personal yang hendak dibangun dengan Tuhan. Banyak orang mencari Tuhan karena ingin mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri, atau setidaknya menyaksikan mukjizat yang diterima orang lain. Pertanyaan tentang motivasi mencari Tuhan ini masih relevan sampai sekarang. Dalam kebaktian khusus berskala besar, baik yang bersifat kebangunan rohani atau perayaan, apa motivasi orang banyak datang ke sana? Ada yang datang karena mau melihat pendeta/ pastor/pengkhotbahnya, melihat artis rohaninya, mendengar musiknya, mendapat makanannya, mendapat mukjizat penyembuhannya, mau tampil mengisi pujian/ kesaksian, atau sekadar ikut meramaikan dan seru-seruan. Berapa banyak yang datang karena kerinduan murni untuk berjumpa Tuhan dan mengenal-Nya dengan lebih dalam?
Santo Agustinus dalam salah satu karyanya, "Confessiones", pernah menulis: "... fecisti nos ad te et inquietum est cor nostrum, donec requiescat in te". Secara harfiah berarti: "Engkau telah menciptakan kami untuk-Mu dan hati kami tidak akan tenang, sampai ia beristirahat dalam Engkau". Kita diajak untuk melihat lebih dalam makna relasi yang kita bangun dengan Tuhan. Eksistensi hidup kita sejak mula adalah pemberian Tuhan. Jangan membangun relasi yang transaksional dengan Tuhan, tetapi bangunlah relasi yang tulus dan sederhana dengan-Nya sampai kelak kita bersatu kembali bersama Dia. [YWA]
Baca Gali Alkitab 2
Yohanes 6:22-24
Yohanes 6:22-24 menggambarkan bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah mukjizat memberi makan lima ribu orang. Mereka menyadari bahwa Yesus tidak naik perahu bersama murid-murid-Nya, tetapi tetap berada di seberang dan kemudian menghilang.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik kepada Yesus bukan karena pengajaran-Nya, tetapi karena tanda-tanda ajaib yang Ia lakukan. Mereka mencari Yesus dengan harapan mendapatkan lebih banyak berkat jasmani, bukan karena ingin mengenal Dia secara rohani.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dilihat orang banyak di seberang danau pada keesokan harinya? (22)
2. Dari mana datangnya perahu-perahu lain yang tiba di dekat tempat orang banyak makan roti? (23)
3. Apa yang dilakukan orang banyak ketika mereka tidak menemukan Yesus dan murid-murid-Nya? (24)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana seharusnya Anda mencari Yesus sebagai pintu gerbang kepada kebenaran?
2. Apakah Anda mencari karunia atau Sang Pemberi karunia?
3. Mengapa penting untuk tidak menjadikan berkat materi sebagai tujuan utama dalam kehidupan beriman?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan bersyukur atas kesempatan untuk mencari Yesus dalam kehidupan Anda?
2. Apa yang akan Anda minta dalam doa agar dapat lebih memahami kehendak Tuhan dalam hidup Anda?
3. Apa yang akan Anda lakukan untuk bisa datang kepada-Nya bukan demi apa yang bisa Anda dapatkan dari-Nya, melainkan demi siapa Dia sendiri?
Pokok Doa:
Supaya gereja Tuhan tetap setia dalam mengajarkan kebenaran Injil dan tidak terpengaruh oleh keinginan duniawi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar