H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 15 Februari 2026

Renungan Kepemimpinan Rohani

 *Kepemimpinan Rohani*

Pernahkah diantara kita berkeinginan atau berpikir seandainya kita dipimpin oleh pak Stephen tong maka pelayanan kita ini akan sangat berbuah? atau bahkan berpikir seandainya kita dipimpin oleh Paulus pasti pelayanan kita ini akan berkembang?

Harus kita akui memang kepemimpinan sebuah persekutuan sangat mempengaruhi jalannya organisasi tersebut, tapi yang menarik adalah kenapa Tuhan tidak selalu memberikan kepemimpinan baik raja ataupun nabi nabi yang luar biasa kepada umatNya?

Sedikit berbagi, saya sudah akan menjalani hampir 4 tahun sebagai menjalani calon sintua di gereja kami. Saya pikir saya akan menjadi calon sintua paling lama di gereja kami ini yang pernah ada. Pada masa kependetaan sebelumnya kami tidak pernah di ajari sekalipun untuk pembekalan sebagai calon penatua. Jangankan dibekali dikenal pun kurasa tidak. Saat itu saya sangat merindukan seseorang pendeta yang benar benar memperhatikan gereja dan memberi pengajaran yang baik terkhususnya kepada calon sintua di gereja kami. 

Dan karena suatu hal terjadi pergantian pendeta, dan tiba tiba Tuhan mengirim orang yang demikian.


Mulai tahun lalu sejak pendeta itu melayani di gereja kami, diadakan sharemonth dan para calon sintua dibekali dengan intens tiap minggu, bahkan di hari libur, tidak pernah bolong dalam setahun gereja. Jadi waktu untuk gereja itu 3 hari dalam seminggu, sermon, pembekalan, partangiangan, diluar persiapan khotbah. Terus terang saya tidak tahu penatua harus seperti ini sebelumnya. 


Kemudian setelah sekian lama di awal tahun ini kami masuk tentang teknik berkhotbah dan maragenda. Terus terang saya hampir menyerah. Ini terlalu melelahkan. Kadang keluarga pun harus dikutkan waktu pembekalan. Sudah kita memberi waktu, di gereja kita gak dianggap, sepertinya sintua ini menghabiskan waktu saja. KMK saja tidak begini pikirku.

Kemudian saya mencoba merenung sambil berjalan ke tempat pembekalan, "kemarin waktu pendeta sebelumnya cuek, saya komplain. Sekarang waktu pendeta memberi perhatian penuh, saya komplain juga. Yang mana yang betul ini". Saya terus menggerutu dalam hati, sambil saya naik kereta saya. Dalam hatiku " iya memang, bagus, tapi seribet inikah?" Pikirku.


Jadi seandainya pak stephen tong yang menjadi pemimpin kami, apakah aku sanggup mengikutinya? Gak mungkinlah. Aku yakin, pasti pak stephen tong akan jauh lebih ketat dari pak pendeta kami ini. Seperti pendeta kami ini aja aku yang sudah dibina di kmk hampir menyerah. Apalagilah kalau pak Stephen tong yang pimpin, kurasa cari amanlah. 


Dan setelah pulang dari pembekalan akupun bertobat dan mengubah pikiranku. Akupun berdoa dalam hati, ampuni aku Tuhan kalau ternyata saya terlalu menggantungkan semuanya kepada pemimpin kami. Ternyata yang paling penting berubah itu adalah aku sendiri. 


Sekalipun kepemimpinan itu adalah sesuatu yang sangat penting, bahkan perlu di rayakan, tapi Tuhan menginginkan agar kita menjadikan Dia pemimpin kita. 


Pemimpin akan datang dan pergi, tapi pelayanan harus tetap berjalan.


Saya tidak tahu apakah pendeta kami setelah ini makin baik atau makin buruk itu adalah kehendak Tuhan. Yang penting adalah saya harus benar benar tahu apakah saya membangun persekutuan ini dengan jerami atau dengan besi, pada akhirnya semua pekerjaan kita akan di uji oleh api.

Sahabat alumni, mari kita perhatikan bagaimana kita membangun persekutuan kita ini.

Salam Istrahat.

Grup KMK USU








Tidak ada komentar:

Posting Komentar