*“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”*
📖 *Kolose 3:13*
Corrie ten Boom adalah seorang wanita Kristen dari Belanda yang hidup pada masa Perang Dunia II. Ia dan keluarganya membantu banyak orang Yahudi bersembunyi dari Nazi. Namun akhirnya mereka ditangkap dan dimasukkan ke kamp konsentrasi.
Di kamp itu, Corrie dan saudara perempuannya mengalami penderitaan yang luar biasa. Saudara perempuannya bahkan meninggal di sana.
Setelah perang berakhir, Corrie mulai berkeliling untuk bersaksi tentang kasih dan pengampunan Tuhan.
Suatu hari setelah ia selesai berbicara di sebuah gereja, seorang pria datang mendekatinya. Corrie langsung mengenali pria itu—dia adalah salah satu penjaga kamp konsentrasi yang pernah memperlakukan mereka dengan sangat kejam.
Pria itu berkata bahwa ia telah bertobat dan meminta Corrie mengampuninya. Saat itu Corrie merasa hatinya bergumul. Secara manusia, sangat sulit baginya untuk mengampuni orang yang pernah menyebabkan begitu banyak penderitaan.
Namun ia berdoa dalam hatinya dan akhirnya menjabat tangan pria itu sambil berkata bahwa ia mengampuninya. Corrie kemudian berkata bahwa pada saat itu ia merasakan kasih Tuhan mengalir dalam hatinya.
Mengampuni adalah salah satu hal yang paling sulit dalam kehidupan manusia. Ketika kita disakiti, reaksi alami kita adalah marah, kecewa, menyimpan luka bahkan ingin membalas. Namun firman Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda.
Kita dipanggil untuk mengampuni bukan karena orang lain pantas mendapatkannya, tetapi karena kita sendiri telah menerima pengampunan dari Tuhan. Mengampuni bukan berarti melupakan atau menganggap kesalahan itu tidak penting.
Mengampuni berarti melepaskan beban kebencian yang kita pegang. Ketika kita menyimpan kepahitan, hati kita menjadi berat. Namun ketika kita mengampuni, hati kita menjadi bebas.
Pengampunan tidak selalu mudah, tetapi dengan pertolongan Tuhan kita bisa melakukannya Dan seringkali, orang yang paling dibebaskan oleh pengampunan adalah kita sendiri.
Pengampunan adalah kekuatan yang memulihkan hati. Ketika kita mengampuni, kita sedang meneladani kasih Tuhan yang lebih dulu mengampuni kita.
✝️ *Mengampuni bukan tanda kelemahan, tetapi tanda hati yang dipenuhi kasih Tuhan*
✅ *Kekuatan Mengampuni*



Tidak ada komentar:
Posting Komentar