*“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.”*
📖 *Matius 5:16*
Seorang pria bernama Bima (nama samaran) mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah melewati masa sulit. Ia pernah kehilangan pekerjaan dan rasa percaya diri. Dalam proses pemulihan, ia mulai melakukan hal sederhana: membantu tetangga yang kesulitan, mengunjungi orang sakit, dan menjadi pendengar yang setia bagi teman-temannya. Ia tidak berkhotbah panjang, tidak memberi nasihat rumit. Ia hanya hadir dengan ketulusan.
Beberapa waktu kemudian, seorang teman berkata kepadanya, “Aku tidak tahu apa yang kamu miliki, tapi caramu hidup membuat aku ingin mengenal Tuhan yang kamu percaya.”
Bima tersenyum. Ia sadar bahwa kebangkitan pribadinya telah menjadi dampak bagi orang lain—tanpa ia sadari, tanpa ia rencanakan.
Matius 5:16 mengajarkan bahwa terang yang dibangkitkan di dalam diri tidak berhenti pada diri sendiri. Tuhan membangunkan kita bukan hanya supaya kita hidup lebih baik, tetapi supaya hidup kita memuliakan Bapa dan membawa orang lain melihat terang-Nya.
Sering kali kita menunggu momen besar untuk berdampak. Padahal, dampak sejati lahir dari kesetiaan dalam hal-hal kecil. Kebangkitan rohani tidak selalu ditandai oleh perubahan drastis yang terlihat semua orang, tetapi oleh konsistensi hidup yang selaras dengan kasih dan kebenaran.
Wake Up adalah cara hidup:
▪️bangun setiap hari dari kelelahan dan keputusasaan,
▪️bergerak dalam ketaatan dan kasih,
▪️dan membiarkan terang Tuhan mengalir melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita.
Ketika terang itu bercahaya:
• orang lain dikuatkan,
• lingkungan disentuh,
• dan nama Tuhan
dimuliakan.
Inilah tujuan kebangkitan rohani: bukan sekadar bangun dari tidur, tetapi hidup yang terjaga dan berdampak.
✝️ *Tuhan membangunkan kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk menjadi saluran terang-Nya bagi dunia.*
✅ *WAKE UP CALL — BANGUN, BERGERAK, DAN BERDAMPAK*


Tidak ada komentar:
Posting Komentar