H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 02 Februari 2011

VISI DAN MISI KEHUTANAN USU 2011
           Hutan sangat besar pengaruhnya bagi kelangsungan hidup manusia. Salah satunya adalah menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari manusia, terutama manusia yang ada di sekitar hutan. Tetapi saat ini banyak pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab merusak keberadaan hutan yang tersebut. Untuk menghindari kerusakan hutan dan mencegah , maka dibentuk suatu departemen yakni salah satunya adalah Departemen Kehutanan USU yang khusus mempelajari hutan dan cara-cara pengendalian, pemanfaatan, dan pelestarian hasil hutan. Oleh karena itu Departemen Kehutanan USU memiliki visi dan misi sehingga ada sasaran yang harus dicapai.

VISI PROGRAM STUDI KEHUTANAN
          Menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di bidang kehutanan yang mendukung pengelolaan dan pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

MISI PROGRAM STUDI KEHUTANAN
1. Menyelenggarakan pendidikan yang tinggi yang professional berbasiskan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk menghasilkan SDM berakhlak luhur serta menguasai IPTEK dan seni dalam bidang kehutanan.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan IPTEK kehutanan yang mampu mengantisipasi dan memecahkan masalah dalam pengembangan dan pemanfaatan sudah melalui pendekatan ilmiah.
3. Mewujudkan institusi pendidikan tinggi yang menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam pengembangan dan pemanfaatan hutan dalam lingkup regional, nasional, dan internasional.

Maserasi


METODE PRAKTIKUM
Kayu ialah bahan yang didapatkan dari tumbuh-tumbuhan dalam alam. Tumbuh-tumbuhan ini sebagai sesuatu yang hidup, dipengaruhi oleh kondisi ditempat ia hidup. Pengaruh ini memberikan sifat / keadaan yang berbeda-beda dari tiap jenis kayu yang tumbuh di berbagai tempat dengan kondisi yang berlainan pula. Perbedaan tercermin pada pola dan ukuran serat, pori-pori, zat pengisi kayu, berat jenis, kekerasan kayu dan sebagainya. Serat, arah dan ukuran serat ini pada tiap jenis kayu berbeda-beda. Ada kayu yang berserat lurus, ada yang terpilin, berpadu, berombak, yang ukuran seratnya kecil, sedang atau besar. Serat ini sebetulnya susunan sel-sel kayu yang bentuknya seperti gelendong dan panjang-panjang. Ukuran relatif sel-sel kayu disebut tekstur (Frick, 1983).
Arah pertumbuhan serat-serat kayu sehubungan dengan sumbu memanjangnya disebut jaringan kayu. Serat-serat tersebut tidak selalu tumbuh sejaajr dengan sumbu pohon dan karenanya mereka nampak sebagai pola-pola yang berbeda pada sepotong kayu yang digergaji. Pola-pola tersebut dinamai gambar jaringan. Pada umumnya serat-serat pohon berada sejajr dengan sumbu memanjangnya kayunya kuat dan mudah dikerjakan, biasanya  kayu dengan jaringan lurus mempunyai gambar jaringan yang kurang indah. Oleh karena itu maserasi sangat berperan dalam menentukan atau pengukuran serat pada suatu jenis kayu. Dibawah ini merupakan Metode Maserasi yakni :

Alat dan Bahan
Alat
            Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
  1. Pisau untuk memotong kayu seukuran korek api
  2. Cawan petri sebagai wadah diletakkannya kayu yang telah direbus
  3. Tempat perebusan sebagai tempat untuk merebus kayu
  4. Mikroskop elektron sebagai alat bantu dalam pengukuran serat
  5. Kaca preparat sebagai wadah / tempat meletakkan serat
  6. Pipet tetes sebagai alat untuk mengambil serat dalam skala kecil
  7. Tabung reaksi sebagai wadah meletakkan kayu seukuran korek api untuk direbus

Bahan
            Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
  1. Kayu sebagai bahan yang akan diukur panjang seratnya
  2. Aquades sebagai sebagai larutan penetral
  3. Alkohol sebagai larutan dalam pemisaham serat (maserasi)
  4. Saframin sebagai larutan pewarna dan mempermudah pemisahan serat sehingga serat tahan lebih lama
  5. Larutan NaOH sebagai larutan yang bersifat basa
  6. Kertas saring sebagai bahan pembantu dalam pemisahan serat

Prosedur Kerja
            Adapun prosedur dalam praktikum ini adalah :
  1. Disiapkan alat dan bahan.
  2. Dipotong kayu mahoni seukuran korek api sebanyak 3 buah.
  3. Diletakkan didalam tabung reaksi berukuran kecil dan kayu tersebut direbus sampai lunak.
  4. Setelah kayunya lunak maka kayu diletakkan di atas kertas saring, dan dicampur dengan larutan NaOH 12,5%.
  5. Setelah itu dicampur dengan larutan alkohol secara berturut-turut yakni 10%, 30%, 50%, dan 70%.
  6. Didiamkan selama beberapa menit dan dipisahkan serat mahoni dari kertas saring, serat mahoni tersebut diletakkan di cawanpetri setelah itu dicampur dengan larutan saframin (larutan tersebut berwarna merah).
  7. Diletakkan cawan petri tersebut di tempat yang aman dan didiamkan selama 24 jam.
  8. Dilakukan pengukuran serat dengan menggunakan mikroskop elektron dan dicatat datanya berdasarkan panjang serat, diameter serat, dan diameter lumen dan ketebalan dinding sel.

Selamat mencoba...^^