H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 24 Maret 2022

PERKATAAN YANG KERAS

 

PERKATAAN YANG KERAS

Lukas 6:27-35

Seorang novelis Rusia bernama Leo Tolstoy menceritakan kisah tentang seorang tukang sepatu bernama Martin. Setelah istri dan anaknya meninggal, tukang sepatu itu meratap penuh keputusasaan kepada kawan lamanya yang saleh, “Sekarang, untuk apa saya hidup ?” kemudian kawannya menjawab, “Kamu hidup untuk Allah, Martin. Untuk Allah.”

“Lalu seharusnya bagaimana cara hidup bagi Allah ? tanya Martin. “Kristus telah menunjukkan jalannya kepada kita, “ Jawab orang percaya itu. “ Belilah Injil dan bacalah. Disana akan kautemui bagaimana cara kita hidup bagi Allah. Segalanya dijelaskan disana, “ Katanya.

          Maka pada hari itu juga, Martin membeli sebuah kitab Perjanjian Baru dan mulai membacanya. Semakin lama ia membaca, semakin jelaslah apa kehendak Allah bagi dirinya dan apa artinya hidup bagi Allah. Maka, beban dihatinya pun semakin ringan.

          Kemudian pada suatu hari Martin membaca Lukas 6:27-35, dan tiba-tiba ia tersentak saat membaca perkataan Yesus yang keras. Ia memikirkan dengan seksama perintah di ayat 29, “ Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain.” Saat ia mulai menyadari bahwa ternyata hidupnya belum sesuai dengan perintah Yesus, ia pun berseru, “O Tuhan, tolonglah saya !”

          Kita pun mungkin merasa sangat sulit untuk menaati sabda Yesus. Banyak perkataan kerasNya yang kelihatannya mustahil untuk ditaati. Sama seperti Martin, hendaklah kita berseru, “O Tuhan, tolonglah saya !” tanpaNya , kita tidak dapat berbuat apa-apa  - David Roper

 

“Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain (Lukas 6:29)”

 

Harga ketaatan tak dapat dibandingkan dengan harga ketidaktaatan




IKUTLAH AKU

 

IKUTLAH AKU

Markus 8:34-38

Selama perang dunia II, beberapa pesawat pembom B-17 menempuh penerbangan jarak jauh dari daratan AS menuju Saipan, pulau di daerah Pasifik. Saat pesawat-pesawat itu mendarat, mereka disambut oleh sebuah jip yang membawa spanduk bertuliskan “Ikutlah Aku!” . Kendaraan kecil itu memimpin semua pesawat raksasa tersebut menuju tempat yang telah disediakan.

Seorang pilot yang mengaku bukan orang saleh memberikan komentar yang mengandung pengertian yang dalam : “jip kecil dengan tanda unik itu mengingatkan saya kepada Yesus. Dia adalah orang desa (rakyat kecil), tetapi tanpa petunjukNya, orang-orang “besar” di zaman ini akan tersesat.”

Berabad-abad setelah Juruselamat kita berkelana di sepanjang jalan dan perbukitan Israel, dunia dengan segenap kemajuannya masih membutuhkan teladan dan perintahNya. Saat kita tidak mengikuti jalanNya, maka banyak masalah dan kejahatan akan meningkat di dunia kita, termasuk imoralitas, tindak criminal, dan keserakahan.

Bagaimana cara kita mengikut Yesus ?

Pertama, kita bertobat dari dosa kita dan mempercayakan hidup kita kepadaNya, Juruselamat dan Tuhan kita. Lalu dengan kuasa Roh Kudus dalam diri kita, kita harus mencari kehendakNya setiap hari dan mempraktikkannya. Kita juga harus belajar menyangkal keinginan egois kita dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk mengikut Yesus (Markus 8:34,35).

          Jika Anda ingin hidup sesuai dengan maksud Allah, jawablah undangan Yesus : “Ikutlah Aku!” – Vemon Grounds

 

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut aku (Markus 8:34).”

 

Untuk menemukan jalan hidup Anda, ikutlah Yesus




BERKAT YANG MELIMPAH

 

BERKAT YANG MELIMPAH

Efesus 1:3-14

Saat bencana menimpa, masyarakat menjadi begitu murah hati dalam memberikan bantuan. Setelah serangan teroris yang terjadi di bulan September 2001. Kota New York dibanjiri bantuan berupa handuk, selimut, senter, minuman botol, kacang kalengan, sekop, pasta gigi, daging kaleng, radio, sepatu but karet, dan ribuan jenis barang lainnya. Semua bantuan itu diperkirakan seharga 75 juta dolar. Saking banyaknya barang, akhirnya malah tidak semuanya dapat dipakai.

Kejadian itu mengingatkan saya akan apa yang terjadi saat iman kita berbalik kepada Kristus, Sang Juruselamat. Kita akan menghadapi bencana pribadi. Dosa yang kita lakukan membuat kita terancam terpisah selamanya dari Allah. Masa depan kita menjadi sangat gelap dan tanpa harapan.

Lalu Yesus masuk dan menawarkan pertolongan. Saat kita percaya kepadaNya, Bapa kita di surge akan mencurahkan kekayaan RohaniNya bagi kita. Dengan demikian, kita memperoleh berkat yang begitu banyak sehingga kita mungkin tidak dapat memanfaatkan seluruhnya. Kita adalah anggota keluarga Allah (Efesus 1:5). Kita beroleh “penebusan” dan “pengampunan dosa” (ayat 7). Kita adalah ahli waris dari Dia yang memiliki segalanya (Ayat 11). Semua harta warisan kita itu dimeteraikan oleh Roh Kudus (Ayat 13,14).

Berkat bagi orang Kristiani senantiasa melimpah. Tak ada habisnya. Betapa Allah yang kita layani sungguh murah hati dan penuh perhatian ! Mari kita puji Dia atas berkat yang amat banyak dan melimpah dalam hidup kita – Dave Branon

 

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3)

 

Pemberian Allah yang murah hati harus ditanggapi dengan hidup yang penuh syukur




MASALAH HIDUP DAN MATI

 

MASALAH HIDUP DAN MATI

Roma 8:12-18

Alam di dunia ini kejam. Hidup dan mati menjadi hukum yang berlaku di padang rumput, sungai dan rimba. Seekor singa mengintai kijang. Burung bangau bersiaga di tepi kolam, dan ia siap untuk membunuh dengan paruhnya yang tajam. Jauh diatas langit, seekor rajawali berekor merah menyiapkan cakar yang mematikan, sambil mengawasi gerakan dipadang rumput dibawahnya. Sekawanan macan tutul mampu bertahan hidup dengan memangsa zebra.

Di alam ini, setiap hewan mampu bertahan hidup jika hewan lain mati. Hal seperti ini tampak wajar, sekalipun kejadian yang sebenarnya bisa jauh lebih mengerikan daripada yang dapat kita bayangkan.

Prinsip bahwa taka da makhluk yang hidup jika yang lain tidak mati, ternyata tidak hanya berlaku di ala mini. Saat kita berjalan bersama Allah setiap hari, keinginan daging kita harus dimatikan oleh keinginan Roh. Jika tidak, keinginan Roh akan dimatikan oleh keinginan daging (Roma 8:13). Di dalam rimba, padang rumput, dan sungai hati kita, harus selalu ada yang dimatikan supaya yang lain dapat hidup.

Kita tidak mungkin menyerahkan diri kepada Kristus dan sekaligus menyerahkan diri kepada dunia. RohNya tidak akan dapat memenuhi hati kita jika kita terus mempertahankan kehidupan yang penuh dengan keinginan egois. Karena itu, Tuhan menunjukkan dengan amat jelas bahwa jika kita ingin mengikuti Dia, kita harus mematikan keinginan daging kita setiap hari (Lukas 9:23,24).

Kita harus terus memilih apa yang mesti kita matikan, supaya Kristus dapat senantiasa hidup dengan bebas dalam diri kita (Mart Do Haan II).

 

“Jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup (Roma 8:13).”

 

Supaya dapat hidup bagi Kristus , kita harus mematikan keakuan diri




MENJADI BERKAT

 

MENJADI BERKAT

Kisah Para Rasul 2:41-47

Sebagai orang Kristen, tidak bisa kita hanya cukup menjadi orang yang beragama saja karena Alkitab menuliskan bahwa kita adalah terang dan garam dunia. Bahkan Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan hal tersebut. Itu artinya sebagai anak Tuhan, kita telah ditakdirkan untuk menjadi berkat bagi dunia. Tentang prinsip seperti itu kita pasti pernah mendengarnya bukan ? ya, itulah janji Tuhan kepada Abraham. Abraham diberkati oleh Tuhan agar melalui dia dan keturunannya (termasuk kita saat ini dalam Kristus), dunia bisa menerima berkat (Kejadian 12:3 ; 22:18; Galatia 3:29).

Kehidupan dengan model seperti itulah yang terjadi pada jemaat mula-mula. Mereka benar benar menjadi terang dan garam sehingga melalui hidup mereka nama Tuhan dipermuliakan (Matius 5:13-16). Dengan kata lain orang banyak itu tertarik untuk menjadi pengikut Kristus karena melihat kehidupan mereka. Tidak mengherankan kalau jumlah mereka juga tidak main-main. Bukan puluhan atau ratusan, tetapi ribuan orang. Begitulah seharusnya kehidupan kekristenan yang berdampak.

Oleh sebab itu sebagai orang Kristen sudah saatnya untuk kita instropeksi diri sehingga tidak lagi hidup untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok saja. Sekarang bukan saatnya lagi untuk masa bodoh dengan kehidupan orang yang ada disekitar kita sebab kita dipilih Tuhan untuk menjadi berkat bagi mereka.

Jika Tuhan memberkati kita dengan banyak berkat, hal itu supaya lewat kekayaan itu kita bisa menjadi berkat bagi lingkungan dimana kita tinggal. Teladanilah jemaat mula-mula yang oleh karena cara hidup mereka maka banyak orang tertarik menjadi pengikut Kristus. (F)

 

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)”

 

Orang akan mengikut Kristus saat melihat kehidupan Kristus ada dalam kita




PANGGILAN PELAYANAN

 

PANGGILAN PELAYANAN

Yohanes 6:1-13

Langkah pertama dalam memenuhi panggilan pelayanan seorang hamba Tuhan adalah pernyataan diri Tuhan kepadanya tentang jati diri Tuhan yang memanggilnya. Perjumpaan dengan Tuhan akan menolong orang itu untuk mengenal Tuhan secara benar dan menjamin bahwa dirinya akan memenuhi panggilan yang diterimanya. Perjumpaan itu ditandai dengan pengakuan terhadap kebesaran, kekudusan, da kemahakuasaan Tuhan.

Setelah mengalaminya, ia tidak akan memaksa diri untuk menerima panggilan Allah, tetapi dengan rela memenuhi panggilan yang dinyatakan kepadanya dan siap untuk melaksanakan pelayanan dalam bentuk apapun yang dipercayakan kepadanya.

Beberapa pengajaran yang dapat diperoleh dari Yesaya 6:1-13 yaitu :

Pertama, pengajaran tentang Allah. Keberadaan Tuhan yang seperti itu menjamin seorang hamba Tuhan untuk melayani dengan setia karena Tuhan yang memanggilnya adalah Tuhan yang selalu ada, setia, dan selalu menyatakan diri kepada hamba-hambanya.

Kedua, pengajaran tentang hamba Tuhan. Panggilan Allah terhadap seseorang untuk menjadi hambaNya dimulai dengan pengenalannya tentang Allah, pengakuan akan dosa-dosanya, kesadaran akan anugerah pengampunan dan penebusan segala dosanya, penerimaan akan panggilan Allah, serta diakhiri dengan kesiapan untuk melaksanakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Ketiga, pengajaran tentang pelayanan. Pelayanan adalah kepercayaan yang diberikan Allah kepada seseorang sesuai dengan panggilan yang telah Allah nyatakan kepadanya (Yesaya 6:9-10).

          Yesaya berbicara bukan untuk menobatkan orang yang mendengar, melainkan membuat hati mereka menjadi keras, tuli, dan buta terhadap hal-hal rohani. Itu menunjukkan bahwa pelayanan dan penginjilan bukan sekedar kegiatan menyampaikan kabar baik, melainkan tugas menjadi suatu peperangan rohani untuk mengalahkan dosa yang membutakan mata rohani orang percaya dan yang belum percaya. (MI)

 

“Lalu aku mendengar suatu Tuhan berkata : “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ?” maka sahutku :”ini aku, utuslah aku !” (Yesaya 6:8)”

 

Pelayanan adalah kepercayaan yang diberikan Allah kepada seseorang sesuai dengan panggilan yang telah dinyatakanNya kepada orang itu




BUKAN UNTUK DIGOSIPIN

 

BUKAN UNTUK DIGOSIPIN

Yohanes 9:1-7

Sikap yang ditunjukkan oleh para murid bukanlah hal yang asing lagi bagi kita bukan ? Saat melihat ada orang yang kesusahan maka yang pertama mereka lakukan bukanlah memberikan dan mencarikan solusi, tetapi membicarakan hidup orang tersebut alias bergosip. Seharusnya yang dikatakan bukanlah “Guru siapakah sebenarnya yang berdosa sehingga ia buta”, tetapi “Guru tolong sembuhkanlah dia karena dia menderita.”

Mereka tidak melakukan begitu karena lebih tertarik mempersoalkan penyebab orang itu buta, padahal hal itu tidak memberi dampak apa-apa bagi orang itu.

Wajarlah kalau sebagai responnya Tuhan Yesus menjawab bahwa bukan karena dosa, melainkan karena pekerjaan Allah harus dinyatakan. Jelaslah itu, sebab Tuhan Yesus hadir di dunia bukan sekadar menjadi teman ngobrol untuk membicarakan kesusahan orang dan penyebab hal itu terjadi, tetapi sebagai penyelamat untuk menyelesaikan setiap persoalan.  Itulah kenapa Tuhan Yesus lebih menekankan kepada tugasNya selama di dunia ini yakni melakukan pekerjaan Allah yang dipercayakan kepadaNya dan bisa dipastikan itu bukanlah bergosip.

Peristiwa ini sangatlah baik untuk dijadikan contoh supaya jangan terus diulang-ulang. Mulai hari ini ikutilah apa yang Tuhan Yesus lakukan yakni saat melihat ada orang kesusahan yang kita lakukan haruslah menolongnya.

Kita juga memiliki tugas yang sama yakni melakukan pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan karena itu adalah bagian dari Amanat AgungNya bagi kita (Matius 28:16-20; Markus 16:15-20). Haleluya (F)

 

“Jawab Yesus :” Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)

 

Kesusahan dari sesama kita bukanlah hal untuk digosipin, tetapi ditolong !


At Mandailing Natal Penyabungan


DOA TIDAK EFEKTIF

 

DOA TIDAK EFEKTIF

1 Yohanes 3 :21-24

Dalam kotak perkakas tua ayah saya, saya menemukan bor tangan yang setidaknya telah berumur 60 tahun. Rodanya tidak dapat berputar lagi. Gigi-giginya macet karena kotor. Dan bagian-bagian yang menahan pemotong bor itu agar tetap pada tempatnya pun sudah hilang. Namun, saya ingin melihat apakah alat itu masih dapat digunakan.

Saya mulai membersihkan kotoran dan debu yang menumpuk pada gigi bor dan melumasinya. Mulanya alat itu berputar dengan berat dan pelan, tetapi saya terus menjalankannya. Tak lama, gigi-giginya mulai berputar dengan lancar. Saya lalu mengalihkan perhatian ke tutup diatas pegangan bor itu.

Setelah membuka skrupnya, barulah saya mengetahui bagian-bagian mana yang hilang, bagian yang seharusnya menahan alat pemotong agar tetap pada tempatnya. Lalu saya memasangnya kembali dan memasukkan alat pemotong. Dengan musah saya dapat melubangi sepotong kayu.

Pengalaman memperbaiki bor tua itu mengingatkan saya akan doa. Yesus berfirman, kita akan menerima apa saja yang kita minta dari Allah (Matius 7:7,8). Namun, ada persyaratannya. Misalnya, Yohanes meminta kita untuk menaati Allah dan melakukan apa yang menyenangkanNya (1 Yohanes 3:22). Ini termasuk mempercayai PutraNya dan saling mengasihi (Ayat 23). Jika kita tidak memenuhi persyaratan Allah itu, doa kita menjadi tidak efektif, sama seperti bor tua itu.

Jika doa Anda tidak berfungsi dengan baik, pastikan bahwa Anda memenuhi persyaratan diatas. Jika sudah, percayalah, doa Anda pasti membuahkan hasil. – Dave Egner

 

“Dan inilah perintahNya itu : supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya dan supaya kita saling mengasihi (1 Yohanes 3:23).”

 

Iman dan kasih penting untuk membuat doa Anda berhasil




PETI HARTA KARUN

 

PETI HARTA KARUN

Ibrani 11:32-40  (Tgl 24 Maret 2022, Kamis)

Saat saya masih kecil, ibu sering membiarkan saya mengaduk-aduk kotak kancingnya ketika saya menjalani proses pemulihan setelah sakit. Saya selalu gembira saat menemukan beberapa kancing tua yang saya kenal, dan mengingat pakaian yang dulunya dihiasi kancing-kancing itu. Saya terutama senang saat ibu mengambil salah satu kancing tua yang terabaikan itu dan memanfaatkannya lagi.

Sama seperti pengalaman diatas, saat sedih, saya sering membuka-buka Alkitab dan mengingat kembali janji-janji yang saya kenal dan telah menguatkan saya. Dan saya selalu memperoleh dorongan semangat melalui janji-janji yang sebelumnya tidak saya perhatikan.

Saya teringat pagi yang suram disaat terakhir penderitaan suami saya. Saya mencari-cari Firman Allah untuk mendukung saya menghadapi situasi yang menyakitkan bagi kami. Dalam Ibrani 11, saya mengamati bahwa Allah telah menyelamatkan umatNya yang menderita melalui berbagai cara yang sangat dramatis. Namun , saya tidak selalu dapat mengaitkannya dengan situasi tertentu. Lalu saya membaca tentang orang-orang yang “beroleh kekuatan dalam kelemahan” (Ayat 34). Allah memakai ungkapan itu untuk meyakinkan saya bahwa dalam kelemahan, saya akan dikuatkan. Disaat paling berkesan itu, saya mulai merasakan kekuatanNya, dan iman saya pun diperbarui.

Apakah Anda sedang diuji hari ini ? ingatlah, ada banyak janji dalam Alkitab, peti harta karun Allah. Umat Allah secara turun temurun telah membuktikan kebenarannya. Anda pun dapat membuktikannya – Joanie Yoder

 

“Menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah (Ibrani 6:12)”

 

Janji-janji Allah adalah harta karun yang menunggu untuk ditemukan