H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 09 Mei 2020

Security From Jesus Christ

Izin share saat teduh tadi pagi ya...


SECURITY IN TRUSTING THE LORD
— Psalm 91

Ketika bertanya pada diri sendiri, seberapa engkau merasa aman, apa yang terjadi? Ini bisa tergambarkan dalam pergumulan pemazmur di Mazmur 91. Mazmur ini ibarat sebuah soliloquy orang percaya tentang perlindungan Allah, yang mendorong hatinya menjalankan iman pribadinya kepada Yang Mahatinggi dan Yang Mahakuasa (ay.1-2).

Perlindungan-Nya dapat terjadi dalam berbagi moda (ay.3-13). Melepaskan orang percaya dari sesuatu yang diluar pengatahuannya (jerat) dan kendalinya (penyakit), menyediakan sarana perlindungan terhadap ancaman yang datang (kepak sayap, perisai, pagar tembok), encouragement / peneguhan supaya tidak takut, bahkan mengirimkan malaikat sebagai ‘agen rahasia’-Nya yang menjaga di segala jalan kita.

Maka, apa yang harus dilakukan orang percaya (ay.14-16)? Melekat kepada Allah dan mengenal namaNya serta berseru kepada-Nya, sumber hidup berkat dan keselamatan.

Tetapi konsepku (mungkin juga orang lain) tentang perlindungan Tuhan terkadang terlalu sempit. Seperti gagal memanfaatkan kekuatan, kasih, dan kehadiran BAPA-ku yang cukup, yang menunggu dan rindu untuk dipanggil. Hanya, aku yang harus menjalankan iman yang sesuai dengan kehendak Allah. 

(God’s promise today to SustainME - 09.05.20)
BERTOBATLAH

Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,...
(Roma 2:5-6)

Paulus menyerukan bahwa manusia tidak memiliki hak menghakimi dosa sesamanya karena tidak ada seorang pun manusia yang sempurna dan bebas dari salah. Penghakiman dan hukuman dosa adalah hak mutlak milik Allah. Setiap pelanggaran yang kita lakukan akan berhadapan dengan hukuman Allah.

Segala kemurahan dan kebaikan Allah yang kita nikmati selama ini adalah dengan maksud menuntun kita ke dalam pertobatan yang sejati. Yaitu kita meninggalkan segala kebiasaan dosa kita dan kembali kepada jalanNya, apa yang menjadi kehendakNya. Namun yang sering kita lakukan adalah terus mengeraskan hati, berdosa dan berdosa lagi.

Kita terus menimbun murka Allah bagi diri kita sendiri. Kenikmatan dunia ini membuat kita terus terlena dalam setiap dosa yang kita lakukan meskipun setiap akan melakukannya, hukum-hukum Allah selalu diingatkan dalam hati kita.

Karena pada akhirnya nanti Ia akan menghakimi kita sesuai perbuatan kita.
Allah akan memberikan hidup kekal bagi mereka yang tekun melakukan segala kehendakNya. Dan sebaliknya memberikan kemurkaan bagi mereka yang hidup tidak taat akan kehendakNya. Ini berlaku bagi semua orang di dunia ini tanpa kecuali. Allah akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati kita oleh Yesus Kristus, Tuhan.

Tuhan Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus segala dosa kita, meninggalkan tahtaNya yang di surga menjatuhkan diriNya pada titik terendah untuk mengangkat kita pada titik tertinggi. Tidak cukupkah pengorbanan dan penderitaanNya untuk membuat kita bertobat dari segala dosa kita?

Atas kemurahan Allah ini, mari kita terus bergumul dan berjuang untuk meninggalkan segala dosa kita, segala dosa di dalam hati, pikiran dan perbuatan kita. Kiranya Allah terus mengingatkan dan memampukan kita yang lemah ini.

#erbs080520

Its Saturday

SUNAT ROHANI

Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Roma 2:29 (TB)

Rasul Paulus mengingatkan orang-orang Yahudi bahwa yang terutama adalah melakukan hukum Taurat dan bukan hanya mengajarkannya. Karena selama ini yang dilihatnya Orang Yahudi yang begitu ahli dalam dalam segala seluk beluk hukum Taurat dan mengagung-agungkan hukum Taurat namun sekaligus juga melanggar hukum Taurat itu sendiri dengan perbuatan mereka. Sehingga mengakibatkan penghinaan bagi nama Allah, namaNya dihujat di antara bangsa-bangsa lain.

Kita sebagai anak-anak Allah memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih besar. Ketika begitu banyak firman yang kita dengar dan fahami, sedemikian besar jugalah firman yang harus kita lakukan dan pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Melakukan firmanNya adalah jauh lebih penting daripada hanya sekedar pandai memperkatakannya. Ada istilah mengatakan: "Satu perbuatan berbicara lebih banyak daripada seribu perkataan"

Ketika setiap firmanNya yang kita dengar dan fahami tertanam, berakar kuat di dalam hati kita dan berbuah lebat di dalam kehidupan kita, itulah yang mendatangkan pujian dari Allah. Dia tidak pernah menilai kita dari sebanyak apa pengetahuan kita akan firmanNya, sehebat apa kemampuan kita menyampaikan firmanNya atau sepandai apa kita memperdebatkan firmanNya.

Tetapi hidup yang memperkenan Allah adalah dengan menghidupi firmanNya dalam hati kita, melakukan firmanNya dalam kehidupan kita, hidup kita selalu mempermuliakan Dia dimanapun kita berada. Sehingga semakin banyak orang yang semakin rindu datang padaNya, rindu merasakan kasihNya karena melihat sendiri bagaimana firmanNya yang terwujud nyata di dalam kehidupan kita.

#erbs090520