H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 26 Maret 2023

Hidup Dalam Penyertaan Tuhan

 Jika kita HIDUP DALAM PENYERTAAN TUHAN, maka keterbatasan" yang kita miliki seharusnya tidak menjadi PENGHALANG untuk kita melayani pekerjaan Tuhan dan melayani jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan... 

Kerjakanlah bagian kita, yaitu :

Tetap bersemangat dan rendah hati untuk belajar dari orang lain (siap diketahui apa adanya kita, tidak gengsi untuk bertanya dsb)

Roma 12:11 

Amsal 13:20

Selamat pagi.. 

Selamat beribadah Minggu.. 

GB 🙏 





Saat Mengalami Pembentukan

 Saat kita mengalami pembentukan , pendisplinan atau dididik sebagai anak .. 

Hendaklah kita tetap kuatkan tangan yg lemah dan lutut yg goyah serta luruskan jln bagi kaki kita.

Berusahalah hidup damai dengan semua org dan kejarlah kekudusan. 

Janganlah kita menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jgn tumbuh akar yg pahit! 

Dan jgn menpunyai nafsu yg rendah spt Esau yg menjual hak sulung nya. 

Tetaplah teguh dan tinggal di dlm persekutuan dgn Tuhan dan sesama org percaya. Semangatt...

Ibrani 12:12-17, 1 Kor 10:13

Selamat pagi.. 

Selamat berakhir pekan.. 

GB 🙏






Respon Yang Benar

 Kebenaran FT di Ibrani 12:5-11 akan menolong kita untuk tetap BERESPON BENAR saat Tuhan membentuk hidup kita dengan berbagai cara... 

Misalnya :

1. Mengalami situasi atau masalah yang tidak diharapkan : sakit penyakit, kesulitan ekonomi, kecelakaan, musibah/ bencana, dan berbagai kesukaran lain yang terjadi bukan karena kebodohan kita.

2. Berurusan dengan seseorang yang memiliki niat hati yang jahat dan ingin merugikan/ mencelakakan kita.

3. Menghadapi seseorang yang membenci kita tanpa alasan bahkan tidak segan" memfitnah dan merusak nama baik kita hanya karena dendam, iri hati dan dengki.

Ketahuilah bahwa pada saat kita mengalami masalah" tersebut, hidup kita sedang dibentuk agar selalu memiliki KARAKTER seperti KRISTUS.

Karakter Kristus akan terbentuk dalam hidup kita ketika kita menunjukkan RESPON YANG BENAR, meskipun kita sedang menghadapi orang lain atau situasi yang tidak benar.

Selamat pagi.. 

GB 🙏 





Seimbang

 Penyertaan Tuhan dalam hidup kita, akan semakin kita rasakan, saat kita menyadari bahwa *KASIH* dan *DISIPLIN* dari Bapa Sorgawi yang kita terima ternyata seimbang.

Seorang bapa yang baik akan mendidik anaknya tidak hanya dengan kasih tetapi juga dengan disiplin, supaya anaknya *memiliki karakter yang baik.*

Ibrani 12:5-11

Selamat pagi.. 

GB 🙏 





Contoh Perbuatan Duniawi

 Kolose 3:5

Karena itu *matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi*, 

yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.


Jika kita SEPAKAT dengan Kehendak Tuhan, maka *penyertaan dan perkenanan Tuhan* pasti akan kita rasakan secara nyata, 

Pikiran, perkataan dan perbuatan kita akan semakin selaras dengan Kehendak-NYA.

Selamat pagi.. 

GB 🙏 





Komitmen Perjalanan Rohani

 Diperlukan suatu KOMITMEN untuk sampai kepada tujuan perjalanan rohani kita, yaitu : *menyangkal diri dan memikul salib* (meremukkan ego dan mati terhadap keinginan daging)


Matius 16:24

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia *harus menyangkal dirinya, memikul salibnya* dan mengikut Aku.

Selamat pagi.. 

GB 🙏 





Tuhan Beserta Kita

 Imanuel = Tuhan beserta kita

Imanuel juga bisa diartikan bahwa kita akan melakukan perjalanan bersama dengan Tuhan dan kita akan mengalami berbagai hal pada saat melakukan SPIRITUAL JOURNEY (Perjalanan Rohani)... 

Namun terkadang perjalanan rohani kita tidak mulus/ lancar, penyebabnya pasti bukan dari pihak Tuhan, sebab Rancangan Tuhan atas hidup kita selalu baik.. 

Faktor yang menyebabkan terjadinya hambatan seringkali karena kita *TIDAK MAU SEPAKAT* dengan Kebenaran FT... 

Amos 3:3

Selamat pagi.. 

Selamat beraktivitas kembali... 

GB 🙏 





Pengkhotbah 10:9

 Slmt pg buat kt semua..


Pengkhotbah 10:9 (TB)  Barangsiapa memecahkan batu akan dilukainya; barangsiapa membelah kayu akan dibahayakannya. 

🙏🙏🙏 



Slmt pg buat kita senua..


Amos 4:13 (TB)  Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi — TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya. 

🙏🙏🙏




Slmt hr mggu buat kt semua..


Mazmur 13:5-6 (TB)  (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. 

(13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. 

🙏🙏🙏





Yesaya 40:29

 Slmt pg buat kita semua


Yesaya 40:29 (TB)  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 

🙏🙏🙏 



Slmt pg buat kita semua.


Ibrani 4:16 (TB)  Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. 

🙏🙏🙏



Slmt pg buat kt semua


Zakharia 4:6 (TB)  Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.  

🙏🙏🙏




Atha kembar 🙏





Dikaruniakan Tuhan

 *,*RENUNGAN PAGI*

*VISI SURGAWI*

Kamis/ 23 Maret 2023

2 Petrus 1:11 (TB) 

 *Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.*


* DIKARUNIAKAN TUHAN *HAK PENUH*...... 

Sekali lagi :

*HAK PENUH*..... 

*Untuk Memasuki Kerajaan Allah*

       Sedikit Orang Yakin Bahwa Tuhan akan *Memberikan* sebuah *Hak*    Yah... Suka sy mengulangi :

" Sebuah *Hak..*

( Hak Penuh, Hak Tertinggi, Hak yg Mulia & Abadi) 

" HAK UNTUK MEMASUKI KERAJAAN ALLAH.. 

KERAJAAN KEKAL.. 

Kepada Seseorang bila Orang itu Sungguh2 Mau Benar2 Percaya & Memperjuangkan Imannya Kpd KRISTUS YESUS dan Melakukan Perintah & KehendakNya saat Kehidupan nya di Dunia ini. 

         Firman Tuhan ini Mengingatkan kita agar :

         Ditengah  tengah Kesibukan apapun di Dunia ini Kita Harus Benar2 Mau Memberi Waktu, Hati, Jiwa & Pikiran untuk Merenungkan & Meyakinkan diri bahwa :

KERAJAAN KEKAL ITU Benar Benar Ada. 

Apakah Orientasi Hidup Saudara saat ini? 

Apakah yg *Paling Saudara Cari* Saudara cari saat ini? 

Mari.... Carilah Kerajaan Allah karena Bagian akhir Hidup Saudara di tentukan dgn apa yg Saudara cari Saat ini. Milikilah Visi Surgawi... Unang tarlalap  di Portibion. 

Be a Seeker man! 

Seek for Kingdom of God! 

Selamat Pagi! 

Tuhan Memberkati!






2 Jenis Pemikiran Manusia

 *RENUNGAN PAGI*

*VISI SURGAWI*

Selasa  / 21 Maret 2023

1 Korintus 15:19 (TB) 

 *Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.*

       2 Jenis  Pemikiran Manusia :

1.Berpikir " *Tidak Ada lagi " Kehidupan* setelah dia Mati. 

( Tidak ada Pengharapan, Tidak ada Logikanya, Tidak ada Dasarnya). 

" molo naung Mate bah Mate ma....

gabe Orbuk, Habis Tamat, "Tidak ada Cerita lagi"

yg ke dua :

2.Orang yg Berpikir / Yakin Bahwa Benar2 *Masih Ada Kehidupan* kalau dia sudah Mati atau Meninggal Dunia. 

" Masih ada "*Kehidupan di Surga*

Yg Mana Yg Saudara Yakini? 

    *No 1 atau No 2 !*

Ayat Firman Tuhan diatas ada dlm Konteks Penegasan Firman Tuhan *bhw Benar2 Ada Kebangkitan Orang Mati bagi yg PERCAYA/ Ber IMAN      kpd TUHAN YESUS* KRISTUS. 

Dia Sudah pernah Mati dan Bangkit Kembali, Dia yg Sulung, yg Pertama yg Bangkit dr Kematian maka yg Percaya Kpd Nya kemudian akan Mengikuti. 

Bila......... 

Sekali lagi :

Bila...... 

" *Hanya dlm Hidup sekarang ( Hidup di Dunia) ini saja Kita punya Pengharapan kpd KRISTUS* kita di sebut Firman Tuhan :

" *ORANG ORANG YG PALING* " MALANG' dr Segala Manusia ".

Ayo Hindarkan untuk Tidak Saudara menjadi Orang yg Paling Malang dr segala Manusia. 

Visi, Misi Hidup Kita tidak lah sebatas Makan, minum, Sukses di Dunia. 

Ada " Hidup Kekal " dlm Iman kpd Yesus Kristus! 

" Selamat Pagi! 

Tuhan Kiranya Memberkati! 





Tuhan Dekat Pada Setiap Orang

 *DIA ADA, SANGAT DEKAT DAN SENANTIASA MENDENGAR KITA*


_*TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 18)*_

_*Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.19)*_


_(Mazmur 145:18,19)_


Mari terus belajar setia dan taat pada Tuhan, sebab hanya dgn demikian sajalah kita dapat  mengerti kehendak dan isi hati Tuhan . Maka kehendak Tuhan akan menjadi hal yg kita kehendaki juga shg Dia mau melakukan kehendak orang yg takut akan Dia.

Tuhan segera  mendekat  mendengar seruan orang yg setia dan teriakan kita jika kita minta  tolong kepada Nya .

Sungguh Dia dekat dan tidak jauh dari kita. Dia mau menolong dan menyelamatkan kita.

Itulah fakta ttg Allah yg dinyatakan Daud selaku penulis Mazmur ini.


_*Mari pakailah iman kita dalam kesetiaan dan ketaatan , maka kita akan segera merasakan, melihat dan mengalami kehadiran Nya.*_


_*dp*_

🔥🔥🔥 














Kisah Misionaris

 ✴✴✴✴✴✴✴✴

Dibaca sampai selesai 

📖 "Kisah Misionaris Yang Mengalami Kepahitan Terhadap Tuhan"


Pada tahun 1921, dua pasang suami istri dari Stockholm (Swedia), menjawab panggilan Tuhan untuk melayani misi penginjilan di Afrika. Kedua pasang suami istri ini menyerahkan hidupnya untuk mengabarkan Injil dalam suatu kebaktian pengutusan Injil. Mereka terbeban untuk melayani negara Belgian Kongo, yang sekarang bernama Zaire. 


Mereka adalah David Flood & isterinya Svea, serta Joel Erickson & isterinya Bertha.


Setelah tiba di Zaire, mereka melapor ke kantor Misi setempat. Lalu dengan menggunakan parang, mereka membuka jalan melalui hutan pedalaman yang dipenuhi nyamuk malaria. David dan Svea membawa anaknya David Jr. yang masih berumur 2 tahun. Dalam perjalanan, David Jr. terkena penyakit malaria. 


Namun mereka pantang menyerah dan rela mati untuk Pekerjaan Injil. Tiba di tengah hutan, mereka menemukan sebuah desa di pedalaman. Namun penduduk desa ini tidak mengijinkan mereka memasuki desanya. "Tak boleh ada orang kulit putih yang boleh masuk ke desa. Dewa-dewa kami akan marah," demikian kata penduduk desa itu.


Di desa N’dolera itu mereka ditentang habis oleh kepala suku yang khawatir kehadiran orang-orang putih ini membuat dewa-dewa setempat murka. Jadi didirikan sebuah pondok dari lumpur, kira-kira 750 meter di luar desa.


Karena tidak menemukan desa lain, mereka akhirnya terpaksa tinggal di hutan dekat desa tersebut. Setelah beberapa bulan tinggal di tempat itu, mereka menderita kesepian dan kekurangan gizi. Selain itu, mereka juga jarang mendapat kesempatan untuk berhubungan dengan penduduk desa. Setelah enam bulan berlalu, keluarga Erickson memutuskan untuk kembali ke kantor misi. 


Namun keluarga Flood memilih untuk tetap tinggal, apalagi karena saat itu Svea baru hamil dan sedang menderita malaria yang cukup buruk. Di samping itu David juga menginginkan agar anaknya lahir di Afrika dan ia sudah bertekad untuk memberikan hidupnya untuk melayani di tempat tersebut.


Selama beberapa bulan Svea mencoba bertahan melawan demamnya yang semakin memburuk. Namun di tengah keadaan seperti itu ia masih menyediakan waktunya untuk melakukan bimbingan rohani kepada seorang anak kecil penduduk asli dari desa tersebut. 


Anak kecil itulah satu-satuya kontak dengan penduduk lokal yang diijinkan menjual telur dan daging ayam seminggu dua kali, dan kemudian disambut dengan senang hati, dibimbing kepada Kristus.


Dapat dikatakan anak kecil itu adalah satu-satunya hasil pelayanan Injil melalui keluarga Flood ini. Saat Svea melayaninya, anak kecil ini hanya tersenyum kepadanya. Penyakit malaria yang diderita Svea semakin memburuk sampai ia hanya bisa berbaring saja. Tapi bersyukur bayi perempuannya berhasil lahir dengan selamat tidak kurang suatu apa. 


Namun Svea tidak mampu bertahan. Seminggu kemudian keadaannya sangat buruk dan menjelang kepergiannya, ia berbisik kepada David, "Berikan nama Aina pada anak kita," lalu ia meninggal. 


David amat sangat terpukul dengan kematian istrinya. Ia membuat peti mati buat Svea, lalu menguburkannya. Saat dia berdiri di samping kuburan, ia memandang pada anak laki-lakinya sambil mendengar tangis bayi perempuannya dari dalam gubuk yang terbuat dari lumpur. Timbul kekecewaan yang sangat dalam di hatinya. 


Dengan emosi yang tidak terkontrol David berseru: 

"Tuhan, mengapa Kau ijinkan hal ini terjadi? Bukankah kami datang kemari untuk memberikan hidup kami dan melayani Engkau?! Istriku yang cantik dan pandai, sekarang telah tiada. Anak sulungku kini baru berumur 3 tahun dan nyaris tidak terurus, apalagi si kecil yang baru lahir. Setahun lebih kami ada di hutan ini dan kami hanya memenangkan seorang anak kecil yang bahkan mungkin belum cukup memahami berita Injil yang kami ceritakan. Kau telah mengecewakan aku, Tuhan. Betapa sia-sianya hidupku!" 


Kemudian David kembali ke kantor misi Afrika. Saat itu David bertemu lagi dengan keluarga Erickson. David berteriak dengan penuh kejengkelan: 

"Saya akan kembali ke Swedia! Saya tidak mampu lagi mengurus anak ini. Saya ingin titipkan bayi perempuanku kepadamu." 


Kemudian David memberikan Aina kepada keluarga Erickson untuk dibesarkan. Sepanjang perjalanan ke Stockholm, David Flood berdiri di atas dek kapal. Ia merasa sangat kesal kepada Tuhan. Ia menceritakan kepada semua orang tentang pengalaman pahitnya, bahwa ia telah mengorbankan segalanya tetapi berakhir dengan kekecewaan. Ia yakin bahwa ia sudah berlaku setia tetapi Tuhan membalas hal itu dengan cara tidak mempedulikannya.


Setelah tiba di Stockholm, David Flood memutuskan untuk memulai usaha di bidang import. Ia mengingatkan semua orang untuk tidak menyebut nama Tuhan didepannya. Jika mereka melakukan itu, segera ia naik pitam dan marah. David akhirnya terjatuh pada kebiasaan minum-minuman keras. 


Tidak lama setelah David Flood meninggalkan Afrika, pasangan suami-istri Erickson yang merawat Aina meninggal karena diracun oleh kepala suku dari daerah dimana mereka layani. 


Selanjutnya si kecil Aina diasuh oleh Arthur & Anna Berg. Keluarga ini membawa Aina ke sebuah desa yang bernama Masisi, Utara Kongo. Di sana Aina dipanggil "Aggie". Si kecil Aggie segera belajar bahasa Swahili dan bermain dengan anak-anak Kongo. 


Pada saat-saat sendirian si Aggie sering bermain dengan khayalan. Ia sering membayangkan bahwa ia memiliki empat saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, dan ia memberi nama kepada masing-masing saudara khayalannya.


Kadang-kadang ia menyediakan meja untuk bercakap-cakap dengan saudara khayalannya. Dalam khayalannya ia melihat bahwa saudara perempuannya selalu memandang dirinya. Keluarga Berg akhirnya kembali ke Amerika dan menetap di Minneapolis. 


Saat Aggie beranjak dewasa ia mendapat kiriman majalah Kristen dengan berbahasa Swedia di kotak suratnya. Saat ia melihat sebuah halaman di majalah tersebut ia  terhenti  kaget karena foto-foto yang ada di majalah tersebut. Ada sebuah kuburan primitif dengan salib putih dan di salib tertulis nama Svea Flood. Aggie pun spontan beranjak ke mobilnya dan pergi menemui seseorang yang bisa menerjemahkan artikel berbahasa Swedia tersebut. 


Kemudian penerjemah itu membacakan dengan ringkas bahwa dulu ada pasangan suami isteri misionaris yang datang ke Afrika yang memperkenalkan Yesus kepada seorang bocah laki-laki. Suami isteri ini dikaruniai seorang anak perempuan tapi ibunya meninggal dunia setelah beberapa hari. Namun melalui anak kecil yang pernah dibimbing Svea Flood, Tuhan telah menyelamatkan 600 orang Zaire. Ketika si bocah tersebut beranjak dewasa ia mendirikan sekolah di desanya tersebut dan oleh semangat belas kasihan Kristus yang ia peroleh dari Svea kini ia telah menjadi Pemimpin dari Gereja Pentakosta di Zaire dan memimpin 110.000 orang-orang Kristen di Zaire. 


Sejak itu Aggie pun berusaha mencari tahu keberadaan ayahnya tapi sia-sia. 


Aggie menikah dengan Dewey Hurst, yang kemudian menjadi presiden dari sekolah Alkitab Northwest Bible College. Sampai saat itu Aggie tidak mengetahui bahwa ayahnya telah menikah lagi dengan adik Svea, yang tidak mengasihi Allah dan telah mempunyai anak lima, empat putra dan satu putri (tepat seperti khayalan Aggie). 


Suatu ketika Sekolah Alkitab memberikan tiket pada Aggie dan suaminya untuk pergi ke Swedia. Ini merupakan kesempatan bagi Aggie untuk mencari ayahnya. Saat tiba di London, Aggie dan suaminya berjalan kaki di dekat Royal Albert Hall. Ditengah jalan mereka melihat ada suatu pertemuan penginjilan. Lalu mereka masuk dan mendengarkan seorang pengkotbah kulit hitam yang sedang bersaksi bahwa Tuhan sedang melakukan perkara besar di Zaire. Hati Aggie terperanjat.


Setelah selesai acara ia mendekati pengkotbah itu dan bertanya, "Pernahkah anda mengetahui pasangan penginjil yang bernama David dan Svea Flood?" 


Pengkotbah kulit hitam ini menjawab, "Ya, Svea adalah orang yang membimbing saya kepada Tuhan waktu saya masih anak-anak. Mereka memiliki bayi perempuan tetapi saya tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang." 

Aggie segera berseru: "Sayalah bayi perempuan itu! Saya adalah Aggie - Aina!" 


Mendengar seruan itu Ruhigita Ndagora si Pengkotbah kulit hitam itu segera menggenggam tangan Aggie dan memeluk sambil menangis dengan sukacita. Aggie tidak percaya bahwa orang ini adalah bocah yang dilayani ibunya. Ia bertumbuh menjadi seorang penginjil yang melayani bangsanya dan pekerjaan Tuhan berkembang pesat dengan 110.000 orang Kristen, 32 Pos penginjilan, beberapa sekolah Alkitab dan sebuah rumah sakit dengan 120 tempat tidur.


Esok harinya Aggie meneruskan perjalanan ke Stockholm dan berita telah tersebar luas bahwa mereka akan datang. Setibanya di hotel ketiga saudaranya telah menunggu mereka di sana dan akhirnya Aggie mengetahui bahwa ia benar-benar memiliki saudara lima orang. 


Ia bertanya kepada mereka: "Dimana David kakakku ?" Mereka menunjuk seorang laki-laki yang duduk sendirian di lobi. David Jr. adalah pria yang nampak kering lesu dan berambut putih. Seperti ayahnya, iapun dipenuhi oleh kekecewaan, kepahitan dan hidup yang berantakan karena alkohol. 


Ketika Aggie bertanya tentang kabar ayahnya, David Jr. menjadi marah. Ternyata semua saudaranya membenci ayahnya dan sudah bertahun-tahun tidak membicarakan ayahnya. Lalu Aggie bertanya: "Bagaimana dengan saudaraku perempuan?" 


Tak lama kemudian  saudara perempuannya datang ke hotel itu dan memeluk Aggie dan berkata:

"Sepanjang hidupku aku telah merindukanmu. Biasanya aku membuka peta dunia dan menaruh sebuah mobil mainan yang berjalan di atasnya, seolah-olah aku sedang mengendarai mobil itu untuk mencarimu kemana-mana." 


Saudara perempuannya itu juga telah menjauhi ayahnya, tetapi ia berjanji untuk membantu Aggie mencari ayahnya. Lalu mereka memasuki sebuah bangunan tidak terawat. Setelah mengetuk pintu datanglah seorang wanita dan mempersilahkan mereka masuk. Di dalam ruangan itu penuh dengan botol minuman, tapi di sudut ruangan nampak seorang terbaring di ranjang kecil, yaitu ayahnya yang dulunya seorang penginjil. 


Ia berumur 73 tahun dan menderita diabetes, stroke dan katarak yang menutupi kedua matanya. Aggie jatuh di sisinya dan menangis, "Ayah, aku adalah si kecil yang kau tinggalkan di Afrika." Sesaat orang tua itu menoleh dan memandangnya. Air mata membasahi matanya, lalu ia menjawab, "Aku tak pernah bermaksud membuangmu, aku hanya tidak mampu untuk mengasuhnya lagi." Aggie menjawab, "Tidak apa-apa, Ayah. Tuhan telah memelihara aku".


Tiba-tiba, wajah ayahnya menjadi gelap, "Tuhan tidak memeliharamu!" Ia mengamuk. "Ia telah menghancurkan seluruh keluarga kita! Ia membawa kita ke Afrika lalu meninggalkan kita. Tidak ada satupun hasil di sana. Semuanya sia-sia belaka!" 


Aggie kemudian menceritakan pertemuannya dengan seorang pengkotbah kulit hitam dan bagaimana perkembangan penginjilan di Zaire. Penginjil itulah si anak kecil yang dahulu pernah dilayani oleh ayah dan ibunya. "Sekarang semua orang mengenal anak kecil, si pengkotbah itu. Dan kisahnya telah dimuat di semua surat kabar." 


Saat itu Roh Kudus turun ke atas David Flood. Ia sadar dan tidak sanggup menahan air mata lalu bertobat. Tak lama setelah pertemuan itu David Flood meninggal, tetapi Tuhan telah memulihkan semuanya, kepahitan hatinya dan kekecewaannya.


Pesan ini ditujukan kepada semua orang yang merasa bahwa ia berhak untuk marah kepada Tuhan!


Mungkin awalnya di mata David Flood, ia dan istrinya telah gagal sebagai seorang misionaris. Namun jerih payah di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia. Terbukti bahwa belas kasihan dan kepedulian yang disertai pemberitaan Injil terhadap satu orang melahirkan 600 orang yang bertobat dan dimuridkan. 


Beberapa tahun kemudian Aggie dan suami mengunjungi desa N’dolera tersebut. Disambut riuh rendah penuh sukacita, mereka berziarah juga ke kubur Svea Flood. 


Aggie berlutut mengucap syukur di sana, dan pendeta setempat membacakan 2 ayat berikut:

Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Mazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorai-sorai.


[Dikutip dari buku Aggie Hurst: The Inspiring Story of A Girl Without A Country] 






Saat Teduh Bareng 24 Maret 2023

 Shalom Abang/Kakak & Rekan2 Alumni, serta Mahasiswa, marilah kita bersama2 mengikuti:

*SATE BABAT (Saat Teduh Bareng Berbagi Teladan) Alumni & Mahasiswa UKM KMK USU UP Fakultas Teknik.*


🗓️ : Sabtu, 24 Maret 2023

🕔 : 05:00 WIB

🔗 : 


Bergabung ke Rapat Zoom

https://itb-ac-id.zoom.us/j/92692424465?pwd=Z2F4bitOOUJQRCthRGtqdnJmTXJldz09


ID Rapat: 926 9242 4465

Passcode: 052654

 

Nyalakan alarm ⏰

Siapkan hati...🕊️♥🙏 





Selamat Hari Minggu Judika

 *🌷LAKUKANLAH KEADILAN DAN KEBENARAN🌷*                                                      

               _*(YEHEZKIEL 45 : 9-17)*_


Shalom, 

Selamat hari Minggu, _*JUDIKA*_


Banyak orang mengira bahwa keadilan dan kebebasan yang kita nikmati di dunia sekarang ini,  adalah hasil dari pemikiran sekuler. Jelas, tidak demikian.  Alkitab mengajarkan, bahwa keadilan dan kebenaran dapat dilakukan oleh manusia, karena  manusia diciptakan Tuhan menurut rupa dan gambar Allah.


Keadilan dan kebenaran yang sejati, hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang melakukan Firman Tuhan. Keadilan dan kebenaran,  tidak dapat dipisahkan  dari kesalehan  yang benar.  Sebab itu,  dimana-mana pun, melakukan keadilan dan kebenaran, tidak boleh dikhotbahkan,  hanya dalam lingkup pertobatan dan keselamatan pribadi saja (terlepas dari hububngan dengan orang lain), seperti yang kerap dilakukan gereja sekarang ini.  Iman yang benar, pasti tampak jelas dari bagaimana seorang secara konsisten menuntut, ditegakkannya keadilan dan kebenaran di rumah, di gereja dan di masyarakat.


Demikian jugalah Firman Tuhan yang menghantar kita di hari Minggu ini, dari Kisah 6:1-7, gereja menetapkan  ketujuh orang Yunani di gereja Yerusalem sebagai pemimpin pelayanan Diakonia, dengan tiga persyaratan utama yaitu,  mereka haruslah orang-orang yang memiliki reputasi baik, taat pada pimpinan Roh Kudus dan orang yang bijaksana. Penetapan itu dilakukan agar  pelayanan dapat dilanjutkan dengan seimbang, antara pelayanan Firman, pelayanan doa dan pelayanan kepada orang-orang miskin (diakonia)


Mari kita lihat sejenak bagaimana   kebenaran, keadilan, dan kebebasan yang ada didalam dunia hingga saat ini.  Kalau kita mau objektif  memang kenyataannya, kebebasan dan hak  individu yang kita peroleh dalam masyarakat bebas  sekarang ini, sebagian besar adalah hasil dan dampak dari  dunia kekristenan.  Para pemimpin dunia  di era modern yang menerima referensi bijaksana,  menyadari bahwa manusia memiliki nilai tertinggi, karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia, karena Alkitab jelas mengatakan bahwa  manusia diciptakan menurut gambar Allah karenanya memiliki  hak asasi yang sama (band Kejadian 1:26-27 )


Di berbagai zaman bahkan sampai kepada zaman Romawi yang hebat sekalipun, sepertiga dari warga negara adalah kaum budak yang diperlakukan dengan semena-mena, padahal mereka adalah manusia sebagaimana manusia lainnya. Setelah Injil diberitakan dan bangsa-bangsa menerima Kristus, perbudakan  dilarang.


Memang, diluar pengaruh Alkitab, tradisi Yahudi dan Kristen, sulit untuk berkembangnya keadilan dan kebenaran, karena mereka tidak menganggap bahwa Tuhan diciptakan menurut gambar Allah yang penuh kasih. Dan inilah dasar  yang memberikan martabat yang sama bagi setiap individu dan Tuhan Allah telah menempatkan hukum moralNya di setiap orang yang diciptakanNya (band Roma 2:15 ). 


Karena itulah Alkitab penuh dengan  perintah agar manusia jangan memutarbalikkan keadilan. 


_"Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran (Imamat 19:15)”_


_"Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN (Amsal 17:15)”_


_"Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam,  belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! (Yesaya 1:17)”_


Meski demikian, sejarah mencatat, masih  banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi mereka  tetap menindas  keadilan dan kebenaran.  Itu sebabnya, Firman Tuhan  mengecam mereka, dan menyerukan agar orang yang beribadah kepadaNya dituntut melaksanakan keadilan dan kebenaran sebagaimana  dikatakan dalam Mikha 6:8,  supaya Israel bertindak adil, mencintai kebaikan, dan hidup rendah hati dihadapan Tuhan. 


“Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir (Amos 5:24)"


*1. HENTIKANLAH  PENINDASAN DAN KEKERASAN*


Kitab Yehezkiel ditulis pada tahun-tahun awal pembuangan Israel di Babel (592-570 SM).  Yehezkiel artinya “Allah menguatkan atau meneguhkan”.   Yehezkiel lahir di Yehuda  dari keturunan Imam  dimana selama 25 tahun pertama hidupnya, tinggal di Yerusalem.  Yehezkiel sedang dipersiapkan untuk menjadi imam di Bait Suci Yerusalem  saat ia  turut diangkut ke pembuangan di Babel tahun 597 SM bersama dengan Yoyakhin anak Yoyakim. Barulah pada umur 30 Tahun, Yehezkiel menerima panggilan Allah sebagai nabi dan mendapat penglihatan akan kejatuhan dan pemulihan bangsa Israel.


Pada masa  itu terjadi pemerasan atas hak-hak orang miskin dan lemah, aniaya, kecurangan timbangan yang berdampak pada terciptanya ketidakadilan sosial.  Kecurangan terjadi bukan saja dalam pelaksanaan pemberian persembahan korban didalam ibadah tapi  juga dalam melaksanakan transaksi jual beli sehari-hari.

Tanah di Israel dan persembahan korban di bait suci yang semestinya berfungsi untuk pendamaian bagi umat Allah yang disalurkan melalui raja juga diselewengkan  karena keserakahan raja dan pemimpin Israel. Oleh karena itulah nabi Yehezkiel mengingatkan demikian,


_"Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya, demikianlah firman Tuhan ALLAH (Yehezkiel 45:9)”_


Tetapi orang-orang fasik, tetap melawan Firman Tuhan, dan keadaan ini masih terjadi  di zaman  Tuhan Yesus.  Di Bait Allah dulu ada Annas dan Kayafas, dua orang imam besar. Annas adalah mertua dari Kayafas dan mereka berdua inilah yang mengendalikan segala pengaturan di Bait Allah.  Segala timbangan dan ukuran untuk persembahan korban yang dibawa ke bait Allah,  dikendalikan mereka berdua.  Jadi kalau orang datang ke Bait Allah, mereka akan menentukan apakah persembahan korban yang mereka bawa akan dapat diterima atau tidak.  Untuk mengambil keuntungan maka mereka dapat mengatakan bahwa, “wah persembahan anda  belum memenuhi persyaratan”, maka mereka harus membeli gantinya dari para imam dan mereka akan membebankan harga jual yang mahal bahkan dua kali lipat. Tetapi karena umat harus melaksanakan persembahan korban maka mereka terpaksa membeli dari  jaringan para imam tersebut. Itu hanyalah sebagian kecil kejahatan atau pencurian yang betul terjadi di bait Allah di Yerusalem. Jadi jangan heran kalau Annas dan Kayafas bersekongkol dalam peristiwa penyaliban Yesus Kristus.


Perhatikan, tujuan Tuhan menghadirkan pemerintahan sipil di dunia ini adalah untuk melindungi warga negara atau orang-orang dari penindasan dan menghentikan kejahatan. Rasul Paulus didalam Roma 13 :3, bahwa


_“Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya”._


Pemerintah dihadirkan Tuhan untuk  menghukum kejahatan dan menegakkan keadilan dan kebenaran. Karena itu setiap orang yang melakukan yang baik, keadilan dan kebenaran, tidak usah takut karena Tuhan membangkitkan pemerintah untuk menghukum kejahatan melindungi orang benar.  Firman Tuhan menyuruh kita tidak mengikuti pemerintah kalau mereka mereka melakukan kejahatan dan ketidak adilan. Disanalah malahan Tuhan memanggil umatNya untuk  menyerukan suara kenabian,  keadilan dan kebenaran.


Disinilah  melalui nabi Yehezkiel, Tuhan memerintahkan agar  Israel, raja dan para imam menghentikan kejahatan yang  selama ini mereka lakukan.  Bukankah jauh sebelumnya juga, Ahab, raja Israel yang jahat  itu, menginginginkan kebun anggur Nabot, dan dengan licik menyerobotnya. Dan istrinya, Izebel mendukung rengekan suaminya agar raja  Ahab dapat  merampas tanah Nabot yang  hanya sedikit itu. Dan akhirnya Tuhan menghukum raja Ahab dan Izebel yang jahat itu.


Tuhan memerintahkan agar dari  pemerintahan yang paling atas, raja dan para ulama menghentikan kejahatan mereka.  Mengapa dimulai dari atas ? Karena kesalahan para pemimpin akan merusak seluruh sistem sampai ke bawah.


*2. BERUSAHA DENGAN BISNIS YANG JUJUR*


Eva, bat dan homer adalah ukuran-ukuran yang dipakai dalam menimbangan pertimbangan di Israel saat itu. Syikal juga adalah ukuran beratnya uang logam untuk melakukan transaksi  bisnis. Kita tidak akan terlalu jauh menghitungnya secara teknis. Tetapi apa yang hendak Tuhan perintahkan disini, adalah supaya Israel bertransaksi dengan jujur. Janganlah  umat Tuhan melakukan pencurian dan perampokan didalam kegiatan bisnis mereka.  Tuhan  menghendaki agar umatnya jangan menipu dan mencuri sesuatu dari sesamanya.  Janganlah melakukan kejahatan apapun dari setiap  transaksi yang kamu lakukan. 


Yehezkiel mengecam  praktik ketidakadilan yang mereka lakukan dengan memainkan timbangan/neraca. Mereka memainkan ukuran timbangan efa, bat dan syikal yakni alat-alat timbangan dan ukuran raja sebagai standar yang dikenal di Babel. Alat-alat timbangan ini dipergunakan secara curang atau serong  dengan cara menaikkan atau menurunkan timbangan untuk menipu sesama disertai permainan harga demi mendatangkan keuntungan.


_“Neraca yang betul, efa yang betul dan bat yang betullah patut ada padamu. Sepatutnyalah efa dan bat mempunyai ukuran yang sama yang ditera, sehingga satu bat isinya sepersepuluh homer, dan satu efa ialah sepersepuluh homer juga,  jadi menurut homerlah ukuran-ukuran itu ditera. Bagi kamu satu syikal sepatutnya sama dengan dua puluh gera, lima syikal, ya lima syikal dan sepuluh syikal, ya sepuluh syikal, dan lima puluh syikal adalah satu mina (Yehezkiel 45:10-12)”_


Para Raja sebagai pemimpin pemerintahan mestinya bertanggungjawab agar hidup umat Allah mencerminkan kekudusan, bukan  malah melakukan praktek curang, tidak adil dan jujur. Ritual keagamaan sebagai pilar penting dalam ibadah dan persembahan korban dinodai dengan praktek-praktek ketidakjujuran. Peran Raja sebagai pemimpin Israel yang mesti menjadi teladan hidup menjadi gagal.


Peran para pemimpin, khususnya raja Israel, bukanlah untuk memeras rakyat melainkan untuk mengupayakan kesejahteraan, menegakkan kebenaran atau keadilan yang merefleksikan ibadah umat kepada Allah.  


Jangan sampai ada kecurangan didalam hal mengatur persembahan bagi Tuhan. Seorang pemimpin haruslah mengelola persembahan untuk umat Israel datang kepada Allah. Seorang pemimpin bukan menjadi tuan yang menjalankan kekuasaan dengan sewenang-wenang atas umat dan menjadi pusat perhatian umat. Sebab yang harus menjadi pusat perhatian umat adalah Allah yang selalu hadir dalam baitNya.


Raja yang berperilaku buruk dan membiarkan penindasan,  itulah juga yang mengakibatkan  hancurnya etos kerja dan menghancurkan  perekonomian masyarakat  dan pasti pada gilirannya  berdampak  buruk pula pada  peribadahan di Bait Allah.


Orang-orang di zaman itu  kemudian  menjadi rusak, menjadi pemberontak, bahkan menjadi mati rohani serta ikut menyembah berhala  meniru masyarakat di sekelilingnya.  Kesenjangan ekonomi, makin dalam, penindasan oleh orang kaya dan sebagian besar  rakyat jatuh  dalam kemiskinan.


Karena itulah Yehezkiel menyampaikan Firman Tuhan untuk pembaharuan hidup umat Allah. Raja selaku pemimpin yang mengelola segala bentuk persembahan dan upeti atau pajak  demikian juga memberikan persembahan dan upeti untuk dikelola berdasarkan patokan dan standar hidup serta perilaku yang sesuai kebenaran atau keadilan Allah.  Kebiasaan-kebiasaan buruk (praktik ketidak-adilan) di pembuangan harus ditinggalkan supaya keadilan dan kebenaran Allah ditegakkan.


Situasi Israel pada saat itu begitu memprihatinkan. Memang kita melihat semuanya itu terjadi di  zaman dahulu. Tetapi bukankah hal yang seperti itu masih terus terjadi di berbagai belahan dunia sampai saat sekarang ini ?  Untuk kepentingan ekonomi dan harta dunia dimana-mana baik pemerintah, lembaga keagamaan dan perorangan melakukan berbagai kejahatan yang berusaha disembunyikan secara sistematis, terang-terangan atau tersembunyi. 


Ada yang melakukannya mungkin karena ketidak tahuan akan Hukum Tuhan  tetapi ada juga  orang yang melakukannya dengan sengaja melawan Hukum dan Kebenaran. Tetapi pasti tiba saatnya Tuhan akan menghukum orang-orang yang melakukan kejahatan dan yang pasti apabila Yesus kristus Raja di atas segala raja itu datang menghakimi dunia  maka setiap orang yang pernah melakukan kejahatan  harus berta nggungjawab dan tidak dapat mengelak lagi. Karena itu Firman Tuhan menyuruh  Israel dan orang yang mendengar Firman Tuhan dimana pun mereka dengan segala profesinya, segera menghentikan perbuatan yang tidak jujur dan menindas orang lain.  


Situasi Israel pada saat itu begitu memprihatinkan. Memang kita melihat semuanya itu terjadi di  zaman dahulu. Tetapi bukankah hal yang sepreti itu masih terus terjadi di berbagai belahan dunia sampai saat sekarang ini ?  Untuk kepentingan ekonomi dan harta dunia dimana-mana baik pemerintah, lembaga keagamaan dan perorangan melakukan berbagai kejahatan yang berusaha disembunyikan secara sistematis, terang-terangan atau tersembunyi. 


Ada yang melakukannya mungkin karena ketidak-tahuan akan Hukum Tuhan  tetapi ada juga  orang yang melakukannya dengan sengaja melawan Hukum dan Kebenaran. Tetapi pasti tiba saatnya Tuhan akan menghukum orang-orang yang melakukan kejahatan dan yang pasti apabila Yesus kristus Raja di atas segala raja itu datang menghakimi dunia  maka setiap orang yang pernah melakukan kejahatan  harus berta nggungjawab dan tidak dapat mengelak lagi. Karena itu Firman Tuhan menyuruh  Israel dan orang yang mendengar Firman Tuhan dimana pun mereka dengan segala profesinya, segera menghentikan perbuatan yang tidak jujur dan menindas orang lain.  Setiap orang percaya dipanggil untuk sungguh-sungguh melakukan kehendak Allah, menegakkan keadilan dan kebenaran,

 

_“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6)”_


Setiap orang yang  mendengar dan mau melakukan Firman Tuhan, akan merindukan   keadilan dan kebenaran dilakukan dan sungguh-sungguh.


Setiap orang percaya dipanggil untuk sungguh-sungguh melakukan kehendak Allah, menegakkan keadilan dan kebenaran,

 

_“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6)”_


Setiap orang yang  mendengar dan mau melakukan Firman Tuhan, akan merindukan   keadilan dan kebenaran dilakukan dan sungguh-sungguh.  Umat  tebusan Tuhan diingatkan dengan keras untuk  tidak melakukan sebagaimana dilakukan orang pada  zaman itu. Kasih Allah harus nyata didalam setiap aktivitas hidup dan perilaku orang-orang percaya. Kekudusan, kebenaran dan Keadilan Allah hanya dapat dijunjungtinggi dan ditegakkan bila bertitik tolak pada apa yang menjadi kehendak Allah bukan ukuran manusia.


*3.MEMPERSEMBAHKAN DENGAN  KETULUSAN*


Inilah teguran bagi para imam atas ketidakjujuran mereka dalam mengatur persembahan di Bait Allah, karena mereka menggunakan timbangan, dan takaran yang  yang tidak jujur. Memang penyalahgunaan alat-alat penimbang di pasar ini sering disebut-sebut dalam Perjanjian Lama (Imamat 19:35, Ulangan 25:13–16,  Amsal 11:1,  Amos 8:5, Mika 6:10–12). 


Orang-orang di zaman Amos lebih menyukai keuntungan yang tidak jujur daripada mencintai Tuhan. Mereka egois dan tamak. Kurangnya moralitas mereka di pasar mencerminkan sikap longgar mereka terhadap semua standar kebenaran. 


Para pedagang yang tidak jujur,  merusak timbangan, memasang pemberat palsu pada takaran yang digunakan untuk menjual biji-bijian, mencampurkan sekam dengan gandum yang dapat dijual, dan mengikis logam dari uang logam yang digunakan sebagai penukar (Amos 8:5–6)


Kepedulian akan kejujuran diterapkan di lingkungan Bait Allah dan di pasar. Di Bait Allah, hewan dibeli dan uang ditukar oleh mereka yang datang untuk beribadah.


Nabi Amos  mengecam dan menentang penyembahan yang tidak tulus dan praktik yang tidak jujur (band Amos 8:1–6). Dia melukiskan gambaran kotor tentang orang-orang yang justru di hari Sabat yang melakukan  kecurangan di  halaman Bait Allah.


Yehezkiel juga telah menegur para pemimpin masyarakat atas ketidakadilan mereka (band Yehezkiel 22:1-31). Demikian juga dia juga menegur para imam supaya mereka sadar betapa seriusnya kejujuran dalam mempersemnbahkan korban kepada Tuhan.


_"Inilah persembahan khusus yang kamu harus persembahkan: seperenam efa dari sehomer gandum dan seperenam efa dari sehomer jelai. Tentang ketetapan mengenai minyak: sepersepuluh bat dari satu kor,  satu kor adalah sama dengan sepuluh bat. Seekor anak domba dari setiap dua ratus ekor milik sesuatu kaum keluarga Israel. Semuanya itu untuk korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH (Yehezkiel 45:13-15)”_


Begitulah juga setiap orang percaya dipanggil  agar memberikan persembahan sebagai tanda ucapan syukur atas pemeliharaan Allah dan wujudnyata mendukung peribadatan kepada Allah. Sebagai warga masyarakat, orang Kristen wajib membayar pajak kepada negara. 


Ibadah dan perilaku hidup haruslah berjalan seiring dengan percaya kita pada Allah, dan  harus dinyatakan dalam perbuatan baik, benar dan adil. Karena itu segala perilaku hidup yang bertentangan iman percaya seperti perampasan hak-hak orang miskin dan lemah, kecurangan, kekerasan, aniaya dan lain-lain, tidak boleh mendapat tempat dalam hidup  setiap orang percaya.


Tuhan Yesus  mengajari kita  supaya memperhatikan hal itu, supaya ibadah  kita berkenan kepada Tuhan.  Pada Khotbah di Bukit (Matius 5:23-24), Tuhan Yesus menyebutkan  mendesaknya keselarasani iman dan tindakan.

 

_"Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu”_


*4. LAKUKAN TANGGUNGJAWAB DENGAN BENAR*


Yehezkiel menegur para pemimpin umat atas ketidakadilan mereka dan juga menegur para imam betapa seriusnya Tuhan Allah menuntut kejujuran dalam urusan antar individu. Itulah kesaksian yang menyedihkan atas tidak adanya kejujuran di antara para pemimpin rohani pada zaman Yehezkiel dan juga menjadi peringatan bagi para pemimpin rohani juga di zaman ini.


Umat Tuhan bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan di Bait Allah dan memberikan persembahan khusus. Persepuluhan dan persembahan selalu menjadi cara yang dipakai untuk membiayai pekerjaan Tuhan. Setiap orang harus berpartisipasi dalam hal ini, satu-satunya metode yang sah untuk mendukung pelaksanaan pelayanan di Bait Allah, adalah pemberian sukacita  bukan dilaksanakan dengan transaksi dagang.


Setiap orang harus memberikan persembahan melalui  raja  dan raja bertanggung jawab untuk menyediakan persembahan dan pengorbanan didalam setiap kegiatan ibadah. Raja harus mempersiapkan  korban bakaran, korban biji-bijian, dan persembahan-persembahan, pada hari raya, pada bulan baru, dan pada hari sabat, dan untuk semua hari raya yang telah ditetapkan di Israel.


Raja harus melakukan persembahan pendamaian dimana dia harus mempersembahkan korban penghapus dosa, korban sajian, korban bakaran, dan korban keselamatan, untuk mengadakan pendamaian bagi kaum Israel.


Secara keseluruhan didalam masyarakat raja adalah pemimpin yang memimpin masyarakat melakukan kehendak Tuhan Allah. Meskipun tidak persis sama dengan pemungutan pajak yang dilakukan di zaman sekarang ini, tetapi hal ini  tidak jauh bedanya. Rasul Pauls sendiri mengatakan didalam 1 Korintus 9 bahwa  setiap orang yang melaksanakan tugasnya layak memperoleh dukungan hidup daripadanya. Bukan saja didalam melaksanaakan pemerintahan,  didalam pelayanan rohani pun juga demikian. Hamba-hamba Tuhan wajib memperoleh dukungan hidup sehari-hari dari pelayanan dari umat yang dilayaninya. Meskipun demikian rasul Paulus tidak menuntut karena dia sendiri menghidupi dirinya sebagai pembuat tenda untuk mendukung pelayanannya. Tetapi sebetulnya  dia berhak untuk memperoleh dukungan dari pekerjaan pelayanannya.  


Telah diperintahkan agar Israel mempersembahkan, “Persembahan Khusus”, seperenam efa dari sehomer gandum dan seperenam efa dari sehomer jelai. Persembahan minyak,  yaitu sepersepuluh bat dari satu kor,  dan eeekor anak domba dari setiap dua ratus ekor milik sesuatu kaum keluarga Israel.  Dan kesemuanya itu adalah untuk korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan,  untuk mengadakan “Pendamaian” bagi Israel.


Tuhan membuatkan daftar persembahan  yang harus diserahkan melalui raja yaitu  persembahan  bahan makanan hasil pertanian yang berupa biji-bijian (gandum, jelai, minyak ) dan hewan kurban.  Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pemeliharaan ibadah umum kepada Tuhan. Dan menjadi  salah satu tugas raja,  yaitu mengelola persembahan yang diserahkan oleh rakyat.  Jadi, segala persembahan itu disampaikan kepada raja Israel,


_“Seluruh penduduk negeri harus mempersembahkan persembahan khusus ini kepada raja di Israel. Dan rajalah yang bertanggung jawab mengenai korban bakaran, korban sajian, korban curahan pada hari-hari raya, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat dan pada setiap perayaan kaum Israel. Ialah yang akan mengolah korban penghapus dosa, korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi kaum Israel."_


Raja Israel, yang menerima persembahan dari rakyat, wajib memberikan persembahan pada berbagai kesempatan pengorbanan  seperti, korban bakaran, korban sajian, korban curahan  sebagai korban penghapus dosa.  Menurut komentari Ellicott, pengaturan di zaman Yehezkiel ini  menjadi baru, karena sebelumnya hukum Musa tidak membuat ketentuan mengenai sumber dari mana korban perayaan diperoleh. Apa yang telah diserahkan kepada persembahan kehendak bebas, tetapi sekarang  sekarang menjadi kewajiban yang ditetapkan.


Meski sistem peribadahan di dalam era Perjanjian Lama yang harus dipenuhi oleh Israel cukup rumit, tetapi kesemuanya itu sebetulnya menunjuk  kepada sangat pentingnya hubungan pribadi  antara umat dengan Tuhan Allah. Bahkan raja Israel harus mengaturnya melalui Pemerintahan agar setiap orang melakukan kewajiban masing-masing di hadapan Tuhan. Setiap orang  berdosa dan harus mempersembahkan korban penghapusan dosa dan disampaiklan kepada raja agar setiap orang jangan terlewatkan. Tetapi yang dijelaskan melaui sistem  ibadah dan persembahan korban itu,  adalah menunjuk kepada Yesus Kristus, satu-satunya korban untuk pengampunan dosa yang  sungguh dapat menghapus dosa manusia, bukan korban hewan.  Dan mengenai hal ini, jelas dikatakan didalam kitab Ibrani.


_“Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. (Ibrani 10:3-4)”_


Kesemuanya itu  menunjuk kepada ketaatan yang dituntut Tuhan dari umatNya, bahwa hanya oleh  kasih karunia Tuhan lah yang dapat menghapuskan dosa, bukan persembahan korban, apalagi darah binatang, tetapi ketaatan dan iman kepada Tuhan Allah, dimana Allah Bapa telah mengutus AnakNya sendiri sebagai Korban Yang Sempurna dan yang berkenan kepada BapaNya. 


_"Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (Wahyu 5:12b)”_


Tidak lama lagi ketika Tuhan datang menjadi hakim Dia akan memberikan Yerusalem yang baru, bumi baru dan langit  yang baru, dimana didalamnya Anak Domba Allah memerintah umatNya. Di sana, Tuhan akan menghapus  segala penderitaan, tidak ada lagi susah dan air mata. 


Demikianlah mata rohani kita memandang dan dengan visi masa depan itu, maka kita diajak selalu memandang ke atas, kepada sumber pertolongan kita yang teguh dan iman seprti  itulah  yang akan terus membentuk perilaku anak-anak Tuhan, agar tetap hidup dengan penuh kasih Tuhan,  berlaku adil, mencintai kebenaran dan keadilan, karena itulah yang dikehendakiNya.


Dengan demikian,  setiap orang percaya (gereja), imannya nyata dalam  hal keadilan dan kebenaran,  tidak hanya duduk diam saja, merindukan saat itu tetapi  setidaknya mulai sekarang, hidup melakukan Firman Tuhan, hidup sebagai ciptaan baru didalam Kristus. _*Amin!🙏*_


🌷Salam dan doa,

_ev. r.l.toruan/ev.m.br.p1000, depok_ 





Damai Sejahtera Bagi Kamu

 Ketakutan, kepahitan, kesedihan, kegagalan seringkali membuat kita lumpuh dan menutup diri. Meski begitu Yesus hadir di tengah-tengah semua itu dan mampu masuk ke dalam hati yang terkunci rapat. Sekalipun kita sulit mengerti bagaimana Dia bekerja, tetapi kehadiran-Nya memberi harapan.


_"Damai sejahtera bagi kamu!"_


Yesus telah bangkit! Kuasa-Nya tak dapat dibatasi oleh maut sekalipun. Damai sejahtera-Nya ditawarkan pada dunia yang putus asa.


Mengundang Bapak, Ibu, Abang, Kakak, dan Teman-Teman untuk hadir di Paskah Perkantas 2023:

✨ *PERCAYA DAN BANGKITLAH!* ✨

*Hadir damai di tengah luka*

🗓️ Sabtu, 15 April 2023

💒 GKI Bungur

⏰ 16.30 - 19.00 WIB

📢 Pdt. Erick Sudharma


Salam hangat,

Panitia Paskah Perkantas 2023🤗 






Vaksinasi Covid -19 ?

 *Bagi Masyarakat, Vaksinasi Covid-19 Sudah Tidak Diperlukan*

https://portkesmas.com/2023/03/24/bagi-masyarakat-vaksinasi-covid-19-sudah-tidak-diperlukan/


Minat masyarakat untuk vaksinasi COVID-19 hingga dosis booster sudahlah menurun. Hal tersebut terlihat dari capaian vaksinasi yang rendah sekali tiap hari-nya. Jauh sekali dibandingkan dengan laju vaksinasi di awal pemberian vaksinasi dulu. Saya pun juga melaksanakan pelayanan vaksinasi. Mungkin dalam sehari pelayanan di Puskesmas,  saya hanya dapat 10 orang. Terpakai paling banyak 2 vial vaksin, itu pun vial kedua sering masih tersisa beberapa dosis.


Saya pun bertanya pada mereka yang tetap datang untuk melengkapi dosis vaksinasinya hingga booster. Mayoritas dari mereka menjawab antisipasi rencana berpergian dengan kereta dan pesawat. Momentumnya memang tepat, kedepan ada momen mudik dan pulang kampung. Ada beberapa juga sih temuan lucu, misalnya seperti syarat menikah dari kelurahan harus lampirkan sertifikat vaksin booster. Hahaha. Masa batal menikah karena belum booster!


Tapi demikianlah realita kita hari ini untuk program vaksinasi booster ini. Kondisi pandemi yang membaik dan kebijakan yang sudah lebih renggang seperti tidak adanya lagi pengecekkan pedulindungi di tempat publik jadi faktor pendukung turunnya minat masyarakat. Rasanya sulit kalau tidak ada inovasi lain untuk dapat mencapai target pemerintah di masa transisi pandemi ini terkait cakupan vaksinasi booster yang harus mencapai 50% untuk usia diatas 18 keatas.


Kalau melihat studi kualitatif yang dilakukan oleh John Hopkins CCP (JHCCP) pada tahun 2022, ketakutan masyarakat terkait COVID-19 memang sudah menurun. COVID-19 hanya seperti common cold.  Sudah tidak seberbahaya dulu. Bahkan orang jadi lebih takut dengan vaksinasi-nya dibandingkan dengan penyakitnya.


Temuan menarik juga saya temukan di survei Nielsen-UNICEF di akhir tahun 2022. Hampir 50% dari partisipan survei yang sudah dosis lengkap (dua dosis) tidak mau mengambil dosis berikutnya (booster). Beberapa alasan yang dominan mengapa orang tidak mau divaksinasi adalah khawatir efek samping dan norma sosial (menunggu orang lain). 


Saya tertarik dengan persepsi kekhawatiran masyarakat terkait efek samping vaksinasi. Rasanya dengan sudah diberikannya 400 juta suntikan bagi warga Indonesia saat ini, apalagi yang perlu dikhawatirkan. Selain itu, rasanya komunikasi kita terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sudah sangat masif. Vaksinasi tidak akan sebabkan orang lumpuh, penyakit serius, atau bahkan kematian. 


Ternyata berdasarkan survei tersebut, kekhawatiran masyarakat tidak sejauh itu. Kekhawatiran yang paling dominan di masyarakat terkait efek samping dari vaksinasi adalah khawatir tubuhnya jadi lemah. Asumsi saya ini berkaitan dengan faktor ekonomi, orang tidak mau produktivitasnya terganggu dalam bekerja dalam beberapa hari akibat KIPI setelah vaksinasi.


Selain itu, Kemenkes pada bulan Januari 2023 juga sudah mengeluarkan riset terbaru terkait kekebalan masyarakat Indonesia terhadap COVID-19. Hasilnya sejalan dengan kondisi saat ini. 99% masyarakat Indonesia sudah punya kekebalan terhadap COVID-19.


Lantas, apakah vaksinasi booster masih diperlukan? Bila masih diperlukan, apa yang perlu kita lakukan agar orang mau vaksin hingga booster?


BA

Jakarta, 24 Maret 2023 


NB:

izin share tulisan singkat... yang sedang relevan dengan kondisi saat ini





Financial Planning

 Shalom Rekan-Rekan Abdi Bangsa😊


Tahun 2023 disebut-sebut sebagai tahun yang penuh tantangan terutama bagi ketahanan keuangan. Resesi akibat berbagai faktor global dikhawatirkan banyak orang. Selain itu, dampak dari pandemi Covid-19 juga mempengaruhi kondisi perekonomian yang berimbas pada berubahnya kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Hal inipun juga berdampak pada kehidupan pribadi seorang ASN.  ASN diharapkan mampu mengelola penghasilan yang diterima dengan bijaksana agar tidak terlibat dalam praktik-praktik korupsi atau penerimaan

suap. Oleh karena itu, ASN seharusnya memiliki perencanaan keuangan (financial planning) yang baik sejak awal.  


Berdasarkan kebutuhan tersebut maka PAB mengajak para rekan abdi bangsa untuk sama-sama mengembangkan pengetahuan terkait Financial Planning bagi seorang ASN. Sehingga kita memiliki perencanaan keuangan yang baik, serta strategi yang tepat dalam menghadapi situasi darurat. Untuk itu KSS PAB bulan ini akan dilaksanakan dengan mengambil tema:


*"Financial Planning"*


🗓️ : Sabtu, 25 Maret 2023

⏰: 13.00 - 15.00 WIB

🗣 : Edy Junop Widjaja S.T., Ph.D. (Partner di Management Consulting)

Link pendaftaran :

https://bit.ly/KSSPABMARET23


Narahubung : Ibeth (wa.me/6289621406875)


Jangan lupa mendaftar dan diajak teman2 yang lain yah.. 


Salam, 

Pengurus PAB

🙏😊 






Prakiraan Cuaca Tanggal 26 Maret Prov Kepulauan Riau

 

Selamat pagi dan

Selamat berakhir pekan.


Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca terupdate 26 Maret 2023 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.


Prakiraan Cuaca Tanjungpinang dan Bintan

🔹Kondisi Cuaca

     Pagi            : Hujan Ringan-Sedang 🌧

     Siang          : Hujan Ringan-Sedang 🌧

     Malam        : Berawan ☁  

     Dini Hari     : Berawan ☁ 

     Ket:

     ☀ : Cerah

     ⛅ : Cerah Berawan

     ☁ : Berawan

     🌧 : Hujan Ringan-

             Sedang

     ⛈ : Hujan Ringan-

             Lebat + Petir

     

🔹Arah Angin Permukaan :

     Barat Daya - Timur Laut

     Kecepatan Angin : 

     05 - 25 km/jam


🔹Suhu : 

     24 - 31 °C


🔹Kelembapan Udara :

     65 - 95 %


🔹Titik Panas (Hotspot) terupdate pada tanggal 26-03-2023 jam 06.00 WIB (sumber data BMKG dan LAPAN) dengan tingkat kepercayaan rendah - tinggi  :

       📌 Tanjungpinang             : 0

       📌 Bintan                           : 0

                                     

🔹Ketinggian Gelombang Signifikan

      Perairan Tg. Pinang :

      0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Batam : 

      0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Karimun : 

      0.5 s/d 1.25 m 

      Perairan Bintan : 

      0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Lingga : 

      0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Anambas : 

      0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Natuna :

      0.5 s/d 1.25 m


🔹 Peringatan Dini :

Waspada potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan ringan - sedang yang bersifat lokal dan dapat disertai petir/angin kencang pada pagi - sore hari. 



::Prakirawan BMKG Tanjungpinang::

  Cp. 0896 6798 8480

(Jam Operasional 07.00-19.00 WIB) 


http://www.bmkg.go.id










Prakiraan Cuaca Tanggal 26 Maret 2023